Daftar Istilah Bahasa ‘Arab
October 4, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off
kena mata.
dinisbatkan kepada sahabat atau tabi’in
kubur
terbuat dari emas.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam terbuat dari perak.
karena ditinggalkan lari.
peperangan; rampasan perang.
Sallam melalui sabda, sikap, perbuatan dan persetujuan beliau; sesuatu yang
dinisbatkan kepada Nabi baik berupa perkataan, perbuatan, sikap, atau
persetujuan.
dan ketelitian orang yang meriwayatkannya masih kurang; tetapi bila banyak atau
ada berbagai jalan dalam meriwayatkannya maka hadits tersebut meningkat menjadi
shahih
perintah- Nya dan menjauhi segala larangan-Nya sebagaimana yang telah diajarkan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, disertai dengan penuh rasa kerendahan
hati dan penuh rasa cinta.
ketulusan niat Lillah dan dilandasi dengan berpegang teguh kepada Sunnah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
‘alaihi wa Sallam.
ke arah kanan berarti ada alamat baik. Sedang bedanya dengan thiyarah, bahwa
thiyarah meramal nasib buruk, atau merasa bernasib sial dengan melihat burung,
hewan lainnya atau apa saja.
Allah dengan disembah, dipuja, dipatuhi dan ditaati; ciri lainnya kebobrokan
mental dan kerusakan akhlak, seperti zaman sebelum Islam – yang dibawa oleh
Rasulullah ini – menampakkan sinarnya di muka bumi.
dukun, berhala, dan yang sejenisnya.
dewasa, sebagai ganti daripada zakat yang dipungut dari orang-orang Islam, atas
segala perlindungan dan ketentraman yang diberikan oleh kaum Muslimin.
menarik.
Abu Ahmad dll. Biasanya diambil dari nama anak yang pertama.
diambil dari DAFTAR ISTILAH
dalam
href="http://vbaitullah.or.id/index.php?option=content&task=category§ionid=5&id=113&Itemid=0">“Kitab
Tauhid” oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
{mospagebreak}
| Makruh | : sesuatu yang apabila dikerjakan kurang baik, tetapi apabila ditinggalkan akan mendapat pahala. |
| Marfu’ | : hadits yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam; sesuatu yang dinisbatkan kepada Rasulullah baik itu berupa ucapan, perbuatan, sikap atau persetujuan, meskipun yang menisbatkan itu seorang sahabat atau tabi’in. |
| Mauquf | : sesuatu yang dinisbatkan kepada seorang sahabat, baik itu berupa ucapan, perbuatan atau persetujuan; perkataan yang diucapkan seorang sahabat atau perbuatan yang dilakukannya atau persetujuannya terhadap apa yang dilakukan seorang tabi’in. |
| Mufti | : orang yang memberikan fatwa atau petunjuk atas suatu masalah. |
| Nadzar | : kaul. |
| Nau’ | : bintang; arti asalnya; tenggelamnya atau terbitnya suatu bintang. |
| Nusyrah | : tindakan untuk menyembuhkan atau mengobati orang yang terkena sihir dengan mantera atau jampi. |
| Qadha’ = qadar | : ketetapan Ilahi, artinya bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini diketahui, dicatat, dikehendaki dan diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. |
| Qunut | : membaca doa dalam shalat, dilakukan sebelum ruku’ atau sesudahnya pada raka’at terakhir, terutama pada waktu nazilah (dalam keadaan ada bahaya). |
| Radhiyallahu ‘anha; ‘anhu; ‘anhuma | : semoga Allah senantiasa melimpahkan keridhaan kepadanya (wanita; laki- laki, mereka berdua). |
| Risywah | : sogokan; uang semir; uang pelicin. |
| Riya’ | : melakukan suatu amal dengan cara tertentu supaya diperhatikan orang lain dan dipujinya; contohnya: seseorang melakukan shalat, lalu memperindah shalatnya tatkala dia mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya. |
| Ruqyah | :usaha penyembuhan suatu penyakit dengan pembacaan ayat-ayat Al- Qur’an, doa- doa, atau mantera-mantera. |
| Sakrat al-maut | : rasa pedih dan sakit yang dirasakan seseorang ketika dicabut nyawanya; sekarat. |
| Sanad | : lihat isnad. |
| Shafar | : bulan kedua dalam tahun Hijriyah, yaitu bulan sesudah bulan Muharram. |
| Shahih | : hadits yang diriwayatkan secara bersinambung oleh orang-orang yang terpercaya (perilaku, daya hafal dan kecermatannya) mulai dari awal sanad sampai yang terakhir, bebas dari suatu keganjilan atau sebab yang menjadikan hadits tersebut lemah. |
| Shallallahu ‘alaihi wa Sallam | : Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam sejahtera kepada beliau. |
| Subhanahu wa Ta’ala | : Maha Suci Allah dan Maha Tinggi. |
| Subhanallah | : Maha Suci Allah. |
| Syahadat | :persaksian dengan hati dan lisan bahwa: “Tiada sesembahan yang haq selain Allah Muhammad adalah utusan Allah”, dengan mengerti maknanya dan mengamalkan apa yang menjadi tuntutannya, baik zhahir maupun batin. |
| Syafa’at | : perantaraan, yaitu perantaraan yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan hal itu dengan seizin-Nya, untuk meringankan beban umat manusia ketika di padang Mahsyar (pada hari Kiamat) dan inilah yang dinamakan syafa’at kubra (terbesar) atau disebut juga al-Maqam al- Mahmud; untuk memasukkan surga bagi mereka yang berhak mendapatkan surga; uk tidak memasukkan ke neraka bagi ahli tauhid dari umatnya yang berdosa yang semestinya masuk neraka; untuk mengeluarkan dari neraka orang-orang ahli tauhid yang berdosa yang sudah masuk neraka; untuk menambahkan pahala dan meningkatkan derajat bagi orang-orang penghuni surga; dan perantaraan kepada Allah untuk meringankan siksa bagi sebagian orang kafir dan ini khusus untuk paman beliau Abu Thalib. |
| Ta’ala | : Maha Tinggi |
| Ta’awwudz | :meminta perlindungan kepada Allah dengan mengucapkan “A’udzubillah min…” (aku berlindung kepada Allah dari…). |
| Tahmid | : memuji Allah Ta’ala dengan mengucapkan “Alhamdulillah” (Segala puji hanya milik Allah). |
| Tahrif | : menyelewengkan suatu nash dari Al-Qur’an atau Hadits dengan merubah lafadznya atau membelokkan maknanya dari makna yang sebenarnya. |
| Takbir | : mengagungkan Allah dengan mengatakan “Allahu Akbar” (Allah Mahabesar). |
| Takyif | :mempertanyakan bagaimana sifat Allah itu; atau menentukan bahwa hakekat sifat Allah itu begini atau begitu. |
| Tamimah | :sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang dsb. Dan termasuk dalam hal ini apa yang dinamakan haikal. |
| Tamtsil | : menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya. |
| Tathayyur | : berfirasat buruk; merasa bernasib sial; atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lain, atau apa saja. |
| Ta’thil | : mengingkari seluruh atau sebagian sifat-sifat Allah. Sedang perbedaannya dengan tahrif, bahwa ta’thil tidak mengakui makna sebenarnya yang dikandung oleh suatu nash dari Al-Qur’an atau Hadits. Adapun tahrif ialah merubah lafadznya atau memberikan tafsiran yang menyimpang dari makna sebenarnya yang dikandung oleh nash tersebut. Lihat tahrif. |
| Ta’wil | : Ada tiga pengertian: 1. hakekat atau kenyataan yang sebenarnya dari sesuatu perkataan atau berita. Seperti kata-kata ta’wil yang tersebut dalam Al-Qur’an 7:3, 53:7, 39:10 dsb. 2. tafsiran, seperti kata-kata para ahli tafsir: “Ta’wil dari firman Allah…”, artinya: tafsiran dari firman Allah… 3. penyimpangan suatu kata dari makna yang sebenarnya ke makna yang lain. Dan inilah yang dimaksud dengan ta’wil yang sering disebutkan dalam pembahasan teologis. |
| Tiwalah | : guna-guna;sesuatu yang dibuat untuk supaya suami mencintai isterinya atau sebaliknya. |
| Thaghut | : setiap yang diagungkan – selain Allah – dengan disembah, atau ditaati, atau dipatuhi; baik yang diagungkan itu batu, manusia, atau syaitan. |
| Tharq | : meramal dengan membuat garis di atas tanah. Caranya antara lain, seperti yang dilakukan orang-orang Jahiliyah, yaitu: dengan membuat garis-garis yang banyak secara acak (sembarangan), lalu dihapus dua-dua, apabila yang tersisa dua garis itu tandanya akan sukses atau bernasib baik, tetapi apabila tinggal satu garis saja itu tandanya akan gagal atau bernasib sial. |
| Ulama’ | : ilmuwan; secara khusus: orang ahli dalam bidang agama. |
| Umara’ | : pemimpin; penguasa. |
| Wada’ah | : sesuatu yang diambil dari laut, meyerupai rumah kerang, menurut anggapan orang- orang Jahiliyah bisa digunakan sebagai penangkal penyakit. |
diambil dari DAFTAR ISTILAH
dalam
href="http://vbaitullah.or.id/index.php?option=content&task=category§ionid=5&id=113&Itemid=0">“Kitab
Tauhid” oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab