Penyisir Putri Fir’aun

Sumber: www.pinterest.com
Kisah ini ditulis oleh Mamduh Farhan Al-Buhairi dalam majalah Qiblati edisi 03 tahun IV, 12-1429/12-2008.
Seorang wanita shalihah hidup bersama suaminya di bawah naungan kerajaan Fir’au. Sejarah tidak pernah mencatat namanya, namun sejarah telah mencatat perbuatannya.
Dia adalah seorang pembantu dan perawat bagi putri-putri Fir’aun, yang biasa disebut Masyithah karena pekerjaannya menyisir rambut putri Fir’aun. Allah telah memberinya anugerah keimanan. Tidak seberapa lama, Fir’aun mengetahui keimanan suaminya, kemudian dia membunuhnya. Akan tetapi sang istri shalihah tersebut tetap bekerja di istana Fir’aun menyisir rambut putri-putri Fir’aun, memberikan nafkah kepada kelima anaknya, memberi makan mereka sebagaimana burung memberi makan anak-anaknya.
Di saat dia menyisir salah satu putri Fir’aun, tiba-tiba sisir yang ada di tangannya terjatuh… lantar dia berkata bismillah.
Berkatalah putri Fir’aun, “Allah…? Ayahku…?”
Tukang sisir itu pun berkata, “Sekali-kali tidak, bahkan Allah adalah Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan ayahmu…”
Sang putripun tercengang, ada Tuhan lain yang disembah selain ayahnya?! Kemudian dia laporkan hal itu kepada ayahnya. Ayahnya pun kaget dan geram. Ada orang di istananya yang menyembah selain dirinya?!
[baca selengkapnya...]
