Wahai Orang Tua, Bimbinglah Anak-anakmu di Atas Islam..

November 15, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

“{mosimage}Tinggi cita-citanya, mau jadi Imam Ahmad..”, kata umminya. Subhanallah, belum pernah ana bertemu dengan anak kecil berumur sekitar 8 tahun yang mengatakan hal serupa, selain di keluarga ini. Ya, keluarga yang menurut ana “amazing”.. Beberapa kali ana dapat kesempatan berkunjung dan tinggal lumayan lama di keluarga ini sehingga beberapa hal yang (menurut ana) “amazing” ana temui.

Suatu hari ana berkunjung (kembali). Bocah 8 tahun itu baru saja selesai hapalan
surat At-Thuur sama abinya.. Ya, lagi-lagi
Subhanallah.. Coba tanya diri kita, “berapa umurmu sekarang? sudah hapal berapa
banyak dari Al-Qur’an?” Dan ketika ana belajar bersama dengan saudara-saudaranya,
adiknya yang paling kecil -6tahun- membuka-buka buku dan mulai belajar. Tibalah
pada bagian yang ada lagunya. Dia berkata “jangan lagu, maksiat..”. Ya ikhwah,
pernahkah antum mendengar anak yang masih sangat kecil mempunyai kesadaran terhadap
maksiat seperti itu..? Inilah yang menurut ana pendidikan agama yang sukses
di dalam keluarga..


Di lain pihak.. ana berkesempatan bertanya kepada seorang anak. “Why do you
study Qur’an?” dia menjawab “My mum forced me…” Anak ini
berusia 12 tahun, dan anak tercerdas di kelasnya. Ya memang, dia tidaklah terlahir
di dalam keluarga seorang ustadz, dan terlebih lagi memang dia adalah anak yang
orang tuanya baru masuk Islam. Di satu pihak ana berpikir, “ya Alhamdulillah,
orang tuanya dapat hidayah masuk Islam dan dia sekarang belajar Al-Qur’an. Walaupun
terpaksa ya masih lumayan deh” (semoga Allah membimbingnya selalu, amiin). Tapi 
di pihak lain, kalau ana bandingkan dengan bocah-bocah “amazing” itu..
ana jadi merasa kasihan..


Kasihan juga dengan anak-anak mu’allaf lainnya di kelas itu.. ada yang jarang
sekali datang ke kelas, dan ketika gurunya tanya kepada temannya.. “Where is
she?”. Temannya menjawab “She’s shopping..”


Qodarullah memang mereka terlahir di negeri kafir ini. Budaya kafir sangat
kuat mempengaruhi bocah-bocah kecil ini. Bagaimana jadinya kah nanti kalau mereka
pun tetap merasa terpaksa dalam mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah.. Bagaimana
mereka akan menyaring budaya kafir itu?? Ana sangat berharap kalau suatu saat
nanti anak-anak ini (juga ana) ditaqdirkan oleh Allah untuk berhijrah ke negeri
muslim, amiin.


Ya ikhwah.. jagalah selalu anak-anakmu.. Bimbinglah sedari kecil dirinya di atas islam. Jadilah orang tua yang sukses!


Selamat untukmu wahai orang tua yang mampu membimbing anak-anakmu di atas Islam!


Beri Tanggapan:

Komentar ditutup.

Arsip