Arsip dengan Kategori ‘Kesehatan’

Tidak Berlebih-lebihan Dalam Hal Makanan dan Minuman

February 25, 2014. Dikirim mustikasari dalam Kesehatan | 0 komentar

Sumber ilustrasi

 

Sejak dahulu kala syari’at Islam yang terbukti manjur untuk menjaga kesehatan dan mencegah datangnya berbagai penyakit ialah dengan menempuh hidup sederhana, yaitu tidak berlebih-lebihan dalam hal makan dan minum.

Sahabat Al-Miqdan bin Ma’dykareb al-Kindi mengisahkan: Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: Tidaklah seorang anak Adam memenuhi suatu kantung yang lebih buruk dibanding perutnya. Bila tidak ada pilihan, maka cukuplah baginya sepertiga dari perutnya untuk makanan, sepertiga lainnya untuk minuman dan sepertiga lainnya untuk nafasnya. (HR. Ahmad At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan oleh Al-Albani dinyatakan sebagai hadits shahih)

Ibnul Qayyim berkata, “Ketahuilah bahwa makan itu ada tiga tingkatan:”

a. Kebutuhan
b. Kecukupan
c. Kelebihan

Pada hadits di atas, Nabi mengabarkan bahwa hendaknya anda mencukupkan diri dengan beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggung anda. Dengan demikian anda tidak menjadi loyo dan tidak pula lemas. Bila anda masih merasa perlu untuk makan lebih banyak, maka hendaknya anda makan sepertiga dari daya tampung perut anda. Dengan demikian anda menyisakan sepertiga dari ruang perut anda untuk air minum dan sepertiga lainnya untuk nafas anda. Pembagian ini sangat berguna bagi kesehatan badan dan jiwa anda. Karena bila perut anda dipenuhi oleh makanan, maka tidak tersisa lagi ruang untuk minuman. Sehingga bila anda minum, maka pernapasan andapun menjadi sesak. Bila demikian adanya, anda menjadi mudah lelah dan sesak napas, bagaikan orang yang memikul beban terlalu berat. Ditambah lagi perut kenyang memiliki pengaruh buruk terhadap kepribadian dan jiwa anda. Anda menjadi malas beribadah dan dorongan birahi anda menguat. Pendek kata, perut yang senantiasa penuh itu berakibat buruk bagi kesehatan raga dan jiwa. 1

Al-Munawi juga menjelaskan hadits ini dengan berkata, “Nabi menganggap perut orang yang makan hingga penuh sebagai kantong yang paling buruk, karena ia telah menggunakan perutnya tidak pada tempatnya. Perut manusia diciptakan untuk menegakkan tulang punggung, karena mendapatkan asupan gizi yang cukup dari makanan yang ia makan. Sedangkan bila ia memenuhi perutnya, maka hal ini berdampak merusak agama dan dunianya. Penjelasannya sebagai berikut: Tidaklah seseorang biasa memenuhi perutnya, kecuali bila ia telah dikuasai oleh sifat keserakahan dan ambisi dunia. Dan kedua perangai ini berakibat buruk bagi pelakunya. Rasa kenyang yang berkepanjangan, menjerumuskan pelakunya ke dalam kesesatan dan menjadikannya merasa malas. Akibatnya ia selalu malas untuk beribadah, dan tubuhnya dipenuhi oleh timbunan zat-zat yang tidak ia butuhkan. Bila telah demikian, ia menjadi mudah marah, sehingga syahwat birahi dan ambisinya menjadi meluap, sehingga iapun terobsesi untuk menumpuk harta benda yang tidak ia perlukan.” 2

Saudaraku! Di antara ketentuan syari’at Islam dalam urusan makan dan minum adalah hendaknya anda tidak berlebih-lebihan dalam keduanya. Segala yang anda suka anda makan atau minum, segala yang bisa anda beli maka anda konsumsi, dan segala yang ditawarkan oleh pedagang, maka anda incipi. Sudah barang tentu sikap seperti ini adalah cerminan nyata dari ambisi makan dan minum yang berlebihan atau disebut dengan isrof.

[baca selengkapnya...]

Imunisasi Syari’at: Memohonkan Perlindungan untuk Anak-Anak

February 23, 2014. Dikirim mustikasari dalam Kesehatan | 0 komentar

Sumber ilustrasi

Diantara metode Imunisasi Syari’at yang tidak diketahui oleh banyak umat Islam dan sering dilalaikan oleh orang yang mengetahui ialah dengan memohonkan perlindungan kepada Allah untuk anak-anak kita dari gangguan setan, binatang berbisa dan pengaruh ‘ain keji (mata keji). Padahal metode ini telah diajarkan semenjak zaman Nabi Ibrahim dan diamalkan oleh Nabi Muhammad.

“Dari sahabat Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah memohonkan perlindungan untuk cucunya Hasan dan Husain dengan berdoa, “Aku memohonkan perlindungan untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang Maha Sempurna dari setiap setan, binatang berbisa yang mematikan dan dari setiap (pengaruh) mata yang mendatang kerusakan.” Dan Rasulpun berkata, “Ayahku Ibrahim dahulu juga memohonkan perlindungan untuk Ismal dan Ishak.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Ini adalah salah satu imunisasi syari’at yang masih belum banyak diketahui oleh umat Islam, dan sering dilalaikan oleh orang yang telah mengetahuinya. Sungguh demi Allah, bila imunisasi syari’at ini kita amalkan dengan penuh keimanan dan penghayatan, niscaya anak-anak kita terlindung dari berbagai penyakit dan wabah.

Wahai saudaraku seiman dan seakidah! Cobalah anda bertanya kepada hati nurani sendiri: Percayakah anda dengan imunisasi syari’at ini?

Amalkanlah wahai saudaraku, niscaya Allah akan melindungi anak-anak anda dari berbagai petaka dan musibah.

Disalin dari buku Imunisasi Syari’at oleh Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA.

Banyak Beristighfar untuk Mencegah Datangnya Penyakit

February 21, 2014. Dikirim mustikasari dalam Kesehatan | 0 komentar

 raiSumber ilustrasi

Telah jelas bahwa kemaksiatan kepada Allah adalah biang datangnya berbagai musibah dan wabah penyakit, maka dapat dipahami bahwa istighfar dan mohon ampunan kepada-Nya adalah penangkal dan penawar berbagai wabah dan penyakit. Bukan hanya menangkal penyakit, akan tetapi istighfar juga akan mendatangkan kedamaian, kebahagiaan, keberkahan dan kemudahan dalam hidup.

Allah Ta’ala berfirman kepada umat Nabi Muhammad:

Dan hendaknya kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya (Jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Allah akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan.” (QS. Huud: 3)

Syaikh Muhammad Amin as-Syinqithi menafsirkan ayat ini dengan berkata, “Pendapat yang paling kuat tentang maksud kenikmatan yang baik ialah: rizki yang melimpah, hidup yang lapang, dan keselamatan di dunia dan yang dimaksud dengan (waktu yang telah ditentukan) adalah kematian.” 1

[baca selengkapnya...]

Tujuh Biji Kurma Ajwah

February 20, 2014. Dikirim mustikasari dalam Kesehatan | 0 komentar

7k

Sumber ilustrasi

Tindakan sesuai syari’at Islam untuk mencegah datangnya berbagai penyakit yang disalin dari buku Imunisasi Syari’at oleh Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA yang akan dipaparkan kali ini adalah dengan mengonsumsi tujuh biji kurma ajwah yang dihasilkan di kota Madinah di waktu pagi. Mengonsumsi tujuh biji kurma ajwah yang dihasilkan di kota Madinah di waktu pagi, dapat mencegah serangan pengaruh sihir dan racun. Yang demikian ini berdasarkan sabda Nabi,

“Barangsiapa yang setiap pagi hari makan tujuh biji buah kurma ajwah, niscaya pada hari itu ia tidak akan terganggu oleh racun atau sihir.” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

Pada riwayat lain:

“Barangsiapa pada pagi hari, makan tujuh biji kurma yang dihasilkan di antara kedua hamparan Madinah, niscaya ia tidak akan terganggu oleh racun hingga sore hari.” (HR. Muslim)

Dengan jelas Nabi menyebutkan bahwa manfaat mengonsumsi tujuh biji kurma ajwah yang dihasilkan di kota Madinah pada pagi hari adalah untuk menangkal pengaruh sihir dan racun. Sehingga manfaat kurma ajwah ini sama halnya dengan manfaat yang diperoleh dari imunisasi.

Berikut dinukilkan fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz tentang hal ini:

Pertanyaan: Apa hukumnya berobat dengan imunisasi sebelum datangnya penyakit?

Jawaban: Tidak mengapa berobat dengan imunisasi bila khawatir terkena suatu penyakit, disebabkan adanya wabah, atau sebab lainnya yang dikhawatirkan menjadi penyebab datangnya penyakit. Sehingga tidak mengapa, anda minum obat guna menangkal penyakit yang dikhawatirkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi pada suatu hadits yang shahih:

“Barangsiapa yang pada waktu pagi makan tujuh biji kurma Madinah, niscaya ia tidak akan terganggu oleh sihir, tidak oleh racun.”

Hadits ini termasuk upaya penanggulangan penyakit sebelum terjadi.

Demikian juga halnya orang yang khawatir terhadap serangan suatu penyakit dan ia diberi imunisasi anti wabah yang sedang menyerang di negeri tersebut atau di negara manapun. Upaya itu tidak mengapa, sebagai upaya pertahanan, sebagaimana halnya penyakit yang telah menimpa diobati, demikian juga halnya penyakit yang dikhawatirkan akan menyerang, boleh ditanggulangi dengan pengobatan.

Akan tetapi tidak dibenarkan untuk menanggantungkan ajimat, penangkal penyakit, atau jin, atau ‘ain, dikarenakan itu semua dilarang oleh Nabi. Dan beliau telah menjelaskan bahwa perbuatan itu termasuk syirik ashghar (kecil), karena itu, hendaknya kita waspada.” 1

Catatan kaki:

1 Al-Fatawa Al Mut’alliqah Bit Thib Wa Ahkamil Mardha 203.

Menutup Bejana dan Tempat Menyimpan Makanan dan Minuman

February 10, 2014. Dikirim mustikasari dalam Kesehatan | 0 komentar

Sumber ilustrasi

Untuk melanjutkan artikel sebelumnya mengenai tindakan sesuai syari’at Islam untuk mencegah datangnya berbagai penyakit yang disalin dari buku Imunisasi Syari’at oleh Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA., kali ini akan dipaparkan salah satu tindakan preventif sebelum penyakit datang yaitu menutup bejana dan tempat menyimpan makanan dan minuman.

Bila orang-orang yang ilmu dan jiwanya telah mengkultuskan peradaban barat biasanya beranggapan bahwa masyarakat baratlah kiblat kebersihan dan kesehatan, maka hal itu tidaklah layak dilakukan oleh orang yang dihatinya masih tersisa setitik keimanan. Yang demikian itu, dikarenakan agama kita, jauh-jauh hari sebelum bangsa barat mengenal kebersihan, telah mengajarkan berbagai syari’at yang hingga saat ini belum bisa ditandingi oleh teori atau peradaban apapun.

Di antara tindakan preventif yang diajarkan Islam guna menjaga kesehatan umat manusia ialah dengan menjaga makanan dan minuman mereka dari berbagai kotoran dan mikro organik yang dapat mengancam kesehatan. Agar makanan dan minuman tetap bersih dan higienis, Islam mengarjarkan umatnya untuk senantiasa menutupinya, dan tidak membiarkannya terbuka, terkena udara bebas dan berbagai hal lainnya. Tindakan ini adalah langkah awal yang sangat penting dari upaya menjaga kesehatan dan menangkal penyakit.

[baca selengkapnya...]

Tindakan Preventif Sebelum Datangnya Penyakit

February 8, 2014. Dikirim mustikasari dalam Kesehatan | 1 komentar

 

Sumber ilustrasi

Islam telah mengajarkan berbagai tindakan preventif guna mencegah penyakit sebelum datang, sebagaimana Islam telah mengajarkan pula berbagai metode pengobatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang menimpa umat manusia. Ini adalah salah satu bukti bahwa Islam adalah syari’at yang sempurna, tidak ada kekurangan sedikitpun padanya. Kekurangan yang adanya hanyalah pada diri kita sebagai umat Islam. Kita kurang atau bahkan tidak memahami berbagai syari’at Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Akibat dari kebodohan kita inilah akhirnya kita berserah diri dengan beranggapan bahwa Islam tidak mengajarkan kepada kita Ilmu kedokteran, atau ilmu sosial, atau perniagaan atau lainnya.

Salah satu diantara biang berbagai penyakit ialah lalai akan dzikir kepada Allah, oleh karena itu sebaliknya, dengan senantiasa berdzikir kepada Allah dalam segala keadaan memiliki peran yang sangat besar dalam menangkal berbagai penyakit yang menimpa kita.

Di antara dzikir yang sangat efektif menangkal berbagai penyakit terutama pada anak-anak kita ialah bacaan basmalah yang diucapkan oleh pasangan suami istri ketika hendak bergaul. Subhanallah, bacaan basmalah pada saat itu, bukan hanya mencegah ulah setan dari diri mereka berdua, akan tetapi juga berkelanjutan pada anak yang Allah karuniakan kepada mereka dari hasil pergaulan tersebut.

[baca selengkapnya...]

Kategori

Arsip