Anjuran, Mitos & Data Seputar Pernikahan

October 22, 2005. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

RasuluLlah bersabda, "Wahai para pemuda! Siapa saja di antara kalian yang mampu, maka menikahlah"(HR Bukhari, Muslim). Menikah mampu membentengi jiwa dan kehormatan, memperbanyak keturunan, de el el.

Ada yang bilang, "nikah itu 5% enak, 95%-nya sangat enak…". (jadi kepingin nih:). Yang lain bilang, "nikah itu, enaknya 5-6 bulan pertama, habis itu ya biasa saja; banyak masalah RT sehari-hari". Lho koq?? Yang satunya lagi bilang, "Nikah itu ibarat sangkar. Masih single, masih bebas. Klo dah di dalam sangkar, ngapa-ngapain juga susah". Lho? Gimana sich?


Truuuss…hasil survey mengatakan, "sekarang ini lebih banyak orang kawin di usia agak tua-an, apalagi di kota besar; menikah usia 30 tahun dianggap biasa-biasa saja, karena hidup mapan&bebas lebih diidam2kan". Di sisi lain survey di Asia tahun lalu (saya lupa nama majalahnya),"Perceraian semakin meningkat, karena wanita semakin menuntut persamaan hak& menikah dirasakan sebagai belenggu." Sedangkan data di pengadilan tinggi sebuah kabupaten di Yogyakarta menyebutkan bahwa 700 dari 800 kasus perceraian tahun 2004 disebabkan oleh "suami tidak bertanggung jawab".
Nah loh?! Ada mitos, ada data. Nikah memang indah, tapi menikah juga berarti memikul amanah/tanggung jawab. Ada kesenangan, lalu timbul 'kejenuhan', bahkan bisa mengarah ke perpisahan. Harus begitukah alur sebuah pernikahan? Apakah Anda siap fisik&mental???


Beri Tanggapan:

Komentar ditutup.

Arsip