Jika Sang Ibu Hobi Menyumpahi Buah Hatinya
Sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari seorang ibu yang Memang jauhnya seseorang dari din yang mulia ini akan menyeret Islam melarang orangtua melaknat anak-anak mereka bukan hanya ”Janganlah kalian menyumpahi diri kalian, dan jangan pula Hadits diatas menjelaskan bahwa ada waktu-waktu baik yang Tetapi sayangnya sebagaimana penulis paparkan diatas banyak dari Sebenarnya banyak tips yang bisa di pelajari oleh para ibu rumah ketiga bila kedua cara diatas belum bisa menguasai emosi ibu keempat sebagaimana yang penulis jelaskan diatas bahwa kondisi kelima jangan lupa berdo’alah kepada Allah agar Dia Yang Maha Sumber: 30 Larangan Wanita, Amr bin Abdul Mun’im, Pustaka Pengalaman pribadi
jengkel atas kenakalan atau kesalahan anak-anaknya melaknat atau menyumpahi
mereka.Baik dengan kata-kata yang kotor (tidak pantas) ataupun do’a yang tidak
baik.Sehingga sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging.Sang ibu tidak pernah
merasa bersalah ataupun berdosa atas perbuatannya tersebut.Sambil
bersungut-sungut dan mengumpat ia pun berlalu,…meninggalkan buah hatinya dalam
keadaan menangis.Memang profesi sebagai ibu rumah tangga mempunyai tugas yang
seabrek-abrek ,ibarat pekerja ibu mempunyai jam kerja yang tidak terbatas tidak
seperti layaknya wanita karir kantoran yang mempunyai jadwal kerja antar 6-8
jam.Selepas itu ia bisa beristirahat dengan tenang.Sedangkan bagi ibu yang
memiliki anak haruslah menjaga mereka 24 jam, belum melayani suami,memasak,
mengurus rumah,menggosok pakaian ,dan lain-lainnya duh capeknya!!! Beruntunglah
para ibu yang suaminya menyediakan khadimah atau pembantu di rumah untuk
meringankan tugasnya bagaimana bila sang suami tidak mampu???tentu dialah yang
harus menyelesaikan tugas itu sendirian,….dan biasanya bila sang ibu kelelahan
kondisinya sangatlah labil sedikit saja buah hatinya melakukan hal-hal yang
menurutnya tidak sewajarnya,maka terkadang tidak dapat mengontrol emosinya.Jadi
buntut-buntutnya keluarlah cercaan, cacian, makian,laknat dan sumpah yang tidak
baik kepada anak-anak mereka ironisnya sang ayah yang mendengar terkadang hanya
diam saja.Lalu bagaimana sebenarnya islam memandang hal ini??
mereka dalam dosa dan maksiat bahkan terkadang mereka secara tak sadar telah
menzhalimi hamba-hamba-Nya.Karena itu wajiblah bagi semua muslim dan juga
muslimah mempelajari agama ini agar mereka terhindar dari apa yang di haramkan
Allah dan mengerjakan apa yang di perintah-Nya.Karena itu wahai ukhti-ukhti
muslimah tetaplah semangat dalam menuntut ilmu syariat agar Allah selalu
membimbingmu.
itu kitapun dilarang menyumpahi diri kita sendiri ketika kita marah karena
sesungguhnya kita tidak mengetahui kapan saatnya perkataan ataupun do’a (baik
maupun buruk) yang kita ucapkan akan di kabulkan.Dari Jabir bin Abdullah
Radhiyallahu anhu, dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam
telah bersabda:
menyumpahi anak-anak kalian dan harta kalian, kalian tidak mengetahui saat
permintaan (do’a) dikabulkan sehingga Allah akan mengabulkan sumpah
itu”(HR.Muslim)
didalamnya akan dikabulkan doa.karena itu hadits ini melarang kita untuk
menyumpahi diri,putera-puteri kita,dan harta kekayaan kita, supaya sumpah itu
tidak bertepatan dengan waktu pengabulan do’a sehingga selamat dari
bahaya,
kaum ibu yang melaknat dan menyumpahi anak-anak mereka.Mereka beralasan bahwa
sebenarnya mereka tidak bermaksud demikian.Padahal sebagaimana kita ketahui
alasan tersebut tidak dapat diterima karena larangannya telah jelas dan
tegas.Penulis mendapati pengalaman yang bisa dijadikan ibrah bersama kisah nyata
yang patut untuk dijadikan renungan bersama bagi para ibu-ibu. Tak jauh
lokasinya dari rumah penulis pada waktu itu ada tetangga ana mendapati seorang
anak laki-laki yang kira-kira berusia 9 tahun ditemukan tewas tersambar petir.
Dus, berdatanganlah semua orang untuk melihatnya tak lama kemudian datanglah
sang ibu yang menangis terisak-isak kemudian menjerit karena tidak mengira
anaknya telah mati.Setelah beberapa waktu kemudian penulis mendengar bahwa sebab
kematian anaknya tersebut adalah akibat dari sumpah siibunya sendiri yang pada
waktu ketika ia marah ia menyumpahi anaknya agar tersambar petir. waliyyadzu
billah…akhirnya sumpahnya tersebut dikabulkan Allah dan menyesallah sang ibu
dengan penyesalan yang teramat mendalam.Nasi sudah menjadi bubur…..Kisah
lainnya yang tak jauh berbeda juga masih sama terjadi dekat lokasi
penulis…..seorang anak laki-laki berusia kira-kira 7 tahun ditemukan tewas
tenggelam di sungai. Peristiwa ini belumlah lama terjadi kira-kira 4 bulan yang
lalu kejadiannya pun demikian anak tersebut terkena sumpah ibunya. Ibunya yang
marah mendoakan kematian bagi anaknya tersebut. Dalam hujan gerimis anak itupun
keluar bermain dengan kawan-kawannya ketika dia berjalan ditepian sungai malang
kakinya tergelincir tenggelamlah ia kedalamnya kawan-kawannya tak kuasa
menolongnya mereka berusaha mencari pertolongan orang dewasa, akhirnya sang
anakpun terangkat ke tepi akan tetapi dia telah meninggal karena terlalu banyak
menelan air sungai dan meraunglah sang ibu…..dengan ucapan bahwa dia tidak
bersungguh-sungguh menyumpahi anaknya….semua orang yang hadir hanya lah
terhenyak ……ya…kiranya sumpah dan laknat telah menjadi budaya bagi kaum
ibu-ibu kita.Sehingga sangatlah disesalkan anak-anak mereka menjadi korban.
Sungguh sangat tragis dan menyedihkan jauhnya kita dari agama ini membuat kita
terjerumus dalam kesalahan yang fatal.Semoga Allah membimbing kita semua dan
mengampuni dosa-dosa kita.
tangga agar mereka mampu mengontrol emosi mereka ketika marah. Pertama ketika
ibu marah,..ingatlah bahwa Allah selalu mengawasi kita dan ingatlah bahwa ibu
tidaklah langsung tumbuh menjadi dewasa kita juga dulunya anak-anak yang
terkadang nakal dan menjengkelkan orangtua kita. kedua tarik nafas dalam-dalam
dan santai (relaks) diam sejenak pandang anak dengan wajah yang lain dari
biasanya tunjukkan ketidak sukaan kita akan ulah mereka, bila ibu ingin melotot
atau merenggutkan muka maka lakukanlah agar anak takut
segeralah ucapkan istighfar bila ibu ingin mengeraskan suara maka lakukanlah
sehingga anak mendengar ucapan ibu dan ingat ucapan istighfar itu akan terekam
dalam otak anak-anak kita sehingga ketika mereka marah atau melakukan kesalahan
secara otomatis mereka akan meniru kita
seseorang mudah marah terkadang karena kelelahan,kerjakanlah pekerjaan rumah
tangga apa yang ibu sanggup jangan memaksakan diri, tidurlah segera ketika
anak-anak tidur sehingga ibu mempunyai waktu untuk beristirahat.dan, tentu saja
kerjasama antara suami istri sangat penting sekali dalam rumah tangga.berilah
pengertian kepada suami mengapa ibu tidak bisa menyelesaikan tugas rumah tangga
ibu dengan penjelasan yang baik dan cara yang hikmah insya Allah suami ibu akan
mengerti.sehingga kebiasaan yang buruk menyumpahi anak ketika marah insya Allah
akan berkurang sedikit demi sedikit.
Kuasa merubah kebiasaan buruk ini sesungguhnya hati Ibu dalam genggaman-Nya
.Insya Allah, kita tidak akan senang lagi menyumpahi anak -anak kita ketika
marah. Wallahu’alam bisshawwab.
Azzam.