Arsip selama bulan March, 2004

Melamar Kerja Lewat Internet,Mengapa Tidak?

March 23, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Dengan teknologi yang semakin canggih (maju) banyak hal yang tadinya memakan
waktu lama bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Salah satunya adalah sistem
melamar kerja melalui sarana internet.Melamar Pekerjaan dengan sarana internet
(e-mail) insya Allah tidak sulit. Resume(berkas lamaran) yang dikirimkan akan
segera sampai dalam waktu singkat.Dan, banyak perusahaan yang merekrut
karyawannya lewat internet karena dirasakan lebih efisien, lebih cepat dan
praktis.

Bila anda (para ikhwan ) ingin mencoba melamar kerja lewat internet maka ada
beberapa hal yang harus anda ketahui sebelum mengirim resume anda diantaranya
adalah:

Pertama, Buru Web site yang Memiliki Kredibilitas

Yang perlu anda ketahui adalah, saat ini sudah terdapat lebih dari satu
setengah milyar halaman web dinternet (sumber dari indomedia).Jadi,
pandai-pandailah memilih dan memilah mana yang sesuai dnegan kebutuhan dan
kriteria anda. Kalau perlu anda bisa cari tahu web site yang kredibilitasnya
bisa dipertanggungjawabkan, lewat rekomendasi teman-teman anda yang sudah pernah
memakai jasanya.

Kedua, Maksimalkan Informasi Mengenai Perusahaan

Perusahaaan yang membuka penerimaan calon karyawan melalui internet biasanya
memiliki halaman untuk profil perusahaannya. Jika mungkin, carilah forum
interaktif yang memungkinkan anda berkomunikasi dengan perusahaan tersebut.
Misalnya dengan forum diskusi atau tanya jawab melalui e-mail. Cara ini memberi
banyak keuntungan bagi anda untuk ‘membentuk hubungan’ dengan perusahaan
tersebut jauh-jauh hari sebelum anda mengirimkan resume anda.

Ketiga, Buat ‘Costumized’ CV

hindari membuat CV hanya dengan mengkopinya berulang-ulang.Sesuaikan CV anda
dengan kebutuhan perusahaan yang dituju.Keluarkan kekuatan anda secara
berbeda-beda untuk tiap perusahaan, sesuai dengan kebutuhan perusahaan terhadap
calon karyawannya.

Keempat, Resume Sesuai Target

Mencari tahu nama seseorang yang bertanggung jawab mengenai penerimaan
karyawan, kemudian menghubunginya adalah cara efektif untuk mendapatkan
informasi mengenai kriteria karyawan yang sedang dibutuhkan.Bertanya akan
memudahkan anda melengkapi resume sesuai target.

Kelima, Jangan Buang Waktu

Keistimewaan internet adalah kecepatan aksesnya.Jadi, jika anda mendapatkan
balasan dari perusahaan yang bersangkutan.Segeralah balas dan jangan tunggu
waktu lagi, karena kecepatan respon dari anda juga mereka tunggu.

 

 

 


[baca selengkapnya...]

Mata Anda Menguning? hati-hati…!

March 23, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Sebaiknya anda (ikhwah semua) lebih
memperhatikan bila gejala ini terjadi pada anda.Gejala ini dinamakan penyakit
kuning (jaundis) atau biasa digolongkan sebagai hepatitis A. Penyakit ini
menyerang siapa saja tanpa pandang usia dari muda sampai tua
sekalipun.

Gejala penyakit ini biasanya ditandai
dengan munculnya flu, rasa mual, demam, kepala pusing, sir seni berwarna
merah.Tapi yang menjadi indikasi utama adalah saat bagian bola mata yang
berwarna putih menjadi kekuningan dan perut bagian sebelah kanan atas terasa
sakit atau bebal.Warna kuning yang timbul pada kulit mata disebabkan oleh
peningkatan bilirubin dimana bilirubin akan dibawa ke liver untuk metabolisme,
tetapi karena ada gangguan pada hati maka kerja organ ini terganggu hingga
bilirubin akan meningkat jumlahnya dalam darah yang menyebabkan warna
kuning.

Penularan penyakit kuning/hepatitis A ini
berbeda dengan penularan pada Hepatitis B dan Hepatitis C.Anda dapat tertular
melalui virus ini (bila Allah kehendaki/takdirkan) melalui makanan dan minuman
yang tercemar kotoran. Virus ini akan masuk dalam sel hati dan bersembunyi dalam
empedu yang kemudian masuk ke dalam sistem pencernaan.

Oleh Karenanya, hal ini membuat kotoran
penderita mempunyai konsentrasi tinggi selama masa infeksi. Ketahanan virus ini
selama tiga sampai empat jam dalam ruangan bersuhu normal. Maka tidak heran
penularannya sangat mudah terjadi.Penularan virus hepatitis A pada umumnya
bergantung pada kondisi higenis lingkungan. Tetapi boleh diketahui pula
penularannya bisa akibat berhubungan langsung seperti berciuman atau kontak
tubuh lainnya.

Yang perlu dilakukan bila tertular penyakit
ini adalah merawat penderita dengan baik, setelah mencapai masa 6 bulan biasanya
bisa disembuhkan (insya Allah). Penderita harus istirahat total selama satu
hingga empat minggu, menghindari kontak badan dengan non penderita dan diberi
makanan yang cukup protein tapi rendah lemak. Apabila penderita menjalani
perawatan dirumah, semua pakaian bekas dipakai, alat makan dan minum harus
dicuci secara terpisah untuk menghindari terjadinya penularan. Kemudian kamar
kecil(toilet) yang sehabis digunakan penderita sebaiknya dibersihkan dengan
antiseptik. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua.Wallahu’alam
bishshowwab.

[baca selengkapnya...]

Mengimani Asma’ dan sifat Allah

March 20, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Iman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala yakni
menetapkan nama-nama dan sifat-sifat yang sudah ditetapkan Allah untuk diri-Nya
dalam kitab suci-Nya atau sunnah rasul-Nya dengan cara yang sesuai dengan
kebesaran-Nya tanpa: Tahrif (penyelewengan),Ta’thil (penghapusan),Takyif
(menanyakan bagaimana?),danTamsil (menyerupakan).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:
”Allah mempunyai
asmaaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaul husna itu dan
tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut)
nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka
kerjaklan.” (Al A’raaf: 180)

” Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana.” (An Nahl: 60)

” Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy Syuura: 11)

Dalam perkara ini ada dua golongan yang tersesat, yaitu:

1. Golongan Muaththilah, yaitu mereka yang mengingkari nama-nama dan
sifat-sifat Allah atau mengingkari sebagiannya saja. Menurut perkiraan mereka,
menetapkan nama-nama dan sifat itu kepada Allah dapat menyebabkan tasybih
(penyerupaan), yakni penyerupaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan
makhluk-Nya.

Pendapat ini jelas keliru karena:

a.Sangkaan itu akan mengakibatkan hal-hal yang bathil atau salah, karena
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan untuk diri-Nya nama-nama dan
sifat-sifat, serta telah menafikan sesuatu yang serupa dengan-Nya. Andaikata
menetapkan nama-nama dan sifat-sifat itu menimbullkan adanya penyerupaan,
berarti ada pertentangan dalam kalam Allah serta sebagian firman-Nya akan
menyalahi sebagian yang lain.

b.Kecocokan antara dua hal dalam nama atau sifatnya tidak
mengharuskan
adanya persamaan. Anda melihat ada dua orang yang keduanya manusia, mendengar,
melihat, dan berbicara, tetapi tidak harus sama dalam makna-makna
kemanusiaannya, pendengarannya, penglihatannya, dan pembicaraannya. Anda juga
melihat beberapa binatang yang punya tangan, kaki, dan mata, tetapi kecocokannya
itu tidak mengharuskan tangan, kaki, dan mata mereka sama.Apabila antara
makhlluk-makhluk yang cocok dalam nama atau sifatnya saja jelas memiliki
perbedaan, maka tentu perbedaan antara Khaliq (Pencipta) dan makhluk (yang
diciptakan) akan lebih jelas lagi.

2.Golongan Musyabbihah, yaitu golongan yang menetapkan nama-nama
dan
sifat-sifat, tetapi menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan
makhlulk-Nya. Mereka mengira hal ini sesuai dengan nash-nash Al Qur’an, karena
Allah berbicara dengan hamba-Nya dengan sesuatu yang dapat dipahaminya. Anggapan
ini jelas keliru ditinjau dari beberapa hal, antara lain:

a.Menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan makhluk-Nya jelas merupakan
sesuatu yang bathil, menurut akal maupun syara’. Padahal tidak mungkin nash-nash
kitab suci Al Qur’an dan Sunnah rasul menunjukkan pengertian yang bathil

b.Allah Ta’ala berbicara dengan hamba-hamba-Nya dengan sesuatu yang dapat
dipahami dari segi asal maknanya. Hakikat makna sesuatu yang berhubungan dengan
zat dan sifat Allah adalah hal yang hanya diketahui oleh Allah saja.

Apabila Allah menetapkan untuk diri-Nya bahwa Dia Maha Mendengar, maka
pendengaran itu sudah maklum dari segi maknanya, yaitu menemukan suara-suara.
Tetapi hakikat hal itu dinisbatkan kepada pendengaran Allah tidak maklum, karena
hakikat pendengaran jelas berbeda, walau pada makhluk sekalipun. Jadi perbedaan
hakikat itu antara Pencipta dan yang diciptakan jelas lebih jauh berbeda.

Apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan tentang diri-Nya bahwa Dia
bersemayam di atas Arasy-Nya, maka bersemayam dari segi asal maknanya sudah
maklum, tetapi hakikat bersemayamnya Allah itu tidak dapat diketahui.

——————————————————————————–

Syarhu Ushulil Iman, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Edisi
Indonesia:
Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan. Penerjemah: Ali Makhtum
Assalamy. Penerbit:
KSA Foreigners Guidance Center In Gassim Zone

[baca selengkapnya...]

Sihir, Sejarah dan Hukumnya

March 20, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | 1 komentar

Tentang masalah hakikat sihir ini dijelaskan dalam Al-Qur’anul Karim yang
berbunyi :

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaithan-syaithan pada masa
kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir),
padahal Sulaiman itu tidak kafir tidak mengerjakan sihir) hanya
syaithan-syaithan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan
sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri
Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada
seorangpun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab
itu janganlah kamu kafir. Maka mereka mempelajari sihir itu, mereka dapat
menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir)
tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin
Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak
memberi manfaat. (Al Baqarah 102).

 

Sejarah Timbulnya Sihir

Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir yang menukil riwayat dari As Sudi bahwa
beliau berkata: Dahulu kala syaithan-syaithan naik ke langit untuk mencuri kabar
yang disampaikan oleh para malaikat tentang sesuatu yang akan terjadi di muka
bumi berupa kematian, ilmu ghaib dan perintah Allah. Lalu kabar tersebut
disampaikan kepada para dukun dan ternyata kabar tersebut banyak terjadi
sehingga para dukun membenarkan apa yang disampaikan oleh syaithan. Setelah
syaithan mendapatkan pembenaran, mereka mencampur-adukkan satu kenyataan dengan
tujuh puluh kedustaan. Kemudian menyebar isu di kalangan Bani Israil bahwa ia
mampu mengetahui ilmu ghaib sehingga tidak sedikit di antara manusia terpedaya
dan tertipu.

Namun Allah memberitahukan kepada Nabi Sulaimanu tentang tipu daya syaithan
tersebut, lalu Nabi Sulaiman u memendam seluruh catatan kalimat di bawah kursi
kerajaan dan tidak ada satu syaithanpun yang mampu mendekatinya. Setelah Nabi
Sulaiman u meninggal, syaithan berubah wujud seperti manusia dan berusaha
mengeluarkan catatan tersebut dari bawah kursi Sulaiman u kemudian dia
mengatakan kepada manusia: ”Apakah kalian ingin mendapatkan harta karun yang
tidak pernah terbayang.” Maka syaithan menunjukkan sihir yang dipendam oleh
Nabi Sulaiman u di bawah kursinya lalu dipelajari oleh manusia dari zaman ke
zaman.

 

Sebab-sebab Turunnya Ayat Sihir

Pada zaman Nabi Muhammad  tersebar tuduhan di kalangan orang-orang
Yahudi bahwa Nabi Sulaiman  mengajarkan sihir begitu pula malaikat Jibril
dan Mikail, lalu turun ayat di atas sebagai bantahan terhadap tuduhan itu.

Yang benar adalah bahwa Nabi Sulaiman u tidak pernah mengajarkan sihir
apalagi sebagai tukang sihir, begitu pula kedua malaikat Jibril dan Mikail.

 

Hukum Dan Kedudukan Sihir

Sihir adalah perkara syaithaniyah yang diharamkan dan bisa merusak atau
membatalkan serta mengurangi kesempurnaan aqidah, karena sihir tidak terjadi
kecuali dengan kemusyrikan.

Sihir secara bahasa adalah sesuatu yang halus dan lembut. Dan menurut istilah
syareat sihir berupa jimat, santet, tenung, mejik atau ramuan-ramuan yang mampu
memberi pengaruh secara fisik seperti sakit, membunuh atau memisahkan antara
suami dengan isteri dan pengaruh secara rohani seperti gelisah bingung atau
menghayal. Dan pengaruh terhadap mental contohnya adalah gila, stress atau
gangguan kejiwaan yang lain.
Ini berdasarkan kenyataan yang terjadi
dimasyarakat dan diketahui orang banyak.

 

Sihir Tergolong Syirik Dari Dua sisi

Pertama, karena sihir mengandung unsur meminta pelayanan dari syaithan
dan ketergantungan dengan mereka melalui sesuatu yang mereka cintai agar
syaithan tersebut mengajari kepada mereka tentang sihir, sehingga sihir adalah
syaithan sebagaimana firman Allah : :Tetapi syaithan-syaithan itulah yang kafir
(mengerjakan sihir) mereka mengajarkan sihir kepada manusia”. (Al Baqarah
102).

Kedua, sihir mengandung unsur pengakuan terhadap ilmu ghaib dan
pengakuan berserikat dengan Allah I dalam perkara ghaib. Ini jelas-jelas sebagai
suatu perbuatan kufur, sebagaimana firman Allah: ”Katakanlah, tidak seorangpun
di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”. (An
Naml 65).

Dan ilmu ghaib tersebut tidak diperlihatkan kepada makhluk kecuali hanya
kepada para rasulnya sebagaimana firman Allah I : (Dia adalah Tuhan) Yang
mengetahui yang ghaib maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang
yang ghaib itu kecuali kepada yang diridhainya. (Jin 26-27).

Di antara hal yang perlu diwaspadai adalah bahwa para tukang sihir
mempermainkan aqidah umat Islam, di mana mereka menampakkan diri seakan-akan
sebagai tabib, ahli hikmah, dokter atau kyai. Sehingga mereka menyesatkan kaum
muslimin yang sedang sakit agar menyembelih kambing atau ayam dengan ciri-ciri
tertentu yang ditujukan kepada jin. Di antara mereka ada yang menjual isim-isim
atau jimat lewat iklan koran atau majalah bahkan melalui televisi.

Sebagian lagi menampakkan diri sebagai pemberi berita tentang perkara-perkara
ghaib dan tempat-tempat barang yang hilang. Lalu orang-orang yang bodoh datang
bertanya kepadanya tentang barang-barang yang hilang, kemudian memberi kabar
tentang keberadaan barang tersebut atau mendatangkannya dengan bantuan syaithan,
sebagian mereka menampakkan diri sebagai wali yang memiliki karamah dalam
hal-hal yang luar biasa seperti masuk ke dalam api tetapi tidak terbakar,
memukul dirinya dengan pedang atau dilindas mobil tetapi tidak apa-apa atau
keanehan lain yang hakekat sebenarnya sihir dan perbuatan syaithan yang
diperjalankan melalui tangan mereka untuk membuat fitnah di antara manusia. Atau
bisa jadi, hanya perkara ilusi yang tidak ada hakekatnya, bahkan hanyalah tipuan
halus dan licik yang mereka lakukan di depan pandangan mata seperti perbuatan
para tukang sihir Fir’aun dengan menipu tali-tali dan tongkat-tongkat menjadi
kalajengking dan ular.

 

Hukum Mendatangi Tukang Sihir

Adapun mendatangi tukang sihir untuk bertanya kepada mereka merupakan dosa
dan kesalahan yang besar yang menjadi penyebab tidak diterima shalatnya selama
empat puluh hari berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam sahihnya
dari Shafiyah bahwa Nabi bersabda:

Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, lalu menanyakan suatu perkara
kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari”.

Dan jika bertanya kepada mereka lalu membenarkan jawabannya, maka ia
telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad e.
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Al Hakim dengan sanad yang sahih dari Abu
Hurairah bahwa Rasulullah e bersabda:

Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu membenarkan apa
yang diucapkannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada
Nabi Muhammad .

Maraji:

Tafsir Ibnu Katsir.
Hukum Sihir dan Perdukunan – Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Tauhid Ali lis Shaffis Tsalist.
As Sihr wa Khatharuhu – Syaikh Muhammad
bin Salih Al Ubaid.
Zainal Abidin

Diambil dari Buletin Ar-Risalah Tahun I Edisi 30

[baca selengkapnya...]

Amalan Penduduk Surga di Dunia

March 20, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

 

Tujuan tertinggi dari setiap muslim dalam meniti hidup dan kehidupannya adalah meraih kemenangan besar di akhirat kelak dengan mendapatkan surga Allah k yang penuh dengan kenikmatan tiada tara dan terselamatkan dari siksa neraka yang sangat pedih. Kemenangan besar yang sangat ditentukan dengan kadar keta`atan seorang hamba kepada Allah k dan rasul-Nya. Firman Allah :

”Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. 33:71)

”Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung.” (QS. 3:185)

Pada edisi ini, kami mencoba untuk menginventarisir beberapa amalan-amalan ahli surga di dunia yang termuat dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah, dengan harapan dapat memotivasi dan ditindaklanjuti oleh kita bersama yang mengharapkan surga Allah k, sebagaimana

Rasulullah bersabda :

”Tidak seorang jua pun di antara kamu melainkan tempatnya telah ditentukan Allah di surga atau di neraka. Maka bertanya seorang sahabat, ”Ya Rasulullah ! Kalau begitu apakah tidak lebih baik kita diam saja menunggu suratan taqdir nasib kita tanpa beramal.” Jawab Beliau , ”Orang yang telah ditetapkan Allah menjadi orang bahagia, adalah karena ia beramal dengan amalan orang yang berbahagia, dan orang yang telah ditetapkan Allah menjadi orang yang celaka adalah karena ia beramal dengan amalan orang celaka. Karena itu beramallah ! Semua sarana telah disediakan. Ada pun orang-orang bahagia, mereka dimudahkan untuk mengamalkan amalan-amalan orang berbahagia. Dan orang-orang celaka, mereka dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang celaka; kemudian beliau n membaca ayat : ”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (QS. 92:5-10)” H.R.Muslim.

Beberapa amalan penduduk surga di dunia secara umum :

1. Bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. Allah berfirman :
”Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabbnya.” (QS. 68:34)

2. Beriman dan beramal dengan ikhlash serta sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah n.

Firman Allah :
”Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan:”Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. 2:25)

Dari Abu Hurairah z bahwa Rasulullah n bersabda :

(Setiap umatku masuk ke dalam surga kecuali yang enggan, para sahabat bertanya : ”Siapa yang enggan itu wahai Rasulullah ?” Beliau n menjawab : ”Siapa yang ta`at kepadaku niscaya ia masuk surga, dan siapa yang bermaksiat (melanggar) kepadaku maka sesungguhnya dia lah orangnya yang enggan itu.”) H.R. Bukhari.

3. Merefleksikan seluruh perintah Allah k, menjauhkan seluruh larangan-Nya dan melaksanakn hal-hal yang diwajibkan serta meninggalkan hal-hal yang diharamkan.

Dari Jabir katanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah n: Bagaimana pendapatmu, apabila aku telah melakukan shalat wajib, dan berpuasa Ramadhan, aku halalkan yang halal dan aku haramkan yang haram, dan tidak kutambah yang demikian itu dengan yang lainnya, dapatkah aku masuk surga ? Jawab beliau : ”Ya, dapat !.” H.R. Muslim.

Beberapa amalan penduduk surga di dunia secara terperinci :

1. Bertobat dan memohon ampunan kepada Allah kdari seluruh dosa dan kesalahan. Senang bersedekah, mampu menahan amarah serta memiliki sifat pemaaf.

Allah berfirman :
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. 3:133-136).

2. Berhijrah dari keburukan (jahiliyah) kepada kebaikan (islam), serta berjihad dengan harta dan jiwa demi meninggikan kalimatullah.

”Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. 9:20-22)

3. Istiqomah dalam keta`atan dan bersungguh-sungguh dalam menjalankannya. Firman Allah :

Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan : ”Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. 46:13-14)

4. Khusyu` dalam shalat, meninggalkan perbuatan yang tidak berguna dan membayar zakat, menjaga kemaluan serta memelihara amanah. Firman Allah :

”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (QS. (ya’ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. 23:1-11)

Diriwayatkan dari Imam Ahmad dan yang lainnya bahwa Nabi n bersabda : (Sungguh telah diturunkan kepadaku 10 (sepuluh) ayat, maka barangsiapa yang melaksanakannya niscaya ia masuk surga kemudian Beliau n membaca ”Qod aflahal mu`minun….” Al Ayat).

5. Menuntut ilmu syar`i yang sesuai dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah disertai implementasinya dalam kehidupan.

Dari Abu Umamah berkata : saya telah mendengar Rasulullah n berkhutbah pada haji wada` maka beliau n bersabda :

”Barangsiapa meniti suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya ke surga.” H.R. Muslim.

6. Berwudhu` secara sempurna dan dilanjuti dengan membaca syahadatain setelah selesai berwudhu`.
Dari Umar bin Khaththab z bahwa Nabi bersabda :

”Tidaklah salah satu diantara kalian yang berwudhu`, lalu disempurnakan wudhu`nya itu, sesudah itu dia berucap : ”Asyhadu an la ilaha illallah, wa anna Muhammadan `abdullah wa rasuluhu (Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq untuk disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan rasul-Nya) melainkan dibukakan baginya 8 pintu surga yang dapat dimasukinya dari mana saja menurut kehendaknya.” H.R. Muslim.

7. Kontinue dalam melaksanakan shalat nafilah (sunnat) sebelum maupun sesudah shalat fardhu (sunnah rawatib ba`diyah dan qabliyah).
Dari Ummu Habibah x berkata : Saya mendengar Rasulullah n bersabda :

”Siapa yang mengerjakan shalat 12 raka`at sehari semalam, akan dibuatkan oleh Allah untuknya rumah di surga.” H.R. Muslim.

12 raka`at itu terdiri dari 4 raka`at sebelum shalat Zhuhur, 3 raka`at setelahnya, dan 2 raka`at setelah shalat Magrib dan 2 raka`at setelah shalat Isya, serta 2 raka`at sebelum shalat Shubuh sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.

8. Membangun masjid semata-mata karena Allah k.

Barangsiapa membangun masjid dalam rangka mencari keridhaan Allah semata, maka Allah akan membuatkan pula baginya rumah di surga.” H.R. Bukhari dan Muslim.

9. Menyantuni dan memelihara anak yatim serta peduli terhadap kebutuhan-kebutuhan hidup mereka.
Dari Abu Hurairah z berkata : Rasulullah n bersabda :

”Pengasuh anak yatim, baik yatimnya sendiri atau anak yatin orang lain dengan saya di surga seperti ini, sambil menunjukkan (perawi hadits ini yaitu) Malik kedua jarinya, telunjuk dan jari tengah.” H.R. Muslim.

10. Beriman kepada Allah dan hari Akhir, berinteraksi sosial dengan sikap yang seperti kita inginkan bagaiman mereka harus bersikap kepada kita.
Dari Abdullah bin Umar r,ahuma berkata: Rasulullah n bersabda :

Siapa yang ingin bebas dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah dia berjasa kepada umat manusia sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat itu dan dia beriman kepada Allah dan hari Akhir.” H.R. Muslim.

11. Menyebarkan salam, memberikan makan fakir miskin dan menjalin tali silaturahmi serta shalat malam (tahajjud).
Dari Abdullah bin Salam z bahwa Nabi n bersabda :

Wahai umat manusia, sebarkan salam, berilah makan, jalinlah tali silaturahmi, shalat tahajudlah di saat manusia tertidur lelap, maka kalian akan masuk surga.” H.R. At-Tirmidzi dan berkata hadits hasan shahih.

12. Berperangai baik, bersikap lembut dan tawadhu` (rendah hati) kepada Allah k maupun antar sesama hamba.

Dari Abu Hurairah z nahwa Nabi n pernah ditanya mengenai hal apa yang paling banyak memasukkan manusi ke dalam surga, beliau menjawab : ”Taqwa kepada Allah dan berakhlaq baik.” H.R. At-Tirmidza dan Ibnu Hibban dalam shahihnya.

Dari Abdurrahman bin `Auf z berkata : Rasulullah n bersabda : (”Jika seorang wanita melakukan 5 shalat fardhu, berpuasa Ramadhan satu bulan penuh dan menjaga kemaluannya serta menta`ati suaminya maka kelak ia akan masuk surga dari segala pintu yang ia kehendaki.”

Buletin Ar-Risalah -Tahun I-Edisi 26, 27

Disarikan dari : Fitnah An-Nazhar wa `Ilajiha.
Penerjemah : Muh. Khairuddin Rendusara.

 

 

[baca selengkapnya...]

Keterangan Bahwa Ada di Kalangan Umat Ini Yang Menyembah Berhala

March 20, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Berangkat dari firman Allah Ta’ala yang (artinya):

”Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al-Kitab?
Mereka beriman kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir
(kaum musyrikin Mekkah) bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada
orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 51)

Terdapat beberapa tafsiran dari kalangan Salaf tentang makna kata jibt,
antara lain: berhala, sihir, tukang sihir, tukang ramal, Huyai bin Akhthab dan
Ka’b bin Al-Asyraf (kedua orang ini adalah tokoh orang-orang Yahudi di zaman
Rasulullah).

Dengan demikian pengertiannya umum mencakup makna itu semua, sebagaimana
dikatakan oleh Al-Jauhari dalam Ash-Shihah: ”Jibt adalah kata-kata yang dapat
digunakan untuk berhala, tukang ramal, tukang sihir dan sejenisnya…”

Demikian halnya dengan kata-kata thaghut, terdapat beberapa tafsiran yang
menunjukkan pengertian umum. Antara lain: syaitan, syaitan dalam wujud manusia,
berhala, tukang ramal, Ka’b Al-Asyraf.

Ibnu Jarir Ath-Thabari, dalam menafsirkan ayat ini, setelah menyebutkan
beberapa tafsiran dari ulama Salaf, mengatakan: ”… jibt dan thaghut ialah dua
sebutan untuk setiap yang diagungkan dengan disembah selain Allah, atau ditaati,
atau dipatuhi; baik yang diagungkan itu batu, manusia, ataupun syaitan.”

”Katakanlah: ”Maukah aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih
buruk pembalasannya daripada (orang-orang fasik) itu di hadapan Allah, yaitu
orang-orang yang dilaknati dan dimurkai Allah, dan diantara mereka (ada) yang
dijadikan kera dan babi, dan (orang yang) menyembah thaghut.” (Al-Maidah: 60)

”… Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: ”Sungguh kami akan
mendirikan sebuah rumah peribadatan di atas gua mereka.” (Al-Kahfi: 21)

Dari Abu Sa’id Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:

”Sungguh kamu akan mengikuti (dan meniru) tradisi umat-umat sebelum kamu
bagaikan bulu anak panah yang serupa dengan bulu anak panah lainnya, sampai
kalaupun mereka masuk ke liang biawak niscaya kamu akan masuk ke dalamnya
pula.” Para sahabat bertanya: ”Ya Rasulullah, orang-orang Yahudi dan
Nasrani-kah?” Beliau menjawab: ”Lalu siapa lagi?” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Muslim meriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Sesungguhnya Allah telah membentangkan bumi kepadaku sehingga aku dapat
melihat belahan timur dan belahan baratnya. Dan sesungguhnya umatku,
kekuasaannya akan mencapai belahan bumi yang telah dibentangkan kepadaku itu.
Dan aku diberi dua perbendaharaan simpanan: Merah dan Putih (Imperium Persia dan
Romawi). Aku meminta kepada Tuhanku untuk umatku agar mereka jangan dibinasakan
dengan paceklik yang berkepanjangan, dan jangan dikuasakan kepada musuh selain
dari kaum mereka sendiri sehingga musuh itu nantinya akan merampas seluruh
negeri mereka. Lalu Tuhanku berfirman: ”Hai Muhammad! Bila Aku telah menetapkan
sesuatu, maka ketetapan itu tidak akan diubah lagi; dan sesungguhnya Aku telah
memberikan kepadamu untuk umatmu bahwa Aku tidak akan membinasakan mereka dengan
paceklik yang berkepanjangan; dan tidak akan menjadikan seorang musuh berkuasa
atas mereka selain dari kaum mereka sendiri, maka nantinya musuh itu tidak akan
dapat merampas seluruh negeri mereka sekalipun manusia yang ada di seluruh
belahan bumi berkumpul menghadapi mereka, sampai (umatmu itu sendiri) sebagian
mereka menghancurkan sebagian yang lain dan sebagian mereka menawan sebagian
yang lain.”

Hadits ini diriwayatkan pula oleh Al-Barqani dalam Shahih-nya dengan
tambahan:

”Dan yang aku khawatirkan terhadap umatku tiada lain adalah para pemimpin
yang menyesatkan; dan apabila pertumpahan darah telah menimpa umatku maka tiada
akan berakhir sampai hari kiamat. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada suatu
kaum dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan beberapa kelompok dari umatku
menyembah berhala. Dan sesungguhnya, akan ada diantara umatku tiga puluh
pendusta yang semua mengaku sebagai nabi, padahal aku adalah penutup para nabi
tidak ada lagi nabi sesudahku; (sungguhpun demikian) akan tetap ada dari umatku
segolongan yang tegak membela al-haq dan mendapat pertolongan (dari Allah),
mereka tidak tergoyahkan oleh orang-orang yang menghinakan mereka sampai datang
keputusan Allah Tabaraka wa Ta’ala.”

Kandungan tulisan ini:

1. Tafsiran ayat dalam surah An-Nisa’. Ayat ini menunjukkan bahwa apabila
orang-orang yang diturunkan kepada mereka Al-Kitab mau beriman kepada jibt dan
thaghut, maka tidak mustahil dan tidak dapat dipungkiri bahwa umat ini yang
diturunkan kepadanya Al-Qur’an akan berbuat pula seperti yang mereka perbuat,
karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan bahwasanya
akan ada diantara umat ini orang-orang yang berbuat seperti apa yang diperbuat
orang Yahudi dan Nasrani.
 

2. Tafsiran ayat dalam surah Al-Maidah. Ayat ini menunjukkan bahwa akan
terjadi di kalangan umat ini penyembahan thaghut sebagaimana telah terjadi
penyembahan thaghut di kalangan Ahli Kitab.
 

3, Tafsiran ayat dalam surah Al-Kahfi. Ayat ini menunjukan bahwa ada diantara
umat ini orang yang membangun tempat ibadah di atas atau di sekitar kuburan,
sebagaimana telah dilakukan oleh orang-orang sebelum mereka.
 

4. Masalah penting sekali, yaitu: apa pengertian iman kepada jibt dan thaghut
disini, apakah sekedar percaya dalam hati, atau mengikuti orang-orangnya,
sekalipun membenci barang-barang tersebut dan mengerti akan kebatilannya?

 

5. (Sebagai buktinya) apa yang dikatakan Ahli Kitab kepada orang-orang kafir
(kaum musyrikin Mekkah) bahwa mereka lebih benar jalannya daripada orang-orang
yang beriman.
 

6. Bahwa beriman kepada jibt dan thaghut mesti akan terjadi di kalangan umat
ini (umat Islam) sebagaimana ditetapkan dalam hadits dari Abu Sa’id. Dan inilah
yang dimaksud dalam bab ini.
 

7. Dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa akan
terjadi penyembahan berhala di kalangan banyak dari umat ini.
 

8. Hal yang amat mengherankan: Munculnya orang yang mengaku sebagai nabi,
seperti Al-Mukhtar*; padahal dia mengucapkan dua kalimat syahadat, menyatakan
bahwa dirinya termasuk dalam umat ini, bahwa Rasulullah benar dan bahwa
Al-Qur’an benar, padahal disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Muhammad adalah
penutup para nabi. Namun demikian pengakuan kenabian Al-Mukhtar dipercayai
orang, meskipun jelas kontradiksinya. Ia muncul pada akhir masa sahabat dan
diikuti oleh banyak orang. (*Al-Mukhtar bin Abu ‘Ubaid bin Mas’ud Ats-Tsaqafi.
Termasuk tokoh yang memberontak terhadap kekuasaan Bani Umayyah dan menonjolkan
kecintaan kepada Ahlul Bait. Mengaku bahwa ia adalah nabi dan menerima wahyu.
Dibunuh oleh Mush’ab bin Az-Zubair pada th. 67 H/687 M).
 

9. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kabar gembira bahwa
al-haq (kebenaran Allah dan ajaran-Nya) tidak akan dapat dilenyapkan sama
sekali, sebagaimana telah terjadi pada masa lalu; bahkan akan tetap ada golongan
yang tetap berpegang teguh dan membelanya.
 

10. Tanda utamanya bahwa mereka sekalipun sedikit jumlahnya, tidak
tergoyahkan oleh orang-orang yang menghinakan ataupun menentang mereka.

 

11. Bahwa kondisi ini tetap berlangsung sampai hari kiamat.
 

12. Tanda-tanda besar atas kenabian Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam
yang terkandung dalam hadits:

- Beliau memberitahukan bahwa Allah telah membentangkan kepada beliau belahan
timur dan belahan barat, dan beliau menjelaskan makna hal tersebut; kemudian
terjadi seperti yang beliau beritakan, berlainan halnya dengan belahan selatan
dan utara.
- Beliau memberitahukan bahwa beliau diberi dua perbendaharaan
simpanan.
- Beliau memberitakan bahwa doanya untuk umatnya dikabulkan dalam
dua perkara, sedangkan perkara yang ketiga tidak dikabulkan.
- Beliau
memberitahukan bahwa akan terjadi pertumpahan darah diantara umatnya, dan kalau
sudah terjadi tidak akan berakhir sampai hari kiamat.
- Beliau memberitakan
bahwa sebagian umat ini akan menghancurkan sebagian yang lain dan sebagian
mereka menawan sebagian yang lain.
- Beliau memberitakan akan munculnya
orang-orang yang mengaku sebagai nabi pada umat ini.
- Beliau memberitakan
bahwa akan tetap ada segolongan yang tegak membela kebenaran dan mendapat
pertolongan dari Allah.
 
Dan itu semua benar-benar terjadi persis
seperti yang beliau beritakan, padahal masing-masing berita tersebut sangat di
luar jangkauan akal.
 

13. Apa yang beliau khawatirkan terhadap umatnya hanyalah para pemimpin yang
menyesatkan.
 

14. Perlu diperhatikan makna dari penyembahan berhala.
 

Dikutip dari buku: ”Kitab Tauhid” karangan Syaikh Muhammad bin Abdul
Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418
H.

[baca selengkapnya...]

Arsip