Arsip selama bulan March, 2004

Ukhti, Bagaimana Agar Amalmu Diterima-Nya?

March 19, 2004. Dikirim Ummu Raihanah dalam Aqidah, Ilmu | 3 komentar

 Ukhti muslimah,….ketahuilah bahwa Allah hanya akan menerima amal shaleh dari hamba-Nya apabila mengikuti 2 syarat yaitu ikhlas (bersih dari kesyirikan) dan mutaba’ah (mengikuti tuntunan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam). Akan anda dapati lebih dalam lagi penjelasannya pada kajian aqidah kali ini, yaitu mengambil 2 ayat dari surat Al-mulk ayat 1 dan 2.Didalamnya menjelaskan keutamaan surat Al-Mulk dan bagaimana amal yang benar disisi Allah.Mudah-mudahan kita semua dapat mengambil manfaatnya dan diberikan kekuatan oleh Allah Azza Wajalla untuk mengamalkannya.

[baca selengkapnya...]

Keutamaan Istighfar

March 19, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Sering kita melafazhkan kalimat istighfar (astaghfirullahal adzhim wa’atubu ilaik) dalam berbagai kesempatan baik setelah shalat atau sambil memasak, merapikan rumah atau ketika kita khusyu’ bermunajat kepada-Nya….banyak diantara kaum muslimin yang belum mengetahui begitu banyak keutamaan kalimat yang mulia ini…sehingga banyak diantara mereka mengeluh atas segala problema yang mereka hadapi baik kesempitan dalam rezeki, sulitnya mendapatkan keturunan, kegersangan hidup dan juga tidak kunjungnya hujan turun…semuanya telah Allah berikan jalan keluarnya dalam Al-Qur’an termaktub dalam surat Nuh ayat 10-12 mari bersama kita lihat ayat dan tafsirnya berikut ini…

“Maka aku katakan kepada mereka,’Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun (10) Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (11) Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai(12)”

Ayat-ayat diatas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut dengan istighfar:

Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. Berdasarkan firman-Nya: ‘Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun’

Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata:”Midraara” adalah hujan yang turun dengan deras.(Shahihul Bukhari, 8/666)

Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak. Dalam menafsirkan ayat:’Wa yumdidkum biamwalin wa banin’ Atha’ berkata: Niscaya Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian .

Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun

Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai.Imam Al-Qurthubi berkata:”Dalam ayat ini, juga disebutkan dalam surat Hud {Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya : Hud ayat 3} adaalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rezeki dan hujan” (Tafsir Al-Qurthubi 18/302]

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata:

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohon ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun’ maknanya: bertobatlah kamu dari kemusyrikan dan esakanlah Dia Yang Maha Tinggi. Karena barangsiapa yang bertaubat kepada Allah, maka Allah akan menerima taubatnya walaupun dosanya besar.Atau jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa mentaatiNya, niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian dan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk kalian, membanyakkan harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang didalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai diantara kebun-kebun itu untuk kalian”*

Demikianlah, dan Amirul mukminin Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu juga berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini beliau memohon hujan dari Allah Subhanahu wa ta’aala.

Muthrif meriwayatakan dari Asy-sya’bi:”Bahwasanya Umar radhiyallahu anhu keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. Dan, beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) Lalu beliau pulang. Maka seorang bertanya kepadanya,”Aku tidak mendengar anda memohon hujan” maka ia menjawab,”Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih {majadih yaitu: salah satu jenis bintang yang menurut bangsa Arab merupakan bintang (yang jika muncul) menunjukkan hujan akan turun. Maka Umar menjadikan istighfar sama dengan bintang-bintang tersebut, suatu bentuk komunikasi melalui apa yang mereka ketahui. Dan sebelumnya mereka menganggap bahwa adanya bintang tersebut pertanda akan turun hujan, dan bukan berarti bahwa Umar berpendapat bahwa turunnya hujan karena bintang-bintang tersebut.Tafsir Al_khazin, 7/154}langit yang dengannya diharapkan bakal turun air hujan. Lalu beliau membaca ayat kesepuluh dan sebelas dari surat Nuh.

Imam Hasan Al-bashri juga menganjurkan istighfar (memohon ampun) kepada setiap orang yang mengadukan kepadanya tentang kegersangan, kefakiran, sedikitnya keturunan dan kekeringan kebun-kebun.

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata:”Ada seorang laki-laki mengadu kepadanya Hasan Al-Bashri tentang kegersangan bumi maka beliau berkata kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!” yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!” yang lain lagi berkata kepadanya,”Doakanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!” maka beliau mengatakan kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!”Dan yang lain lagi mengadu tentang kekeringan kebunya maka beliau mengatakan pula kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!” Dan, kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama.Dalam riwayat lain disebutkan:”Maka Ar-Rabi’ bin Shabih berkata kepadanya:Banyak orang yang mengadukan bermacam-macam perkara dan anda memerintahkan mereka semua untuk beristighfar.

Maka Hasan Al-Bashri menjawab:”Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri.tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat-Nya (Nuh ayat 10-12)

Sebagai tambahan bahwa memohon ampun kepada Allah (istighfar) dalam ayat diatas menurut para ulama tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan hanya dengan lisan saja akan tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan apabila seseorang memohon ampun kepada Allah hanya dengan lisan saja tanpa disertai dengan perbuatan maka itu adalah pekerjaan para pendusta. (Al-Mufradat fi ghariibil Qur’an hal:362)

Ya,Allah jadikanlah kami termasuk hamba-hambaMu yang pandai beristighfar. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya didunia maupun akhirat . Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Amin.Wahai Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluk-Nya.

 

Sumber:

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir,GIP,4/818-820

Kunci-Kunci Rezki menurut Al-Qur’an dan Sunnah,Darul Haq,1998

 

 

 


[baca selengkapnya...]

Tongseng Kambing Bumbu Kacang

March 19, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Belum pernah makan tongseng kambing ?? Nah, mari kita coba resep
ini bersama yuk! Insya Allah sedap !

Bahan:

- 1 kg daging kambing bagian dada berikut tulang,
potong-potong

- air secukupnya

Bumbu:

- 1 butir bawang Bombay atau 10 siung bawang merah iris
halus

- 5 siung bawang putih iris halus

- 1 sdm bumbu gulai bubuk

- 5 helai daun jeruk

- 5 sdm kecap manis

- 2 sdm kacang goring, haluskan

- ½ sdt merica bubuk

- 1 sdt garam

- 1 sdt gula pasir

Pelengkap:

- kol muda, iris halus

- tomat diiris tipis

- bawang goring

Caranya:

1.Panaskan minyak, tumis bawang Bombay/merah dan bawang putih
hingga berbau harum.

2.Masukkan daging kambing dan bumbu gulai.Sambil diaduk-aduk
kemudian tuangkan air secukupnya.

3.Tambahkan daun jeruk, kecap manis, kacang goreng yang telah
dihaluskan, merica, garam dan gula pasir. Aduk rata.

4.Masak terus sampai daging kambing empuk dan kuah
mengering.

5.Hidangkan tongseng kambing bumbu kacang dengan kol iris, tomat
dan bawang goreng.

[baca selengkapnya...]

Al-Miski Pemuda Yang Allah Karuniakan Wangi Kesturi

March 19, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Semoga kisah pemuda ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama .seorang
pemuda yang shalih yang meninggalkan kemaksiatan karena takutnya kepada Allah
padahal telah datang kepadanya waktu dan kesempatan . Sehingga Allah pun tidak
menyia-nyiakan pengorbanannya dan menggantikannya dengan yang lebih baik dan
lebih mulia.Inilah dia kisahnya.

Ada seorang pemuda yang pekerjaannya menjual kain.Setiap hari dia memikul
kain-kain dagangannya dan berkeliling dari rumah ke rumah.Pemuda ini memiliki
wajah yang sangat tampan dan bertubuh tegap sehingga setiap orang yang
melihatnya pasti mmenyukainya.

Pada suatu hari ketika ia sedang menawarkan barang dagangannya,tiba-tiba ada
seorang wanita yang melihatnya.Begitu melihat pemuda tersebut wanita itupun
terpesona dan dia mempersilahkan pemuda tersebut masuk kedalam
rumahnya.Timbullah rasa cinta yang begitu besar dalam hati wanita tersebut. lalu
si wanita itu berkata:”Aku memang memanggilmu tidak untuk membeli daganganmu,
tetapi aku memanggilmu karena kecintaanku kepadamu.dan dirumah ini sekarang
sedang kosong”.Selanjutnya wanita tersebut membujuk dan merayunya agar mau
berbuat ”sesuatu” dengan dirinya.Pemuda itu menolak, bahkan dia mengingatkan si
wanita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menakut-nakutinya dengan adzab yang
pedih disisi-Nya.Tetapi sayang nasihat itu tidak membuatnya takut bahkan semakin
bertambah hasratnya pada pemuda tersebut.Akhirnya, karena si pemuda itu tidak
mau melakukan yang haram, maka wanita itu mengancamnya dengan berkata:”Bila
engkau tidak mau menuruti perintahku, aku akan berteriak kepada semua orang dan
akan aku katakan kepada mereka, bahwa engkau telah mmasuk kedalam rumahku dan
ingin merenggut kesucianku.Dan mereka akan mempercayaiku karena engkau telah
berada dalam rumahku, dan sama sekali tidak mencurigaiku” Setelah sipemuda itu
melihat betapa si wanita itu terlalu memaksanya untuk mengikuti keinginannya
berbuat dosa akhirnya dia berkata:”Baiklah, tapi apakah engkau mengizinkanku
untuk kekamar mandi agar bisa membersihkan diri dulu?” Betapa gembiranya wanita
itu mendengar jawaban ini, dia mengira bahwa keinginannya sebentar lagi akan
terpenuhi.Dengan penuh semangat dia mmenjawab:Bagaimana tidak, wahai kekasihku,
ini adalah sebuah ide yang bagus”

kemudian masuklah si pemuda ke kamar manid, sementara tubuhnya gemetar karena
takut dirinya akan terjerumus dalam kubangan maksiat.Sebab, wanita itu adalah
perangkap setan dan tidak ada seorang laki-laki yang menyendiri bersama seorang
wanita kecuali setan akan menjadi pihak ketiga.”Ya, Allah apa yang harus
kuperbuat? berilah aku petunjuk-Mu, Wahai Zat yang dapat memberi petunjuk bagi
orang-orang yang sedang kebingungan”.Tiba-tiba timbullah ide dalam benaknya.”Aku
tahu benar, bahwa termasuk salah satu kelompok yang akan dinaungi oleh Allah
dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan saat itu kecuali naungan-Nya
adalah seorang laki-laki yang diajak berbuat mesum oleh wanita yang mempunyai
kedudukan tinggi dan berwajah cantik”.Kemudian dia berkata”Aku takut kepada
Allah”Dan aku yakin bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena takut
kepada-Nya pasti akan mendapat ganti yang lebih baik…dan seringkali satu
keinginan syahwat itu akan melahirkan penyesalan seumur hidup…Apa yang akan
aku dapatka dari perbuatan maksiat ini selain Allah akan mengangkat cahaya dan
nikmatnya iman dari hatiku…tidak..tidak..aku tidak akan mengerjakan perbuatan
yang haram…tapi apa yang harus aku lakukan?apakah aku harus melemparkan diri
dari jendela ini?tidak bisa,jendela ini tertutup rapat sekali, kalau begitu aku
akan mengolesi tubuhku dengan kotoran yang ada di WC ini, dengan harapan bila
nanti dia melihatku dalam keadaan begini dia akan jijik dan membiarkan aku
pergi”.Ternyata memang benar, ia mengerjakan ide tersebut,dia mulai mengolesi
tubuhnya dengan kotoran -kotoran itu.Memang menjijikan, sambil menangis dia
berkata”YA, Rabbi, perasaan takutku kepada-Mu itulah yang mendorongku melakukan
hal ini.Karena itu karunikanlah kepadaku kebaikan sebagai gantinya.”Kemudian ia
keluar, tatkala wanita itu melihat pemuda tersebut dlam keadaan demikian, si
wanita itu berteriak:”Keluar kau, hai orang gila!”Dia pun cepat-cepat keluar
sambil membawa barang dagangannya .sementara orang-orang dijalan tertawa
melihatnya.Setibanya dirumah ia bernafas lega.Lalu menanggalkan pakaiannya,mandi
dengan sebersih-bersihnya.

Kemudian apa yang terjadi??Adakah Allah akan membiarkan hamba-Nya begitu
saja?Ternyata setelah ia selesai dari mandi Allah memberikan karunia yang besar
untuk dirinya.Allah memberikan untuknya aroma yang harum semerbak yang tercium
dari tubuhnya.Semua orang dapat mencium aroma tersebut dari jarak beberapa
meter.Sampai akhirnya ia mendapat julukan ”AL-MISKI”(yang harum seperti
kesturi).Subhanallah,Allah telah mengganti bau kotoran yang dapat hilang dengan
sekejap dengan aroma kesturi yang tercium sepenjang masa.Ketika ia meninggal dan
dikuburkan, mereka tulis diatas kuburannya”inilah kuburan Al-Miski” dan banyak
orang yang menziarahinya.

Pembaca yang dirahmati Allah,…segala sesuatu yang engkau tinggalkan, pasti
ada ganjarannya.Begitupula larangan yang datang dari Allah , bila engkau
tinggalkan akan ada ganjaran sebagai penggantinya”

Allah akan memberikan ganti yang besar untuk sebuah pengorbanan yang
kecil.Allahu akbar!!!

Manakah orang yang mau meninggalkan maksiat dan taat kepada Allah sehingga
mereka berhak mendapatkan ganti yang besar untuk pengorbanan kecil yang mereka
berikan:? tidakkah mereka mau menyambut seruan Allah, seruan Rasulullah dan
seruan fitrah yang suci???

sumber :

Kisah-kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, tabiin,Orang-orang Dahulu dan
Sekarang,Syaikh Ibrahim AlHazimi,Darul Haq,Jakarta,2000M (disadur


[baca selengkapnya...]

Sultan Kebab

March 19, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Hidangan khas ala Turki ini sangat terkenal dinegara asalnya, Sultan Kabab
yaitu daging kambing yang dipanggang (seperti satai) hanya tanpa tusuk satai
(sujen) dan biasanya ditemani dengan kentang panggang ala turki pula,buat ukhti
muslimah yang senang mencoba perbedaan cita rasa dari berbagai masakan maka tak
ada salahnya resep ini dicoba.Bagi yang tidak dapat menemukan bahannya maka
penulis berikan alternatif bahan pengganti yang memang terkadang didalam suatu
daerah sangat sulit didapatkan.Nah, selamat mencoba…!!

Sultan Kabab

bahan : – 500 gr daging kambing dipotong kotak (ukuran sate)

- 1 buah paprika merah (potong kotak)

- 1 buah paprika hijau (potong kotak)

bumbu : – 2sdt thyme /oregano bubuk (bumbu kari bubuk bila tidak ada)

- 1 sdt garam (bila yang suka agak asin bisa ditambah porsinya)

- 1 sdt jintan bubuk

- 1 sdt lada bubuk

- 1 sdm air lemon (jeruk nipis)

- 2 sdm margarine

cara membuatnya:

Aduk semua bahan menjadi satu, masak dalam panci dengan api kecil (agar bumbu
meresap) selama kurang lebih satu jam atau sampai matang.Bila sudah matang
sisihkan.

Kentang Panggang Ala Turki

bahan: – 3 buah kentang rebus (ukuran agak besar/medium)

- 1 sdt garam

- 150 ml susu cair

- 1 genggam keju mozzarella (atau keju tua/cheddar bila tidak ada)

cara membuatnya:

kupas kulit kentang, remas-remas hingga halus setelah halus tabahkan garam
dan susu cair, aduk rata.Aduk hingga menjadi adonan yang lembut.Ambil loyang
datar, taruh adonan kentang diseparuh bagian loyang, taburkan keju
diatasnya,sedangkan sisanya untuk daging kabab yang sudah matang tadi diletakkan
disebelahnya.Masukkan kedalam oven, panggang selama 3-4 menit atau sampai keju
melelh dan berwarna kuning kecoklatan.Siap dihidangkan.


[baca selengkapnya...]

Pabrik Anak Shaleh

March 19, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Bersegera menikah dan melahirkan banyak anak jelas-jelas merupakan sunnah Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam. Perlu dicatat, bahwa mengasah kemampuan kita agar
setara dengan tanggung jawab tersebut juga tak kalah penting. Karena itu
persiapkanlah segala sesuatu yang mesti disiapkan demi menjalankan sunnah ini.

Berikut ini diantara tuntunan syar’i dalam pendidikan anak yang dibawakan oleh seorang ‘alim Syaikh Abu ishaq Al-Huwainy :

1.

Anak kecil adalah manusia kecil yang selalu membutuhkan
kelembutan, cinta yang dalam dan kasih sayang yang murni.

Bermain dan bercanda dengan mereka merupakan bentuk kasih sayang dan menunjukkan kepahaman seseorang terhadap dien ini. .

Dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari:

“Bahwa Nabi Shallahu’alaihi wasallam mencium Hasan bin Ali, dan disamping beliau ada Aqro’ bin Habis at-Tamimy, maka berkatalah Aqro’: Sesungguhnya aku punya 10 orang anak tetapi tidak seorangpun yang pernah kucium. Lalu Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam melihat kepadanya seraya berkata : Barangsiapa yang tidak mau menyayangi maka ia tidak akan disayangi”.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata:

“Telah datang seorang badui kepada Nabi Shallahu’alaihi wasallam dan ia berkata: kalian menciumi anak-anak kecil, tapi kami tidak pernah menciumi meraka. Berkatalah Nabi Shallahu’alaihi wasallam: Aku tak kuasa (memberi kasih saying di hati kalian) jika Allah telah mencabut kasih saying itu dari hati kalian.

2. Mengajarkan adab yang baik.

Mencandai anak kecil tidak berarti meniadakan pendidikan dan pengajaran kebaikan kepada mereka. Maka tidak ada kebaikan yang diberikan orang tua kepada anaknya yang lebih baik selain adab yang baik. Kebaikan yang pertama kali yang harus dipelajari adalah tentang pelaksanaan sholat wajib.

Berdasarkan sabda Nabi Shallahu’alaihi wasallam :

“Perintahkanlah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur 7 tahun, dan pukullah mereka jika berumur 10 tahun. Dan pisahkanlah mereka di tempat tidur”

( Hadits shahih dikeluarkan Abu Daud, Tirmidzi, Ad-Darimi,
Ahmad, Ibnu Abu Syaibah, Ibnu Khuzaimah, Thahawy)

3. Hendaklah ditanamkan pada jiwa anak untuk cinta Allah dan Rasul-Nya dan hendaklah pula ditanamkan sifat dan sikap untuk mengutamakan Allah dan Rasul-Nya daripada yang selainNya.

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam:

“Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian hingga aku lebih dicintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia”.

(Hadits Shahih dikeluarkan Bukhari, Muslim, Abu’Awanah, Nasa’i, Ibnu Majah)

4. Hendaknya anak diajari Al-Qur’an dengan logat-logat Arab. Menjadikan anak hafal Al-Qur’an serta mengajarkan Al-Qur’an kepada mereka.

Terdapat keutamaan yang banyak dan tak terhitung.

Berdasarkan sabda Nabi Shallahu’alaihi wasallam:

“ Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”.

(Hadits Shahih dikeluarkan Bukhari, Abu Daud, Nasa’i)

Dan dalam sabda Beliau yang lain:

“Barangsiapa membaca 1 huruf dari kitabullah maka ia mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu akan dilipatkan menjadi 10 kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”.

(Hadits Shahih dikeluarkan tirmidzi, Darimi, Abu Nu’aim dll)

5. Hendaknya anak dijadikan cinta kepada sunnah.

Dan hendaknya sunnah tersebut dihiaskan pada diri anak sehingga sunnah tersebut meresap ke dalam hatinya.

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam:

“Barangsiapa yang diberi umur panjang diantara kalian, maka ia akan melihat perpecahan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan Khulafa’ur rasyidun yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi gerahammu”.

(Hadits Shahih dikeluarkan Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi,Ahmad, Ibnu Hibban)

6. Hendaklah anak dibuat tidak suka terhadap bid’ah dan segala perkara yang mengantarkan kepada bid’ah.

Tidak akan berkumpul sunnah dan bid’ah di hati seorang mukmin selamanya!

Dan tidak ada yang dinamakan bid’ah hasanah (bid’ah yang baik).

Sabda Nabi Shallahu’alaihi wasallam dalam sebuah hadits shahih yang merupakan potongan dari khutbatul hajah yang masyhur:

“Setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan di neraka”.

7. Hendaklah anak dijadikan cinta kepada ilmu dan ahlinya

.

Juga diajarkan kepada anak tentang sabar ketika sedang mencarinya terlebih ilmu-ilmu syar’i. Karena sesungguhnya itu merupakan ilmu yang mulia.

Berdasarkan hadits Zirr bin Hubaisy, ia berkata:

“Aku mendatangi Shofwan bin ‘Assal al-Murady, maka ia berkata: Apa yang mendorongmu dating kemari? Aku menjawab: Karena untuk mencari ilmu. Ia berkata: Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya kepada pencari ilmu syar’i karena ridha atas apa yang sedang ia cari”.

8. Berlaku adil kepada setiap anak.

Hal ini merupakan kewajiban bagi orang tua. Sedangkan membeda-bedakan sesama mereka merupakan keberanian melawan batas-batas (hukum-hukum) Allah dan pelanggaran kehormatan dienNya.

Bersabda Nabi Shallahu’alaihi wasallam:

“Berlaku adillah diantara anak-anakmu. Berlaku adillah terhadap anak-anakmu. Berlaku adillah terhadap anak-anakmu”.

Itulah diantara kiat-kiat syar’i yang harus diperhatikan pendidik untuk mencetak anak yang shalih. Generasi terakhir ummat ini tidak mungkin menjadi baik kecuali dengan apa yang telah menjadikan baik generasi awalnya. Wallahua’lam bishowab.

Sumber: majalah As-Sunnah Edisi 08/ThIV/1421-2000,ditulis ulang oleh Ummu Wafa

 


[baca selengkapnya...]

Arsip