Masalah Pada Ibu Menyusui Dan Solusinya

September 23, 2007. Dikirim widia dalam Ibu dan Anak, Kesehatan | 7 komentar

Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kesehatan ibu hamil dan menyusui adalah persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian unit itu.

Dalam menanti kelahiran bayi, si Ibu harus menyiapkan terlebih dahulu keadaan psikologinya dalam menghadapi bayinya nanti, terutama dalam hal menyusui bayi. Berikut langkah-langkah yang harus diambil untuk mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui bayinya:

  • Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya; menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninya, bila ada masalah hubungi dokter atau petugas kesehatan yang berkompeten.
  • Meyakinkan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu buatan/formula
  • Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain
  • Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayi sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga
  • Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan dokter atau petugas kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga hilang keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang tengah dihadapinya.

Selain hal tersebut diatas, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan :

  1. Ukuran dan bentuk
    Tidak berpengaruh pada produksi ASI. Perlu diperhatikan bila ada kelainan seperti pembesaran masif, gerakan yang tidak simetris pada perubahan posisi
  2. Kontur/permukaan
    Permukaan yang tidak rata, adanya depresi, elevasi (pengangkatan jaringan), retraksi (tindakan menarik kembali) atau luka pada kulit payudara harus dipikirkan ke arah tumor atau keganasan dibawahnya. Saluran limfe yang tersumbat dapat menyebabkan kulit membengkak, dan membuat gambaran seperti kulit jeruk
  3. Warna kulit
    Pada umumnya sama dengan warna kulit perut atau punggung, yang perlu diperhatikan adalah warna kemerahan tanda radang, penyakit kulit atau bahkan keganasan
  4. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
  5. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara :
    1. Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah (kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi
    2. Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu (kepala tidak boleh menengadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan)
    3. Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu dan yang satu di depan
    4. Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi)
    5. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
    6. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang
  6. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan puting susu atau areolanya saja

Masalah yang sering terjadi pada saat menyusui:

  1. Mastitis Mastitis adalah peradangan payudara yang dapat disertai atau tidak disertai infeksi. Penyakit ini biasanya menyertai laktasi, sehingga disebut juga mastitis laktasional atau mastitis puerperalis. Abses (nanah) payudara, pengumpulan nanah lokal di dalam payudara, merupakan komplikasi berat dari mastitis. Dua penyebab utama dari mastitis adalah stasis (terhenti) ASI dan infeksi. Patogen yang paling sering diidentifikasi adalah staphilokokus aureus. Pada mastitis infeksius, ASI dapat terasa asin akibat kadar natrium dan klorida yang tinggi dan merangsang penurunan aliran ASI. Ibu harus tetap menyusui. Antibiotik (resisten-penisilin) diberikan bila ibu mengalami mastitis infeksius.
    1. Gejala mastitis non-infeksius:
      • Ibu memperhatikan adanya “bercak panas”, atau area nyeri tekan yang akut
      • Ibu dapat merasakan bercak kecil yang keras di daerah nyeri tekan tersebut
      • Ibu tidak mengalami demam dan merasa baik-baik saja
    2. Gejala mastitis infeksius:
      • Ibu mengeluh lemah dan sakit-sakit pada otot seperti flu
      • Ibu dapat mengeluh sakit kepala
      • Ibu demam dengan suhu di atas 34 oC
      • Terdapat area luka yang terbatas atau lebih luas pada payudara
      • Kulit pada payudara dapat tampak kemerahan atau bercahaya (tanda-tanda akhir)
      • Kedua payudara mungkin terasa keras dan tegang “pembengkakan”

      Pengobatan:

      1. Lanjutkan menyusui
      2. Berikan kompres panas pada area yang sakit
      3. Tirah baring (bersama bayi) sebanyak mungkin
      4. Jika bersifat infeksius, berikan analgesik non narkotik, antipiretik (ibuprofen, asetaminofen) untuk mengurangi demam dan nyeri
      5. Pantau suhu tubuh akan adanya demam. Jika ibu demam tinggi (< 39oC), periksa kultur susu terhadap kemungkinan adanya infeksi streptokokal
      6. Pertimbangkan pemberian antibiotik antistafilokokus kecuali jika demam dan gejala berkurang.
  2. Kandida/sariawan Merupakan hal yang biasa terjadi pada ibu yang menyusui dan bayi setelah pengobatan antibiotik. Manifestasinya seperti area merah muda yang menyolok menyebar dari area puting, kulit mengkilat, nyeri akut selama dan setelah menyusui; pada keadaan yang parah, dapat melepuh. Ibu mengeluh nyeri tekan yang berat dan rasa tidak nyaman, khususnya selama dan segera setelah menyusui.Bayi dapat menderita ruam popok, dengan pustula yang menonjol, merah, tampak luka dan/atau seperti luka terbakar yang kemerahan. Pada kasus-kasus yang berat, bintik-bintik atau bercak-bercak putih mungkin terlihat merasakan nyeri dan menolak untuk menghisap.Pengobatan:
    1. Obati ibu dan bayinya
    2. Oleskan krim atau losion topikal antijamur ke puting dan payudara setiap kali sehabis menyusui, dan seka mulut, lidah dan gusi bayi setiap kali sehabis menyusui.
    3. Anjurkan ibu untuk mengkompreskan es pada puting sebelum menyusui untuk mengurangi nyeri.
  3. Cacar air (virus varisela zoster) Kebanyakan ibu dan pekerja rumah sakit pernah menderita cacar air dan tidak beresiko. Ketika ibu mengidap cacar air beberapa hari sebelum kelahiran bayi, bayi menjadi beresiko karena antibodi ibu yang memberikan kekebalan pada bayi belum mempunyai kesempatan untuk berkembang.Perawatan :
    1. Jika ibu sudah pernah mengalami cacar, menyusui akan memberikan antibodi kepada bayi. Menyusui tidak perlu dihentikan
    2. Jika ibu belum pernah mengidap cacar air, ibu dan bayinya harus menerima vaksin varisela jika mereka sudah terpapar.
    3. Jika ibu mengidap cacar air beberapa hari sebelum melahirkan :
      • ibu dan bayi harus diisolasi secara terpisah jika neonatus tidak mengalami lesi (hilangnya fungsi suatu bagian). Hanya sekitar 50% bayi yang terpapar akan berkembang menjadi penyakit
      • keluarkan ASI jika bayi ditempatkan pada tempat lain
      • jika bayi menderita lesi, isolasi bayi dengan ibu; menyusui tidak dihentikan.

So…para ibu..ga perlu cemas karena semua itu ada solusinya..biidznillah.. Semoga bermanfaat

Literatur: Pedoman pelayanan farmasi untuk ibu hamil dan menyusui, dirjen bina kefarmasian dan alkes, Dep. Kes RI 2006


Beri Tanggapan:

7 Komentar

  1. shinta pada 3 April 2010 @ 6:16 pm

    saya telah berhenti menyusui anak saya,saat ini sudah 1 mgg lamanya tapi payudara saya masih bengkak dan terasa nyeri,berbagai cara obat tradisonal dan obat dalam/pil telah saya lakukan tapi kenapa masih nyeri sekali dan masih bengkak tapi sudah mending apakah waktunya lama jika menyapih maksudnya sembuhnya?tapi setelah itu anak saya disapih,2hari kemudian anak saya cacar air,bahkan dia tak bisa tahan dg gatalnya,trus luka nya jadi tambah parah,tapi saya beri saleb setiap 3 jam,apa obat yang bisa menyembuhkan payudara saya dan obat cacar untuk anak saya?terima kasih

  2. lailatul.M pada 23 March 2010 @ 3:26 pm

    sejak anak saya umur 4,5 bulan saya tinggal bekerja tp saya tetap memberinya ASI dengn bantuan Susu Formula saat saya sedang bekerja 8 jam. yng saya tanyakan ASI saya apakah masih sehat tidak disusu selama 8 jam ?
    dan lebih baik mana sepenuhnya saya susui formula apa ASI dengan bantuan Susu Formula saat saya tinggal kerja?

  3. Vicke pada 23 March 2010 @ 10:56 am

    Anak saya berumur 16bln. Keluhan saya,pada puting kiri sering lecet krn menyusui. Dan akhir akhir ini puting kiri saya sering bersisik mengelupas, sekitar 2minggu masih bsisik sampai sekarang. Apakah ini masih tergolong biasa? Saya sangat mengharapkan tanggapanya.trims

  4. endang pada 22 March 2010 @ 2:21 pm

    anak saya berusia 2 bln dan sampai saat ini puting susu saya luka d sertai nanah….
    pernah si bayi menuyusui puting yg luka setelah menyusui beberapa saat kemudian anak saya muntah yg mengeluarkan darah.
    bagaimana cara penyembuhan puting yg luka tersebut
    apakah ada efeknya bila bayi menyusui yg ada darahnya

  5. henny pada 18 June 2009 @ 11:30 am

    bayi berumur 3 bln 12 hr yg mau saya tanyakan kenapa bayi saya sering jeluek sehabis minum susu asi setelah di sendawa. apakah asi ada rasa yg tidak enak?

    dan BAB nya 5 hari sekali atau 7 hr sekali apakah itu normal?

  6. Puan Nores pada 28 December 2007 @ 1:44 pm

    Saya telah mengalami engorged breast selepas melahirkan, dan pada minggu lepas saya telah melakukan operasi untuk mengeluarkan nanah.
    Soalan saya berapa lamakah luka atau nanah akan mulai baik?, adakah ia memakan masa bermingu-minggu untuk sembuh ?

  7. tati supyati pada 2 December 2007 @ 12:45 pm

    saya mau tanya tentang pusar baby.
    waktu 5 hari dari kelahiran tali pusarnya sudah puput, setelah usia 2 minggu terlihat adanya benjolannya di atas pusarnya, benjolan itu akan terlihat jelas ketika sang baby menangis.
    pertanyaan :
    1. apakah pusarnya bermasalah.
    2. bagaimana cara mengatasinya
    terima kasih atas informasinya dan saya sangat mengharapkan

Kategori

Arsip