Wanita Penghafal Al-Qur’an

June 5, 2007. Dikirim adillah dalam Pribadi Shalihah | 1 komentar

Ia sudah menyelesaikan studinya di pondok Tahfidzul Qur’an. Di sebelah tangannya, ia membawa Kitabullah. Sementara di sebelah tangannya yang lain ia membawa kotak amal. Sebelum dan sesudahnya, ia memang sudah memendam cita-cita Islam, cita-cita saudara-saudaranya kaum muslimin.

 


Ia tidak membeli kotak amal itu untuk dimakannya sendiri. Ia membelinya agar ia sendiri bisa menginfakkan sebagian hartanya fi sabilillah. Agar ketika makan, ia bisa mengingat saudara-saudaranya kaum muslimin di berbagai belahan dunia dan memikirkan cara menolong mereka dari kesengsaraan akibat rasa lapar dan sakit. Agar Allah berkenan menjadikan benda itu sebagai saksi baginya di Hari Kiamat nanti.

Namun kali ini ia keluar dari pondok penuh berkah ini untuk menyerahkan dirinya disambut Yang Memberi segala karunia. Ia dipilih oleh Allah untuk berpulang ke hadiratnya. Kamipun mengira demikian, dan kami tidak berniat menganggap suci seseorang di hadapan Allah. Tiba-tiba sebuah mobil yang dikendarai oleh supir nekat menghantam tubuh yang suci itu sehingga tubuhnya terpental di atas tanah. Mushaf Al-Qur’an di tangan kanannya terjatuh sementara kotak amal di tangan kirinya juga berlumuran isinya. Memang jantungnya masih berdetak, tanda ia masih hidup.

Ia segera dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Saat itu adalah hari Ahad. Pada hari Jum’at, nyawanya berpulang ke rahmatullah.

Semoga Allah memberikan rahmatnya kepada sang penghafal Al-Qur’an. Ia tidak sedang membawa kaset porno atau majalah cabul. Ia juga tidak sedang keluar ke night club, diskotik atau pasar di mana ia berdesak-desakan dalam keadaan membuka wajah dan berdandan bebas. Ia baru saja keluar dari Taman Al-Qur’an.

Wahai wanita penghafal Al-Quran. Selamat, terimalah kabar gembira dari Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam,
“Dari Abdullah bin Amru radhiallahu anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Setiap muslim yang meninggal di hari Jumat atau malam jumat, pasti akan dipeliharan oleh Allah dari siksa kubur.”
(Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad nomor 6582 dan Attirmidzi dalam kitab Al-Janaiz bab: Orang yang meninggal di hari Jumat)

Tidurlah dengan tenang dan tentram, wahai saudariku.

Diambil dari: Serambi Kematian, Kumpulan Kisah-kisah Sakratul Maut dan Beberapa Nasihat Tentang Kematian, Syaikh Muhammad bin Abdurrahman Al-Musnid, Daarul Iman


Beri Tanggapan:

1 Komentar

  1. rifa pada 15 February 2010 @ 12:55 pm

    kren bnget, jd terharu aq…………

Kategori

Arsip