Do’a dan Dzikir untuk Ibu Hamil (Bag. 2): Do’a dan Dzikir bagi Wanita Hamil dan Melahirkan

baby crip

Sumber ilustrasi

Salah satu energi terbesar bagi seorang wanita hamil dalam menghadapi berbagai kesulitan adalah banyak berdzikir dan berdo’a kepada Allah. Perasaan antara gembira, takut, khawatir dan perasaan lainnya sering dialami oleh wanita yang hamil atau akan melahirkan. Maka perbanyaklah mengingat Allah agar hati menjadi tentram.

Dzikir yang terbaik dan sangat dianjurkan adalah memperbanyak membaca al-Qur’an. Satu huruf saja mengandung sepuluh kebaikan. Di dalamnya terdapat obat bagi penyakit lahir maupun batin. Bacalah tanpa menentukan surat-surat tertentu, kecuali di saat-saat tertentu yang terdapat dalil bagi keutamaannya.

Dzikir berikutnya yang sangat dianjurkan adalah Dzikir Pagi dan Petang.

Berikut ini sebagian dzikir dan do’a yang dianjurkan untuk dibaca oleh wanita yang sedang hamil agar mendapatkan ketenangan hati dan dijaga dari berbagai kejahatan.

 

1. Membaca QS. Al-Faatihah

Keterangan: Ibnul Qayyim berkata: “aku pernah tinggal beberapa waktu lamanya di Makkah. Ketika itulah aku menderita beberapa penyakit, sementara aku tidak menjumpai dokter dan tidak pula menemukan obat. Maka aku mengobati diriku sendiri dengan surat al-Faatihah. Aku melihat pengaruhnya yang menakjubkan dengan izin Allah. Aku pun menceritakan pengalamanku ini kepada orang yang mengeluhkan sakitnya. Dan kebanyakan dari mereka sembuh dengan cepat.”1

 

2. Membaca ayat Kursiy

Keterangan: Dibaca satu kali di pagi hari dan satu kali di sore hari. Juga ketika akan tidur dan setelah setiap shalat fardhu.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari gangguan jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.”2

 

3. Membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah (yakni ayat 285 dan 286)

Keterangan: Dibaca satu kali di sore hari atau sebelum tidur, atau dibacakan di rumah. Dzikir ini berguna agar dicukupi dan dijaga dari segala sesuatu.3

 

4. Membaca surat al-Iklhas dan Mu’awwidzatain (QS. Al-Falaq dan an-Naas)

Keterangan: Dibaca masing-masing tiga kali di pagi dan sore hari. Juga dibaca sebelum tidur4. Dibaca juga setiap selesai shalat masing-masing satu kali.5

Khasiatnya di antaranya menjadi pencukup dan penjaga dari segala sesuatu dengan izin Allah.6

 

5. Membaca ayat-ayat lainnya yang berkaitan dengan perlindungan Allah, seperti yang dimuat dalam Ifaadah fii maa Jaa-a min Dzikril Wilaadah, yakni:

-          QS. Ash-Shaaffaat: 1-10

-          QS. Al-Mu’minuun: 97-98

 

6. Membaca ayat-ayat yang disebutkan dalam fatwa Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah (Lihat Bag. I), yakni:

-          Yang menunjukkan kemudahan (QS. Al-Baqarah: 185)

-          Yang menunjukkan tentang kehamilan dan kelahiran (QS. Faathir: 11)

-          Yang menunjukkan kekuasaan Allah untuk mengeluarkan sesuatu beban berat yang keluar, dan ketundukan segala makhluk kepada Allah Ta’ala (QS. Al-Zalzalah: 1-2, boleh juga dibaca lengkap seperti yang dicantumkan dalam kutaib yang berjudul al-Ifaadah fii maa Jaa-a fii Wirdil Wilaadah)

 

7. Memperbanyak ucapan: laa haula walaa quwwata illa billaah

Keterangan: bacaan ini dapat dibaca sebanyak-banyaknya tanpa batasan jumlah dan merupakan suatu perbendaharaan dari banyak perbendaharaan Surga, dan khasiatnya sangat menakjubkan. 7

 

8. Mengucapkan bimillaah

Keterangan: bacalah ketika memulai segala perkara yang penting dan bermanfaat. Faedah bacaan ini adalah agar dijaga dari syaitan, sehingga ia tidak ikut makan dan menginap bersama orang yang membacanya8

 

9. Memperbanyak istighfar. Yaitu ucapan “Astaghfirullaah…” Dan di antaranya adalah sayyidul Istighfaar, yang dibaca di waktu pagi dan petang.

Keterangan: “Barangsiapa membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia masuk Surga. Dan demikian juga ketika pagi hari.”9

 

10. Dan diantaranya lagi adalah do’a Nabi Yunus ‘alaihissalaam ketika dalam perut ikan (yakni QS. Al-Anbiyaa’: 87)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Maka tidaklah seorang muslim berdo’a dengannya pada sesuatu, kecuali Allah akan mengabulkannya.”10

 

Disadur dari buku “Do’a dan Dzikir untuk Ibu Hamil” oleh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, penerbit Pustaka Ibnu ‘Umar

 

Catatan Kaki:

1Al-Jawaabul Kaafi karya Ibnul Qayyim, hal. 8.

2 (HR. Al-Hakim (I/562?, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (I/418, no. 662), shahih).

3 (Lihat hadits Al-Bukhari (no. 5019) dalam Fadhaa-ilul Qur-aan, Muslim (no. 808) dalam bab Fadhlu faatihatil Kitaab wa Khawaatiima Suuratil Baqarah)

4(Lihat Al-Bukhari dalam Fat-hul Baari IX/62)

5(Lihat Shahiih at-Tirmidzi (II/8))

6(Lihat Shahiih at-Tirmidzi (III/182))

7(Lihat HR. Al-Bukhari (XI/159), Muslim (no. 2704))

8(HR Muslim, no. 2018)

9(HR. Al-Bukhari (VII/150))

10(Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih wa Dha’iif at-Tirmidzi (no. 3505, al-Maktabah asy-Syaamilah)).

This entry was posted in Doa.

3 comments

Leave a Reply