Arsip dengan Kategori ‘Keluarga’

Jangan Biarkan Anak Kecanduan TV

March 30, 2013. Dikirim mustikasari dalam Keluarga | 0 komentar

 

 

Source: tumblr.com via James on Pinterest

 

Anak-anak berusia enam tahun yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan TV atau komputer lebih berpontensi mengalami penyakit jantung dan darah tinggi di kemudian hari. Demikian hasil studi oleh sejumlah peneliti di University of Sidney. Tim peneliti mengungkapkan bahwa satu jam ekstra di depan layar TV atau monitor komputer berpeluang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi di masa dewasa hingga 10 persen.

Mereka mengklaim, anak-anak yang lebih sering menghabiskan waktunya menonton TV punya pembuluh arteri lebih sempit di belakang mata mereka, yang notabene merupakan salah satu pertanda risiko penyakin jantung di masa mendatang.Studi yang dilakukan terhadap 1.492 anak usia enam dan tujuh tahun dari 34 SD di Sidney tersebut juga menemukan bahwa anak-anak yang lebih sering bermain di luar rumah minimal satu jam setiap hari memiliki pembuluh arteri lebih besar dibandingkan mereka yang hanya menghabiskan 30 menit atau kurang dengan kegiatan serupa. Berdasarkan penelitian itu, rata-rata seorang anak menghabiskan waktu empat kali lebih banyak (1,9 jam) di depan layar TV maupun komputer ketimbang melakukan aktiitas fisik (36menit).

[baca selengkapnya...]

Penyimpangan Akidah Pada Tontonan Anak

March 25, 2013. Dikirim mustikasari dalam Aqidah, Keluarga | 0 komentar

 

Tidak diragukan lagi, televisi memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kepribadian dan perilaku seseroang. Banyak tindak perilaku kejahatan yang dilakukan karena terodorng atau karena mencontoh tayangan-tayangan di televisi. Sehingga, tidak sedikit kekacauan dan ketidakpercayaan terhadap sebagian kalangan yang timbul karena opini yang dibangun oleh berita-berita tersebut.

Demikian juga halnya dengan anak-anak. Mereka juga sangat terpengaruh dengan tonton televisi. Betapa banyak anak-anak kaum muslimin menirukan perilaku yang mereka dapatkan dari tokoh-tokoh kesayangan mereka di televisi. Mulai dari perkataan-perkataan yang mereka ucapkan ketika bermain dengan temannya, sikap dan tingkah laku mereka, dan bahkan tidak mungkin jika dalam hati mereka memiliki keyakinan sebagaimana yang mereka dapatkan dalam tontonan mereka itu.

[baca selengkapnya...]

Cinta Rasul

March 24, 2013. Dikirim mustikasari dalam Ibu dan Anak, Keluarga | 0 komentar

Bagi orangtua muslim yang bersemangat terhadap Islam dalam mendidik anak, mungkin tidak asing dengan kata ‘cinta Rasul’Nya, kalimat itu pernah menggena di dunia hiburan anak-anak muslim untuk mengajak mereka mencintai Rasul, terlepas dari benar tidaknya cara tersebut dalam pendidikan Islam terhadap anak.

 

 

Memang benar, sebagai orang tua muslim, kita wajib menanamkan kecintaan anak-anak kita kepada Rasulullah. Alan tetapi, perlu diperhatikan makna cinta kepada beliau dan bagaimana tata cara ang benar dalam mewujudkannya. Agar semangat yang baik ini tidak rusak oleh sebab ketidaktahuan akan hakikat cinta Rasul, atau karena cara yang salah dalam mewujudkannya.

[baca selengkapnya...]

Makin Kenal, Makin Cinta

March 21, 2013. Dikirim mustikasari dalam Keluarga | 0 komentar

Sumber: bhg.com via Murphy on Pinterest

 

Dr Husni adalah dokter anak yang super sibuk. Dia lelaki pendiam tapi punya humor dan kehangatan yang besar. Semua orang di rumah sakit tempat ia bekerja mencintainya. Hampir sebagian waktunya dihabiskan di rumah sakit, baik bermalam ataupun tidak. Hani, istrinya sering merasa kesal kepadanya. Bagaimana tidak? Dia jarang sekali bertemu suaminya dan suaminya tampak begitu terputus emosi dengannya.

Hani sering menunjukkan hal-hal kecil tanda sayang pada suaminya, namun malah membuat suaminya jengkel. Lama-kelamaan ia merasa suaminya tak menghargainya bahkan tak menghargai perkawinan mereka. Hani juga jengkel karena suaminya tidak tahu nama teman-teman dekat anak-anaknya. Bahkan umur anak dan kesukaan anaknya sekarang, suaminya tidak tahu.

[baca selengkapnya...]

Mewujudkan Pendidikan yang Ideal di Era Globalisasi

March 13, 2013. Dikirim mustikasari dalam Keluarga | 0 komentar

Sumber ilustrasi

Tanggung-jawab mendidik generasi penerus adalah perkara yang sangat besar, begitu juga menjaga si buah hati. Seluruh umat Islam dituntut untuk mencurahkan segenap perhatian mereka terhadap masalah ini. Karena kebahagiaan umat, baik secara individual maupun sosial kemasyarakatan tergantung kepada keberhasilan mendidik para generasi penerus itu. Oleh karena itulah diperlukan persiapan matang, untuk merancang strategi, menentukan langkah dan mengerahkan seluruh daya upaya serta menempatkan para ahli, agar hasil pendidikan yang dicanangkan dapat tercapai, bebas dari ketergelinciran, jauh dari pertentangan dan fanatisme golongan yang sempit, sangat dengan kepribadian Islami, menapaki petunjuk al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

Kebutuhan kita terhadap pendidikan Islam (tarbiyah Islamiyah) merupakan kebutuhan yang jauh lebih mendesak dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Apalah artinya jasad jika tidak terhiasi dengan agama yang lurus dan akhlak yang terpuji?! Adakah kebaikan yang diharapkan dari fisik seseorang yang hatinya telah mati? Dalam masalah kebutuhan makan dan minum, manusia dan hewan itu sama. Dalam urusan pemenuhan nutrisi dan udara, orang-orang Mukmin pun sama dengan orang-orang kafir, orang yang baik dan jahat semuanya sama dalam hal tersebut. Akan tetapi, dalam hal prinsip hidup yang terbangun dengan pendidikan aqidah serta iman, umat Islam tidak sama dengan yang lainnya.

Jauhnya generasi penerus dari pendidikan Islam yang baik sudah termasuk bentuk kriminalisme bagi masyarakat. Betapa banyak masyarakat yang mengeluhkan perbuatan menyimpang yang sering terjadi. Betapa banyak orang tua yang menyayangkan sikap lancang yang dilakukan oleh putra putri mereka sendiri. Mereka menyesalkan sikap tidak bertanggung-jawab anak-anak mereka dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Para orang tua itu tampaknya lupa bahwa sumber kebobrokan ini semua adalah buruknya potret pembinaan dan pendidikan yang dikenyam oleh putra putri mereka. Lalu siapakah yang bertanggung-jawab?

[baca selengkapnya...]

Pentingnya Musyawarah dalam Keluarga (bagian 2)

March 6, 2013. Dikirim mustikasari dalam Keluarga | 0 komentar

PENTINGNYA MUSYAWARAH DALAM KELUARGA (BAGIAN 2)
Penulis: Ust Aunur Rofiq bin Ghufron

Speech bubbles

Sumber: www.guardian.co.uk

Yang Perlu Dimusyawarahkan

Meski musyawarah memiliki keutamaan yang banyak, namun tidak semua perkara di dalam rumah tangga harus dimusyawarahkan. Misalnya adalah yang berkenaan dengan keyakinan, ibadah, hukum halal dan haram, penentuan banyak sedikitnya bagian harta warisan dan perkara dien lainnya. Mengapa? Sebab semua itu sudah ditentukan oleh Allah dan tidak boleh ditawar, ditambah maupun dikurangi. Semua anggota keluarga wajib menerima dan menaatinya walau dirasa kuran cocok dengan hatinya.[1] Ibnu Hazm al-Zhohiri berkata” “Musyawarah hendaknya dilakukan dalam hal yang boleh dikerjakan dan ditinggalkan, tidak dalam hal yang telah disyari’atkan, tidak menggugurkan yang wajib, tidak menghalalkan yang diharamkan oleh Allah, tidak mengharamkan yang halal dan tidak mewajibkan yang bukan wajib.”[2]

Jika keluarga berselisih dalam masalah akidah, ibadah dan lainnya, maka cara penyelesaiannya bukan dengan bermusyawarah, akan tetapi bersama-sama kembali kepada al-Qur’an dan hadits yang shohih. Allah berfirman:

…kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya). (QS an_Nisa’ [4]: 59)

Adapun perkara yang butuh dimusyarakahkan ialah yang berkaitan dengan perkara dunia di mana masing-masing memiliki hak atasnya. Seperti tatkala suami hendak membuat atau mengontrak rumah, atau hendak tinggal serumah bersama mertua dan yang lainnya, hendaknya ia mengajak istrinya bermusyawarah. Sampai masalah makanan yang disenangi pun perlu juga ada musyawarah.

[baca selengkapnya...]

Arsip