Arsip dengan Kategori ‘Ilmu’

Lukisan Bernyawa dan Foto Kenangan

May 8, 2013. Dikirim mustikasari dalam Ilmu | 0 komentar

Sumber: www.pinterest.com

 

Di beberapa masjid ditemukan lukisan-lukisan makhluk yang bernyawa. Pertanyaannya, (apakah) sah shalat di dalam masjid itu? Dan bagaimana hukum Islam dalam masalah ini?

[baca selengkapnya...]

Pendidikan vs Kebodohan

April 23, 2013. Dikirim mustikasari dalam Ilmu | 1 komentar

Sumber: www.pinterest.com

Wajibnya Mengikuti Pendidikan/Menuntut Ilmu

Pendidikan yang berarti mengandung amalan-amalan belajar-mengajar, bertanya-menjawab, memperhatikan, menuntut ilmu dan sebagainya, merupakan suatu amalan yang wajib dilakukan oleh setiap muslim, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah,

“Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim.” (H.R. Ibnu Majah no. 224)

Memberi pendidikan pun wajib dilakukan sebagaimana sabda Rasulullah,

“Perintahkan anak-anak shalat jika sudah berumur 7 tahun, dan jika telah berumur 10 tahun, maka pukullah jika mereka meninggalkannya (shalat).” (H.R. Abu Dawud no. 494)

Dalam sebuah hadits lain, Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya -dengan hal itu- Allah jalankan dia di atas salah satu jalan dari jalan-jalan surga. Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi (pencari ilmu agama). Dan sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi dan oleh ikan-ikan di dalam air. Sesungguhnya keutamaan seorang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama dariapda seluruh bintang-bintang di langit. Dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para nabi. Para nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia mengambil bagian yang banyak.” (H.R. Abu Dawud no 3641, dan lainnya. Lihat al-Hilali dalam Bahjatun Nadzirin II/470 hadits no. 1388)

Menurut Syaikh Utsaimin, “Telah diketahui bahwa ilmu yang diwariskan oleh para nabi adalah ilmu syariat Allah, bukan lainnya. Sehingga para nabi tidaklah mewariskan ilmu teknologi dan yang berkaitan dengannya kepada manusia.” (Kitab al-’Ilm hal. 11 karya Syaikh al-Utsaimin.)

Sementara itu Syaikul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Menuntut ilmu syar’i adalah fardhu kifayah, kecuali hal-hal yang wajib bagi setiap manusia. Seperti, setiap orang wajib menuntut ilmu tentang hal-hal yang diperintahkan Allah dan yang dilarang-Nya; karena sesungguhnya hal (seperti) ini wajib (fardhu ‘ain) atas setiap manusia. ” (Majmu Fatawa XXVIII/80)

[baca selengkapnya...]

Keadaan Wanita di Surga

April 8, 2013. Dikirim mustikasari dalam Ilmu | 1 komentar

 Sumber: www.thegiftsoflife.tumblr.com

oleh: Sulaiman ibn Shalih al-Kharasyi

Sesungguhnya sorga dan kenikmatannya tidaklah khusus bagi kaum laki-laki saja, akan tetapi sorga itu:

“Disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS. Ali Imran: 133)

dari dua jenis makhluk manusia; laki-laki dan perempuan, sebagaimana Allah telah mengabarkan yang demikian yang artinya:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki dan perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga.” (QS. an-Nisa’:124)

Hendaknya setiap wanita tidak sibuk pikirannya dengan banyak pertanyaan dan penyelidikan tentang perincian masuknya dia ke dalam sorga. Apa yang akan diperlakukan terhadapnya? Kemana dia akan pergi? Bagaimana nasibnya? Dan pertanyaan-pertanyaan yang lain. Seakan-akan dia akan maju menuju padang pasir yang mematikan!

Cukuplah baginya mengetahui dan meyakini bahwa hanya dengan sekedar masuk ke dalam sorga, akan sirna segala kepediahan dan kesusahan yang pernah dia alami. Dan yang demikian itu akan berubah menjadi kebahagiaan yang terus menerus, dan kekekalan yang abadi. Cukuplah baginya firman Allah tentang sorga yang artinya:

“Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.” (QS. al-Hijr:48)

Dan firman Allah yang artinya:

“Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (QS. az-Zukhruf:71)

Dan sebelum itu semua cukuplah baginya firman Allah tentang penduduk sorga yang artinya:

“Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha terhadap-Nya.” (QS. al Maidah: 119)

Di dunia, wanita tidak akan keluar dari beberapa keadaan berikut ini:

  1. Adakalanya dia meninggal sebelum dia menikah.
  2. Adakalahnya dia mati setelah dia dicerai/ditalak dan sebelum menikah dengan suami yang lainnya.
  3. Adakalanya dia sudah menikah akan tetapi suaminya tidak masuk ke dalam sorga bersamanya. Wal’iyadzubillah.
  4. Adakalanya dia mati setelah pernikahannya.
  5. Adakalanya suaminya meninggal, dan dia tinggal dalam keadaan tanpa suami hingga dia mati.
  6. Adakalanya suaminya meninggal, kemudian dia menikah dengan orang lain setelahnya.

[baca selengkapnya...]

DOA DARI 70 RIBU MALAIKAT !!

December 28, 2009. Dikirim Sutikno bin Tumingan dalam Ilmu | 5 komentar

Tiada seorang muslim pun yang membesuk saudaranya yang sakit, melainkan Allah mengutus baginya 70.000 malaikat agar mendoakannya kapan pun di siang hari hingga sore harinya, dan kapan pun di sore hari hingga pagi harinya. (musnad ahmad 2/110, syaikh ahmad syakir mengatakan bahwa sanadnya shahih).

[baca selengkapnya...]

Hadiah Nabawiyah Untuk Menghapus Musibah

October 4, 2009. Dikirim Sutikno bin Tumingan dalam Ilmu, Pribadi Shalihah | 5 komentar

Oleh Abu Maryam Majdi Fathi As-Sayyid

Saudariku Muslimah …
Ini adalah hadiah nabawiyah kepada para wanita yang dengannya Allah menghapus musibah darimu,  mengeluarkanmu dari kesulitan-kesulitan dan menjadikan sebuah kebahagiaan untukmu dari kesedihan dan jalan keluar dari kesusahan.

Ini benar-benar hadiah.
Ini benar-benar ghanimah (harta ramapasan perang).

[baca selengkapnya...]

Jangan Biarkan Puasa Anda Sia-Sia (bag.2)

September 6, 2009. Dikirim Sutikno bin Tumingan dalam Ilmu, Puasa | 8 komentar

“Betapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga.” (Hr. Ahmad)

Pada bagian kedua ini, syaikh Abdul Aziz As Sadhan memaparkan koreksi beliau mengenai:

  1. mengakhirkan adzan maghrib
  2. mengakhirkan berbuka
  3. tidak bersiwak setelah matahari condong ke barat
  4. merasa tertekan karena di pagi hari dalam kondisi junub

Selamat membaca…

[baca selengkapnya...]

Arsip