<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jilbab Online &#187; Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://jilbab.or.id/archives/category/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jilbab.or.id</link>
	<description>-- Cocok Untuk Akhowat, Perlu Untuk Ikhwan --</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Mar 2010 23:31:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Makanan Sehat untuk Bayi Sehat</title>
		<link>http://jilbab.or.id/archives/497-makanan-sehat-untuk-bayi-sehat/</link>
		<comments>http://jilbab.or.id/archives/497-makanan-sehat-untuk-bayi-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 04:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JO admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jilbab.or.id/archives/497-makanan-sehat-untuk-bayi-sehat/</guid>
		<description><![CDATA[Bayi yang baru dilahirkan atau suatu saat dalam kehidupannya memiliki kondisi kesehatan/klinis yang berbeda-beda. Ada yang dilahirkan atau pada suatu saat mengalami gangguan kesehatan seperti gangguan pencernaan, gizi buruk, gangguan jantung, menjalani operasi tertentu, infeksi berat dan lain-lain. Pada keadaan tersebut, bayi harus diberikan diet khusus yang disesuaikan dengan keadaan kilnis dan penyakit yang dideritanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bayi yang baru dilahirkan atau suatu saat dalam kehidupannya memiliki kondisi kesehatan/klinis yang berbeda-beda. Ada yang dilahirkan atau pada suatu saat mengalami gangguan kesehatan seperti gangguan pencernaan, gizi buruk, gangguan jantung, menjalani operasi tertentu, infeksi berat dan lain-lain. Pada keadaan tersebut, bayi harus diberikan diet khusus yang disesuaikan dengan keadaan kilnis dan penyakit yang dideritanya.  Bayi yang tidak sedang mengalami keadaan klinis yang dimaksud disebut bayi sehat.Secara umum makanan bayi sehat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu makanan utama yaitu ASI/PASI (pengganti ASI) dan makanan pelengkap yang diberikan ketika bayi telah mencapai umur dan berat badan tertentu yang terdiri dari buah, biskuit, makanan lumat (bubur susu), dan makan lembek (nasi tim). Makanan pelengkap ini diberikan ketika ASI/PASI tidak lagi mencukupi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi sehingga harus ditambah dari sumber makanan yang lain.<span id="more-497"></span>MAKANAN UTAMATelah lazim diketahui makanan paling baik bagi bayi sehat adalah air susu ibu (ASI) terutama pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan. ASI mencukupi kebutuhan gizi bayi sehat sampai umur 6 bulan sehingga ibu dianjurkan untuk memberikan ASI ekslusif sampai bayi berumur 6 bulan. Namun adakalanya bayi yang sehat terhalang untuk mendapatkan ASI karena sesuatu dan lain sebab baik karena faktor ibu atau bayi itu sendiri sehingga pemberian ASI tidak memungkinkan sehingga harus diganti dengan makanan lain pengganti ASI. Makanan pengganti ini disebut PASI. PASI  diformulasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bayi, diantaranya fungsi saluran pencernaan yang  masih terus berkembang, umur, berat badan, ada tidaknya alergi dan lain-lain. Sekarang ini telah ada PASI yang formulanya sangat mirip dengan ASI walaupun tetap tidak bisa menggantikan ASI dengan segala kelebihannya.ASIASI merupakan makanan yang ideal untuk bayi terutama pada bulan-bulan pertama. Air susu ibu mengandung semua zat gizi untuk membangun dan menyediakan energi dalam susunan yang diperlukan, tidak memberatkan fungsi saluran pencernaan (lambung dan usus) dan ginjal, menghasilkan pertumbuhan yang optimal, memiliki berbagai zat antiinfeksi, mengurangi kemungkinan terjadinya dermatitis atopik (radang kulit yang tidak jelas penyebabnya), serta memperpanjang jarak kelahiran anak. Keuntungan lain menyusui adalah murah harganya, tersedia pada suhu yang ideal dan tidak perlu dipanaskan terlebih dahulu, selalu segar dan bebas pencemaran kuman, memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak, serta mempercepat pengembalian besarnya rahim pada bentuk dan ukuran sebelum hamil.Yang harus diperhatikan saat menyusui adalah bayi sedang bangun dan mau minum. Bayi akan bereaksi jika puting payudara ditempelkan pada mulutnya. Tetapi jika bayi menolak berarti ia belum mau minum dan tidak perlu dipaksakan. Hendaknya ASI diberikan secepatnya terutama bila ibu dan bayi sehat.Air susu yang diproduksi pada 1-5 hari pertama dinamakan kolostrum berupa cairan kental yang berwarna kekuningan. Kolostrum ini sangat menguntungkan bayi karena mengandung lebih banyak antibodi, protein, mineral, dan vitamin A. Sebagai pedoman pada hari pertama dan kedua, lama pemberian ASI adalah 5-10 menit pada tiap payudara dan pada hari ketiga dan selanjutnya lama pemberiana ASI adalah 15-20 menit. ASI dapat diberikan terus sampai anak berumur 2 tahun.PASIPASI diberikan bila karena sesuatu sebab bayi tidak dapat memperoleh ASI, seperti:� Produksi ASI tidak cukup atau sama sekali tidak keluar� Terdapat penyakit pada ibu, misalnya penyakit gagal jantung� Bayi dengan kelainan metabolik bawaan, seperti intoleransi laktosa� Ibu sedang dirawat di rumah sakit dan dipisahkan dari ibunya� Ibu bekerja atau berdagang yang letaknya jauh dari tempat tinggalnya.Berdasarkan umur bayi, PASI dibagi menjadi 2 golongan, yaitu PASI formula awal (starting formula) dan PASI Formula tindak lanjut (follow-on formula). Formula awal dibagi lagi menjadi formula awal adaptasi dan formula awal lengkap.Formula awal  adaptasi adalah formula yang susunan gizinya disesuaikan dengan fisiologis bayi baru lahir. Formula ini diberikan pada bayi baru lahir sampai berumur 6 bulan. Beberapa formula awal adaptasi yang beredar di Indonesia diantaranya bebelac 1, bimbi, dumex sb, enfamil, morinaga bmt, nan, nutrilon primer, s26, dan vitalac.Formula awal lengkap berarti susunan zat gizinya lengkap dan pemberiannya dapat dimulai setelah bayi dilahirkan. Dibandingkan dengan formula awal adaptasi, formula ini mememiliki kadar protein dan mineral yang lebih tinggi. Keuntungan dari formula bayi ini terletak pada harganya yang lebih murah. Beberapa formula awal yang lengkap yang beredar di Indonesia diantaranya lactogen 1, nestogen, new camelpo, dan sgm.Formula tindak lanjut diberikan setelah bayi berumur 6 bulan dimana bayi telah mendapat makanan pelengkap. Beberapa formula tindak lanjut yang beredar di Indonesia antara lain beeblac 2, benamil, chilmil, dumex sl, anfapro, lactogen 2, nestlac, nutrima, promil, sgm 2, vitalac 2, dll.Bagaimana pengaturan makanan utama pada bayi?Segera setelah lahir, bayi yang sehat dapat diberikan makanan melalui mulut dengan tujuan mempertahankan metabolisme dan pertumbuhan normal pada saat transisi dari kehidupan intra-ke ekstra-uterin, menggalang hubungan batin antara ibu dan bayinya terutama bayi yang diberikan ASI dan mengurangi resiko hipoglikemia, hiperkalemia, hiperbilirubinemia, dan azotemia.Pemberian minum pada neonatus (bayi baru lahir) didasarkan pada pengosongan lambung yaitu antara 1-4 jam sehingga yang terbaik adalah pemberian minum sesukanya tanpa penjadwalan (ad libitum). Pemberian makanan bayi dikatakan baik bila berat badan tidak turun lagi pada pada hari ke-5 dan 7 atau berat badan meningkat pada hari ke 12 dan 13.Selama bayi belum mendapat makanan pelengkap atau makanan tambahan lain, maka tidak perlu penjadwalan khusus bagi pemberian asi.Cara menilai ASI/PASI yang diberikan sudah mencukupi?Untuk menilai kecukupan ASI/PASI ada beberapa kriteria:� Sesudah menyusu atau minum bayi tampak puas, tidak menangis dan dapat tidur dengan nyenyak� PASI yang diberikan tidak bersisa� Selambatnya 2 minggu setelah lahir, berat badan waktu lahir tercapai kembali� Bayi tumbuh dengan baik. Pada umur 5-6 bulan berat badan mencapai 2 kali berat badan lahir. Pada umur 1 tahun berat badan mencapai 3 kali lipat berat badan lahir.MAKANAN PELENGKAPUmumnya bayi membutuhkan makanan pelengkap setelah anak berumur 6 bulan. Makanan ini diolah dan diberikan secara bertahap sesuai dengan umur dan pertambahan berat badan bayi. Makanan yang dipilih tentunya yang kaya dengan nutrisi, biasanya terdiri dari buah-buahan, sayur-sayuran, daging, ikan, ayam, dll dengan komposisi yang seimbang.Buah-buahanBuah sudah dapat diberikan pada umur 4-6 bulan atau berat badan mencapai 4,5-5 kg, dan bergantung pada kesukaan bayi. Pilih buah yang segar serta masak dan cuci terlebih dahulu. Jika yang diberikan adalah pepaya, pisang, dan alpukat, setelah dikupas keroklah halus dengan sendok kecil. Tomat direndam dalam air panas dan dibuang kulitnya, lalu disaring dan diencerkan dengan air matang dengan perbandingan yang sama. Jeruk diperas dan disaring, serta dapat diencerkan dengan perbandingan yang sama.BiskuitBiskuit yang dicairkan terlebih dahulu dengan air minum biasa, air teh, atau susu encer dapat diberikan pada umur 4-6 bulan atau berat badan mencapai 4,5-6 kg.Bubur susuBubur susu mulai diberikan pada bayi berumur 4-5 bulan bila berat badannya mencapai 5,5-6 kg. Bubur susu merupakan makanan padat pertama yang dapat diberikan pada bayi.Cara membuat bubur susu:� Campurkan tepung beras/maizena/kacang hijau/havermout 1,5 sendok makan (15 gr) dengan susu cair 1 gelas (200 ml) dan gula pasir 1 sendok makan (10 ml).� Masak diatas api sambil diaduk hingga matang. Energi yang dikandung sebesar 217 kkal.Nasi Tim/bubur campurNasi Tim saring diberikan pada bayi berumur 6 bulan dengan berat badan 6-7 kg dan pada umur 8-9 bulan diberikan dalam bentuk tidak disaring.Bahan makanan dicuci, ikan/daging dan tempe/tahu dipotong kecil atau dicincang, sayuran dipotong pendek. Semua bahan dimasukkan kedalam panci dan diberi air. Dimasak dengan api sedang dan ditutup. Setelah mendidih diaduk dan dimask terus hingga kental dan matang. Bila dibutuhkan dalam bentuk halus dapat disaring atau dihaluskan dengan blender. Enegi yang dikandung nasi tim tersebut sebesar 155 kkal.Bahan yang dibutuhkan untuk membuat satu porsi nasi tim:Beras 2 sdm (20 gr), daging/ikan 1 potong kecil (25 gr), tempe/tahu 1 potong kecil (10 gr), sayur (bayam/kangkung/daun singkong muda/wortel/labu kuning, dll) 0,5 gelas (25 gr), air 3-4 gelas (800 gr)Beberapa poin tentang makanan pelengkap antara lain:� Setelah bayi berumur 4-6 bulan, bayi dapat diberi buah dan biskuit dengan jadwal pemberian pukul 11.00 dan 16.00 sedangkan pemberian ASI tetap dapat diberikan setiap saat sesukanya.� Saat bayi berumur 4 bulan atau setelah mencapai berat badan 5,5 kg, bayi dapat diberi makanan padat pertama berupa bubur susu untuk makan pagi (pukul 09.00). Bila telah menyukainya, bubur susu dapat diberi untuk makan sore (pukul 17.00).� Setelah bayi berumur 6 bulan atau setelah berat badannya 6,5 kg, bayi dapat diberi makanan padat kedua berupa nasi tim saring yang diberikan yang diberikan 2 kali sebagai makan siang dan makan malam. Sekitar umur 8-9 bulan bayi dapat diberi nasi tim biasa.Namun begitu seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika anak mendapatkan ASI, lanjutkan ASI ekslusif sampai bayi berumur 6 bulan karena ASI masih bisa mencukupi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai umur tersebut.Secara umum, bayi sehat telah memadai makanannya secara kualitas dan kuantitas apabila bayi bisa tumbuh secara optimal.Referensi:1. Mansjoer A. Et all, editor. Kapita Selekta Kedokteran, Ed.3. Jakarta: Media Aesculapsius, 2000:568-75.2. Butte NF, Lopez-Alarcon MG, Garza C. Nutrient adequacy of exclusif bresfeeding for the term infant during the first six months of life. Geneva: WHO, 2002.dr. Wenni</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jilbab.or.id/archives/497-makanan-sehat-untuk-bayi-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenali gejala dan melakukan penanganan di rumah terhadap diare akut pada anak</title>
		<link>http://jilbab.or.id/archives/493-mengenali-gejala-dan-melakukan-penanganan-di-rumah/</link>
		<comments>http://jilbab.or.id/archives/493-mengenali-gejala-dan-melakukan-penanganan-di-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 04:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JO admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jilbab.or.id/archives/493-mengenali-gejala-dan-melakukan-penanganan-di-rumah/</guid>
		<description><![CDATA[Diare adalah buang air besar encer lebih dari tiga kali sehari dengan/tanpa darah dan/atau lendir dalam tinja. Adapun diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari tujuh hari pada anak yang sebelumnya sehat.Diare akut merupakan gangguan kesehatan yang cukup sering diderita oleh anak-anak selain infeksi saluran pernafasan atas. Manifestasi dari gangguan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diare adalah buang air besar encer lebih dari tiga kali sehari dengan/tanpa darah dan/atau lendir dalam tinja. Adapun diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari tujuh hari pada anak yang sebelumnya sehat.Diare akut merupakan gangguan kesehatan yang cukup sering diderita oleh anak-anak selain infeksi saluran pernafasan atas. Manifestasi dari gangguan ini bervariasi dari gejala ringan yang cukup mudah ditangani di rumah sampai gangguan berat yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan serius oleh petugas kesehatan. Untuk itu orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang diare terutama mengenali gejala-gejalanya dan tanda-tanda yang bisa diamati, serta prinsip penanganannya. Dengan adanya pengetahuan tersebut, orang tua bisa melakukan tindakan yang tepat di rumah untuk mengatasi diare yang ringan atau segera membawa anak ke petugas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan segera untuk diare yang berat.<span id="more-493"></span><br />
<h1>Penyebab</h1>
<p>Penyebab diare pada anak sangat beragam, secara umum dibagi menjadi:
<ol>
<li>Infeksi: virus, bakteri,      parasit, cacing perut.</li>
<li>Gangguan penyerapan makanan:      karbohidrat (intoleransi laktosa), lemak, protein.</li>
<li>Makanan: makanan basi,      beracun, alergi terhadap makanan.</li>
<li>Imunodefisiensi.</li>
<li>Gangguan psikologis: rasa      takut dan cemas.</li>
</ol>
<h1>Manifestasi klinis</h1>
<p>Pada tahap awal gejala anak akan menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare. Tinja makin cair, mungkin mengandung darah dan/atau lendir, warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena tercampur dengan empedu. Anus dan sekitarnya menjadi lecet karena tinja menjadi asam. Gejala muntah dapat terjadi sebelum dan /atau sesudah diare. Bila telah banyak kehilangan air dan elektrolit terjadilah gejala dehidrasi, berat badan turun, ketegangan dan kekenyalan kulit berkurang, selaput lendir mulut dan bibir kering, pada bayi ubun-ubun besar cekung.<strong>Prinsip penanganan diare akut pada anak:</strong>Pada diare akut secara umum akan terjadi kekurangan air (dehidrasi), gangguan keseimbangan asam-basa (gangguan elektrolit), hipoglikemia, gangguan gizi, dan gangguan sirkulasi. Oleh sebab itu pada diare akut penanganan terutama ditujukan untuk mangatasi gangguan-gangguan tersebut.
<ol>
<li>Diare cair membutuhkan      penggantian cairan dan elektrolit tanpa melihat penyebabnya. Tujuannya      adalah untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang sampai diarenya      berhenti.</li>
<li>Makanan harus diteruskan      bahkan ditingkatkan selama diare untuk menghindari efek buruk pada status      gizi.</li>
<li>Antibiotik dan antiparasit      tidak boleh digunakan secara rutin, tidak ada manfaatnya untuk kebanyakan      kasus, termasuk diare berat dan diare dengan panas, kecuali pada disentri,      kolera, dengan dehidrasi berat, diare persisten (harus dengan rekomendasi      dari dokter).</li>
<li>Obat-obatan antidiare,      antimuntah dan absorben tidak boleh diberikan pada anak dibawah umur 5      tahun karena ternyata tidak satupun dari obat-obatan ini yang mempunyai      efek yang nyata untuk diare akut, beberapa malah memberikan efek yang      membahayakan.</li>
</ol>
<p><strong>Untuk menilai derajat dehidrasi pada anak, bisa digunakan panduan sebagai berikut:</strong><strong><u>Diare tanpa dehidrasi</u></strong>
<ul>
<li>Anak sadar , keadaan umumnya      baik.</li>
<li>Anak minum biasa dan tidak      kelihatan haus</li>
<li>Kalau kulit di bagian perut      dicubit, akan kembali kebentuk semula dengan cepat.</li>
<li>Mata kelihatan normal</li>
<li>Air mata ada</li>
<li>Mulut dan lidah basah</li>
</ul>
<p><strong><u>Diare dengan dehidrasi ringan atau sedang</u></strong>
<ul>
<li>Anak kelihatan gelisah atau      rewel</li>
<li>Anak kelihatan sangat haus      dan ingin minum banyak</li>
<li>Jika kulit perut dicubit,      lambat kembali ke bentuk semula</li>
<li>Mata kelihatan cekung</li>
<li>Air mata tidak ada</li>
<li>Mulut dan lidah kelihatan      kering</li>
</ul>
<p><strong><u>Diare dengan dehidrasi berat</u></strong>
<ul>
<li>Anak lesu, lunglai atau tidak      sadar</li>
<li>Malas minum atau tidak bisa      minum</li>
<li>Kalau perut di bagian perut      dicubit akan sangat lambat kembali kebentuk semula</li>
<li>Mata sangat cekung dan kering</li>
<li>Air mata tidak ada</li>
<li>Mulut dan lidah sangat      kering.</li>
</ul>
<p><strong>Penanganan diare akut di rumah</strong>Pada dasarnya diare yang tidak disertai dengan dehidrasi bisa ditangani sendiri di rumah dengan mudah.1. Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah dehidrasi.· Gunakan cairan rumah tangga yang dinjurkan seperti cairan oralit, makanan cair (sup, air tajin, minuman yogurt) atau air matang. Jika anak berusia, &lt;6 bulan dan belum makan makanan padat lebih baik diberi oralit dan air matang daripada makanan cair.· Berikan larutan ini sebanyak anak mau· Teruskan pemberian sampai diare berhenti<!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Berikan anak makan untuk mencegah kurang gizi.· Teruskan ASI atau susu yang biasa diberikan· Untuk anak &lt;6 bulan dan belum mendapatkan makanan padat dapat diberikan susu yang dicairkan dengan yang sebanding selama dua hari· Bila anak &gt;6 bulan atau telah mendapatkan makanan padat:<!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Berikan bubur atau campuran tepung lainnya, bila mungkin dicampur dengan kacang-kacangan, sayur, daging taau ikan, tambahkan I tai 2 sendok teh minyak sayur tiap porsi.<!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Berikan buah segar atau pisang halus untuk menambah kalium.<!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Berikan makanan yang segar, masak dan haluskan atu tumbuk dengan baik<!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Dorong anak untuk makan, berikan makan sedikitnya 6 kali sehari<!--[if !supportLists]-->·         <!--[endif]-->Berikan makan yang sama setelah diare berhenti dan berikan makanan tambahan setiap hari selama 2 minggu.Namun anak harus segera dibawa ke petugas kesehatan bila anak tidak membaik dalam tiga hari atau mengalami hal-hal sebagai berikut:
<ul>
<li>Buang air besar cair sangat      sering</li>
<li>Muntah berulang-ulang.</li>
<li>Sangat haus sekali</li>
<li>Makan atau minum sedikit</li>
<li>Demam</li>
<li>Tinja berdarah</li>
</ul>
<p><strong>Beberapa prinsip pemberian oralit</strong>Jumlah cairan oralit yang diberikan tiap kali anak buang air besar&lt;12 bulan 50-100 ml (1/4-1/2 gelas)1-4 tahun 100-200 ml (1/2-1 gelas)&gt;5 tahun 200-300 ml (1-1,5 gelas)Dewasa 300-400 ml (1,5-2 gelas)Cara pemberian oralit:
<ul>
<li>Berikan sesendok teh tiap 1-2      menit untuk anak dibawah umur 2 tahun.</li>
<li>Berikan beberapa teguk dari      gelas untuk anak yang lebih tua</li>
<li>Bila anak muntah, tunggu 10      menit. Kemudian berikan cairan lebih sedikit.</li>
<li>Bila diare berlanjut setelah      dua hari, berikan cairan lain (susu, sup, air tajin dan lain-lain), atau      lanjutkan pemberian oralit.</li>
</ul>
<p>Satu bungkus oralit = satu gelas air berukuran 200 ml tidak boleh lebih/kurang.Diare dengan dehidrasi secara umum memerlukan pengawasan dan atau penanganan lebih lanjut oleh petugas kesehatan. Sedangkan diare dengan dehidrasi berat memerlukan penggantian cairan segera lewat cairan intravena (infus) karena berpotensi mengancam jiwa anak. (Dr. Wenni)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jilbab.or.id/archives/493-mengenali-gejala-dan-melakukan-penanganan-di-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masalah Pada Ibu Menyusui Dan Solusinya</title>
		<link>http://jilbab.or.id/archives/17-masalah-pada-ibu-menyusui-dan-solusinya/</link>
		<comments>http://jilbab.or.id/archives/17-masalah-pada-ibu-menyusui-dan-solusinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2007 15:09:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.jilbab.or.id/archives/17-masalah-pada-ibu-menyusui-dan-solusinya/</guid>
		<description><![CDATA[Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kesehatan ibu hamil dan menyusui adalah persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian unit itu.
Dalam menanti kelahiran bayi, si Ibu harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kesehatan ibu hamil dan menyusui adalah persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian unit itu.</p>
<p>Dalam menanti kelahiran bayi, si Ibu harus menyiapkan terlebih dahulu keadaan psikologinya dalam menghadapi bayinya nanti, terutama dalam hal menyusui bayi. Berikut langkah-langkah yang harus diambil untuk mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui bayinya:</p>
<p><span id="more-17"></span></p>
<ul>
<li>Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya; menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninya, bila ada masalah hubungi dokter atau petugas kesehatan yang berkompeten.</li>
<li>Meyakinkan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu buatan/formula</li>
<li>Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain</li>
<li>Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayi sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga</li>
<li>Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan dokter atau petugas kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga hilang keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang tengah dihadapinya.</li>
</ul>
<p>Selain hal tersebut diatas, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan :</p>
<ol>
<li>Ukuran dan bentuk<br />
Tidak berpengaruh pada produksi ASI. Perlu diperhatikan bila ada kelainan seperti pembesaran masif, gerakan yang tidak simetris pada perubahan posisi</li>
<li>Kontur/permukaan<br />
Permukaan yang tidak rata, adanya depresi, elevasi (pengangkatan jaringan), retraksi (tindakan menarik kembali) atau luka pada kulit payudara harus dipikirkan ke arah tumor atau keganasan dibawahnya. Saluran limfe yang tersumbat dapat menyebabkan kulit membengkak, dan membuat gambaran seperti kulit jeruk</li>
<li>Warna kulit<br />
Pada umumnya sama dengan warna kulit perut atau punggung, yang perlu diperhatikan adalah warna kemerahan tanda radang, penyakit kulit atau bahkan keganasan</li>
<li>Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.</li>
<li>Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara :
<ol>
<li>Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah (kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi</li>
<li>Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu (kepala tidak boleh menengadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan)</li>
<li>Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu dan yang satu di depan</li>
<li>Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi)</li>
<li>Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus</li>
<li>Ibu menatap bayi dengan kasih sayang</li>
</ol>
</li>
<li>Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan puting susu atau areolanya saja</li>
</ol>
<p>Masalah yang sering terjadi pada saat menyusui:</p>
<ol>
<li>Mastitis    Mastitis adalah peradangan payudara yang dapat disertai atau tidak disertai infeksi. Penyakit ini biasanya menyertai laktasi, sehingga disebut juga mastitis laktasional atau mastitis puerperalis. Abses (nanah) payudara, pengumpulan nanah lokal di dalam payudara, merupakan komplikasi berat dari mastitis. Dua penyebab utama dari mastitis adalah stasis (terhenti) ASI dan infeksi. Patogen yang paling sering diidentifikasi adalah staphilokokus aureus. Pada mastitis infeksius, ASI dapat terasa asin akibat kadar natrium dan klorida yang tinggi dan merangsang penurunan aliran ASI. Ibu harus tetap menyusui. Antibiotik (resisten-penisilin) diberikan bila ibu mengalami mastitis infeksius.
<ol>
<li>Gejala mastitis non-infeksius:
<ul>
<li>Ibu memperhatikan adanya &#8220;bercak panas&#8221;, atau area nyeri tekan yang akut</li>
<li>Ibu dapat merasakan bercak kecil yang keras di daerah nyeri tekan tersebut</li>
<li>Ibu tidak mengalami demam dan merasa baik-baik saja</li>
</ul>
</li>
<li>Gejala mastitis infeksius:
<ul>
<li>Ibu mengeluh lemah dan sakit-sakit pada otot seperti flu</li>
<li>Ibu dapat mengeluh sakit kepala</li>
<li>Ibu demam dengan suhu di atas 34 oC</li>
<li>Terdapat area luka yang terbatas atau lebih luas pada payudara</li>
<li>Kulit pada payudara dapat tampak kemerahan atau bercahaya (tanda-tanda akhir)</li>
<li>Kedua payudara mungkin terasa keras dan tegang &#8220;pembengkakan&#8221;</li>
</ul>
<p>Pengobatan:</p>
<ol>
<li>Lanjutkan menyusui</li>
<li>Berikan kompres panas pada area yang sakit</li>
<li>Tirah baring (bersama bayi) sebanyak mungkin</li>
<li>Jika bersifat infeksius, berikan analgesik non narkotik, antipiretik (ibuprofen, asetaminofen) untuk mengurangi demam dan nyeri</li>
<li>Pantau suhu tubuh akan adanya demam. Jika ibu demam tinggi (&lt; 39oC), periksa kultur susu terhadap kemungkinan adanya infeksi streptokokal</li>
<li>Pertimbangkan pemberian antibiotik antistafilokokus kecuali jika demam dan gejala berkurang.</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
<li>Kandida/sariawan    Merupakan hal yang biasa terjadi pada ibu yang menyusui dan bayi setelah pengobatan antibiotik. Manifestasinya seperti area merah muda yang menyolok menyebar dari area puting, kulit mengkilat, nyeri akut selama dan setelah menyusui; pada keadaan yang parah, dapat melepuh. Ibu mengeluh nyeri tekan yang berat dan rasa tidak nyaman, khususnya selama dan segera setelah menyusui.Bayi dapat menderita ruam popok, dengan pustula yang menonjol, merah, tampak luka dan/atau seperti luka terbakar yang kemerahan. Pada kasus-kasus yang berat, bintik-bintik atau bercak-bercak putih mungkin terlihat merasakan nyeri dan menolak untuk menghisap.Pengobatan:
<ol>
<li>Obati ibu dan bayinya</li>
<li>Oleskan krim atau losion topikal antijamur ke puting dan payudara setiap kali sehabis menyusui, dan seka mulut, lidah dan gusi bayi setiap kali sehabis menyusui.</li>
<li>Anjurkan ibu untuk mengkompreskan es pada puting sebelum menyusui untuk mengurangi nyeri.</li>
</ol>
</li>
<li>Cacar air (virus varisela zoster)    Kebanyakan ibu dan pekerja rumah sakit pernah menderita cacar air dan tidak beresiko. Ketika ibu mengidap cacar air beberapa hari sebelum kelahiran bayi, bayi menjadi beresiko karena antibodi ibu yang memberikan kekebalan pada bayi belum mempunyai kesempatan untuk berkembang.Perawatan :
<ol>
<li>Jika ibu sudah pernah mengalami cacar, menyusui akan memberikan antibodi kepada bayi. Menyusui tidak perlu dihentikan</li>
<li>Jika ibu belum pernah mengidap cacar air, ibu dan bayinya harus menerima vaksin varisela jika mereka sudah terpapar.</li>
<li>Jika ibu mengidap cacar air beberapa hari sebelum melahirkan :
<ul>
<li>ibu dan bayi harus diisolasi secara terpisah jika neonatus tidak mengalami lesi (hilangnya fungsi suatu bagian). Hanya sekitar 50% bayi yang terpapar akan berkembang menjadi penyakit</li>
<li>keluarkan ASI jika bayi ditempatkan pada tempat lain</li>
<li>jika bayi menderita lesi, isolasi bayi dengan ibu; menyusui tidak dihentikan.</li>
</ul>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>So&#8230;para ibu..ga perlu cemas karena semua itu ada solusinya..biidznillah.. Semoga bermanfaat</p>
<p><strong>Literatur:</strong> Pedoman pelayanan farmasi untuk ibu hamil dan menyusui, dirjen bina kefarmasian dan alkes, Dep. Kes RI 2006</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jilbab.or.id/archives/17-masalah-pada-ibu-menyusui-dan-solusinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal SPF</title>
		<link>http://jilbab.or.id/archives/14-mengenal-spf/</link>
		<comments>http://jilbab.or.id/archives/14-mengenal-spf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2007 22:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.jilbab.or.id/archives/14-mengenal-spf/</guid>
		<description><![CDATA[SPF atau Sun Protection Factor udah banyak yang tau ya…? Setidaknya bagi para wanita ini sudah sangat biasa kedengarannya, bagi yang masih bingung, ini terdapat pada kosmetik yang dipakai untuk melindungi tubuh dari sengatan matahari. Banyak jenis SPF, ada SPF 15, SPF 30, bahkan sekarang ada SPF 70. SPF atau Sun Protection Factor dikenal sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SPF atau Sun Protection Factor udah banyak yang tau ya…? Setidaknya bagi para wanita ini sudah sangat biasa kedengarannya, bagi yang masih bingung, ini terdapat pada kosmetik yang dipakai untuk melindungi tubuh dari sengatan matahari. Banyak jenis SPF, ada SPF 15, SPF 30, bahkan sekarang ada SPF 70. SPF atau Sun Protection Factor dikenal sejak tahun 1962 yang digunakan untuk mengukur efek sunscreen terhadap sinar UV. Sunscreen digunakan untuk melindungi kulit kita dari sinar UV dari kerusakan.</p>
<p>Sinar UV terdiri dari UVA dan UVB. UVB dapat menyebabkan kulit kita terbakar sinar matahari, sedangkan UVA memiliki waktu yang lebih panjang untuk merusak kulit.Lalu apa maksud SPF 15, SPF 30 atau SPF 70 ?? Sebagai contoh SPF 15 artinya jika kita telah terpapar sinar matahari selama 10menit, SPF 15 akan melindungi kulit kita dari kerusakan (akibat terbakar sinar matahari) selama 150 menit, begitu juga dengan SPF 30 dan SPF 70.</p>
<p><span id="more-14"></span>SPF yang lebih tinggi berarti memiliki waktu yang lebih banyak bisa terpapar sinar matahari. Hal ini juga menggambarkan persentase sinar UVB yang diserap, tetapi nomor dari SPF ini tidak bertambah secara eksponensial. Sebagai contoh SPF 15 menyerap 93,3   % sinar UVB tetapi SPF 30 dapat menyerap 96,7%. Ini berarti jika nomor dari SPF dilipatgandakan maka angka serapnya meningkat sebanyak 3,4 %.</p>
<p><center><br />
<table border="1">
<tr align="center">
<td><b>SPF</b></td>
<td><strong>% UV <br />absorbed</strong></td>
</tr>
<tr align="center">
<td>2</td>
<td>50</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>4</td>
<td>70</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>8</td>
<td>87,5</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>15</td>
<td>93,3</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>30</td>
<td>96,7</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>50</td>
<td>98</td>
</tr>
</table>
<p></center></p>
<p>Satu hal yang perlu diketahui, walau pada beberapa produk sunscreen di labelnya bertuliskan ”waterproof” atau ”sweatproof”, ini tidak menjamin. Efektivitas dari sunscreen akan berkurang dengan adanya air ataupun keringat. Tips dalam memakai sun protection:</p>
<ol>
<li>Kenali dirimuJika anda seorang yang sangat putih (mungkin lebih putih dari kertas putih??) atau anda mempunyai riwayat keluarga kanker kulit, atau sangat sensitiv terhadap sinar matahari atau obat, gunakanlah sunscreen dengan broad spektrum luas (SPF tinggi) dan gunakanlah sesering mungkin</li>
<li>Nomor SPF mengindikasikan kekuatannya dalam melindungi kulit terhadap UVB, tapi banyak sunscreen, walau dengan high SPF, sinar UVA juga diserap oleh kulit. Pilihlah sunscreen dengan broad spectrum luas (memiliki UVA protection).</li>
<li>Agar efektif, gunakan sunscreen 15-20 menit sebelum kulit kita terpapar sinar matahari</li>
<li>Jika anda berkeringat, atau berenang maka gunakan sesering mungkin untuk menjaga keefektifan dari sunscreen </li>
</ol>
<p>Selamat mencoba&#8230;Semoga bermanfaat </p>
<p>Sumber : <a href="http://howstuffworks.com">howstuffworks.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jilbab.or.id/archives/14-mengenal-spf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setetes Parfum yang Kau Usapkan Pada Tubuhmu</title>
		<link>http://jilbab.or.id/archives/26-setetes-parfum-yang-kau-usapkan-pada-tubuhmu/</link>
		<comments>http://jilbab.or.id/archives/26-setetes-parfum-yang-kau-usapkan-pada-tubuhmu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2005 02:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Raihanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Shalihah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jilbab.or.id/archives/26-setetes-parfum-yang-kau-usapkan-pada-tubuhmu/</guid>
		<description><![CDATA[Parfum dan wanita merupakan bagian yang tak terpisahkan.Saking pentingnya banyak kaum hawa yang tak percaya diri bila tidak memakai benda ini. Sekejap saja kita keluar rumah dijalan, di pasar, di tempat keramaian maka akan dengan mudah hidung kita mencium bau yang semerbak dari wewangian parfum.Berbagai macam merek parfum dijual dari harga di bawah sepuluh ribu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Parfum dan wanita merupakan bagian yang tak terpisahkan.Saking pentingnya banyak kaum hawa yang tak percaya diri bila tidak memakai benda ini. Sekejap saja kita keluar rumah dijalan, di pasar, di tempat keramaian maka akan dengan mudah hidung kita mencium bau yang semerbak dari wewangian parfum.Berbagai macam merek parfum dijual dari harga di bawah sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu bahkan ada yang mencapai jutaan.Yang menjadi masalah bukannya merek atau harganya . Sebenarnya boleh nggak sih seorang wanita muslimah keluar dengan memakai parfum?walaupun hanya setetes saja?<span id="more-26"></span></p>
<p><strong>Wajib </strong>bagi setiap muslimah mengetahui tentang masalah ini agar nantinya bermanfaat bagi diri kita, apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan garis syariat agama kita , sayang kan kalau ternyata hal ini kita anggap enteng (disepelekan)ternyata merupakan suatu kesalahan besar setelah di tinjau dari kacamata islam sehingga anggapan semacam &#8230;.ah itukan hanya setetes saja apa salahnya??, atau hanya parfum ini &#8230;tidak akan kita dengar lagi &#8230;&#8230;lalu bagaimana sebenarnya islam memandang masalah wanita yang keluar rumah dengan memakai parfum ??? Ada baiknya kita simak penjelasan berikut ini.</p>
<ol>
<li>Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:&#8221;Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami&#8221; {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa&#8217;i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)</li>
<li>Dari Abu hurairah : &#8220;Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:&#8221;Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?&#8221;ia menjawab:&#8221;Ya!&#8221; Abu Hurairah kemudian berkata lagi:&#8221;Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:&#8221;Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid&#8221; {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)</li>
<li>Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:&#8221;Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) &#8221; {Shahih riwayatb Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}</li>
</ol>
<p><em><strong>Hadits  pertama</strong></em> menjelaskan haramnya seorang wanita keluar ke masjid untuk menghadiri shalat isya dengan memakai wewangian.Disebutnya shalat isya disini tidak berarti menghadiri shalat-shalat lainnya diperbolehkan.Tentu saja tidak!!karena pada hadits <strong><em>kedua dan ketiganya</em></strong> menunjukkan keumuman seluruh macam shalat baik shalat fardhu maupun sunnah (seperti shalat tarawih dan shalat hari raya). Disebut shalat isya pada hadits no. 1 karena fitnahnya lebih besar.Kita lihat penjelasan Ibnul Malik mengenai hal ini :&#8221;shalat isya itu dikerjakan pada waktu malam hari, dimana kondisi jalanan pada waktu itu sepi dan gelap, sedangkan bau harum itu dapat membangkitkan birahi laki-laki, sehingga kaum wanita tidak bisa aman dari fitnah pada saat-saat seperti itu.Berbeda dengan waktu lainnya seperti Shubuh dan Magrib yang agak terang. Sudah jelas bahwa memakai wewangian itu menghalangi seorang wanita untuk mendatangi masjid secara mutlak&#8221;(Jilbab Wanita Muslimah:143-144)&#8217;</p>
<p>Apakah benar hanya ke masjid saja yang dilarang??? kalau begitu keluar rumah asalkan kita nggak ke masjid sah-sah saja kita memakai minyak wangi.Pembahasan ini belum lah selesai. Penulis menemukan satu hadits lagi yang patut kita camkan baik-baik karena apabila kita meremehkan bahaya sekali akibatnya .Ingin tahu lebih detail lagi???</p>
<p>Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu anhu dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam telah bersabda:</p>
<blockquote><p>&#8220;Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila&#8221;(Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad(4/414),Abu Dawud(4173),Tirmidzi(2786),An-Nasa&#8217;i(8/153)).</p></blockquote>
<p>Jadi bagi siapa saja wanita muslimah yang memakai parfum ketika keluar rumah akan terkena ancaman ini. Alasan pelarangannya sudah jelas yaitu bahwa hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum laki-laki.Al-Alamah Al-Mubarakafuri Rahimahullah menjelaskan hadits diatas dengan mengatakan:</p>
<blockquote><p>&#8220;Yang demikian itu disebut berzina karena wangi-wangian yang dikenakan wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Laki-laki yang melihatnya berarti telah berzina dengan mata dan dengan demikian wanita itu telah melakukan perbuatan dosa &#8220;(30 larangan Wanita 30-31).</p></blockquote>
<p>begitu pula dengan Syaikh Albani beliaupun menyampaikan penjelasan hadits diatas (hadits 1,2,3 dan yang terakhir ) dengan berkata:</p>
<blockquote><p>&#8220;Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya.AlHaitsami dalam kitabnya Az-Zawajir (2/37) menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai harum-haruman dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar, meskipun suaminya mengijinkannya.(Jilbab Wanita muslimah 143).</p></blockquote>
<p>Mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita, kalau memakai parfum haram hukumnya (ketika keluar rumah) lalu bagaimana mengatasi bau badan kita???tentunya kita akan malu dan tidak percaya diri berdekatan dengan teman-teman di kampus, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.Bagaimana ini???ukhti-ukhti jangan khawatir sekarang ini banyak produk yang dijual dipasaran untuk mengatasi masalah tersebut.Dari yang berbentuk bubuk sampai cairpun dijual bebas.Pilihlah yang tidak memakai wewangian (fragarance free),apalagi kalau ukhti rajin minum jamu maka tidaklah sulit untuk mengatasi masalah &#8220;bau badan ini&#8221; dengan rajin mandi, minum jamu dan memakai produk khusus untuk mengatasi &#8220;bau badan&#8221; maka insya Allah kita akan terhindar dari bau yang tidak menyenangkan itu.Sehingga kita tidak akan bergantung lagi dengan parfum , bila ukhti dirumah maka islam tidak melarang seorang wanita muslimah memakainya, kita bebas memakainya asalkan kita yakin parfum itu tidak akan tercium oleh laki-laki yang bukan mahram kita.jadi kita nggak mau kan terjerumus dalam kesalahan fatal (dosa) hanya gara-gara dari setetes parfum yang kita pakai ketika keluar rumah.</p>
<p>Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita , sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.amin.</p>
<p>Daftar Pustaka:</p>
<ol>
<li>Jilbab Wanita Muslimah,Syaikh Albani,Pustaka Tibyan, 2000M</li>
<li>30 Larangan Wanita,Amr bin Abdul Mun&#8217;im,Pustaka Azzam,2000M</li>
<li>Al-Masail, jilid 2, Abdul Hakim bin Amir Abdat,Darul Qalam,2003M</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jilbab.or.id/archives/26-setetes-parfum-yang-kau-usapkan-pada-tubuhmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan Sebelum Persalinan</title>
		<link>http://jilbab.or.id/archives/306-persiapan-sebelum-persalinan-2/</link>
		<comments>http://jilbab.or.id/archives/306-persiapan-sebelum-persalinan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2003 15:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummuabdillah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Kelahiran anak merupakan suatu yang selalu diimpikan oleh pasangan hidup rumah tangga, ketahuilah, anak adalah karunia Allah dan merupakan titipan dari-Nya. Tapi, pada umumnya bagi calon ibu, atau sang akhwat yang melahirkan untuk pertama kali, biasanya merasa ngeri dan bingung, gimana sih cara melahirkan????.
Tapi jangan khawatir ukhti,&#8230;
Sebenarnya tidak perlu ada yang dicemaskan, bertawakallah kepada Allah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kelahiran anak merupakan suatu yang selalu diimpikan oleh pasangan hidup rumah tangga, ketahuilah, anak adalah karunia Allah dan merupakan titipan dari-Nya. Tapi, pada umumnya bagi calon ibu, atau sang akhwat yang melahirkan untuk pertama kali, biasanya merasa ngeri dan bingung, gimana sih cara melahirkan????.<span id="more-306"></span></p>
<p>Tapi jangan khawatir ukhti,&#8230;<br />
Sebenarnya tidak perlu ada yang dicemaskan, bertawakallah kepada Allah, Yang Maha Kuasa. Kemudian artikel bawah ini mudah-mudahan bisa membantu ukhti dalam mengurangi ketegangan menghadapi persalinan, setelah pertolongan dari Allah ta&#8217;ala. Artikel ini berisikan pengetahuan umum tentang reaksi, kejadian, serta tindakkan yang harus kita lakukan, selamat membaca</p>
<p>Kejadian-kejadian pada kala I sebelum kelahiran.<br />
Kala I :  Permulaan kontraksi yang teratur sampai pembukaan lengkap leher rahim.</p>
<p>I : a. Pembukaan leher rahim sampai 3 cm.<br />
b.Kejadian :<br />
- His (kontraksi ) teratur tiap 10-15 menit.<br />
- Keluar sedikitdarah campur lendir<br />
- Pembukaan leher rahim.<br />
- Ibu merasa nyeri di pinggang.<br />
c Tindakan :<br />
- Jika ketuban belum pecah bolehberjalan-jalan.<br />
- Mengosongkan kandung seni.</p>
<p>II. a. Pembukaan leher rahim 3-9 cm.<br />
b. Kejadian:<br />
- His (kontraksi) makin kuat tiap 3-5 menit.<br />
- Ketuban menonjol/pecah.<br />
- Ibu merasa nyeri perut yang kuat sehingga berbaring.<br />
c.Untuk mengurangi nyeri :<br />
- Tekan dengan tangan pada tulang kelangkang dan menggosok punggung.<br />
- Banyak minum.<br />
- Sering kencing<br />
- Tidak boleh mengejan, tarik napas dalam-dalam jika ingin pengejan<br />
.</p>
<p>III a. Pembukaan 9-10 cm.<br />
b. Kejadian :<br />
- His makin kuat tiap 2-3 menit.<br />
- Timbul nyeri yang keras.<br />
- Keluar darah saat his.<br />
- Ketuban pecah.<br />
c Tindakan :<br />
- Tidak boleh mengejan sebelum pembukaan lengkap.<br />
- Tarik nafas secara cepat saat his.</p>
<p>Kejadian-kejadian dalam kala II persalinan.<br />
a.Kejadian :<br />
- Kepala belum sampai dasar panggul.<br />
- His mengejan, kehendak mengejan sukar di kendalikan.<br />
- Keluar darah, lendir makin banyak.<br />
-Pembukaan lengkap.<br />
- Ketuban pecah.<br />
- Ibu tanpa sadar ingin menarik tungkai ke atas.<br />
b. Tindakan :</p>
<p>- Pada waktu kesakitan itu dipersilahkan menarik nafas dalam-dalam, kemudian dengan menahan nafas, menutup mulut, mengangkat kepala mengejan selama ada his dan istirahat bila kontraksi berhenti.<br />
Gejala Bersalin.<br />
- Lebih mudah bernafas.<br />
- Sering BAK.<br />
- Perut kendang,tegang.<br />
Segera ke RS / Bidan, jika :<br />
- Kontraksi rahin teratus, 10-15menit sekali, perut keras, jika tidur dinding perut naik<br />
- Nyeri pada pinggang menuju perut.<br />
- Dengan majunya waktu his makin kuat.<br />
- Keluar lendir bercampur darah.<br />
- Terjadi pendarahan leher rahim.</p>
<p>Persiapan fisik :<br />
- Tenang, minum susu +telur.<br />
- Mandi air hangat.<br />
- Memotong rambut aurat.</p>
<p>Pelepasan uri (tali pusat).<br />
- 5-80 menit, uri harus keluar.<br />
- Reaksi dari rahim.<br />
- Pelepasan uri rahim berkontraksi,darah mengalir, tali pusat memanjang, rahim naik ke atas menjadi keras dan bulat.<br />
- Ibu merasa mules di perut.</p>
<p>Masa dua jam setelah persalinan.<br />
- Rahim berkontraksi.<br />
- Ibu gembira, merasa gemetar, ingin istirahat.<br />
- Usahakan kencing dengan cara :<br />
i. Cepat bangkit dari berbaring.<br />
ii. Menaruh botol air hangat di atas perut bagian bawah.<br />
iii. Dengar suara air kran.<br />
iv.Usahakan 3 hari sebelum melahirkan sudah buang air basar, agar saat melahirkan<br />
tidak menumpuk, kalau susah BAB makan pepaya, obat dulcolax.</p>
<p>Posisi melahirkan<br />
- Hemat tenaga pada awal kontraksi perut terasa. Usahakan mandi air hangat, minum susu + telur, bersikap santai, jalan-jalan, sampai darah, lendir keluar sedikit.<br />
- Jika kontraksi semakin hebat. Berbaring, ubah-ubahlah posisi berbaring, duduk dengan mengganjal<br />
punggung dengan beberapa bantal.<br />
- Posisi persalinan : berbaring terlentang dengan kedua kaki di tekuk, kepala ibu diluruskan / mengubah posisinya miring, saat tidak ada kontraksi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jilbab.or.id/archives/306-persiapan-sebelum-persalinan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
