Ancaman Bagi Mereka Yang Mengingkari Takdir

March 17, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

{mosimage}

Sungguh Allah akan memberikan hukuman yang berat bagi hamba-hamba-Nya yang tidak beriman kepada takdir (qadar).Karena masalah ini sangat penting untuk diketahui agar kita terhindar dari hal yang dimurkai-Nya maka sudah sewajibnya kaum muslimin dan muslimah menerima (beriman) kepada takdir.Nah,..simak selengkapnya pada pembahasan berikut ini yang penulis kutip dari Kitab Tauhid.

Ibnu Umar berkata:”Demi Allah yang jiwa Ibnu Umar berada ditangan-Nya. Seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud, lalu dia infakkan di jalan Allah, tidak akan diterima oleh Allah sebelum ia beriman kepada qadar/takdir. Kemudian Ibnu Umar mensitir sabda Nabi shalallahu’alaihi wassalam:

“Iman yaitu: hendaklah anda beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada qadar (takdir) baik dan buruk.”   (HR.Muslim)



Diriwayatkan bahwa Ubadah bin ash-Shamit berkata kepada anaknya; “Hai anakku, sungguh kamu tidak akan merasakan nikmatnya iman sebelum kamu meyakini bahwa apa yang telah ditakdirkan mengenai dirimu pasti tidak akan meleset, dan apa yang telah ditakdirkan tidak mengenai dirimu pasti tidak akan menimpamu. Aku telah mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya pertama-tama yang diciptakan Allah adalah pena (qalam), lalu Allah berfirman kepadanya: Tulislah! Ia menjawab: Ya, Rabbku ! apa yang hendak kutulis?

Allah berfirman:Tulislah takdir segala sesuatu sampai hari kiamat”

Hai anakku! Akupun telah mendengar Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa yangmeninggal tidak dalam keyakinan ini, maka ia tidak termasuk umatku” (HR.Abu Dawud, At-tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam satu riwayat Imam Ahmad disebutkan :

“sesungguhnya pertama-tama yang diciptakan Allah Ta’ala adalah qalam(pena), lalu Allah berfirman kepadanya:Tulislah! Maka ditulislah pada saat itu apa yang terjadi sampai hari kiamat.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Wahab, Rasulullah bersabda:

“Maka barang siapa yang tidak beriman dengan qadar baik dan buruk, Allah pasti akan membakarnya dengan api neraka”

Diriwayatkan dalam musnad dan sunan, dari Ibnu Ad-Dailami, ia menuturkan;Aku datang kepada Ubay bin Ka’ab dan kukatakan kepadanya; “Ada suatu keraguan dalam diriku tentang masalah takdir, maka tuturkanlah kepadaku suatu hadits, dengan harapan semoga Allah menghilangkan keraguan itu dari hatiku” maka ia berkata :

“Seandainya kamu menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, Allah tidak akan menerimanya darimu sebelum kamu beriman kepada qadar, dan kamu meyakini bahwa apa yang telah ditakdirkan mengenai dirimu pasti tidak akan meleset da apa yang telah ditakdirkan tidak mengenai dirimu pasti tidak akan menimpamu. Sedang kalau kamu mati tidak dalam keyakinan ini pasti kamu akan menjadi penghuni neraka”

Kata Ibnu ad-Dailami selanjutnya: Lalu akupun mendatangi Abdullah bin Mas’ud , Hudzaifah bin al-Yaman dan Zaid bin Tsabit, seluruhnya menuturkan kepadaku hadits seperti tersebut dari Nabi Shalallahu alaihi wassalam. (Hadits Shahih, diriwayatkan pula oleh Al-Hakim dalam shahihnya)

Kandungan bab ini :

1. Keterangan tentang kewajiban beriman kepada qadar

2. Keterangan tentang cara berimankepadanya

3.Amal seseorang menjadi sia-sia bila tidak beriman kepada qadar

4. Disebutkan bahwa seseorang tidak akan merasakan nikmatnya iman sebelum ia beriman kepada qadar.

5. Diberitahukan dalam hadits bahwa makhluk pertama yang diciptakan Allah adalah qalam (pena)

6. Bahwa qalam (pena)dengan perintah dari Allah , menulis segala takdir pada saat itu sampai hari kiamat.

7. Rasulullah menyatakan berlepas diri dari orang yang tidak mau beriman kepada qadar

8. Tradisi orang-orang terdahulu(salaf) dalam menghilangkan keraguan dengan bertanya kepada ulama

9. Dan para ulama memberikan jawaban yang dapat menghilangkan keraguannya tersebut dengan hanya menuturkan hadits dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

—————–Wallahu’alam bish-shawab—————-


Beri Tanggapan:

Komentar ditutup.

Arsip