Arsip selama bulan July, 2003

Bau Mulut

July 14, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Kadang kita nggak menyadari bahwa ketika kita asyik bercerita
lawan bicara kita terlihat megap-megap menahan napas sambil menoleh ke arah
lain. Kenapa demikian??Rupanya mulut kita mengeluarkan aroma yang tidak sedap
sehingga mengganggu lawan bicara kita, kalo udah begini nggak ada jalan lain
selain berburu cairan-cairan pencuci mulut yang mengandung alkohol dan zat rasa.
Tapiii…apakah langkah ini udah efisien???? < ?xml:namespace prefix = o ns =
'urn:schemas-microsoft-com:office:office' />

BAU mulut sejak dulu bukan hanya menjadi masalah kesehatan
gigi dan mulut, tetapi juga merupakan masalah sosial, halitolisis telah
menghantui manusia sepanjang masa. Memang, banyak hal yang bisa jadi
penyebabnya, tetapi yang utama adalah masalah di dalam mulut. Seorang pengajar
kedokteran gigi di Boston University Henry Goldman School of Dentistry dalam the
Female Body. Richard H. Price.D.M.D, mengatakan bahwa mulut adalah salah satu
bagian tubuh yang paling kotor.

Mengatasi bau mulut tergantung dari penyebabnya, 80 hingga
90% dari kasus bau mulut disebabkan oleh sesuatu di dalam mulut kita yang
seringkali dikarenakan oleh mulut yang kotor. Penyebabnya bisa aja akibat gigi
kita yang bermasalah seperti gigi berlubang dan lain-lain. < ?xml:namespace
prefix = st1 ns = 'urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags'
/>Ada juga yang disebabkan oleh
kondisi tenggorokan atau saluran pernapasan yang kurang baik. Masalah lain yang
bisa jadi sumber bau mulut adalah beberapa penyakit atau kelainan di bagian
tubuh lainnya. Penderita kencing manis misalnya, mengeluarkan bau aseton melalui
mulut atau pernapasannya. . Juga demam yang diakibatkan oleh infeksi karena suhu
tubuh yang tinggi akan menurunkan produksi air liur. Penggunaan beberapa jenis
obat-obatan, seperti obat penurun tekanan darah, antidepresi, dan antihistamin
juga mengakibatkan terjadinya bau mulut. Selain itu, gangguan metabolisme dan
gangguan fungsi beberapa organ tubuh bisa membuat bau mulut tak sedap.

Beberapa makanan dan minuman juga bisa menyebabkan bau mulut.
Orang yang menyukai pete, jengkol, durian, nangka, dan cempedak tentunya
mengetahui efek yang ditimbulkan beberapa saat setelah memakan makanan di atas.
Demikian pula halnya dengan bawang-bawangan. Selain itu, minuman beralkohol dan
rokok juga menyebabkan bau mulut karena sifat bahan-bahan di dalamnya yang
menyebabkan mulut kering. Pada orang-orang tertentu, kacang-kacangan menyebabkan
munculnya bau amis karena kelainan dalam metabolisme protein. Makanan yang
mengandung gula, susu, dan kopi juga menyebabkan bau mulut, karena zat-zat
tersebut akan terurai menjadi zat yang asam dan berbau oleh bakteri dalam mulut
Pada dasarnya, apa yang baik bagi gigi dan gusi pastilah baik pula untuk mulut
kita. Kalo kita memperbaiki cara membersihan mulut dan terus menerus memantau
semua kejadian dalam mulut, mudah-mudahan kita dapat menyingkirkan bau busuk dan
sariawan selamanya. Nggak enak kan
ketika kita sedang ngobrol ternyata mulut kita mnegeluarkan bau khas yang kurang
sedap, kalo udah begini siapa yang mau deket, nyamuk pun pasti enggan
(wahh….gawat). Nah berikut ada langkah-langkah yang bisa dicoba untuk memerangai
yang namanya halitolisis alias bau mulut.

- Bersihkan mulut

Menggosok gigi bila dikerjakan dengan benar dapat membuang
bakteri yang paling berperan dalam semua masalah mulut dan gigi. Menyikat gigi
yang benar adalah: memegang sikat dengan gagang dalam telapak tangan, sementara
jempol diluruskan untuk bertindak sebagi penahan. Pelan-pelan, gosokkan sikat
gigi dengan gerakan ke depan ke belakang pendek-pendek (tiga gigi saja sekali
sikat). Kemudian dengan memutar pergelangan sedikit, sapukan sikat gigi ke
bagian samping gigi untuk membersihkan kotoran dan bakteri dari garis gusi.
Sikat lidah. Banyak dokter gigi percaya bahwa kita harus menyikat lidah . Lidah
dihuni oleh bakteri yang dapat menyebabkan napas berbau. Dan ingat sikatlah gigi
paling sedikit dua kali sehari, waktu yang terbaik untuk menyikat gigi adalah
pagi hari setelah sarapan dan malam hari menjelang tidur.

- Berkumur

Selain dengan sikat gigi, pembersihan mulut dapat dilakukan
dengan cara berkumur-kumur di antara kedua waktu menyikat gigi. Tidak peduli apa
pun yang baru kita makan, apabila kita tidak dapat langsung menggosok gigi, cara
terbaik adalah mencari wastafel kemudian berkumur. Berkumur akan membuang
sebagian besar sisa makanan dan melarutkan asam-asam yang terbentuk oleh
partikel-partikel makanan. Banyak produk larutan kumur yang beredar di pasaran
dan pada umumnya mampu menurunkan jumlah bakteri dalam mulut. Tetapi, penggunaan
obat kumur secara rutin tidak dianjurkan karena hal ini justru akan mengganggu
keseimbangan flora dalam mulut.

- Minum air

Selain dengan menjaga kebersihan mulut, pencegahan bau mulut
dapat dilakukan dengan minum air paling sedikit delapan gelas sehari. Mulut yang
kering dapat juga menjadi sumber bau yang tidak sedap. Mengonsumsi makanan
berserat juga banyak manfaatnya, karena proses mengunyah makanan berserat akan
merangsang produksi air liur dan mempunyai efek self-cleansing pada mulut, oleh
karena itu sering-seringlah memakan seledri, wortel, kacang-kacangan ataupun
keju.

- Lupakan bawang

Hindari bawang putih dan merah. Dua bahan ini mungkin rasanya
lezat , tetapi mereka akan bersirkulasi di tubuh kita selama 24 jam setelahnya.
Serang plak. Mulut kita mungkin merupakan surga untuk plak, suatu lapisan tipis
yan lunak dan jernih yang merupakan tempat perkembangbiakan yang sangat dicintai
oleh bakteri . Menyikat gigi tiga sampai
lima kali setiap hari atau
setidaknya setelah sarapan pagi dan sebelum tidur, akan membantu gusi kita tetap
merah dan bau napas kita menyenangkan.

- Makan apel

Renyah dan banyak serat, akan membantu membawa plak dari
gigi. Apel juga memberikan pernapasan yang lebih menarik yang tidak dapat
diberikan oleh bawang. Menyikat juga sangat baik untuk gusi. Tetapi bila
dilakukan terlalu keras dan berlebihan dapat melukainya. Lembutlah saat
menyikatnya. Satu hal lagi, sebaiknya hindari makanan yang lengket pada gigi,
sebab, kata para pakar, makanan yang lengket dapat membuat gigi cepat lapuk.
Biskuit, es krim, roti, sereal, adalah makanan yang yang paling mudah lengket
untuk waktu lama. Tentu saja menggosok gigi setiap habis makan adalah cara
terbaik. Tetapi, bila Anda tidak dapat segera menggosok gigi, paling baik adalah
menghindari makanan yang mungkin lengket.

Kalau semua usaha pencegahan telah dilakukan, tetapi bau
mulut tidak sedap masih ada, pemeriksaan oleh dokter gigi mungkin akan membantu
mengatasinya. Gigi berlubang atau kelainan lain dalam mulut juga berperan dalam
menciptakan bau mulut. So tunggu apa lagi?Bau mulut? NO
WAY
. (Salam cayank buat akhwat ss, jazakunnallah
khoiron katsiiro)

 

                   
 

[baca selengkapnya...]

Ijazah Hadits Imam Al-Albany

July 14, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Syaikh Al-Albany memiliki ijazah hadits dari ‘Allamah
Syaikh Muhammad Raghib at-Tabbagh
yang kepadanya beliau mempelajari ilmu
hadits, dan mendapatkan hak untuk menyampaikan hadits darinya. Syaikh
Al-Albany
menjelaskan tentang ijazah beliau ini pada kitab Mukhtasar
al-‘Uluw
(hal 72) dan Tahdzir as-Sajid (hal 63). Beliau memiliki
ijazah tingkat lanjut dari Syaikh Bahjatul Baytar (dimana isnad dari
Syaikh terhubung ke Imam Ahmad). Keterangan tersebut ada dalam buku
Hayah al-Albany (biografi Al-Albany) karangan Muhammad
Asy-Syaibani. Ijazah ini hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar ahli
dalam hadits dan dapat dipercaya untuk membawakan hadits secara teliti. Ijazah
serupa juga dimiliki murid Syaikh Al-Albany, yaitu Syaikh Ali Hasan
Al-Halabi
. Jadi, adalah tidak benar jika dikatakan bahwa Syaikh hanya
belajar dari buku, tanpa ada wewenang dan tanpa ijazah.

Dalam pembahasan ini, saya pikir tidak mengapa untuk memberikan
sedikit gambaran tentang kehidupan dan pekerjaan Syaikh Al-Albany agar
kita lebih yakin perihal kedudukan beliau dalam bidang ilmu hadits, semisal
penghormatan dari ulama-ulama lain yang ditunjukan kepada beliau. Mungkin satu
atau dua penjelasan pendek belumlah mencukupi, meski begitu, saya berharap
informasi ini cukup menarik dan dapat memberi semangat kepada para pembaca:

  1. Syaikh Al-Albany dilahirkan pada taun 1914 M di Asykodera,
    ibukota pertama Albania.

  2. Syaikhnya yang pertama adalah ayahnya, Al-Hajj Nuh An-Najjati, yang
    telah menyelesaikan belajar Syari’ah di Istanbul dan kembali ke Albania
    sebagai seorang ulama Hanafiyah. Di bawah bimbingan ayahnya, Syaikh
    Al-Albany
    belajar Quran, tajwid dan bahasa Arab, dan juga fiqh Hanafiyah.

  3. Beliau belajar fiqh hanafiyah lebih lanjut dan bahasa Arab dari Syaikh
    Sa’id al-Burhan.

  4. Beliau mengikuti pelajaran dari Imam Abdul Fattah dan Syaikh
    Taufiq Al-Barzah

  5. Syaikh Al-Albany bertemu dengan ulama hadits zaman ini, Syaikh
    Ahmad Syakir
    , dan beliau ikut berpartisipasi dalam diskusi dan penelitian
    mengenai hadits.

  6. Beliau bertemu dengan ulama hadits India, Syaikh Abdus Shamad
    Syarafuddin
    , yang telah menjelaskan hadits dari jilid pertama kitab
    Sunan al-Kubra karya An-Nasai, seperti halnya karya Al-Mizzi
    yang monumental
    , Tuhfat al-Asyraf, yang selanjutnya mereka berdua
    saling berkirim surat tentang ilmu. Dalam salah satu surat, Syaikh Abdus
    Shamad
    menunjukkan keyakinan beliau bahwa Syaikh Al-Albany adalah
    ulama hadits terbesar saat ini.

  7. Sebagai pengakuan terhadap keilmuannya mengenai hadits, pada tahun 1955
    Syaikh Al-Albany ditugaskan di Fakultas Syariah Universitas Damaskus
    untuk menganalisa dan meneliti secara terperinci mengenai hadits-hadits jual
    beli dan yang berhubungan dengan transaksi bisnis lain.
  8. Syaikh Al-Albany memulai pekerjaannya secara resmi pada bidang hadits
    dengan men-transkrip karya monumental Al-Hafidz al-Iraqy, yaitu
    Al-Mughni ‘an Hamlil-Ashfar -sebuah studi tentang beragam hadits- dan
    riwayat-riwayat pada karya terkenal Al-Ghazali, Ihya’ Ulumudin.
    Pekerjaan ini sendiri mencakup lebih dari 5000 hadits.

  9. Syaikh selalu mengunjungi perpustakaan Dhahiriyyah di Damaskus,
    sehingga kemudian beliau diberi kunci perpustakaan, karena beliau sering
    berada di sana dan belajar dalam waktu yang lama. Suatu hari, selembar kertas
    hilang dari manuskrip yang digunakan Syaikh Al-Albany. Kejadian ini
    menjadikan beliau mencurahkan seluruh perhatiannya untuk membuat katalog
    seluruh manuskrip hadits di perpustakaan agar folio yang hilang tersebut bisa
    ditemukan. Karenanya, beliau mendapatkan banyak ilmu dari 1000 manuskrip
    hadits, sesuatu yang telah dibuktikan beberapa tahun kemudian oleh Dr.
    Muhammad Mustafa A’dhami
    pada pendahuluan “Studi Literatur Hadits Awal”,
    dimana beliau mengatakan, “Saya mengucapkan terimakasih kepada Syaikh
    Nashiruddin Al-Albany
    , yang telah menempatkan keluasan ilmunya pada
    manuskrip-manuskrip langka dalam tugas akhir saya”.

  10. Syaikh Al-Albany kadang-kadang terlihat keadaannya yang amat miskin
    selama hidupnya. Beliau mengatakan sering mengambil sobekan-sobekan kertas
    dari jalan –biasanya berupa kartu undangan pernikahan-, yang kemudian
    digunakan untuk menulis haditsnya. Seringkali, dia membeli potongan-potongan
    kertas dari tempat pembuangan dan membawanya ke rumah untuk dipakai.

  11. Beliau senantiasa berkorespondensi dengan banyak ulama, terutama yang
    berasal dari India dan Pakistan, mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan
    hadits dan agama pada umumnya, termasuk dengan Syaikh Muhammad Zamzami
    dari Maroko dan ‘UbaiduLlah Rahman, pengarang Mirqah al-Mafatih
    Syarh Musykilah al-Mashabih.

  12. Keahliannya dalam bidang hadits diakui oleh banyak ulama yang berkompeten,
    baik masa lalu maupun sekarang, termasuk Dr. Amin Al-Mishri, kepala
    Studi Islam di Universitas Madinah yang juga termasuk salah satu murid
    Syaikh Al-Albany, juga Dr. Syubhi Ash-Shalah, mantan kepala
    bidang Ilmu Hadits di Universitas Damaskus, Dr. Ahmad Al-Asal, kepala
    Studi Islam di Universitas Riyadh, ulama hadits Pakistan sekarang, ‘Allamah
    Badi’uddien Syah As-Sindi
    ; Syaikh Muhammad Thayyib Awkij, mantan
    kepala Ilmu Tasfir dan Hadits dari Universitas Ankara di Turki; belum lagi
    pengakuan dari Syaikh Ibn Baaz, Ibnul ‘Utsaimin, Muqbil bin Hadi, dan
    banyak lagi yang lain pada masa berikutnya.

  13. Setelah sejumlah hasil karyanya dicetak, selama tiga tahun Syaikh terpilih
    untuk mengajar hadits di Universitas Islam Madinah, sejak tahun 1381 H sampai
    1383 H, dimana beliau juga bertugas sebagai anggota dewan pengurus universitas
    (setelah itu beliau kembali ke tempat studi pertamanya dan mengkhidmatkan
    dirinya pada perpustakaan Adh-Dhahiriyyah). Kecintaan beliau pada
    Universitas Madinah dibuktikan dengan mewariskan seluruh koleksi perpustakaan
    pribadinya ke Universitas.

  14. Beliau mengajar dua kali sepekan di Damaskus, yang dihadiri oleh banyak
    mahasiswa dan dosen universitas. Di sini, Syaikh menyelesaikan pengajarannya
    pada karya klasik dan modern (edited):

    1. Fath al-Majid, karya Abdur Rahman bin Hushain Alu Syaikh
    2. Raudhah an-Nadiyyah
    3. karya Siddiq Hasan Khan

    4. Minhaj al-Islamiyah
    5. karya Muhammad As’ad

    6. Ushul al-Fiqh
    7. , karya al-Khallal

    8. Mustholah at-Tarikh
    9. , karya Asad Rustum

    10. Al-Halal wa al-Haram
    11. karya Yusuf Qardhawi

    12. Fiqh as-Sunnah
    13. karya Sayyid Sabiq

    14. Ba’its al-Hadits
    15. karya Ahmad Syakir

    16. At-Taghib wa at-Tarhib
    17. karya Al-Hafidz Al-Mundziri

    18. Riyadh ash-Shalihin
    19. karya Imam An-Nawawi

    20. Al-Imam fi Ahadits al-Ahkam
    21. , karya Ibnu Daqiqil ‘Ied

  15. Setelah menganalisa hadits-hadits pada kitab Shahih Ibnu Khuzaimah,
    seorang ulama hadits India, Muhammad Musthofa A’dhami (kepala Ilmu
    Hadits di Makkah), memilih Syaikh Al-Albany untuk memeriksa dan
    mengoreksi kembali analisanya, dan pekerjaan tersebut telah diterbitkan empat
    jilid, lengkap dengan ta’liq (catatan, red) dari keduanya. Ini adalah tazkiyah
    dari ulama yang lain atas keilmuan hadits Syaikh Al-Albany.

  16. Pada edisi dari himpunan hadits terkenal, Misykah al-Mashabih,
    penerbit Maktabah Islamy meminta Syaikh Al-Albany untuk
    memeriksa pekerjaan mereka sebelum diterbitkan. Pihak penerbit telah menulis
    pada bagian pendahuluan, ”Kami meminta kepada ulama hadits, Syaikh Muhammad
    Nashiruddin Al-Albany
    , untuk membantu kami dalam memeriksa Misykat
    dan bertanggung jawab untuk memberi tambahan hadits-hadits yang diperlukan dan
    meneliti serta memeriksa kembali sumber-sumber dan keasliannya pada
    tempat-tempat yang diperlukan, dan membetulkan kesalahan-kesalahan…”

  17. Hasil karya Syaikh yang telah dicetak, terutama pada bidang hadits dan
    ilmu perangkatnya (seperti ilmu Mustholah Hadits, Jarh wa Ta’dil, Rijalul
    Hadits, edit.)
    berjumlah sekitar 112 buku. Tujuh belas diantaranya
    sebanyak 45 jilid. Beliau meninggalkan manuskrip minimal tujuh puluh karangan.

  18. Telah terekam suatu kejadian (dan kejadian ini terdapat pada dua kaset –
    murid-murid beliau sering merekam pelajaran beliau), bahwa seorang laki-laki
    telah mengunjungi Syaikh Al-Albany di rumahnya di Yordania dan
    menyatakan bahwa dirinya adalah seorang Nabi! Bagaimana reaksi kita ketika
    berada pada situasi ini? Syaikh Al-Albany meminta lelaki itu duduk dan
    mendiskusikan pernyataannya tersebut dalam waktu yang lama (seperti yang saya
    katakana: ada pada dua kaset), sehingga pada akhirnya, si tamu tersebut
    bertaubat dari klaimnya itu dan semua yang hadir, termasuk Syaikh turut
    menangis. Pada kenyataannya, sudah berapa sering terdengar Syaikh
    Al-Albany
    menangis ketika berbicara mengenai Allah, Rasul-Nya, dan
    muamalah antar Muslim?

  19. Pada kejadian yang lain, beliau dikunjungi tiga orang yang kesemuanya
    menuduh Syaikh Al-Albany kafir. Ketika waktu sholat tiba, mereka
    menolak untuk bermakmum kepada Syaikh, karena tidak mungkin bagi seorang kafir
    menjadi imam sholat. Syaikh menerima hal ini, dan mengatakan bahwa menurut
    pandangannya, ketiga orang ini adalah Muslim, sehingga salah satu dari mereka
    berhak menjadi imam sholat. Tak lama kemudian, mereka bertiga berdebat lama
    sekali mengenai perbedaan di antara mereka sendiri, dan ketika waktu sholat
    berikutnya telah tiba, ketiga laki-laki ini mendesak untuk ikut sholat di
    belakang Syaikh Al-Albany !

  20. Selama hidupnya, Syaikh telah meneliti dan men-ta’liq lebih dari 30.000
    silsilah perawi hadits (isnaad) pada hadits-hadits yang tidak terhitung
    jumlahnya, dan menghabiskan waktu enam puluh tahun untuk belajar buku-buku
    hadits, sehingga buku-buku tersebut menjadi sahabat sekaligus berhubungan
    dengan ulama-ulamanya (pengarang kitab-kitab Sunnah tersebut, pent) (wbmstr
    Jilbab Online)

sumber: www.troid.org
Penerjemah: Webmaster
Jilbab Online (2003)
Muroja’ah: Abu
Hudzaifah


[baca selengkapnya...]

Aturan tentang Jilbab di Indonesia

July 14, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | 1 komentar

Nomor : 1928/D/C/2002 Jakarta, 12 September 2002
Lampiran : -
Perihal : Pas photo berjilbab/berkerudung

Kepada Yth:
- Rektor Univ/Institut Negeri
- Ketua Sekolah Tinggi Negeri
- Direktur Politeknik Negeri
- Koodinator Kopertis Wilayah I s/d XII
Seluruh Indonesia

Sejalan dengan aspirasi yang berkembang di masyarakat dalam era reformasi ini dan mengingat selalu timbulnya permasalahan pas photo berjilbab/berkerudung yang tidak diperbolehkan dalam melengkapi persyaratan penerimaan mahasiswa baru atau hal-hal yang berkenaan dengan dokumen resmi bagi seorang mahasiswa pada perguruan tinggi, dipandang perlu mempertegas beberapa kebijakan baru yang berkenaan dengan hal tersebut sebagai berikut:

  1. Para mahasiswi diperbolehkan menggunakan pas photo dirinya yang berjilbab/berkerudung untuk kelengkapan administrasi akademik antara lain:
    a. Ijazah
    b. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
    c. Penerimaan mahasiswa baru
    d. Dan lain-lain yang berkenaan dengan administrasi akademik
  2. Kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi dengan para mahasiswi yang tidak berjilbab/berkerudung. Oleh karena itu dimohon agar dalam semua kegiatan tri dharma perguruan tinggi, harus memberikan perlakuan yang sama baik yang berjilbab/berkerudung maupun tidak berjilbab/berkerudung sesuai dengan semangat demokrasi.
  3. Apabila di kemudian hari, untuk sesuatu keperluan tertentu disyaratkan pas foto yang tidak memakai kerudung/jilbab dan/atau pas foto yang harus kelihatan telinganya, maka Perguruan Tinggi dimana mahasiswi tersebut menyelesaikan kuliahnya tidak dapat mengganti dokumen dan/atau memberi keterangan lain yang berhubungan dengan jati diri yang bersangkutan, karena kesulitan memastikannya.

Dengan dikeluarkan surat edaran ini, maka Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No.1128/D/O/84 tanggal 28 Agustus 1984 dan surat Dirjen Dikti No.4277/D/T/91 tanggal 1 Oktober 1999 serta No.3206/D/T/94 tanggal 20 Juni 1994 mengenai pas photo yang berjilbab, dinyatakan tidak berlaku lagi.

Demikian untuk diketahui dan atas perhatian saudara kami ucapkan terima kasih.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi

Satryo Soemantri Brodjonegoro
NIP.130889802

Tembusan:
1. Bapak Mendiknas (sebagai laporan);
2. Irjen Depdiknas
3. Sesjen Depdiknas
4. Direktur PAK Ditjen Dikti
5. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia
6. Ketua Umum Takmir Masjid Fatimatuzzahra

[baca selengkapnya...]

Sepuluh Wasiat Untuk Istri

July 14, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Istri memegang peranan yang sangat
penting dalam istana keluarganya. Maka ia dituntut untuk memahami peranan
tersebut lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan berkeluarga. Berikut ada
beberapa wasiat untuk mereka yang berhasrat menjadi istri yang mendambakan
keluarga bahagia. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.

1.Takwa
kepada Allah dan menjauhi maksiat

Bila engkau
ingin  kesengsaraan bersarang di
rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah. Sesungguhnya kemaksiatan
menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan engkau
goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah.

Wahai hamba
Allah……..jagalah Allah maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu.
Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan
kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya.

Karena itulah,
salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari
suaminya, ia berkata:”Aku mohon ampun kepada Allah….itu terjadi karena perbuatan
tanganku (kesalahanku)….”Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat
maksiat, khususnya:

-Meninggalkan
shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara yang tidak
benar.

-Duduk di majlis
ghibah dan namimah, berbuat riya dan sum’ah.

-Menjelekkan dan
mengejek orang lain. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang briman janganlah
suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang
diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang menolok-olokkan) dan janganlah
wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain  (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang
diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan”(QS. Al
Hujurat: 11).

-Keluar menuju
pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram.
Rasulullah bersabda:”Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya
dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya”(HR.
Muslim).

-Mendidik anak
dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pambantu
dan pendidik-pendidik yang kafir.

-Meniru
wanita-wanita kafir. Rasulullah bersabda:”Siapa yang menyerupai suatu kaum maka
ia termasuk golongan mereka”(HR. Imam Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan
Al-Albany).

-Membiarkan
suami dalam kemaksiatannya.

-Tabarruj (pamer
kecantikan) dan sufur (membuka wajah).

-Membiarkan
sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan yang
mendesak.

2.Berupaya mengenal dan memahami suami

Hendaknya engkau
berupaya memahami suamimu. Apa –apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan
apa-apa yang ia benci, berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak
dalam perkara maksiat kepada Allah karena tidak ada ketaatan kepada makhluk  dalam bermaksiat kepada Al-Khalik (Allah
‘Azza Wajalla).

3.
Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik.

Sesungguhnya hak
suami atas istrinya itu besar. Rasulullah bersabda:”Seandainya aku boleh
memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri
untuk sujud kepada suaminya”(HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh
Al-Albany).

Hak suami yang
pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada       
Allah dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya.
Rasulullah bersabda:”Dua golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya,
yaitu budak yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka
kepada suaminya hingga ia kembali”(HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh
Al-Albany).

Ketahuilah,
engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah, jika engkau bertakwa kepada
Allah dan taat kepada suamimu. Dengan ketaatanmu pada suami dan baiknya
pergaulanmu terhadapnya, engkau akan menjdai sebaik-baik wanita (dengan izin
Allah).

4.Bersikap qanaah
(merasa cukup
)

Kami meninginkan wanita muslimah ridha dengan
apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak.

Maka janganlah
ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu.
Renungkanlah wahai saudariku muslimah, adabnya wanita salaf radhiallahu
‘anhunna…Salah seorang dari mereka bila suaminya hendak keluar rumah ia
mewasiatkan satu wasiat kepadanya. Apakah itu??? Ia berkata pada
suaminya:”Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari penghasilan yang haram, karena
kami bisa bersabar dari rasa lapar namun kami tidak bisa bersabar dari api
neraka…”

5. Baik
dalam mengatur urusan rumah tangga, seperti mendidik anak-anak dan tidak
menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik
dan menyiapkan makan pada waktunya.

Termasuk
pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada tempatnya
(dengan baik), maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat
kecantikan.

6.Baik
dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya, khususnya dengan ibu
suami sebagai orang yang paling dekat dengannya.

Wajib bagimu
untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat,
bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama
tidak bermaksiat kepada Allah semampumu.

7.Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka
cita dan kesedihannya.

Jika engkau
ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan
kesedihannya. Renungkanlah wahai saudariku kedudukan Ummul Mukminin, Khadijah
radhiallahu ‘anha, dalam hati Rasulullah walaupun ia telah meninggal dunia..
Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi sepanjang hidup beliau, kenangan
bersama Khadijah tidak terkikis oleh panjangnya masa. Bahkan terus mengenangnya
dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, 
kesulitan dan musibah yang dihadapi. Seorangpun tidak akan lupa
perkataannya yang masyur  sehingga
menjadikan Rasulullah merasakan ketenangan setelah terguncang dan merasa bahagia
setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali pertama:” Demi Allah, Allah
tidak akan menghinakanmu selamanya. Karena sungguh engkau menyambung
silaturahmi, menaggung orang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak  punya dan engkau menolong setiap upaya
menegakkan kebenaran”.(HR. Mutafaq alaihi, Bukhary dan Muslim).

8.Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya
dan tidak melupakan keutamaannya.

Wahai istri yang
mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan dengan senyuman manis di
wajahmu yang menimbulkan  kesan di
hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam
pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang
dapat menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan
kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan keutamaan
dan kebaikannya kepadamu.

9.Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya
(aibnya).

Istri adalah
tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu
kekhususannya. Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk
dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi.
Saudariku, simpanlah 
rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan
kecuali karena maslahat yang syar’I seperti mengadukan perbuatan dhalim kepada
Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

10.Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari
kesalahan.

Termasuk
kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan
sebagian  wanita yang dikenalnya
kepada suaminya. Padahal Rasulullah telah melarang hal itu dalam
sabdanya:”Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan
wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya”(HR. Bukhary
dalam An-Nikah).

Adapted from :
Rumah tangga tanpa problema, Syaikh Mazin Bin Abdul Karim Al- Farih.

“Untuk para
istri yang berhasrat menjadi penyejuk hati dan mata suaminya. Semoga Allah
memeliharamu dalam naungan kasih sayang dan rahmatNya. Amin.”

< ?xml:namespace
prefix = o ns = 'urn:schemas-microsoft-com:office:office'
/> 

 

  

 

 

[baca selengkapnya...]

Pengaruh Ilmu Syar’i dalam Kehidupan Seorang Ibu (I)

July 12, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Ilmu syar’i atau ilmu agama merupakan ilmu yang wajib dipelajari  oleh setiap muslim dan muslimah.Agar nantinya selamat dunia dan akhirat. Tetapi ironisnya sekarang mempelajari ilmu syar’i hanyalah menjadi kebutuhan sekunder saja yaitu sebagai hiburan manakala hati sedang gundah dan gulana.Ukhti,..bisa tanya pada salah seorang ibu dimana dia menyekolahkan anaknya,..maka dengan bangga ibu ini akan menjawab bahwa ia menyekolahkan anaknya di sekolah favorit anu…untuk urusan agama nanti belakangan saja,..yang penting dapat gelar dulu baru setelah itu ditambah dengan ilmu agama seakan-akan ilmu syar’i itu hanyalah pelengkap saja….sangat menyedihkan sekali…setiap ibu berlomba-lomba menyekolahkan anaknya disekolah ternama walaupun biayanya melangit mereka tak perduli ..karena gelar dan pangkat adalah nomor satu maka jadilah menuntut  ilmu syar’i sesuatu
hal yang diremehkan,..padahal ilmu syar’i itulah yang nantinya akan
menyelamatkannya dari api neraka…

Sungguh ukhti muslimah ilmu syar’i itu sangat penting sekali untuk dipelajari..karena ialah cahaya dalam kegelapan nantinya.Bila ukhti sudah menikah maka ilmu inilah yang akan membantu ukhti untuk memecahkan segala problema dalam rumah tangga ukhti..terutama bila telah dikaruniai seorang anak maka ilmu syar’i ibarat air minum yang sangat kita butuhkan ketika kita merasa dahaga.Dalam tulisan kali ini saya akan memaparkan pengaruh ilmu syar’i dalam kehidupan seorang ibu yang saya kutip dari buku kecil yang berjudul “Pesan Untuk Muslimah Bagi Penuntut Ilmu Syar’i”:

Ibu,..wahai aziizati adalah sekolah (tempat pendidikan) yang pertama dan paling utama.Dalam sebuah syair dikatakan:

Ibu adalah sekolahan,jika kalian mempersiapkannya,

Kalian telah mempersiapkan generasi yang harum keringatnya

Ibu juga pendidik dan sebagai teladan yang kepadanyalah mata anak kecil pertama kali terbuka.Kalian lihat, ibulah yang pertama kali bermain, menimang, bercanda dan berbicara semenjak hari-hari pertama, itu semua dalam usaha mendidiknya.

Anak kecil pada masa ini sangat memiliki ketergantungan, keteladanan dan sifat meniru yang luar biasa kepada ibunya.Anak kecil dimasa besarnya tidak akan memiliki sifat kecuali sebagaimana apa yang telah ia dapatkan pada masa ini. Dalam sebait syair :

“Generasi muda kita akan terbentuk sesuai dengan apa yang dipersembahkan oleh kedua orangtuanya”

Kita sering mendapati keluhan para ibu mengenai kesulitan mereka dalam mengarahkan anak-anak mereka kearah kebaikan pada usia-usia agak besar.Maaf, jika kami mengatakan kepada mereka,”kamu yang salah wahai ukhti, karena dahan yang bengkok itu tidak bisa kita luruskan kecuali ketika masih hijau dan basah.Adapun jika sudah keras sesungguhnya meluruskannya akan mengakibatkan kepatahan”.

Seorang anak, jika tidak terbiasa dengan ibadah dan kebiasaan yang baik semenjak kecilnya, sangat sulit untuk melaksanakannya jika sudah besar.

Dalam sebuah syair:

Adab akan bermanfaat bagi anak-anak dimasa kecil,

Dan tidak bermanfaat bagi mereka setelah itu.

Disinilah mulai muncul permasalahan ibu untuk membiasakan anaknya dengan hal-hal yang dia kehendaki, karena sudah muncul keengganan mereka.Jika kalian ingin menghindari kesulitan pada masa-masa ini wahai ukhti, mari kita bahas pengaruh ilmu syar’i dalam pendidikan ibu kepada anak-anaknya yang insya Allah dengan izin-Nya akan menghindarkan kalian dari kesulitan-kesulitan itu.Para shahabiyat radhiyallahu anhunna mereka memiliki gairah yang besar untuk menuntut ilmu, dibalik itu mereka memahami bagaimana mendidik anak-anak mereka diatas pondasi ilmu syar’i.

Inilah seorang shahabiyah mulia, Ummu salim binti Mulhan Radhiyallahu anha mengerti bagaimana memilihkan sekolah yang tepat untuk anaknya yang masih kecil,Anas bin Malik yang berusia 10 tahun, dalam riwayat lain lebih kecil dari itu. Maka ketika Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berhijrah keMadinah dia dibawa anaknya dengan tangannya sendiri dan dibawanya ke sekolah rabbaniyyah pertama yang ada didunia.Dan, hanya disanalah ada ilmu syar’i, pendidikan yang hakiki.Maka Anas bin Malik yang berusia 10 tahun itu berkhidmat kepada Rasulullah dan belajar darinya hingga dia memiliki kedudukan yang agung diantara sahabat yang lain.  (Asadul Ghabah fi’ma’rifatis shahabah, biografi Anas bin Masli, jilid 1)

Sungguh sangat bertolak belakang wahai ukhti muslimah antara ibu-ibu pada masa itu dengan ibu-ibu pada masa sekarang.Dimana sebagian ibu-ibu pada zaman ini mempunyai keinginan yang keras untuk memasukkan anak-anaknya disekolah-sekolah tertentu yang tidak lain untuk suatu kebanggan dan kesombongan dengan sekolah-sekolah tertentu itu(sekolah favorit).Atau menghendaki anaknya belajar di sekolah yang didalamnya diajari musik, tarian atau bahasa asing yang menjadi kebanggaan mereka yang semuanya akan mendatangkan kehancuran dan penyimpangan kecuali yang mendapatkan rahmat Rabbku.

Apakah ibu semacam ini mampu menanggung beban tanggung jawab yang dia pasti akan dimintai pertanggungjawabannya??.Rasulullah shalallahu alaihiwassalam bersabda:

“Dan wanita adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya” (HR.Bukhari dan Muslim)

Wahai ibu yang mulia,..

Sungguh diantara pengaruh ilmu syar’i terpenting adalah dengan tidak membiasakan anak-anak untuk menonton televisi.Karena dia merupakan sarana perusak, bukan sarana pembangun.Sesungguhnya anak-anak hanya akan mengambil hal-hal yang negatif dari sana.

(bersambung)

dikutip dari:

Pesan Untuk Muslimah Bagi Penuntut Ilmu Syar’i,Ummu Hasan,Pustaka Amanah,Solo, (dengan beberapa perubahan).

 

 

   

 

 

[baca selengkapnya...]

Menjadi Pendidik Sejati

July 12, 2003. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Anak
merupakan anugerah sekaligus amanah bagi kedua orang tuanya. Islam telah
menuntunkan kepada setiap orang tua untuk bertanggung jawab atas amanah
tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:
“Masing-masing kalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian (akan) ditanya
tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘alaih).

Meskipun
tanggung jawab mendidik anak bukan hanya monopoli kaum ibu, namun tidak dapat
dipungkiri bahwa ibu memegang peranan yang sangat strategis dalam membimbing,
mendidik dan memberikan keteladanan bagi putra-putrinya. Ibu yang shalihah
merupakan madrasah terbaik yang dapat mempersiapkan generasi yang shalih,
tokoh-tokoh masa depan yang tangguh, lurus aqidahnya, serta mulia akhlaknya.
Berusaha memberikan pendidikan terbaik sejak dini bagi anak-anak adalah suatu
kewajiban. Lantas, dari mana kita harus memulainya?

1.Menanamkan
tauhid Tauhid merupakan manhaj para Nabi. Dengan landasan tauhid inilah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berhasil mentarbiyah para sahabatnya,
mengentaskan mereka dari kebodohan dan kemusyrikan menjadi generasi terbaik yang
menorehkan tinta emas bagi sejarah kejayaan kaum muslimin.  Apabila kita berhasil menanamkan tauhid
pada setiap dada putra-putri kita, berarti kita telah mempersiapkan sebuah
bangunan dengan fondasi yang kokoh dan kuat. < ?xml:namespace prefix = o ns =
'urn:schemas-microsoft-com:office:office' />

 2. Mendidik anak-anak untuk mencintai
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda yang artinya: “Didiklah anak-anakmu tiga perkara: Mencintai Nabimu,
mencintai ahli baitnya, dan membaca Al-Qur’an.” (HR. Thabrany dari Ali bin Abi
Thalib radhiyallahu ‘anhu)

3.
Memberikan keteladanan

Teladan
yang baik merupakan landasan yang fundamental dalam membentuk kepribadian anak,
baik dalam segi agama maupun akhlak. Anak tidak melihat kecuali orang-orang di
sekitarnya pula. Anak tidak melihat kecuali orang-orang di sekitarnya. Dan
seseorang yang paling dekat dengan mereka adalah ibunya. Jika ibu senantiasa
memperlihatkan akhlak terpuji, insya Allah anak pun akan tumbuh dengan memiliki
akhlak tersebut.

4.
Membiasakan anak mengerjakan berbagai macam ibadah, seperti shalat, puasa,
shalat berjamaah di masjid, menghapalkan Qur’an dan hadits, serta berhijab (bagi
anak putri)  Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Suruhlah anak kalian mengerjakan
shalat, sedang mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka karena shalat
ini, sedang mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.”
(HR. Abu Dawud dan Hakim) Dalam hal puasa, para shahabiyah juga melatih anak
mereka untuk berpuasa dengan memberikan hiburan yang sederhana untuk mengalihkan
perhatian anak dengan membuatkan mereka mainan sehingga mereka bermain-main
hingga waktu berbuka.

5.
Membiasakan mereka dengan akhlak yang mulia. Tuntunlah mereka dengan sunnah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bagaimana Rasul makan, minum, ke
belakang, bergaul dengan sesama, dan sebagainya. Tentu saja semua itu akan sulit
tercapai jika sang buah hati tercinta hanya kita serahkan asuhannya kepada
pembantu, atau kita biarkan mereka berlama-lama duduk di depan layar kaca yang
mengajarkan kebohongan, mistik, dan khayalan. Saudariku… menjadi pendidik sejati
yang mampu memberikan pendidikan awal yang terbaik bagi sang buah hati memang
tidak mudah. Dengan ilmu, kesabaran, dan kesungguhan di atas keikhlasan serta
ketakwaan insya Allah akan kita dapati anak kita tumbuh menjadi generasi Rabbi
radhiya (generasi yang diridhi oleh Allah ‘azza wa jalla) seperti doa Nabi
Zakariya: “Dan jadikanlah ia, ya Rabbi, seorang yang diridhai.” (Maryam:6)
Wallahu a’lam

Sumber:

-
Ensiklopedi Wanita Muslimah, Haya binti Mubarok Al-Barik – Buletin Dakwah
Annisa, edisi 19, Maulid 1414 H

   

 

 

[baca selengkapnya...]

Arsip