Arsip selama bulan July, 2003

Keluhan Selama Kehamilan dan Cara Mengatasinya

July 26, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Sesak
Nafas

Janin yang semakin besar akan menekan diafragma.Ukhti akan merasakan sesak nafas saat bicara.

Mengatasinya:

Istirahatlah, bungkukkan badan,bersandarlah pada kursi atau bantal.Bila belum berkurang rasa sesak nafasnya konsultasikan ke dokter.

Pusing dan Tidak Stabil

Karena tekanan darah kita lebih rendah selama hamil, maka terkadang kita cepat merasa pusing.

Mengatasinya:

Jangan berdiri terlalu lama.Duduk dan letakkan kepala diantara lutut (tundukkan kepala). Bangkit perlahan-lahan dari duduk atau tidur.

Keram

Otot kaki kejang dan terasa sakit.Terutama banyak terjadi di malam hari, bila kaki ditegangkan dengan jari-jari kebawah.

Mengatasinya:

Urut dan usap bagian yang sakit.Jalan sebentar agar sirkulasi darah lancar.Minum kalsium atau vitamin D

Banyak Berkeringat

Peredaran darah dikulit meningkat.Berkeringat bila mengeluarkan sedikit tenaga terasa panas dan berkeringat pada malam hari.

Mengatasinya:

Kenakan pakaian yang sejuk dari bahan katun dan banyaklah minum.

Jari Bengkak dan Kaku

Bengkak bila cuaca panas dan kaku bila cuaca dingin .Bila ukhti mengenakan cincin terkadang kita akan merasakan bahwa cincin menjadi sempit.

Mengatasinya:

Istirahat dan naikkan kaki. Luruskan kaki dan angkat lengan keatas kepala.Jika perlu periksakan ke dokter

Pembuluh Darah Membesar

Kaki terasa sakit dan bengkak.Terjadi pada akhir kehamilan atau berat badan berlebihan.

Mengatasinya:

Naikkan kaki keatas, ganjal dengan bantal.Selipkan juga bantal di bawah punggung.

Tips-tips diatas semoga dapat membantu ukhti dalam meringankan keluhan selama kehamilan. Dan,.hanya Allah subhanahu ta’ala tempat kita memohon pertolongan agar Dia selalu memudahkan segala urusan kita.

[baca selengkapnya...]

Ketika Sakit Merupakan Nikmat dan Anugerah

July 26, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Pernah sakit?
Apa yang Anda rasakan?
Senang, gembira, sedih, jengkel, atau…?
 
Tahukah temen-teman, bahwa sakit yang menimpa kita, penderitaan yang kita alami, kesempitan yang kita rasakan, kesulitan yang menggelisahkan, … ; merupakan kenikmatan dan anugerah yang diberikan Allah kepada kita?
Yang kenikmatan ini tidak diberikan kepada setiap orang dan setiap saat….
Bagaimana mungkin? Nggak masuk akal ya?
Jangan keburu percaya, jangan tergesa-gesa mempercayai sesuatu sebelum Anda memperoleh penjelasan mengenai hal tersebut!
Simak dulu tulisan berikut:
 
Ketika sakit menghampiri kita, ada dua hal yang mesti kita ingat:
1. Bahwa sakit yang kita alami ini datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala ”Tiada sesuatupun bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu bergembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi menyombongkan diri.” (Al-Hadid:22-23)

2. Bahwa sakit itu baik bagi kita.
Di balik sakit yang kita alami, terdapat hikmah dan faidah yang besar, yang itu baik dan bermanfaat untuk kita. Tentunya apabila ketika sakit itu datang kita hadapi dengan kesabaran. Diantara hikmah dan faidahnya adalah:
 
a. Diampuni dosa dan kesalahan
”Setiap musibah yang menimpa mukmin, baik berupa wabah, rasa lelah, penyakit, rasa sedih, sampai kekalutan hati, pasti Allah menjadikannya pengampun dosa-dosanya.” (HR. Bukhari-Muslim)
 
”Tidaklah seorang Muslim ditimpa gangguan berupa penyakit dan lain-linnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.” (Bukhari-Muslim)
 
b. Ditinggikan derajatnya
”Tidaklah seorang mukmin tertusuk duri atau yang lebih kecil dari duri, melainkan ditetapkan baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan.” (Diriwayatkan Muslim)
 
Dari Aisyah, dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):
”Tidaklah seorang Mukmin itu tertimpa penyakit encok sedikit pun, melainkan Allah menghapus darinya satu kesalahan, ditetapkan baginya satu kebaikan dan ditinggalkan baginya satu derajat.” (Ditakrij Ath-Thabrani dan Al-Hakim. Isnadnya Jayyid)
 
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):
”Sesungguhnya seseorang benar-benar memiliki kedudukan di sisi Allah, namun tidak ada satu amal yang bisa menghantarkannya ke sana. Maka Allah senantiasa mencobanya dengan sesuatu yang tidak disukainya, sehingga dia bisa sampai ke kedudukan itu.” (Ditakhrij Abu Ya’la, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim; Menurut Syaikh Al-Albany: hadits hasan)
 
c. Pembuka jalan ke Surga
”Allah Subhanahu berfirman: ‘Hai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridhaan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridhai pahala bagimu selain surga.”’ (Ditakhrij Ibnu Majah; Menurut Syaikh Al-Albany: hadits hasan)
Wahai Saudaraku, bukankah sakit merupakan bagian dari musibah?
 
d. Keselamatan dari api neraka
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa beliau menjenguk seseorang yang sedang sakit demam, yang disertai Abu Hurairah. lalu beliau bersabda (yang artinya):
 ”Bergembiralah, karena Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Inilah neraka-Ku. Aku menganjurkannya menimpa hamba-Ku yang mukmin di dunia, agar dia jauh dari neraka pada hari akhirat.” (Ditakhrij Ahmad, Ibnu Majah, dan AL-Hakim. Menurut Syaikh Albani: isnadnya shahih)
 
e. Menjadikan kita ingat kepada Allah dan kembali kepada-Nya
Biasanya ketika seseorang dalam keadaan sehat wal afiat, suka tenggelam dalam kenikmatan dan syahwat. Menyibukkan diri dalam urusan dunia dan melalikan Allah, yang tidak jarang terjerumus dalam kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika Allah mencobanya dengan sakit atau musibah lain, dia akan ingat kepada Allah, bertobat, dan kembali memenuhi hak-hak Allah yang telah dia tinggalkan.
 
Dari Abdurrahman bin Sa’id, dari bapaknya, dia berkata, ”Aku bersama Salman menjenguk orang yang sedang sakit di Kandah. Tatkala Salman memasuki tempat tinggalnya, dia berkata, ”Bergembiralah, karena sakitnya orang mukmin itu akan dijadikan Allah sebagai penebus dosanya dan penyebab kewaspadaannya. Sedangkan sakitnya orang fajir itu laksana keledai yang diikat pemiliknya, kemudian dia melepaskannya kembali, namun keledai itu tidak tahu mengapa ia diikat dan mengapa ia dilepas.”
 
Maksudnya, penyakit itu merupakan penebus dosa bagi orang mukmin dan penyebab taubat dan kesadarannya dari kelalaian. Berbeda dengan orang-orang fajir, yang tetap durhaka, tidak terpengaruh oelah penyakitnya dan tidak mua kembali kepada Rabb-nya. Dia tidak tahu kalau penyakit itu menimpa dirinya, agar dia sadar dari kelalaian dan agar kembali kepada kebenaran. Ibaratnya seekor keledai yang dipegang dan diikat, kemudian dilepas kembali, namun ia tidak tahu mengapa ia diikat lalu dilepas lagi.
 
f. Mengingatkan kepada nikmat yang telah diberikan Allah
Sakit dapat mengingatkan kita terhadap nikmat yang telah Allah berikan ketika kita dalam keadaan sehat, dengan demikian kita semakin bersyukur kepada Allah. Seorang penyair berkata: ”Seseorang tidak mengenal tanda-tanda sehat selagi dia belum tertimpa sakit.”
 
g. Mengingatkan keadaan orang-orang yang sakit
Allah menimpakan sakit kepada kita agar kita mengingat saudara-saudara kita yang sedang sakit, yang selama ini mereka kita lalaikan, sehingga kita kembali sadar dan terketuk hati kita untuk memenuhi hak-hak sauadara kita yang sedang sakit tersebut, seperti: mengunjunginya, membantu keperluannya, meringankan musibahnya, menghiburnya, membantukan mencarikan obat, mendoakannya, dll.
 
h. Mensucikan hati dari berbagai penyakit
Keadaan yang sehat bisa mengundang seseorang untuk bersikap sombong, bangga dan taajub kepada diri sendiri, sebab dalam keadaan seperti itu dia bebeas berbuat apa saja. Namun ketika sakit dataang menjenguknya, penderitaan menimpa dirinya, maka jiwanya bisa melunak, sifat-sifat sombong, takabur, dengki, membanggakan diri; dapat menjadi hilang sehingga akhirnya ia tunduk dan pasrah kepada Allah serta tekun beribadah kepada-Nya.
 
i. Menjadikan kita sabar
Abdul Malik bin Abjar berkata: ”Setiap orang pasti mendapat cobaan afiat, untuk dilihat apakah dia bersyukur, atau mendapat bencana untuk dilihat apakah dia bersabar.”
 
Wahai Saudaraku!
Bukankah faidah dan hikmah yang kita dapatkan ketika sakit sangat besar? Bukankah itu merupakan kenikmatan dan anugerah? Tidakkah engkau ingin mendapatkannya?
Karena itu, Bersabarlah!
Engkau memperoleh kesempatan memperoleh janji-janji tersebut di atas….jangan sia-siakan kesempatan emas tersebut!
 
Semakin berat penderitaan, semaikin pahala dilipatkan
Sahabat Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu berkata: Saya menjenguk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sedangkan beliau sedang menahan sakit karena demam, saya berkata: ”Wahai Rasulullah, sungguh engkau kelihatan sedang menahan rasa sakit yang berat?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: ”Benar, sesungguhnya saya sedang menahan sakit sebagaimana dua orang di antara kalian.”
Abdullah berkata: Saya berkata: ”Hal itu karena engkau mendapatkan dua pahala.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: ”Benar”, kemudian beliau melanjutkan:
”Tidak ada seorang muslim tertimpa musibah baik itu sakit atau lainnya kecuali Allah menghapus kesalahan-kesalahnnya sebagaimana pohon menjatuhkan daunnya.” (HR. Bukhari-Muslim)
 
Hadits di atas memberikan penjelasan kepada kita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menetapkan bahwa apabila penyakit bertambah berat maka pahalanya dilipatgandakan dan pelipatgandaan ini terus meningkat sampai terhapusnya kesalahan-kesalahan semuanya. Dengan kata lain beliau berkata: Beratnya penyakit mengangkat derajat, menghapuskan kejelekan-kejelekan tanpa tersisa.
 
Apabila kita memahami hal ini, yaitu rasa sakit atau musibah lainnya dapat menghapus dosa kita dan mengangkat derajat kita; maka hendaklah kita bersabar dan ridho terhadap hal tersebut agar kita mendapatkan apa yang dijanjikan Allah terhadap orang yang bersabar:
”Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran:146)
”Sesungguhnya hanya kepada orang-orang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)
”Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan): ‘Keselamatan atas kesabaranmu.’ Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (ar-Raad: 23-24)
 
Apakah ini bukan suatu kemuliaan? Bukankah ini merupakan derajat yang tinggi?
Tidakkah kita menginginkan sakit yang kita alami menjadi suatu kenikmatan dan anugerah yang besar?
Jangan biarkan semua janji-janji tersebut…hilang begitu saja….
Jangan biarkan…kesempatan sudah ada di depan mata, namun kita tak sanggup meraihnya….
Klo hal ini terjadi pada kita… Innalillahi wa inna ilaihi raji’un….
tak ada kata lain yang pantas..selain: Saya mendapat musibah besar karena tidak mampu memanfaatkan kesempatan emas dengan adanya musibah yang ada pada saya…
 
Jika kamu tidak mengetahui maka itu adalah musibah, jika kamu mengetahuinya maka musibahnya lebih besar lagi….
Jika kamu tidak tahu bahwa di balik sakit ada kenikmatan yang besar, ada janji-janji Allah yang menggiurkan…itu adalah suatu musibah;
Jika kamu mengetahui hal ini (keutamaan-keutamaan sakit jika bersabar) namun luput dari memperoleh janji-janji Allah ini …, maka ini adalah musibah yang sangat besar.
 
”Sungguh unik perkara orang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah baik. Jika ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur dan jika ia mendapat ujian ia bersabar, maka (hal itu) merupakan kebaikan baginya.” (HR.Muslim)
 
Semoga bermanfaat, Allahu A’lam.
 
Sumber Utama:
 -Tuhfatul Maridh, Abdullah bin Ali Al-Ju’aitsin, Edisi Indonesia: Hiburan bagi Orang yang Sakit, Penerjemah: Kathur Suhardi. Penerbit: Putaka Al-Kautsar, Jakarta.
Sumber Pendukung:
 -Tasliyatu Ahlil Masha’ib, Muhammad bin Muhammad Al-Manjabi Al-Hambali. Edisi Indonesia: Hiburan Bagi Orang yang Tertimpa Musibah. Penerjemah: Abu Umar Basyir. Penerbit: Darul Haq, Jakarta
 -Tuhfatun Nisaa’, Abu Maryam Majdi Fathi As-Sayyid. Edisi Indonesia: Bingkisan Istimewa bagi Muslimah. Penerjemah: Izzudin Karimi, Lc. Penerbit: Darul Haq, Jakarta
 -Catatan-catatan pribadi, dan sumber-sumber yang tidak terikat

[baca selengkapnya...]

ALlah Tidak Memberi Pahala dan Menyiksa Hanya Karena Kecantikan Belaka

July 26, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Hal yang perlu diketahui adalah hanya sekedar cantik bukanlah alasan ALlah memberi pahala atau menimpakan dosa.
Kalaulah sekiranya kecantikan merupakan salah satu sebab derajatnya diangkat oleh ALlah dan menambah pahalanya, tentulah Nabi Yusuf Ash-Shiddiq lebih utama daripada nabi-nabi lainnya karena ketampanan beliau.
 
Berikut ini adalah nukilan dari salah satu bab dari kitab Kasyful Githaa’`An Hukmi Samaa’il Ghinaa’.
 
Taqwa namun tidak memiliki kecantikan lahiriah. 
 
Jika engkau tanyakan: “Darimanakah wajah itu dapat menyerap kecantikan dan keburukan amal perbuatan?”
Jawabnya: ”Jika engkau tidak memiliki firasat ahli iman maka silahkan tadabburi firman ALlah SWT berikut ini:
“Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka.” (Al-Fath:29)
 
Datanglah seorang laki-laki menemui Utsman, beliau berkata kepadanya: “Datang menemui kalian seorang laki-laki yang dari dari matanya terpancar perbuatan zina.”
Ia berkata: “Wahai amirul mukminin, adakah wahyu turun setelah wafatnya Rasulullah SAW?”
Beliau menjawab: “Tidak, namun apabila seorang bani adam melakukan suatu amalan maka ALlah akan memakaikannya pakaian amalan tersebut.” (Tafsir Al-Qurthubi (VI/3660))
 
Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rizki dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya. Sesungguhnya amal kejahatan itu akan menggelapkan hati, menyuramkan wajah, melemahkan badan, mengurangkan rizki dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepadanya.” (Tafsir Ibnu Katsir (IV/204)).
 
Rahasia ini tersimpan dalam hati di alam dunia ini. Dan akan tampak pada raut muka yang dapat dilihat oleh orang yang memiliki firasat yang tajam. Pada hari kiamat nanti semuanya akan tampak nyata yang dapat dilihat oleh setiap orang dengan mata kepala mereka. ALlah berfirman:
”Pada hari yang diwaktu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram.” (Ali Imran: 106)
 
Dalam ayat lain ALlah berfirman:
“Dan pada hari Kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap ALlah, mukanya menjadi hitam.” (Az-Zumar:60)
 
ALlah juga berfirman:
“Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan banyak(pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.” (‘Abasa:38-42)
 
Dalam hadits Rasulullah saw bersabda :
“Rombongan pertama yang masuk syurga wajah mereka bagaikan bulan purnama. Rombongan berikutnya bagaikan bintang dilangit yang paling terang cahanyanya.”(HR. Al-Bukhori, Muslim, At-Tirmidzi)
 
Hadits-hadits yang senada dengan ini sangat banyak sekali, yaitu tentang keadaan wajah ahli sa’adah (orang yang berbahagia) yang cantik, anggun, elok, dan berseri-seri, serta keadaan wajah ahli syaqawah (orang-orang yang celaka) yang jelek, muram, awut-awutan. Tanda yang paling menonjol tampak pada wajah adalah kejujuran dan kebohongan. Seorang pembohong akan tampak kusan wajahnya menurut kadar kebohongannya. Sementara orang jujur akan tampak putih berseri wajahnya menurut kadar kejujurannya.
 
Ini adalah perkara yang dapat dirasakan oleh setiap orang yang hidup hatinya. Sebab cahaya dan kegelapan, kebaikan dan kejahatan di dalam hati ini seringkali terbias pada wajah dan mata. Kedua anggota tubuh ini (wajah dan mata) banyak sekali terkait dengan aktifitas hati.
 
Perhatikan Firman ALlah Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan anda-tandanya.” (Muhammad:30)
 
Dan ini ketetapan dari ALlah yang berlaku tanpa syarat. Maksudnya terbiasnya rahasia hati seseorang melalui lisannya lebih tampak daripada melalui wajahnya. Akan tetapi lambat laun akan tampak pada wajah secara tersembunyi yang diperlihatkan oleh ALlah kemudian semakin lama semakin menguat sehingga menjadi karakter yang terbersit pada wajah.
 
 ——————————————————————————————-
 diambil dari kitab Kasyful Githaa’`An Hukmi Samaa’il Ghinaa’, karangan Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauzi
 ——————————————————————————————-
 
 ** Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi motivasi bagi ana untuk memperbaiki diri.

[baca selengkapnya...]

Ayam Goreng

July 14, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Ingin
masak ayam goreng lain dari yang lain? Mengapa tidak dicoba resep yang satu
ini,…ayam goreng yang renyah berbumbu kari sedap disantap selagi
hangat..selamat mencoba
..

Bahan:< ?xml:namespace prefix = o ns =
'urn:schemas-microsoft-com:office:office' />

  • 1 kg ayam potong menjadi 8 bagian
  • 3 sdm air jeruk nipis
  • 1/2 sdt kunyit bubuk
  • 2 sdm bumbu kari bubuk siap pakai
  • 3 sdm bawang putih yg telah dihaluskan
    (diulek)
  • 2 sdm jahe yang telah dihaluskan
  • garam secukupnya
  • minyak untuk menggoreng

Bahan pemanir:

  • 3/4 cangkir tepung beras
  • 2 sdm bumbu kari bubuk siap pakai

Cara membuat:

1. Tiriskan ayam dari airnya, buat bumbu perendamnya.Aduk
jadi satu dalam wadah besar air jeruk nipis, bumbu kari bubuk, bawang putih,
jahe,kunyit dan garam.

2. Masukkan potongan ayam kedalam bumbu perendam, aduk rata.
Pastikan benar bumbu tersebut menyatu dengan potongan daging ayam. Biarkan
selama 2 jam dalam lemari es (bila ukhti ingin menggorengnya keesokan harinya,
maka rasanya akan benar-benar meresap )

3.Aduk rata bahan pemanir , masukkan satu persatu potongan
ayam.

4. Panaskan minyak (pastikan minyak benar-benar panas),
goreng ayam dalam minyak yang banyak , angkat setelah berwarna kuning keemasan.
Sajikan segera.

Kiriman
ummuraihanah@hotmail.com

[baca selengkapnya...]

Ayam Panggang Bumbu Kuning

July 14, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Bahan :< ?xml:namespace prefix = o ns =
'urn:schemas-microsoft-com:office:office' />

  • 1 ekor ayam utuh belah dua
  • 500 cc santan kental
  • 3 lbr daun jeruk purut
  • 1 btg serai memarkan
  • 1 sdm air asam
  • 1 bh cengkeh
  • 2 bh kapulaga memarkan
  • 3 sdm minyak goreng untuk
    menumis

Bumbu dihaluskan :

  • 3 sdt ketumbar
  • 1 sdt merica
  • ½ sdt jintan
  • ¼ sdt pala
  • 2 sdt jahe
  • 2 sdt kunyit
  • ½ sdt lengkuas cincang
  • 5 bh kemiri sangrai
  • 4 bh bawang putih
  • 8 bh bawang merah
  • 1 sdm garam

Cara membuat :

· tumis bumbu
halus, dan semua bahan hingga harum, masukkan air asam dan ayam, aduk hingga
ayam kaku

· tuangi santan,
masak hingga ayam lunak dan kuah mengental, angkat

· panggang ayam
sambil diolesi sisa bumbu

Kiriman ummuabdullah@hotmail.com

[baca selengkapnya...]

Kebiasaan Sehat yang Menyenangkan

July 14, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Tubuh yang sehat adalah idaman semua orang, siapa yang
nggak ingin memiliki badan sehat dan selalu fit???Semua pasti mau
< ?xml:namespace prefix = st1 ns = 'urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags'
/>kan??!Ternyata dari
kebiasaan-kebiasaan yang sering kita lakukan berikut ini bisa  membuat kita tampak lebih segar, lebih
menyenangkan dan lebih bersemangat.< ?xml:namespace prefix = o ns =
'urn:schemas-microsoft-com:office:office' />

1.Makan Untuk Kesejahteraan

Makan produk pertanian berwarna hijau. Dapatkan paling
sedikit 4 porsi sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, kale, pea. Sayuran
ini kaya lutein yang berkhasiat menjaga kesehatan penglihatan dan mencegah
penyakit mata yang disebut “macular degeneration”.

Minum susu setiap hari. Pilihlah susu skim atau semi skim
atau minum yogurt rendah lemak secara teratur. Susu atau produk susu rendah
lemak mempunyai kandungan Ca sebanyak susu full-fat tapi tanpa kalori
ekstra.

Makan buah-buahan dan sayuran berwarna cerah seperti paprika
merah, cabai merah, bayam, wortel yang kaya  dengan antioksidan pembasmi
kanker.

Ingat! Selalu sarapan pagi, riset menunjukkan sarapan pagi
dapat meningkatkan konsentrasi dan mencegah energi merosot di pertengahan pagi.
Cobalah dengan bubur yang rendah kalori dan mempertahankan
energi.

2.Lakukan Aktivitas Fisik

Bangun otot anda. Otot membantu mambakar lemak tubuh
sekalipun saat kita sedang istirahat. Kita kehilangan sekitar 2 ons otot setelah
usia 30 tahun. Untuk membangun otot cobalah olahraga dengan mengangkat kaleng
berisi bahan makanan di dapur.

Tetapkan tujuan jangka pendek yang mudah. Hal ini akan
membuat anda  lebih termotivasi
untuk melakukannya. Usahakan jalan kai cepat 15 menit sehari.

Aktif selama 30 menit setiap hari. Akan lebih baik jika
anda mendorong diri anda sampai pada batasnya di gym sekali atau 2 kali
seminggu. Lakukan apa saja, mulai dari menaiki tangga, jalan kaki ke pasar/toko
dan lakukan pekerjaan rumah tangga.

3.Tenang dan Berpikir Positif

Terus belajar. Sama seperti kita menjaga tubuh kita tetap
muda dengan olahraga, kita juga bisa memperlambat proses penuaan otak dengan
menggunakannya lebih banyak membaca atau berkebun.

Rapikan rumah dan singkirkan tumpukan barang yang sudah tidak
digunakan keluarga kita lagi. Mulai dari baju sampai mainan anak.

Bersikaplah fleksibel. Pikiran kaku hanya menyebabkan stres
jika ternyata kita tidak bisa mendapatkan yang kita inginkan dan kemungkinan
akan kehilangan peluang yang lain.

4.Tidur malam yang baik.

Pertahankan keteraturan, tidur dan bangun pada jam yang sama
untuk  mendapatkan jam tubuh yang
teratur.

Makan yang tepat. Minum segelas susu atau makan sebuah pisang
sesaat sebelum tidur akan membantu kita cepat tertidur.           
Tidur dengan lampu dimatikan.

Jangan pergi tidur dalam keadaan marah karena kita akan
merasa terlalu gelisah untuk bisa tertidur.

5.Rawat dan Jaga Tubuh Kita

Jaga berat badan kita, kelebihan berat badan 20 % dapat
meningkatkan risiko kanker sampai 50%.

Makan buah dan sayuran mentah. Proses masak merusak
sebagian  nutrient pembasmi kanker.
Salah satu cara terbaik perlindungan kanker adalah beli juicer  dan buat jus  segar beberapa  kali seminggu.

Cari teman baru atau luangkan waktu  bersama keluarga. Rasa kesepian dapat
menurunkan sistem imun (kekebalan tubuh). Tidak mengungkapkan emosi dan
kurang  antusias dalam hidup juga
membuat kita rentan jatuh sakit.

Kurangi garam. Terlalu banyak garam dapat meningkatkan
tekanan darah. Kurangi konsumsi makanan olahan dan jangan menambahkan garam
ketika di meja makan.

OK akhwat fillah nggak ada salahnya
kan di coba, semoga bermanfaat dan
selamat mencoba.

[baca selengkapnya...]

Arsip