Jilbab Online

– Cocok Untuk Akhowat, Perlu Untuk Ikhwan –

Oct
19

Kesabaran Berujung Kenikmatan

Kategori Aqidah, Kisah Teladan, Pribadi Shalihah by febri

Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan disbanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.

Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat ingin senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya mnejadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnyatidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja.

Pada saat Dr.Khalid membesuknya di rumah sakit, ia melihat pemuda itu tak berdaya diatas ranjangnya. Dr.Khalaid datang untuk menghiburnya. Namun Subhanallah, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya, wajah pemuda it cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas sekali terpancar cahaya dan kilauan iman.

”Alhamdulillah, sya dalam leadaan sehat-sehat saja. Sya berdoa kepada Allah Subhanaahuwataa’ala semoga Anda lekas sembuh.” kata Dr.Khalid membuka pembicaraan. Di luar dugaan pemuda itu menjawab,”Terimakasih untuk doamu. Sesunggunya saudaraku mungikn saat ini Allah tengah menghukumku karena lalai dalam menghafal Al-Qur’an. Allah menguji saya, agar saya segera menuntaskan hafalan saya. Sungguh ini adalah nikmat yang tiada terkira.”

Dr.Kahlid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu. Bagaimna mungkin cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu dianggap sebagai suatu nikmat? Benar-benar ini adalah suatu pelajaran baru yang amat berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga dihadapan pemuda itu.

Dr.kahlid teringat akan sabda Rasulullah Sallallahu A’laihi Wassallam : ” Sungguh menggumkn perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesengangan ia bersyukur, maka hal iti baik baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya dengan sabar dan tabah, maka hal itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)

Jujur saja Dr.Kahalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu. Beberapa pekan kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda berkata,”Coba gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas.” Peuda itu menjawab,”Sungguh saya amat malu kepada Allah untuk terburu-buru sembuh. Jika kesembuhan itu yang terbaik bai Allah, aku bersyukur. Namun, apabila Allah tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agfar aku tidak melangkah ke tempat-tempat maksiat aku pun bersyukur. Allah Amha Tau yang terbaik untukku.

Allahu Akbar, betapa kaimaat itu sangat menggetarkan. Setelah peristiwa itu Dr.khalid menempuh progrmmagisternya ke luar kota. Beberapa bulan setelah itu ia kembalidan yang pertama diingatnya adalah pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia berpikir,”Paling saat ini ia sedang terbaring lemah di atas kasurnya, jika ia kemana-mana pastilah ia digotong.”

Ternyata menurut teman-temannya pemuda itu sudah pindah ke ruang penyiapan untuk mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr.Khalid menemuinya, ia tengah duduk di kursi roda. Dr.Khalid senagng sekali melihatnya hingga berkali-kali ia mengucapkan syukur.

Pemuda itu dengan spontan menyampaikankabar gembira yang tak terduga ”Alhamdulillah saya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.” katanya penuh semangat. ”Subhanallah” Dr.Khalid memekik kagum. Setiap kali membesuknya ia selalu mendapat hikmah yang semakin mempertebal keimanannya.

Tidak lama berselang, Dr.Khalid kembali pergi ke luar kota selama empat bulan. Dan selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan pemuda sahabatnya yang sangat tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima kenyataan yang amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Dzat yang Maha Tinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya sakit, tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupka kembali menjadi manusia yang utuh.

Pada waktu Dr.Khalid sedang shalat di mushalla rumah sakit itu. Tiba-tiba ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu Muhammad!” Reflek dia menoleh dan pandangan di hapannya membuatnya terpana. Ia tak mapu mengucap sepatah kata pun. Benar, Wallahi (Demi Allah-red) yang berdiri di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu lumpuh total. Namun di hadapannya kini ia dapat berjalankembali dengan normal dan segar bugar. Allahu Akbar, sesungguhnya keimanan lah yang dapat memunculkan keajaiban.

Spontanitas, Dr. Khalid menangis. Pertama dia menangis karena terharu dan senang akan karunia Allah berupa kesembuhan untuk sahabatnya itu. Kedua ia menangis untuk dirinya sendiri yang selama ini lalai untuk mensyukuri nikmat-nikmatNya.

Ternyata, karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia diterima sebagai delegasi Universitas Malik Su’ud Riyadh, kerajaan Saudi Arabia untuk melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid apa yang saya terima ini justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak mensyukurinya.” Paparnya kepada Dr.Khalid

Setelah tujuh tahun, pemuda itu mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam rangka mengantar kakeknya yang terkena penyakit hati. Dan Subhanallah, ia telah menjadi seorang mayor!

Dr.Khalid kembali meneteskan airmatanya. Ia berdoa kepada Allah agar pemuda itu selalu dalam kebaikan dan selalu istiqomah di dalam iman dan islam. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap hambaNya.

(Ummu Faros, dari penjagaan Allah kepada hamba-hambaNya yang shalih; Khalid Abu Shalih )

Diambil dari : Majalah Elfata, Volume 07 2007, Kasih sayang di Bulan Suro.



  1. Anita » October 19th, 2007 » 3:03 pm berkata,

    subhanallah……

    [Reply]

    Ida Farida reply on January 17th, 2008:

    Sangat inspiratif, semoga ketabahannya menular kepada para pembaca

    [Reply]

  2. Indah » October 23rd, 2007 » 11:56 am berkata,

    Subhanallah… Semoga kita termasuk orang-orang yang sabar..

    [Reply]

  3. Desri Wardani » October 27th, 2007 » 12:11 pm berkata,

    Syukur Alhamdulillah… begitu besar nikmat yang telah Engkau berikan ya Rabbi..Jadikanlah aku termasuk golongan yang mensyukuri ni’matMu dan sabar serta tabah menghadapi cobaanMu yang mungkin karena kekhilafan dan kesalahanku sendiri. Ya Rabbi ampunilah kesalahan kami yang sering mengeluh ketika dalam kesulitan dan sering terlena dengan keni’matan yang Engkau berikan…Ampuni aku ya Rabb..Amin.

    [Reply]

  4. Nida » October 27th, 2007 » 1:01 pm berkata,

    Semoga qt semua bisa bersabar atas apa2 yang menimpa qt

    [Reply]

  5. rere » November 1st, 2007 » 9:42 am berkata,

    subhanalloh…

    [Reply]

  6. Adam » November 2nd, 2007 » 4:58 pm berkata,

    Maha besar allah mudah-mudahan kita termasuk orang yang bersyukur.musibah yang diberikan oleh allah terkadang kita tidak mensyukurinya bahkan kita selalu menyesalinya.kita tidak mengetahui ibrah yang akan kita dapatkan.memang dala hidup ini susah mencari orng yang tabah dalam menghadapi ujian

    [Reply]

  7. naila » November 6th, 2007 » 11:44 am berkata,

    Amin.Allah tidak akan membebani suatu kaum di luar batas kemampuannya….

    [Reply]

  8. Rika MR » November 7th, 2007 » 2:14 pm berkata,

    Subhanallah…. Kehidupan Yang penuh Kemewahan Belum tentu Bahagia .Ternyata Kesengsaraan yang penuh dengan kesabaran membuat kita Bahagia tiada tara di akhirat kelak amin.

    [Reply]

  9. ummu abdirrahman nurul husna » November 9th, 2007 » 11:59 pm berkata,

    Subhanalloh…..

    Sungguh kisah yang sangat mengharukan, saya mendapatkan suatu pelajaran dr kisah in. Agar sabar dan tdk lupa dg nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Semoga kita selalu istiqomah di atas manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah….

    [Reply]

  10. Abi Muhandis Yahya Ayyas » November 13th, 2007 » 1:07 am berkata,

    Subhanalloh…..sungguh hikmah syukur dan sabar yang luar biasa . Yang menjadikan hamba ini tersadar dan senatiasa betafakur kepada_Nya.Bukan di sebuah negeri dongeng tapi di negeri dimana orang-orang yang bertaqwa menjadi benang penyusunnya. InsyaAllah SWT,peradaban robaniyah ini akan terbentuk dengan nuansa cerita-cerita seperti ini. Dan tugas kita semua menjadikan ceita ini menjadi sebuah kenyataan dalam merekayasa sebuah peradaban MADANI Rhobaniyah. Bersatulah saudaraku dalam ikatan aqidah dan manhaj yang hanif.)i(

    [Reply]

  11. Dinda » November 13th, 2007 » 9:42 am berkata,

    Abi Muhandis Yahya Ayyas » Syukron atas komentarnya yang sangat bagus. Hanya saja yang menjadi ganjalan bagi kami adalah tanda terakhir yang anda buat. Entah manhaj yang hanif yang anda maksudkan sebuah logo / simbol PKS atau anda mengajak bersatu di bawah bendera partai tertentu? Jika demikian, maka ini justru ajakan untuk berpecah dibawah kelompok tertentu.

    Marilah kita tinggalkan segala kelompok yang ada, kembali kepada Islam yang dibawa dan dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diamalkan oleh para sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

    [Reply]

  12. yuli » November 14th, 2007 » 10:24 am berkata,

    Subhanallah…sy jg prnh mengalami sakit yg hampir membuat sy depresi berat, tp krn sadar tmpt meminta tolong hanya kepada Allah SWT, sy berusaha utk sabar menjalankan perintahNya, Alhamdullilah hingga kesembuhan itu akhirnya datang juga…yang paling membuat sy terharu dan nikmat luar biasa adlh bhwsanya Allah telah menyadarkan sy bhw semua itu krn kasih sayang & cintaNya kpd hambaNya agar sy kembali mengingatNya dan tdk terjerumus kpd nafsu dunia saja..

    [Reply]

  13. Abi Ahmad » November 17th, 2007 » 9:48 pm berkata,

    Masyaallah – saya tidak bisa menuliskan komentar saya
    karena air mata yang mengusyur dipelupuk mata ini, saya rasakan akibat getaran qalbu yang kuat.-

    Wassalam

    [Reply]

  14. dian » December 11th, 2007 » 11:20 am berkata,

    subhanallah

    [Reply]

  15. amilah » January 21st, 2008 » 4:23 pm berkata,

    Ya Alloh jadikanlah aku termasuk dalam golongan hamba-hambaMu yang sabar Ya Robb,…sesungguhnya kesabaran adalah kekuatan yang membuatku mampu untuk mengarungi setiap ujianMu….

    [Reply]

    Irwin Ananta reply on January 29th, 2008:

    Amiiiien…!, semoga permohonanmu dikabulkan Allah ..!

    [Reply]

  16. novi » January 24th, 2008 » 3:02 pm berkata,

    subhanallah, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari cerita diatas, dan mengikuti jejak beliau untuk selalu bersabar menghadapi setiap musibah, karena setiapa kita dikasih musibah itu berarti allah masih sayang kepada kita

    [Reply]

  17. Niniek » January 24th, 2008 » 4:16 pm berkata,

    SubhanaLLaH…Sangat Inspiratif.
    ContoH Nyata yang membuka mata qt untuk lebiH bersYukur pada Allah Rabb Yang Maha Agung

    [Reply]

  18. alta khairunnisa » May 15th, 2009 » 10:20 am berkata,

    wow sungguh inspiratif… semoga semua dapat mengambil hikmah dan meningkatkan keimanan kita…Amin

    [Reply]

  19. suriatini » May 22nd, 2009 » 10:45 am berkata,

    subhanalloh sungguh sangat menyenth ht saya,karna slm ne sy selalu lp dg nikmat yg dibrkn olh ALLOH,saya akn mencb untk lbh sbr lg untk manghdp cobaan yg di berkn.amin

    [Reply]

  20. Havina » July 30th, 2009 » 11:53 am berkata,

    Maha Suci Allah tuhan semesta alam………
    saya malu pada diri saya saat membaca kisah ini…. ternyata kesabaran saya selama ini masih belum sempurna,,,,,,
    semoga saya bisa mengambil hikmah dari cerit di atas……

    [Reply]

  21. nofi dewi astutui » August 30th, 2009 » 12:13 pm berkata,

    subhanallah….saya tersenyum membacanya…
    sayya malu denagn diri saya sendiri… ternyata saya masih belum mensyukuri nikmat yang telah ALLOH berikan….

    terimakasih…

    [Reply]

  22. awan » September 20th, 2009 » 5:35 pm berkata,

    subhanallah, betapa kecil dan tidak berdayanya kita dihadapan ALLOH,saya merasa sangat malu setelah membaca cerita ini,cobaan yang diberikan jadikanlah sebagai nikmat dan semoga kita menjdi orang2 yang tabah dan sabar…

    [Reply]

  23. andy achmad yusuf » October 26th, 2009 » 6:32 am berkata,

    maha suci allah yang senantiasa memberikan nikmat yang tak terkira adanya bagi hamba-hambanya yang sholeh,,,,,
    “semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Nya”

    [Reply]

  24. ukhti » December 9th, 2009 » 4:40 pm berkata,

    subhanalloh segala puji bagiMU ya Robb ….
    terima kasi ya Alloh Engkau telah mmbuka mata hati hambaMU ini
    berlinang air mata ini saat mmbaca kisah di atas
    semoga Engkau kan slalu memberi petunjuk serta hidayahMu kepada hamba serta menjadikan hambaMU ini orang yang sabar dalam setiap menerima cobaan dariMU …
    amiiin …..

    [Reply]

  25. sovia » December 16th, 2009 » 3:11 pm berkata,

    subkanaallah,bgt indahnya kesabaran,n bgt nikmatnya yg dperoleh oleh insan yg sabar cz tak smw org dridhoi tuk mmpunyai ht yg sbr!.Allahu akbar!

    [Reply]

  26. Kesabaran Berujung Kenikmatan « Pustaka Dokter Muslim » January 1st, 2010 » 6:11 am berkata,

    [...] Kesabaran Berujung Kenikmatan Kesabaran Berujung Kenikmatan [...]

  27. qolbi » February 11th, 2010 » 3:23 pm berkata,

    subhanallah…
    begitu besar Allah memberikan nikmatnya… walau diawali dengan kepahitan berujung dengan berjuta-juta bunga yang terus menaburi hati seorang muslim
    afwan ya ukhti ..

    [Reply]

  28. ferie » February 12th, 2010 » 12:04 pm berkata,

    kesabaran slalu berbuah manis…
    semakin tinggi iman seseorang maka smakin berat cobaan yang harus di tanggung, karena itu mrupakan ujian wat naik ke tingkat yang lebih tinggi….

    [Reply]

  29. bunga » March 2nd, 2010 » 3:00 pm berkata,

    aq bunga….terkadang aq merasa jenuh dengan kehidupan ne…
    padahal aq sadar tuhan begitu banyak memberikan nikmat pada q…
    tpo mengapa aq tetap merasa hampa….
    saat ini yg aq butuhkan adalah seorang sahabat yg bisa mengerti keadaan q…………..

    [Reply]

Tinggalkan komentar Anda