Arsip selama bulan July, 2003

Juwairiyah Binti Al-Harits, Wanita Agung Barakah bagi kaumnya

July 27, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Beliau adalah juwairiyah binti Al-Harits bin Abi Dhirar
bin Al-Habib Al-Khuza’iyah Al-Mushthaliqiyah. Beliau adalah secantik-cantik
wanita yang ditawan tatkala kaum muslimin mengalahkan Bani Mushthaliq pada saat
perang Muraisi .

Hasil undian Juwairiyah adalah bagian untuk Tsabit bin Qais bin Syamas atau
anak pamannya, tatkala itu Juwairiyah berumur 20 tahun. Dan,akhirnya beliau
selamat dari kehinaan sebagai tawanan/rampasan perang dan kerendahannya. Beliau
menulis untuk Tsabit bi Qais (bahwa beliau hendak menebus dirinya), kemudian
mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam agar mau menolong untuk menebus
dirinya. Maka menjadi ibalah hati Nabi Shalallahu alaihi wassalam melihat
kondisi seorang wanita yang mulanya seorang sayyidah merdeka yang mana dia
memohon beliau untuk mengentaskan ujian yang menimpa dirinya. Maka beliau
bertanya pada Juwairiyah,”Maukah engkau mendapatkan yang lebih baik dari hal
itu?” maka dia menjawab dengan sopan,”Apakah itu ya Rasulullah?” beliau
menjawab,”Aku tebus dirimu kemudian aku nikahi dirimu!” maka tersiratlah pada
wajahnya yang cantik suatu kebahagiaan, sedangkan dia hampir-hampir tidak
perduli dengan kemerdekaan dia karena remehnya, beliau menjawab,”Mau ya,
Rasulullah”.Maka Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Aku telah
melakukannya”

Aisyah Ummul Mukminin berkata:”Tersebarlah berita kepada manusia bahwa
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah menikahi Juwairiyah binti Al-Harits
bin Abi Dhirar. maka orang-orang berkata:”Kerabat Rasulullah shalallahu alaihi
wassalam!maka mereka melepaskan tawanan perang yang mereka bawa, maka sungguh
dengan pernikahan beliau dengan Juwairiyah menjadi sebab dibebaskannya seratus
keluarga dari Bani Mushthaliq, maka aku tidak pernah mengetahui seorang wanita
yang lebih berkah bagi kaumnya daripada Juwairiyah”.

Dan Ummul Mukminin Aisyah menceritakan perihal pribadi Juwairiyah:”Juwairiyah
adalah seorang wanita yang manis dan cantik, tiada seorangpun yang melihatnya
melainkan akan jatuh hati kepadanya. Tatkala Juwairiyah meminta kepada
Rasulullah untuk membebaskan dirinya, sedangkan demi Allah aku telah melihatnya
melalui pintu kamarku, maka aku merasa cemburu karena saya menduga bahwa
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam akan melihat sebagaimana yang aku
lihat”(1)

Maka masuklah pengantin wanita, sayyidah Bani Mushthaliq kedalam rumah tangga
nubuwwah. Pada mulanya nama beliau adalah Burrah, namun Rasulullah menggantinya
dengan Juwairiyah karena khawatir dia dikatakan keluar dari biji gandum.(2)

Ibnu Hajar menyebutkan didalam Ishabah tentang kuatnya iman Juwairiyah
radhiyallau anha. Beliau berkata :”Ayah Juwairiyah mendatangi Rasul dan
berkata:”Sesungguhnya anakku tidak berhak ditawan, karena terlalu mulia dari hal
itu. Maka Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Bagaimana pendapatmu
seandainya anakmu disuruh memilih diantara kita, apakah anda setuju?”.
”Baiklah”, katanya. Kemudian ayahnya mendatangi Juwairiyah dan menyuruhnya untuk
memilih dirinya dengan Rasulullah maka beliau menjawab,”Aku memilih Allah dan
Rasul-Nya”.

Ibnu Hisyam meriwayatkan bahwa akhirnya ayah beliau bernama Al-Harits masuk
islam bersama kedua putranya dan beberapa orang dari kaumnya. ummul Mukminin
Juwairiyah wafat pada tahun 50 hijriyah, adapula yang mengatakan tahun 56
Hijriyah.(3)

Semoga Allah merahmati Ummul Mukminin Juwairiyah, karena pernikahannya dengan
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam membawa barakah dan kebaikan yang
menyebabkan kaumnya, keluarganya dan orang-orang yang dicintainya berpindah dari
memalinglkan ibadah selian Allah dan kesyirikan, menuju kekbebasan dan cahaya
islam beserta kewibawaannya. hal itu merupakan pelajaran bagi mereka yang
bertanya-tanya tentang hikmah Rasulullah shalallahu aliahi wassalam beristri
lebih dari satu.

Footnote:
1.As-Sirah Ibnu Hisyam II/293 dan Al-Ishabah VIII/43 dan
Al-Istii’ab IV/1804.Hal ini telah disebutkan pula oleh As-Suhaili dalam
penjelasannya terhadap as-Sirah beliau berkata:Adapun pandangan Nabi shalallahu
alaihi wassalam kepada Juwairiyah sehingga beliau melihat kecantikannya, hal itu
karena Juwairiyah adalah seorang budak, seandainya dia wanita merdeka, maka
beliau tidak akan melihat kecantikannya…lagipula diperbolehkan melihat wanita
manakala bermaksud untuk menikahinya.Telah disebutkan bahwa alaihis shalatu
wassalam memberi rukhsah untuk memandang wanita manakala bermaksud untuk
menikahinya”
2. Diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Ibnu Abbas no.2140 dan
Ahmad dalam Al-Musnad VI/429
3. Ath-Thabaqat Ibnu Sa’ad VIII/120

Dikutip dari:
An-Nisau Haular Rasul Mengenal Shahabiyah Nabi shalallahu
alaihi wassalam,hal:81-83 At-Tibyan,Solo,2001.

[baca selengkapnya...]

Dua Wanita Mukminah

July 27, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Dua orang wanita mukminah yang namanya terukir dengan
indah didalam kitab-Nya yang mulia dimana setiap saat ribuan bahkan jutaan umat
islam membaca namanya.Al-Qur’an mengabadikan namanya sebagai contoh dan teladan
bagi kaum wanita muslimah yang ingin mengikuti jejaknya dialah Asiyah istri
Fir’aun dan Maryam binti Imran.Karena keteguhan imannya, ketaatannya dan
kepasrahannya yang mendalam terhadap takdir Rabb-Nya maka surgalah menjadi
tempat tinggal mereka berdua yang abadi.
Kita simak kisah mereka berdua dalam
ayat berikut ini,

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan, Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi
orang-orang yang beriman ketika ia berkata,”Ya, Rabbi, bangunlah untukku sebuah
rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya
dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim, dan ingatlah Maryam putri Imran yang
memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan kedalam rahimnya sebagian dari roh
(ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Rabbnya dan kitab-kitabNya
dan dia termasuk orang yang taat” (At_tahrim:11-12)

Firman-Nya:”Dan Allah membuat istri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi
orang-orang yang beriman”. Namanya adalah Asiyah binti Muzahim.Dia memiliki
firasat yang kuat dan benar, beriman kepada Musa alaihis salam, sehingga dia
disiksa Fir’aun.Artinya, Allah telah menjadikan keadaannya sebagai perumpamaan
tentang keadaan orang-orang yang beriman sebagai sugesti bagi mereka agar teguh
dalam ketaatan, berpegang kepada agama dan sabar jika ditimpa kekerasan, bahwa
pasukan kafir tidak akan mampu menimpakan mudharat kepada mereka, seperti
keadaan istri Fir’aun, meski dia berada dibawah kekuasaan orang kafir yang
paling kafir. Imannya kepada Allah membuatnya berada di dalam surga yang penuh
dengan kenikmatan. Disini terkandung dalil bahwa hubungan kekufuran tidak
menimbulkan mudharat terhadap iman.

Firman-Nya, “Ketika ia berkata,Ya’Rabbi bangunlah untukku sebuah rumah
disisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya”
artinya, dari perbuatannya yang buruk dan dari kemusyrikannnya serta kejahatan
perbuatannya. Menurut Ibnu Abbas, dari perbuatannya artinya dari seluruh
perbuatannya.Menurut Salman, istri Fir’aun disiksa dengan matahari. Jika mereka
meninggalkannya, maka para malikat melindunginya dengan sayap-sayapnya. Dia juga
dapat melihat rumahnya disurga.Perkataannya”Dan selamatkanlah aku dari kaum yang
zalim” menurut Al-Kalaby, maksudnya penduduk Mesir. Menurut Muqatil, maksudnya
kaum Qibthi. Allah mengeluarkan rumahnya disurga, sehingga dia dapat melihatnya,
lalu rohnya dicabut. Menurut Al-Hasan dan Ibnu Kaisan, Allah menyelamatkannya
dengan keselamatan yang mulia dan mengangkatnya ke surga sambil makan dan
minum.

Disini terkandung dalil bahwa memohon perlindungan kepada Allah dan kembali
kepada-Nya, memohon keselamatan ketika mendapat cobaan dan bencana, merupakan
kebiasaan orang-orang shalih baik laki-laki maupun wanita, karakter orang-orang
yang beriman kepada akhirat, laki-laki dan wanita. Dari Abu Hurairah, bahwa
Fir’aun mengikat istrinya dengan empat tali dalam kedaan terlentang, lalu
meletakkan batu penggiling diatas dadanya, matanya dihadapkan kearah matahari.
Dia menengadahkan kepala ke arah langit seraya berkata:”Ya, Rabbi, bangunlah
untukku sebuah rumah disisi-Mu”

Firman-Nya”Dan, ingatlah Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya”
Maksud penyebutan Maryam ini, bahwa Allah mengimpunkan baginya kemuliaan dunia
dan akhirat, memilihnya diantara para wanita seluruh alam, padahal dia hidup
ditengah orang-orang kafir. Dia memelihara dirinya dari kekejian dan jauh dari
kaum lelaki. Tak seorang lelakipun pernah menyentuh, menikah, apalagi berzina
dengannya. “Dan dia membenarkan kalimat-kalimat Rabb-Nya dan kitab-kitab-Nya dan
dia termasuk orang-orang yang taat” artinya, dia membenarkan syariat-syariat
Allah yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya.

Dari Ibnu Abbas, dia berkata Rasulullah shalallau alaihi wassalam
bersabda:
“Sebaik-baik wanita penghuni surga ialah Khadijah binti Khuwailid,
Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim, istri
Fir’aun”
(ditakhrij Ahmad, Ath-Thabrany dan Al-Hakim)

Didalam Ash-Shahihain dan lainnya disebutkan dari hadits Abu Musa Al-Asy’ary
bahwa Nabi shalallau alaihi wassalam bersabda:
“Banyak laki-laki yang
sempurna dan tidak ada wanita yang sempurna kecuali Asiyah istri Fir’aun dan
Maryam binti Imran..”

Begitu mulianya derajat dan kedudukan kedua wanita tersebut yang dimana semua
itu adalah hasil dari ketaatan mereka terhadap syariat Rabb-Nya. Dengan membaca
kisah diatas dapat kita petik manfaatnya agar kita berlomba-lomba untuk menuju
ketaatan kepada-Nya dan berusaha meraih predikat wanita shalihah, dimana dia
adalah sebaik-baik perhiasan dunia dan tidak ada balasan bagi wanita shalihah
selain surga-Nya.Ya, Allah masukkanlah kami kedalam orang-orang yang taat dan
tunduk terhadap perintah-Mu. Amin.

Maraji:
1. Al-Qur’an dan As-Sunnah bicara Wanita, hal:212-214,Darul
Falah.

[baca selengkapnya...]

Aisyah, Keutamaannya dan Keluasan Ilmunya

July 27, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | 1 komentar

Beliau, Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq,atau juga biasa dipanggil dengan al-Shiddiqiyah yang dinisbatkan kepada al-Shiddiq yaitu orang tuanya sendiri Abu Bakar, kekasih Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.Seorang wanita mulia dan istimewa dimana sebagian dari ilmu agama kita ini diambil darinya.Begitu banyak keutamaan dan kemuliaan yang dimilikinya , semoga Allah meridhainya dan mengumpulkannya dengan kekasihnya yang paling dicintainya yaitu Nabi kita Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.

Semoga setelah membaca kisah ini hati kita akan tersentuh dan semakin menambah rasa cinta kita kepada istri-istri Beliau .Beberapa keutamaannya tidak dapat dihitung dengan jari sehingga hanya sebagian kecil yang dapat dipaparkan disini, diantarnya adalah sebagai berikut:

1.Kecintaan Rasulullah kepadanya melebihi kecintaannya kepada istri-istri beliau yang lainnya yang semuanya ada 9 orang. Pada suatu ketika Rasulullah ditanya, “Siapakah orang yang paling enkau cintai ?” maka beliau menjawab, “Aisyah” Hal ini didasarkan kepada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Amr bin ‘Ash, dimana dia datang kepada Nabi seraya bertanya,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling engkau cintai?” beliau menjawab,”Aisyah” kemudian Amr bin Ash bertanya, “”Siapakah orang lelaki yang paling engkau cintai?”beliau menjawab,”Bapaknya (Abu Bakar)”Dia bertanya, “Kemudian siapa lagi?” beliau menjawab,”Umar”, yakni Ibnu Al Khaththab, semoga Allah meredhai semuanya.

2.Malaikat menyampaikan salam untuknya bukan hanya sekali. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim darinya (Aisyah), dimana Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya Jibril telah mengucapkan salam untukmu”, maka aku menjawab,”Alaihis as-Salam”

3. Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan pembebasan dirinya dari tuduhan dusta sebanyak sepuluh ayat dalam surat An-Nuur, dimana didalamnya Aallah menjelaskan bahwa laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik, dan beliau tergolong wanita yang baik, membebaskan mereka dari tuduhan orang-orang yang menyebarkan tuduhan dusta itu, dan memberi kabar gembira bahwa bagi mereka surga, sebagaimana Aallah berfirman,..”dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) “ An-Nuur:26.

4.Pada saat Rasulullah sakit, beliau minta untuk tinggal dikamarnya (aisyah), sehingga dia dapat mengurusnya sampai Aallah memanggil ke hadirat-Nya (wafat). Karena itulah, maka Rasulullah meninggal dirumah Aaisyah, dimana beliau meninggal dalam pangkuan dan dekapannya. Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan darinya (Aisyah), dia berkata:” Allah mewafatkan Rasulullah dimana kepala beliau berada diantara paru-paruku dan bagian atas dadaku, sehingga air liur beliau bercampur dengan air liurku” Bagaimana hal itu bisa terjadi, Abdurrahman saudara laki-laki Aisyah masuk ke rumah mereka, dimana ketika itu dia membawa siwak (alat penggosok gigi), lalu Rasulullah melihatnya. Aisyah memahaminya bahwa beliau ingin bersiwak, dan dia mengambil siwak dari Abdurrahman dan melembutkannya, lalu Rasulullah bersiwak dengannya.setelah Rasulullah meninggal, maka siwak itu dipakai Aisyah. Inilah pengertian yang dimaksud dengan “air liur beliau bercampur dengan air liurku”

5. Berdasarkan sabda Rasulullah,”Keutamaan Aisyah ataas wanita yang lainnya bagaikan keutamaan tsarid(roti yang dibubuhkan dan dimasukkan kedalam kuah) atas makanan-makan yang lainnya”

Berkenaan dengan keluasan dan keunggulan ilmunya, tidak ada seorang ulamapun yang mengingkarinya.Banyak kesaksian dan pengakuan yang dikemukakan para ulama berkenaan dengan kredibilitas keilmuwan Aisyah. Hal ini menunjukkan betapa luas dan mumpuninya ilmu yang dimilikinya. Dibawah kesaksian empat pakar ilmu pengetahuan dari kalangan ulama terdahulu:

1. Kesaksian putra saudara perempuannya (keponakannya) Urwah bin Zubeir tentang kredibilitas dan keunggulan ilmu yang dimiliki oleh Aisyah, sebagaimana yang diriwayatkan putranya Hisyam,”Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pintar dalam ilmu fiqh (agama), kedokteran dan syair selain Aisyah.

2. Kesaksian Az-Zuhri yang juga berkenaan dengan kredibilitas dan keunggulan ilmu yang dimili Aisyah, seraya berkata,”seandainya diperbandingkan antara ilmu Aisyah denan ilmu seluruh istri Nabi dan ilmu seluruh wanita, niscaya ilmu Aisyah jauh lebih unggul.”

3. Kkesaksian Masruq berkenaan dengan ilmu yang dimiliki Aaisyah yang berkenaan dengan masalah faraidh, sebagaimana yang terungkap dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Darda darinya seraya berkata, “Aku melihat para syeikh dari kalangan sahabat Rasulullah bertanya kepada Aisyah tentang faraidh (ilmu waris)

4. Kesaksian Atha’ bin Rabah, dimana ketika Allah berfirman, maka Aisyah merupakan orang yang paling faham, paling mengetahui dan paling bagus pendapatnya dibandingkan dengan yang lainnya secara umum.

5. Kesaksian Zubeir bin Awwam, dimana dia berkata sebagaimana hal ini telah diriwayatkan putranya Urwah, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pintar tentang Al-Qur’an , hal-hal yang difardhukan, halal dan haram, syair, cerita Arab dan nasab (silsilah keturunaan) selain Aisyah.

Dengan mengemukakan lima kesakssian yang dipaparkan oleh para ulama besar dari kalangan sahabat dan tabi’in cukuplah sebagai bukti yang menunjukkan kredibilitas dan keunggulan ilmu yang dimiliki oleh Aisyah dibandingkan dengan ilmu yang dimiliki oleh para Sahabat Rasulullah dan para tabi’in lainnya.

Aisyah meninggal pada bulan Ramadhan yang agung tepat pada tanggal 17 Ramadhan, pada usia 66 tahun. Dan, dimakamkan di Al-Baqi’ kawasan pemakaman yang terletak di kota Madinah. Hal ini sesuai dengan wasiatnya, dimana beliau berwasiat agar dimakamkan di temnpat pemakaman istri-istri Rasulullah. Semoga Allah meridhainya .

Sumber:

Ilmu dan Ulama Pelita Kehidupan Dunia dan Akhirat, Pustaka Azzam.

[baca selengkapnya...]

Bergaul dengan Al Qur’an

July 27, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Sebagai seorang wanita muslimah yang telah Allah karuniakan hidayah maka sepatutnya menjaga hidayah itu agar terus tertanam kokoh dalam hati kita bahkan mungkin bertambah kuat.Semua itu memang tak lepas dari usaha dan do’a kita kepada-Nya agar kita tetap istiqomah di jalan-Nya sungguh jalan menuju kepada ketaatan bukanlah jalan yang mudah…akan ukhti temui onak dan duri perintang yang siap menerjang dan menusuk kita .Salah satu perisai yang akan menjaga agar hidayah yang kita peroleh itu tetap kokoh adalah dengan banyak membaca Al-Qur’an, memahami isinya,mentadaburinya,merenungkannya dan selanjutnya berusaha untuk mengamalkannya.

Ukhti muslimah…
Sungguh kekuatan cahaya Al-qur’an tidak disangsikan lagi ,..ia akan membawa pembacanya kepada keta’atan, ketenangan dan kedamaian.Allah Ta’ala telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya tidak akan tersesat didunia dan tidak akan celaka di akhirat nantinya,dengan berdasarkan firman-Nya:
“Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”(Thaha:123)

Kita hidup pada suatu zaman yang penuh dengan kemaksiatan setiap detiknya dimana mata kita melirik maka kita akan selalu dibenturkan dengan pemandangan yang membuat kita jauh dari Allah,jauh dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya.Akan ukhti rasakan betapa asingnya kita hidup didunia ini. Bila kita tidak kuat-kuat menjaga agama kita maka sungguh kita akan mudah tergelincir dan terperosok dalam kubangan dosa dan maksiat .
Hanya kepada-Nyalah kita meminta pertolongan…

Karena itulah kita harus banyak bergaul dengan Al-Qur’an menyibukkan diri kita dengannya. Mungkin ukhti sudah cukup sibuk dengan urusan dunia yang menyita banyak waktu ukhti,..pernahkah terbersit dalam fikiran kita untuk mempelajari kalamullah?karena sungguh mempelajarinya adalah sebaik-baik kesibukan. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam hadits Qudsi :
“Barangsiapa yang disibukkan Al-Qur’an dalam rangka berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku niscaya Aku akan berikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaan kalam Allah daripada seluruh kalam selain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.”(HR.Tirmidzi)

Sungguh suatu kesibukan yang sangat mulia dan perlu untuk ukhti muslimah ketahui bahwa keutamaan membaca Al-Qur’an sangat banyak sekali sebagaimana yang termaktub dalam beberapa hadits berikut ini:
“Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya”(HR.Muslim dari Abu Umamah)

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an:”Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana yang telah kamu lakukan didunia, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca”(HR.Abu Daud & Tirmidzi dengan mengatakan: hadits hasan shahih)

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR.Tirmidzi, hadits hasan shahih)

“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala”(Hadits mutatafaq Alaih).

Setelah ukhti muslimah menyimak beberapa hadits diatas tentunya akan bertambah semangat dalam membacanya.Suatu ganjaran yang sangat besar yang membuat hati kita tergiur untuk meraihnya bukan?…kita tidak akan bermalas-malasan lagi bahkan mungkin akan menjadi bacaan pavorit dan mengganti bacaan lain yang tidakbermutu seperti majalah-majalah artis/model yang sama sekali tidak mengajak pembacanya untuk taat dan takut kepada Allah bahkan menjerumuskan pembacanya kepada kemurkaan-Nya.

Semakin banyak kita bergaul dengan Al-Qur’an maka akan semakin bertambah keimanan kita yang dimana keimanan inilah yang akan membimbing kita kepada keta’atan sehingga sangat mudah bagi kita untuk istiqomah dalam mengamalkan syariat islam ini.Dengan istiqomahnya keimanan kita maka setiap saat kematian atau maut datang menghampiri kita maka hati kita tidak akan khawatir ataupun takut karena yakin akan datangnya pertolongan Allah ,karena sungguh untuk mati dalam keadaan islam bukanlah perkara yang mudah bila kita tidak mempersiapkannya dari sekarang coba ukhti simak firman Allah ta’ala yang memerintahkan kita untuk mati hanya dalam keadaan islam:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam” (Ali –Imraan ayat:102) …lalu kapan lagi kita akan siap..masihkah hati kita terus terlena dengan kemaksiatan dan kesibukan lain yang menjauhkan diri kita dari Al-Qur’an dengan alasan masih mudanya usia kita ,..sedangkan dengan mata kepala kita sendiri kita saksikan berapa banyak orang yang mati diusia muda???!!

Maraji:
1.Al-Qur’anul Karim
2. Jati diri wanita muslimah, hal:97-99, Pustaka Al-Kautsar
3. Risalah Ramadhan,hal:51-55,Darul Haq

[baca selengkapnya...]

Beberapa Sebab yang Dapat Melunakkan Hati Anda

July 27, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

1. Takut akan datangnya kematian secara tiba-tiba
sebelum taubat.
2. Takut tidak dapat menunaikan hak-hak Allah secara
sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti akan dimintai
pertanggungjawabannya.
3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan
berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syetan.
4. Takut memandang remeh
atas banyaknya nikmat Allah kepada diri Anda.
5. Takut akan balasan siksa
yang segera di dunia, karena maksiat yang Anda lakukkan.
6. Takut
terbongkarnya aib, akibat perbuatan buruk yang Anda lakukan.
7. Takut
mengakhiri hidup dengan su’ul khatimah.
8. Takut menghadapi sakaratul maut
dan sakitnya sakaratul maut.
9. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Mungkar
dan Nakir di alam kubur.
10. Takut akan azab dan kedahsyatan di alam
kubur.
11. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa
kecil.
12. Takut melewati titian shirath yang tajam. Sesungguhnya titian
shirath itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.
13. Takut
menghadapi siksa yang sangat pedih.
14. Takut dijauhkan dari jannah, tempat
kenikmatan yang abadi.
15. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.
16.
Anda harus mengetahui dosa dan aib Anda.
17. Ma’rifah Anda kepada Allah yang
Anda rasakan siang dan malam sedang Anda tidak bersyukur.
18. Takut tidak
diterima amalan dan ucapan Anda.
19. Takut bahwa Allah tidak akan menolong
dan membiarkan Anda sendiri.
20. Kekhawatiran Anda menjadi orang yang
tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada saat mizan ditegakkan.
21.
Hendaknya anda menyerahkan urusan diri Anda, anak-anak Anda, keluarga, suami,
dan harta Anda kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan janganlah bersandar dalam
memperbaiki urusan ini kecuali hanya kepada Allah.
22. Sembunyikanlah
amal-amal Anda dari sifat riya’ ke dalam hati Anda, seringkali sifat riya’ itu
memasuki hati Anda sedang Anda tidak merasakannya. Hasan al-Bashri Rahimahullah
pernah berkata, ”Berbicaralah wahai engkau diri, dengan ucapan orang shalih yang
qona’ah lagi ibadah. Sedang engkau mengerjakan amalan orang fasik dan riya’.
Demi Allah, ini bukan sifat orang yang mukhlish.
23. Jika Anda ingin sampai
pada derajat ikhlas, maka hendaknya akhlakmu seperti akhlak seorang bayi yang
tidak peduli orang yang memujinya dan mencacinya.
24. Hendaknya Anda memiliki
sifat cemburu ketika larangan Allah dilecehkan.
25. Ketahuilah bahwa amal
shalih namun dengan sedikit dosa lebih disukai Allah dari pada amal shalih yang
banyak namun diiringi dengan dosa yang banyak pula.
26. Ingatlah setiap Anda
sakit bahwa Anda telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan
menemui Allah dengan amalmu yang buruk.
27. Hendaknya ketakutan Anda kepada
Allah menjadi jalanmu menuju Allah selama Anda sehat.
28. Setiap Anda
mendengar kematian seseorang, maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat.
Dan jika Anda menyaksikan jenazah, maka bayangkanlah bahwa Anda yang sedang
dihasung.
29. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin
rizki kita sedang hatinya tidak tentram kecuali dengan adanya sesuatu yang ia
kumpulkan. Dan menyatakan bahwa sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia,
sedang kita mengumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikitpun, dan
mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati.
30.
Lihatlah dunia dengan pandangan i’tibar (penuh mengambil pelajaran) bukan dengan
pandangan mahabbah (rasa cinta) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.
31.
Ingatlah bahwa Anda sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. Lantas apakah
Anda sanggup menghadapi panasnya api neraka jahannam?
32. Diantara akhlak
sesama mukminah adalah menasihati sesama mukminah.
33. Jika Anda melihat
orang yang lebih besar dari Anda maka muliakanlah ia dan katakanlah, ”Anda telah
mendahului saya dalam Islam dan amal shalih, maka dia jauh lebih baik di sisi
Allah.” Sedangkan jika melihat orang yang lebih muda usianya, maka katakanlah
kepadanya, ”Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih sedikit dosanya
dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.”


Diketik ulang dari: 500 Nashihah lil Mar’ah Muslimah, Fathi Majdi
As-Sayyid. Edisi Indonesia: Nasehat kepada para Muslimah. Penerjemah: Muzaidi
Hasbullah, Lc., dkk. Penerbit: Pustaka Arafah, Solo. Cet. I: April 2001/Muharram
1422 H, hal.96-100

[baca selengkapnya...]

Beberapa Aibmu

July 27, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

1. Anda khawatir terhadap mudharat dari orang yang tidak memilikinya serta berharap sesuatu manfaat dari orang yang tidak punya kemampuan untuk itu.

2. Anda tidak iltizam dengan kebenaran dan ketaatan, bahkan Anda terbiasa dengan kebatilan dan kemaksiatan.

3. Juga sikap lalai, menunda-nunda pekerjaan dan selalu berangan-angan dan menjauhkan akal.

4. Anda selalu sibuk melihat aib orang lain dan lupa aib diri sendiri.

5. Anda sibuk memperbaiki yang hal-hal yang zhahir agar orang lain senang, namun melupakan yang tersembunyi yang dengannya Allah murka kepadamu.

6. Anda sudah tidak merasakan lezatnya ketaatan, bahkan bergembira dengan kemaksiatan.

7. Anda bangga dengan kemegahan dunia sehingga meremehkan wanita muslimah lainnya.

8. Juga membuang-buang waktu dengan banyak bicara karena ketidak-sadaranmu bahwa tidak ada satupun kalimat yang keluar dari mulutmu kecuali Allah pasti mencatatnya.

9. Sedikitnya keyakinanmu bahwa dunia bukanlah kediaman abadi dan akhirat tempat yang kekal.

10. Anda merasa baik jika mengerjakan sesuatu perbuatan, namun jika orang lain yang melakukannya anda anggap jelek.

11. Banyak berbuat dosa & aib, sedikit istighfar dan sedikit bertaubat.

12. Anda memandang remeh pendapat orang lain dan bangga dengan pendapat sendiri.

13. Bergelimang dengan dosa dan kesalahan, dan hanya berharap rahmat Allah dan ampunan-Nya.

14. Anda selalu melihat bahwa hanya diri Anda baik sedang lainnya jelek.

15. Kurang bersandar kepada Allah jika tertimpa musibah.

16. Cepat merasa lesu ketika memulai ketaatan.

17. Karena sedikitnya ilmu, anda tidak sadar bahwa taufik yang Anda peroleh itu semata-mata dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

18. Senang tampil walaupun merasa ikhlash.

19. Mencari kesenangan orang lain meskipun harus dengan jalan berbuat maksiat kepada Allah.

20. Angkuh, bermegah-megahan dengan kehidupan dunia, melupakan akhirat dan sedikit melakukan kebaikan untuknya.

21. Anda melakukan permusuhan dengan landasan hawa nafsu, bukan karena Allah.

22. Tidak mengamalkan ilmu yang Anda miliki, dan merasa bangga dengan ilmu tersebut.

23. Anda senang mengetahui rahasia orang lain kemudian menyebarkan rahasia tersebut.

24. Tertipu dengan pujian dusta dan benci dengan celaan yang benar.

25. Anda mengetahui kekurangan dan kebodohan diri sendiri, tetapi tidak segera memperbaikinya.

—-
Diketik ulang dari: 500 Nashihah lil Mar’ah Muslimah, Fathi Majdi As-Sayyid. Edisi Indonesia: Nasehat kepada para Muslimah. Penerjemah: Muzaidi Hasbullah, Lc., dkk. Penerbit: Pustaka Arafah, Solo. Cet. I: April 2001/Muharram 1422 H, hal.58-60

[baca selengkapnya...]

Arsip