Mengenal Kebesaran dan Keagungan Allah Ta’ala

July 9, 2005. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Ukhti muslimah,…akan tiba masanya bagi seluruh manusia untuk menyaksikan bagaimana bumi digenggam-Nya dan langit pun akan digulung dengan tangan kanan-Nya. Moment itu terjadi pada hari kiamat dimana pada hari itulah segala amal hamba-hamba-Nya akan dibisab dan pada hari itu pulalah Allah akan menunjukkan kekuasaan-Nya dan kebesaran-Nya. Nah, mari kita baca lebih seksama lagi tentang peristiwa ini yaitu ketika Allah menggenggam bumi dan menggulung langit seperti menggulung lembaran kertas berikut penjelasan tentang Arsy-Nya…



Berangkat dari firman Allah dalam surat Az-Zumar ayat 62 yang berbunyi:


Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha suci Allah dan Maha tinggi Dia dari apa yg mereka persekutukan (7)”


Imam ibnu Katsir’ dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa:


Ayat ini berkenaan dengan sifat Allah kita mengimani bahwa bumi itu benar-benar digenggam dengan Tangan Allah sebagaimana yang tertulis dalam ayat tersebut dan langit itu benar-benar digulung dengan Tangan Kanan-Nya.Dan Allah menggulung langit seperti menggulung lembaran kertas sebagaimana termaktub dalam surat Al-Anbiyaa ayat 104 yang berbunyi :”Yaitu pada hari Kami gulung langit sebagaimana menggulung lembaran-lembaran kertas”


Kemudian beliau melanjutkan dengan ayat berikutnya:


Allah Ta’ala berfirman , “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya” maksudnya, orang-orang musyrik tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenarnya ketika mereka menyembah Allah, mereka menyembah pula kepada yang lain-Nya . Padahal Allah adalah Maha besar yang tidak ada yang lebih besar daripada-Nya. Yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang memiliki segala sesuatu. Semuanya berada dibawah ketentuan dan kekuasaan-Nya. Ibnu Abbas berkata, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya” mereka adalah orang-orang kafir yang tidak beriman kepada qudrat Allah atas mereka.Maka barangsiapa yang beriman bahwa Allah itu Maha kuasa terhadap segala sesuatu, dia telah mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenarnya.Dan, barangsiapa yang tidak beriman terhadap hal itu sesungguhnya dia tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenarnya.(tafsir Ibnu Katsir 4/129-130) Banyak sekali hadits-hadits yang berkaitan dengan ayat mulia ini. Diantaranya yaitu;


Hadits pertama :


Ibnu Mas’ud berkata ,”salah seorang pendeta Yahudi datang kepada Rasulullah sha


Llallahu alaihi wassalam dan berkata :Wahai Muhammad! Sesungguhnya kami menjumpai dalam kitab suci kami bahwa Allah akan meletakkan langit diatas satu jari, air diatas satu jari, tanah diatas satu jari, dan seluruh makhluk diatas satu jari , maka Allah berfirman:Akulah penguasa! Tatkala mendengarnya, tertawalah Rasulullah sehingga tampak gigi-gigi beliau, karena membenarkan ucapan pendeta Yahudi itu, kemudian beliau membacakan firman Allah ;Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat….dstnya”(mutafaq alaih)


Hadits ini menunjukkan bahwa Allah mempunyai jari-jari sebagaimana Allah mempunyai kedua tangan.Allah juga memiliki jari-jari tetapi jari tangan Allah tidaklah sama dengan jari tangan makhluk-Nya sebagaimana firman-Nya : {Tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya dan Dia adalah Maha mendengar lagi Maha melihat } surat Assyuura (42) ayat 11.


 Hadits kedua :


Disebutkan dalam riwayat lain oleh Muslim :


“…gunung-gunung dan pohon-pohon diatas satu jari, kemudian digoncangkan-Nya dan berfirman:Akulah penguasa, Akulah Allah “


Hadits ketiga :


Dan disebutkan dalam riwayat lain oleh Bukhari :


“…meletakkan semua langit diatas satu jari, air serta tanah diatas satu jari, dan seluruh makhluk diatas satu jari…”(HR.Bukhari & Muslim)


Hadits keempat :


Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda :


“Allah akan menggulung seluruh lapisan langit pada hari kiamat, lalu diambil dengan tangan kanan-Nya dan berfirman : Akulah Penguasa, mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong? Kemudian Allah menggulung ketujuh lapis bumi lalu diambil dengan tangan kiri-Nya dan berfirman:Akulah Penguasa mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong “ (Hadits Marfu’)


Hadits kelima :


Hadits riwayat Abu Dzar hadits ini merupakan hadits Shahih beliau bertanya kepada Rasulullah:


“Ya, Rasulullah ayat apa yang paling besar dan paling agung didalam Al-Qur’an ? Rasulullah menjawab :Ayat kursi , perbandingan 7langit dengan kursi seperti satu gelang yang dilemparkan ditengah-tengah bumi ini dan perumpamaan keutamaan arsy Allah dengan kursi seperti perumpamaan bumi ini dengan gelang besi itu “


(lihat surat Al-Baqarah ayat 255) yang dimaksud dengan kursi menurut penafsiran yang shahih dari Ibnu Abbas bahwa kursi itu adalah tempat kedua Kaki Allah/tempat Allah meletakkan kedua Kaki-Nya dan Arsy(tempat Allah bersemayam) tidak ada yang mampu mengukurnya kecuali Allah sendiri. (lihat Alqaulul mufid alaa kitabit tauhid ; 3/378 cetakan Darul Ashimah ,Riyadh ; Syaikh Shalih Ibnu Utsaimin)


Hadits keenam:


Diriwayatkan oleh Ibnu Mahdi dari Hamad bin Salamah dari ‘Ashim dari Zirr dari Abdullah bin Mas’ud beliau berkata :


“Antara langit yang paling bawah dengan langit berikutnya jaraknya 500 tahun, dan antara setiap langit jaraknya 500 tahun, antara langit yang ketujuh dengan kursi jaraknya 500 tahun dan antara kursi dan samudra air jaraknya 500 tahun sedangkan Arsy’ berada diatas samudra air itu, dan Allah berada diatas Arsy tersebut tidak tersembunyi bagi Allah suatu apapun dari perbuatan kamu sekalian


dan diriwayatkan dengan lafadzh seperti ini oleh Al-Mas’udi dari “ashim dari Abu Wa’il dari Abdullah bin Mas’ud demikian dinyatakan oleh Imam Adz-Dzahabi lalu katanya ;”atsar tersebut diriwayatkan melalui beberapa jalan “ dan beliau menshahihkan hadits ini begitu pula Ibnu Qayyim dalam kitabnya(ijtima’ aljuyus Alislamiyah hal 100) dan Alhaitsami (1/65) dan Imam Thabrani beliau berkata :Bahwa rijal yang meriwayatkannya shahih/terpercaya (ibid, hal 379)


hadits ketujuh:


Ibnu Hatim meriwayatkan dengan sanadnya dari Jabir bahwa Rasulullah bersabda:


“Aku diidzinkan untuk memberitahukan kepada kamu tentang malaikat yang memikul Arsy’ bahwa jarak antara daun telinga dan lehernya adalah sejauh 700 tahun perjalanan burung terbang”(hadits shahih riwayat Imam Abu Dawud dan Syaikh Nashiruddin Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih Abu Dawud dan Silisilah Hadits Shahih di juz pertama)


Hadits ini menunjukkan bahwa Arsy merupakan makhluk Allah yang terbesar dimana Arsy ini akan dijunjung oleh beberapa malaikat sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika beliau menafsirkan surat Al Haaqqah ayat 17;


“Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arsy Rabbmu diatas mereka”


Diriwayatkan dari sa’ad bin Jubair bahwa jumlah malaikat pemikul Arsy adalah delapan shaf demikian pula berita yang diterima dari Ibnu Abbas. Dan dalam satu shaf tidak terkira jumlahnya. (Tafsir Ibnu Katsir 4/796)


Dan hanya Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui. Segala puji hanya milik Allah Rabb sekalian alam.Dengan demikian setelah kita membaca ayat diatas berikut tafsir dan keterangan hadits yang memuat tentang kebesaran dan keagungan Allah ini maka akan membuat diri kita semakin kecil dan hina dihadapan-Nya dan akan berusaha memacu jiwa kita agar jangan sampai menjadi hamba-Nya yang durhaka.Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing kita dan mengampuni dosa-dosa kita ini, dan semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Allah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam kepada keluarga dan para sahabatnya.Amin.


Daftar pustaka/maraji’I:


1.Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad At-Tamimi,Gema Insani Press Jakarta,cet;1995


2.Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Muh.Nasib Arrifa’I, GIP, Jakarta, cet;2000


3. AlQaulul Mufid Alaa Kitabit Tauhid, Syaikh Shalih Ibnu Utsaimin, Cetakan Riyadh, tahun1997, Daru Ibnu Jauzi dan Darul Ashim


Beri Tanggapan:

Komentar ditutup.

Kategori

Arsip