Arsip dengan Kategori ‘Pribadi Shalihah’

Cinta Sehidup Semati

April 11, 2013. Dikirim mustikasari dalam Kisah Teladan, Pribadi Shalihah | 1 komentar

Sumber: www.whimsicalraindropcottage.tumblr.com

Cinta adalah sebuah perkara besar yang Allah ciptakan di dalam hati manusia. Ia adalah sebuah fitrah yang Allah tanamkan dalam sanubari kita. Betapa indah sebuah cinta bila ia jujur sebagaimana cinta dari Zainab binti Rasulillah kepada suaminya sekaligus putra bibinya, Abul ‘Ash bin ar-Rabi’ yang membalas cintanya dengan cinta. Dan kisah cinta itulah yang akan kami ketengahkan kepada Anda semua;

[baca selengkapnya...]

Ummu Zufar al-Habasyiyyah; Ia Meraih Jannah dengan Kesabaran

March 14, 2013. Dikirim mustikasari dalam Kisah Teladan, Pribadi Shalihah | 0 komentar

Jannah atau surga, merupakan sebuah tempat yang sarat dengan kenikmatan. Jannah menjadi idaman setiap orang yang beriman. Kenikmatan di jannah tak pernah terbetik dalam hati manusia, belum pernah terdengar oleh telinga, dan pandangan mata pun tak pernah menikmatinya. Kenikmatannya tak terjangkau oleh indera manusia yang terbatas. Akan tetapi, keberadaannya merupakan haqqun (sebuah kebenaran). Rasulullah menceritakan tentang jannah:

Di dalamnya (jannah) terdapat sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik di hati manusia.

Selanjutnya, beliau membaca ayat:

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Qs as-Sajdah/32:17).

Dalam beberapa hadits, Rasulullah telah memberitahukan sejumlah penghuni surga dari kalangan sahabat, saat mereka masih hidup. Nas’alullah min fadhlihi wa karamihi. Di antara sahabat yang memperoleh kebahagiaan itu ialah Ummu Zufar al-Habasyiyyah. Dahulu, Ummu Zufar sebagai maasyithah (tukang sisir rambut) Khadijah.

[baca selengkapnya...]

Ummu Shalih, 82 tahun, Penghafal Al-Qur’an

April 17, 2010. Dikirim Sutikno bin Tumingan dalam Kisah Teladan, Pribadi Shalihah | 28 komentar

RUBRIK KELUARGA pada Majalah Ad-Dakwah selalu menghadirkan kepada para pembacanya kisah-kisah yanq penuh keteladanan dan juga berbagai informasi yang menyejukkan hati.

Berikut ini adalah salah satu pengalaman nyata yang dimuat dalam majalah tersebut.  Mari kita simak bersama!

Ummu Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.

[baca selengkapnya...]

Jangan Salah Mendidik (bag 2)

February 26, 2010. Dikirim Sutikno bin Tumingan dalam Keluarga, Pribadi Shalihah | 2 komentar

JANGAN SALAH MENDIDIK (bagian 2)
penyusun: Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin, Lc

5. Motivasi yang Kurang Tepat
Kesalahan orangtua atau guru dalam memberi motivasi kepada anak didiknya bisa memberi dampak yang kurang baik. Misalnya, mendoromg anak berprestasi dengan hadiah yang menggiurkan, atau memotivasi anak berprestasi agar tidak tersaingi oleh teman-temannya, atau memotivasi anak agar bangga dengan prestasi yang telah dicapainya. Motivasi yang demikian itu akan merusak watak dan pribadi anak, karena anak terdorong bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu bukan karena Allah, melainkan karena ingin berprestasi dan mendapat hadiah yang menggiurkan.

[baca selengkapnya...]

mencetak anak shalih: JANGAN SALAH MENDIDIK

February 19, 2010. Dikirim Sutikno bin Tumingan dalam Keluarga, Pribadi Shalihah | 6 komentar

JANGAN  SALAH  MENDIDIK
penyusun: Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin, Lc

Lembaga pendidikan hanya sebuah sarana dan sekolah hanya sekadar tempat singgah anak untuk menjalani persiapan menuju jenjang pendidikan berikutnya. Namun, sangat disayangkan sebagian lembaga pendidikan ternyata lebih banyak mewarnai perilaku dan tabiat buruk anak. Oleh karena itu, bila sukses dunia-akhirat adalah pertimbangan utama, maka orangtua harus pandai-pandai memilih lembaga pendidikan yang sejalan dengan syariat Islam.

Banyak orang awam dan berkantong tebal salah dalam memilih lembaga pendidikan. Alih-alih mempertimbangkan kebersihan akidah dan keluhuran akhlak bagi anak-anaknya, mereka hanya berorientasi pada keberhasilan di dunia. Alhasil, mereka hanya memilih sekolah favorit yang ternama dan bergengsi walaupun harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Sekolah mahal dipakai sebagai alat pengangkat prestise orangtua, sekadar alat untuk menunjukkan bahwa orangtua mampu menyekolahkan anak di sekolah pilihan orang kaya. Bila sudah begini, janganlah terlalu berharap memiliki anak shalih.

Berikut beberapa contoh kesalahan orang tua dalam memberikan pendidikan buat anak-anaknya:

[baca selengkapnya...]

“Berikan kami Al Qur’an, bukan cokelat!”

January 23, 2010. Dikirim Sutikno bin Tumingan dalam Kisah Teladan, Pribadi Shalihah | 33 komentar

“Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.

[baca selengkapnya...]

Arsip