Arsip dengan Kategori ‘Fiqih Muslimah’

Nama Istri-istri Rasulullah

April 30, 2013. Dikirim mustikasari dalam Fiqih Muslimah | 0 komentar

64fac25920b3be9a4fa32a6ed5086cb6

Sumber: www.pinterest.com

Istri-istri Rasulullah kumpulan wanita termulia. Allah memuliakan mereka untuk menemani kehidupan Rasul termulia. Sebuah keutamaan paling besar yang direngkuh kaum wanita, yang tak tertandingi oleh wanita manapun. Mereka juga menjadi istri-istri beliau di akhirat kelak. Tidak ada seorang lelaki pun yang boleh menikahi mereka sepeninggal Rasulullah.

Salah satu ayat yang menunjukkan ketinggian martabat mereka, Allah berfirman:

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain. Jika kamu bertakwa… “ (Qs al-Ahzab/ 33:32)

[baca selengkapnya...]

Rasulullah Mentadaburi Bacaan Al-Qur’an

April 26, 2013. Dikirim mustikasari dalam Fiqih Muslimah | 0 komentar

Sumber: www.allposters.com

Tadabbur al-Qur’an bermakna merenungi makna-maknanya, konsentrasi dalam memikirkannya, dan memahami prinsip-prinsip ajarannya dan hal-hal yang berhubungan dengannya[1]. Allah berfirman:

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapatkan pelanaran orang-orang yang mempunyai pikiran (QS. Shad/38:29)

“Inilah hikmah al-Qur’an diturunkan. Yakni, agar manusia mentadabburi ayat-ayatnya, menguak ilmu-ilmunya, dan merenungkan rahasia-rahasia dan hukum-hukumnya… Ini menunjukkan ajakan untuk mentadabbur al-Qur’an, danitu termasuk amalan paling utama. Sekaligus (juga) menunjukkan bahwa bacaan yang berisi tadabbur lebih baik daripada bacaan cepat yang tidak mendatangkan hasil (tadabbur)”. [2]

[baca selengkapnya...]

Hukum Sinetron, Drama, & Seni Cerita

April 20, 2013. Dikirim mustikasari dalam Fiqih Muslimah | 0 komentar

Sumber: www.camera-studio-rental.com

Pada Qiblati edisi 04/II hal. 18, 19, 87 telah dimuat makalah berjudul “Hukum Cerita Fiktif”, kini kita hadirkan makalah lanjutan tentang cerita fiktif, sinetron dan sandiwara. Berkaitan dengan cerita fiktif, Qiblati telah mengajukan pertanyaan sebagai berikut:

“Apakah boleh menulis cerita fiktif, terutama jika bertujuan dan dapat mewujudkan nilai-nilai yang luhur?”
“Maka Dr. Abdul Wadud Hanif (mantan Imam Masjid Nabawi), Dr. Yahya Zamzami (mantan Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Ummul Qura’ Makkah) dan DR. Shalih al-Furaih (Wakil Dekan pada Fakultas yang sama sekarang) menjawab: “Hal itu diperbolehkan dan tidak bermasalah.” (11 Muharram 1428/30 Januari 2007).

Selanjutnya kita mengutip dari tulisan Syekh Abdul Qadir Ahmad Atha dalam Kitabnya Hadza Halal Wa Hadza Haram. Tulisan beliau dimuat apa adanya (dengan tambahan keterangan penjelas dalam tanda kurung atau dalam catatan kaki) meskipun ada yang kurang pas bagi sebagian kita, karena kita memaklumi bahwa dalam masalah ijtihadiyyah sangat wajar adanya perbedaan hasil ijtihad. Insya Allah pada edisi yang lain kita hadirkan tulisan ulama ahlus sunnah yang lain. Tulisan beliau tersebut adalah sebagai berikut:

“Industri sinema, sinetron, dan panggung sandiwara berdiri di atas dasar seni cerita (al-Fann al-Qashashi). Dari seni ini industri dunia peran (al-Tamtsil) bermula, yang kemudian diiringi dengan industri-industri lain seperti, tari, nyanyian, tata busana, tata rambut, shooting, pencahayaan, desain, dan lain-lain.”

Telah banyak penulis muslim yang mengeluarkan hukum-hukum syar’i dalam kasus ini secara global tanpa ada perincian, tanpa membandingkan dan menqiyaskan dengan hukum-hukum lain yang serupa.

Pembicaraan dalam kasus ini memerlukan perincian dalam dua tema ini yaitu: kisah fiktif dan penayangannya dalam bentuk cerita bergambar yang dapat berbicara, atau dalam bentuk peragaan panggung/pentas.

[baca selengkapnya...]

Elemen Kebahagiaan Suami Istri

April 5, 2013. Dikirim mustikasari dalam Nikah | 0 komentar

Apa mungkin pasangan suami istri hidup dengan penuh kegembiraan, kebahagiaan, suka cita, dan ketentraman?

The Little Book Of Secrets Outdoor Fairy World Dining

Sumber: www.thebookofsecrets.tumblr.com

Jika hal itu mungkin, lalu apa hakikat kebahagiaan suami istri yang harus direalisasikan oleh pasangan suami istri itu? Kemudian apa elemen praktis, dan sebab-sebab syar’i yang bisa merealisasikan kebahagiaan suami istri tersebut?

[baca selengkapnya...]

Profil Suami Sukses

March 7, 2013. Dikirim mustikasari dalam Nikah | 2 komentar

PROFIL SUAMI SUKSES
Oleh: Ust. Abu Ammar Al-Ghoyami

Disalin dari majalah al-Mawaddah Edisi Khusus Tahun Ke-3 :: Jumadal Ula 1431 H :: April – Mei 2010, Vol.30

Sumber: o.twimg.com via Lina di Pinterest

 

Menjadi seorang yang sukses merupakan harapan semua orang. Sebagaimana berharap menjadi suami yang sukses pun merupakan cita-cita semua laki-laki. Tahukan Anda para suami, bahwa bekal menjadi suami sukses itu hanya dua hal saja?

Sesuatu yang mungkin terjadi pada seorang wanita memiliki seorang laki-laki ala kadarnya, sebab ia ingin dirinyalah yang akan tahu persis siapa suaminya itu. Dan juga mungkin seorang wanita memilih laki-laki setengah preman karena anggapannya ia akan membaik dengan kebaikan yang masih tersisa dalam hatinya. Tahukah Anda para suami, mengapa itu mungkin dilakukan oleh para wanita?

[baca selengkapnya...]

Rapatkan dan Luruskan Shaf (Barisan) Sholat

May 28, 2010. Dikirim ummuumar dalam Fiqih Muslimah, Sholat | 13 komentar

Penulis memperhatikan bahwa pada sebagian besar masjid/musholla yang telah penulis kunjungi untuk melaksanakan sholat, senantiasa terdapat beberapa wanita yang melaksanakan sholat berjama’ah namun antar jama’ah wanita tersebut terdapat jarak/celah yang lebarnya bahkan sampai  1 (satu) meter.  Terkadang bila sholat berjama’ah dan penulis bermaksud merapatkan shaf, maka jama’ah disebelah kanan/kiri malah semakin menjauhkan kaki mereka dari kaki penulis.

Kedua kondisi diatas membuat sedih penulis,  karena dalam Islam pada saat melaksanakan sholat berjama’ah kita dianjurkan untuk senantiasa meluruskan shaf dan menutup celahnya (merapatkannya).

Hal tersebut berdasarkan hadits ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha, dia bercerita : Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda :

[baca selengkapnya...]

Arsip