<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perceraian: Sisi Negatif yang perlu Ditimbang</title>
	<atom:link href="http://jilbab.or.id/archives/115-perceraian-sisi-negatif-yang-perlu-ditimbang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jilbab.or.id/archives/115-perceraian-sisi-negatif-yang-perlu-ditimbang/</link>
	<description>-- Cocok Untuk Akhowat, Perlu Untuk Ikhwan --</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Jun 2010 08:22:23 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Ummu Maryam</title>
		<link>http://jilbab.or.id/archives/115-perceraian-sisi-negatif-yang-perlu-ditimbang/comment-page-1/#comment-2656</link>
		<dc:creator>Ummu Maryam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 23:58:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-2656</guid>
		<description>&#039;afwan... Mengapa hadits dhaif dijadikan hujjah? Bukankah di Qur-an ada pembolehan cerai jika memang sudah tidak dapat melaksanakan hak? 

&#039;afwan jika boleh saran, tolong buatkan tulisan penghiburan untuk mereka yang QADARULLAH diceraikan. Karena banyak mereka, khususnya akhwat, yang semerta-merta diceraikan oleh para suami. Tidak perlu disebut-sebut bahwa janda akan sulit menikah lagi, kenyataannya tidak mutlak seperti itu. Itu adalah pandangan umum yang tak berdasar hujjah. Rizki Alloh tidak melihat janda atau perawan... Bayangkan betapa sedihnya, ketika seorang akhwat dicerai, jadi janda, lalu hampir semua menyalahkan dirinya, ditambah tulisan yang menyebutkan kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi seorang janda. Jangan sampai membuat para janda berpikir, mereka yang dicerai, mereka yang menanggung pahitnya...

Lebih baik para janda diingatkan bahwa Alloh tidak akan menzhalimi hamba-Nya dan diberilah harapan semoga Alloh memberi ganti yang lebih baik. Ingatkan juga bahwa status janda itu tidak menghinakan dirinya di sisi Alloh... Karena yang terpenting bagi orang yang terkena mushibah bukan dampak negatifnya... Tapi diberi penguatan supaya tidak putus asa...

Allohu a&#039;lam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;afwan&#8230; Mengapa hadits dhaif dijadikan hujjah? Bukankah di Qur-an ada pembolehan cerai jika memang sudah tidak dapat melaksanakan hak? </p>
<p>&#8216;afwan jika boleh saran, tolong buatkan tulisan penghiburan untuk mereka yang QADARULLAH diceraikan. Karena banyak mereka, khususnya akhwat, yang semerta-merta diceraikan oleh para suami. Tidak perlu disebut-sebut bahwa janda akan sulit menikah lagi, kenyataannya tidak mutlak seperti itu. Itu adalah pandangan umum yang tak berdasar hujjah. Rizki Alloh tidak melihat janda atau perawan&#8230; Bayangkan betapa sedihnya, ketika seorang akhwat dicerai, jadi janda, lalu hampir semua menyalahkan dirinya, ditambah tulisan yang menyebutkan kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi seorang janda. Jangan sampai membuat para janda berpikir, mereka yang dicerai, mereka yang menanggung pahitnya&#8230;</p>
<p>Lebih baik para janda diingatkan bahwa Alloh tidak akan menzhalimi hamba-Nya dan diberilah harapan semoga Alloh memberi ganti yang lebih baik. Ingatkan juga bahwa status janda itu tidak menghinakan dirinya di sisi Alloh&#8230; Karena yang terpenting bagi orang yang terkena mushibah bukan dampak negatifnya&#8230; Tapi diberi penguatan supaya tidak putus asa&#8230;</p>
<p>Allohu a&#8217;lam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 2.101 seconds -->

