Arsip selama bulan March, 2004

Mengingat Adzab Kubur

March 18, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Ukhti muslimah, banyak hal yang dapat memacu
diri kita untuk lebih banyak beramal shalih dan tidak hanyut dalam lezatnya
kehidupaan dunia ini, diantaranya adalah dengan mengingat kematian berikut adzab
kubur di dalamnya. Sayangnya ada sebagian diantara kaum muslimin yang tidak
mempercayai adanya adzab kubur karena beralasan dengan tidak bisanya dijangkau
oleh akal dan sesuatu yang abstrak atau kasat mata.Sungguh alasan yang sangat
lemah karena seorang muslim atau muslimah apabila dia telah yakin islam sebagai
agamanya maka wajib baginya tunduk dan ta’at terhadap berita yang disampaikan
oleh Rasul-Nya baik mengenai perkara-perkara yang nyata maupun yang ghaib.Apapun
yang datang dari Allah dan rasul-Nya maka wajib kita terima tanpa mempertanyakan
bagaimana dan mengapa karena sesungguhnya akal kita yang lemah ini tidak akan
pernah bisa menjangkaunya.Karena adzab kubur ini berhubungan dengan aqidah kita
maka wajib bagi kita untuk mengenalnya lebih dalam melalui kabar-kabar shahih
yang telah disampaikan oleh junjungan kita Rasulullah Shalallahu alaihi
wassallam.

Dan bahwasanya Allah Azza wajalla telah
mengingatkan kita tentang hal tersebut begitu pula Nabi kita.Sesungguhnya apa
saja yang harus kita ketahuimengenai kehidupan setelah mati itu berikut adzab
kubur didalamnya??

Setiap hamba-hamba Allah baik yang kafir
maupun yang beriman (laki-laki dan perempuan) semuanya akan menghadapi fitnah
kubur setelah Allah mewafatkan mereka. Dimana pada saat itu, Allah akan menolong
orang-orang yang beriman dengan perkataan yang teguh sedangkan terhadap
hamba-hamba-Nya yang kafir maka tidak ada sedikitpun pertolongan dari-Nya .Ayat
dibawah ini, selayaknya dapat menjadi renungan bagi ukhti-ukhti
semua.

“Allah meneguhkan orang-orang yang beriman
dengan ucapan yang teguh didalam kehidupan dunia dan diakhirat. Dan, Allah
menyesatkan orang-orang yang zalim. Allah melakukan apa yang Dia
kehendaki.(27)”

Tafsirnya:

Al-Bukhari meriwayatkan dari al-Barra bin
“Aazib radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda
:

“Apabila seorang muslim ditanya didalam kubur, maka dia bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Itulah maksud firman Allah “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh didalam kehidupan dunia dan akhirat”
(Hadits Riwayat Bukhari & Muslim)

Hadits inipun diriwayatkan oleh Muslim dan
sejumlah kelompok orang yang menerima dari hadits Syu’bah juga.

Imam Ahmad meriwayatkan dari al-Barra bin
Azib, dia berkata :

“Kami mengantarkan jenazah salah seorang dari kaum Anshar bersama Rasulullah. Kami tiba kesuatu kubur yang belum ditutup lahat. Maka Rasulullah duduk dan kamipun duduk disekitarnya. Seolah-olah diatas kepala kami ada burung sedang dikakinya ada kayu yang hendak dijatuhkan kebumi. Beliau menengadahkan kepalanya lalu bersabda,”Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur” beliau mengatakannya dua atau tiga kali. Kemudian beliau melanjutkan “Apabila seorang hamba yang beriman meninggalkan dunia dan menghadap akhirat maka turunlah kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seperti matahari. Mereka membawa kain kafan dan membawa beberapa selimut dari surga. Mereka duduk didekat hamba itu dengan mengarahkan pandangan. Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk didekat kepala hamba itu seraya berkata:
”hai jiwa (ruh) yang baik keluarlah untuk menuju keampunan dan keridahaan dari Allah”
maka ruhpun keluar mengalir
seperti mengalirnya tetesan air dari minuman. Malaikat maut mengambilnya.
Tatkala ia mengambilnya maka para malaikat lain tidak membiarkan ruh itu berada
ditangan malaikat maut sekejap mata pun sehingga mereka mengambilnya lalu
meletakkan didalam kafan dan selimut tersebut. Dari ruh itu keluar semerbak
wangi yang lebih harum daripada kesturi yang ada dipermukaan bumi. Para malaikat
membawanya naik. Tidaklah mereka melintasi suatu kelompok malaikat melainkan
mereka berkata,”bau harum apakah itu?” Para malaikat pembawa ruh menjawab,”Ia
adalah bau ruh fulan bin fulan” Para malaikat memanggilnya dengan nama terbaik
yang dahulu digunakan didunia. Akhirnya sampailah mereka dilangit dunia. Mereka
meminta dibukakan untuk ruh itu. Lalu dibukakanlah untuknya serta disambutlah
oleh setiap malaikat penghuni langit lalu diantarkanlah hingga kelangit
berikutnya, hingga sampai dilangit ketujuh”

Maka Allah Ta’aala berfirman:
Tuliskanlah catatan hamba-Ku didalam surga yang tinggi dan kembalikanlah dia kebumi karena dari bumilah Aku menciptakan mereka dan kebumilah Aku mengembalikan mereka serta dari bumilah Aku mengeluarkan mereka pada kali yang kedua”
Nabi bersabda, “kemudian ruh itu
dikembalikan kejasadnya. Ia didatangi oleh dua malaikat lalu mendudukkannya.
Kedua malaikat berkata kepadanya”Siapakah Rabbmu? Dia menjawab Rabbku adalah
Allah kedua malaikat itu bertanya”apakah agamamu?dia menjawab “agamaku islam”
kedua malaikat bertanya”Siapakah orang yang diutus kepadamu? Dia menjawab,
“orang itu adalah Rasulullah” Kemudian malaikat bertanya”Apa pengetahuanmu?” dia
menjawab”aku membaca kitab Allah, maka aku mengimani dan membenarkannya”
Tiba-tiba ada suara penyeru dari langit “Sesungguhnya hamba-Ku telah berkata
jujur, maka hamparkanlah untuknya permadani surga dan pakaikanlah pakaian dari
surga serta bukakanlah untuknya pintu menuju surga” maka didatangkanlah untuknya
angin yang sepoi-sepoi serta keharuman (surga) dan dilapangkan kuburnya sejauh
matanya memandang.

Nabi bersabda: Sedangkan apabila seorang
hamba yang kafir meninggalkan dunia dan menuju akhirat maka turunlah kepadanya
para malaikat dari langit yang berwajah hitam. Mereka membawa tenunan kasar dan
duduk didekatnya sambil mengawasinya. Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk
didekat kepalanya seraya berkata”Hai ruh yang buruk, keluarlah untuk menuju
kemurkaan dan kemarahan dari Allah” Nabi bersabda: Maka ruh meninggalkan
jasadnya. Malaikat maut mencabut ruh seperti menarik tusuk besi dari daging
basah.malaikat maut mencabutnya. Setelah dia mencabutnya, dia tidak membiarkan
ditangannya sekejap pun sehingga ruh itu disimpan dalam tenunan kasar. Maka
keluarlah darinya bau yang lebih busuk dari bangkai terbau yang ada dimuka bumi.
Para malaikat membawanya naik. Tidaklah mereka melintasi suatu kelompok malaikat
melainkan mereka berkata”bau busuk apakah ini?” mereka menjawab “ini bau busuk
fulan bin fulan” mereka memanggilnya dengan nama terburuk yang dahulu digunakan
dimuka bumi. Mereka sampai dilangit dunia seraya meminta dibukakan pintu
untuknya. Namun pintu itu tidak dibukakan untuknya lalu Rasulullah membaca ayat
:

”Tidak dibukakan baginya pintu-pintu langit
dan mereka tidak akan masuk surga hingga unta masuk kedalam lubang jarum
“(Al-A’raaf :40)

maka Allah ta’aala berfirman”Tuliskanlah
baginya tempat didasar bumi yang terendah” kemudian malaikat melemparkan ruh itu
dengan keji. Lalu Rasulullah membaca ayat:

”Adapun orang yang menyekutukan Allah, maka
dia seolah-olah jatuh dari langit, lalu disambar burung atau dia dihempaskan
angin ketempat yang jauh” (Al-Hajj: 31)

Kemudian ruh itu kembali kejasadnya. Lalu
datanglah dua malaikat seraya mendudukkannya dan berkata”siapakah rabbmu?” dia
menjawab”A…e..aku tidak tahu” kedua malaikat bertanya”Apa agamamu?” dia
menjawab:”A..e…Aku tidak tahu” kedua malaikat bertanya:

”Siapakah orang yang diutus kepadamu?” dia
menjawab”A..e..aku tidak tahu” Tiba-tiba ada suara penyeru dari langit”hamba-KU
berbohong. Maka hamparkanlah untuknya sebagian dari hamparan neraka dan
bukakanlah baginya sebuah pintu dari pintu neraka.” Lalu didatanglah kepadanya
panas dan racun api neraka. Allah menyempitkan kuburan itu baginya hingga tulang
rusuknya berceceran. Kemudian datanglah kepadanya seorang laki-laki berwajah
buruk, berpakaian buruk, dan berbau busuk lalu berkata “Bergembiralah dgn apa yg
menyedihkanmu. Inilah hari yang dahulu dijanjikan kepadamu” Mayat orang kafir
berkata”Siapakah kamu wajahmu merupakan wajah yang datang membawa keburukan?”
orang itu menjawab”Aku adalah amal burukmu” Mayat orang kafir itu berkata:”Ya,
Rabbku janganlah Engkau menyegerakan kiamat”

( Hadits Riwayat Ahmad 4/287, Abu Dawud
dalam Kitabus Sunnah,bab ”Permasalahan adzab kubur”, Al-Haitsami dalam kitab
“Majma’uz Zawaid”3/49-50,Abu Nu’aim dlm kitab ‘Al-Hilyah’

8/10, Ibnu Abi Syaibah dalam kitab
“Al-Mushannaf”3/374, dan Al-Aajuri dlm kitab “Asy-Syari’ah” hal: 327.
Al-Haitsami berkata :D iriwayatlan oleh Ahmad dan rijalnya adalah rijal Shahih
Muslim, An-nasa’y, Ibnu Majah,Abu ‘Awanah Al-Isfira’ainy didalam
shahihnya)

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya
dari Qatadah dari Anas bin Malik, ia berkata,Nabi Allah shalallahu’alaihi
wassalam bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba jika telah diletakkan didalam kuburnya dan ditinggal pergi oleh pengantarnya, sesungguhnya ia dapat mendengar suara sandal mereka, beliau bersabda: Datang kepadanya dua malaikat , lalu mereka mendudukannya dan menanyainya,”apa yang engkau katakan tentang orang ini?” Beliau bersabda;”Adapun orang mukmin maka dia akan menjawab:Saya bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan rasul-Nya” Beliau bersabda’Maka dikatakan kepadanya,”Lihatlah tempat dudukmu dari neraka Allah telah menggantinya untukmu tempat duduk dari surga’ Nabi bersabda’Maka ia melihat keduanya’ Qatadah berkata’Diberitakan kepada kami bahwa didalam kuburnya akan diperluas untuknya sejauh 70 hasta dan dipenuhi atasnya kenikmatan yang segar sampai pada hari mereka dibangkitkan”
(hadits
Riwayat Muslim IV/2200, Shahih Bukhari II/123)

Hadits yang senada diatas dengan
tambahan:

“Maka kepada orang kafir dan munafik
ditanyakan kepadanya:”Apa yang kamu ketahui tentang orang ini? Maka ia menjawab:
Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan manusia. Maka malaikat berkata
kepadanya:Kamu bukanlah orang yang mengetahui dan tidak pula mengikutinya.Lalu
ia dipukul dengan sebatang besi yang besar (palu yang besar) kemudian ia
berteriak sekeras-kerasnya yang dapat didengar oleh segala sesuatu kecuali jin
dan manusia”

(mutafaq alaih. Dan lafazhnya bagi Bukhari)
(1)

Jarir meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi shallahu’alaihi wassalam beliau bersabda:
“Demi zat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya sesungguhnya mayat masih dapat mendengar suara sandalmu tatkala kamu meninggalkannya. Jika dia orang yang beriman, maka shalat berada didekat kepalanya, zakat disebelah kanannya, shaum disebelah kirinya, dan aneka amal kebaikan seperti sedekah, silahturahmi, kemakrufan dan ihsan kepada manusia didekat kedua kakinya. Kemudian didatangkan malaikat dari arah kepalanya, maka shalat berkata’Tidak ada jalan dari arahku’ kemudian didatangkan malaikat dari arah kanannya maka zakat berkata’tidak ada jalan dari arahku’ kemudian didatangkan malaikat dari arah kirinya maka puasa berkata’tidak ada jalan dari arahku’ kemudian didatangkan malaikat dari arah kakinya, maka aneka amal kebaikan berkata’tidak ada jalan dari arahku’. Kemudian dikatakan kepada mayat ‘duduklah’ mayat pun duduk. Saat itu, matahari tampak olehnya sudah terbenam. Mayat itu ditanya’jawablah hal-hal yang hendak kami tanya’ Mayat berkata’beri aku waktu untuk shalat’ malaikat berkata’kamu akan mengerjakannya nanti. Sekarang jawab dulu hal-hal yang akan kami tanyakan’ Mayat bertanya’ Masalah apakah yang hendak kamu tanyakan?’ Maka dikatakan’Bagaimana pendapatmu tentang seorang laki-laki yang ada ditengah-tengahmu dahulu, apa pendapatmu dan apa kesaksianmu terhadapnya?’ Mayat berkata’Maksudmu Muhammad?’ Malaikat berkata’Benar’ Mayat berkata’Aku bersaksi bahwa dia merupakan rasul Allah. Sesungguhnya dia datang kepada kami dengan membawa aneka penjelasan dari sisi Allah dan kami membenarkannya.’Maka dikatakan kepada mayat’Diatas pandangan itulah kamu hidup, mati, dan dibangkitkan.Insya Allah.’ Kemudian dilapangkan kuburannya seluas 70 hasta dan diterangi.Dibukakan baginya sebuah pintu menuju surga, lalu dikatakan”Lihatlah apa yang dijanjikan oleh Allah untukmu disurga” Maka semakin bertambahlah keinginan dan kegembiraannya.. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang kokoh didunia
dan dan diakhirat” (Hadits riwayat
Imam Ahmad dalam musnadnya dan Shahih Abu Hatim hadits inipun diriwayatkan oleh
Ibnu Hiban)

Sehubungan dgn ayat ini Al-Aufi meriwayatkan
dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa, sesungguhnya jika seorang mukmin meninggal,
maka para malaikat mengunjunginya, memberi salam, dan menghiburnya dengan surga
serta diceritakan pula ihwalnya seperti telah dikemukakan dalam hadits diatas.
Kemudian Ibnu Abbas berkata bahwa, adapun terhadap mayat orang kafir, maka
malaikat turun sambil memukulkan sayapnya. Allah berfirman:”Mereka memukul wajah
dan bagian belakang mereka”ketika mati. Apabila dia masuk dalam kubur, maka
didudukkan dan ditanya”Siapakah Rabbmu?” Maka ia tidak ingat apa-apa dan dibuat
lupa oleh Allah akan hal itu. Jika ditanya “Siapakah rasul yang diutus kepadamu?
Maka dia tidak bisa memberi jawaban dan tidak ingat apa pun.itulah arti dari
“Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah melakukan apa yang Dia
kehendaki”.Semoga Allah melindungi kita dari fitnah kubur dan meneguhkan
keimanan kita di dunia dan di akhirat.Wallahu’alam bishawwab.

Catatan kaki:
(1).
Misykatul Mashabih,Muhammad abdullahi alkhatib At-Tabrazi, ditahqiq oleh;Syaikh
Nashiruddin al-Albani hadits no: 126, hal:45

Daftar pustaka:
1. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, juz:2/955-958, Muh. Nasib Ar-Rifa’I, GIP, Jakarta, 2000
2. Mu’jamul mafharasy lialfazil Qur’an, Muh. Abdul baqi, Darul Fikr,1987
3. Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama,Syaik Utsaimin. Darul Haq,2000
4. Kitab Tauhid II, Syaikh Shalih Fauzan, Darul Haq,2000
5. Misyakatul
Mashaabih, Muhammad at-Tabrazi,Maktabul islami,Beirut

 

 

[baca selengkapnya...]

Makanan yang Harus Dikonsumsi Oleh Ibu Hamil

March 18, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Bagi ibu yang sedang mengandung, sangat perlu memperhatikan makanan yang akan
dikonsumsinya. Ingatlah bahwa ada kehidupan lain didalam tubuh anda yang sangat
membutuhkan perhatian dari anda.Janin kecil yang sedang tumbuh, dengan izin
Allah Ta’ala didalam rahim ukhti akan berkembang sedikit demi sedikit membesar
kemudian bertambah besar.Nah, bila anda sangat menginginkan janin anda sehat dan
kuat nantinya tentu perlu dilakukan usaha (ikhtiar) kesana dengan mengkonsumsi
makanan yang sehat.Tentunya tak lepas dari do’a kepada Allah azza wajalla agar
di karuniakan janin yang sehat maka beberapa pengetahuan disini tentang apa saja
yang harus ukhti makan sangat perlu untuk diketahui, semoga bermanfaat, insya
Allah.

Makanan yang ukhti makan sedapat mungkin (diusahakan) harus mengandung
kalsium, protein, vitaminC, serat, karbohidrat, vitamin A, asam folik, dan zat
besi. Sebaiknya makanlah beberapa makanan ini setiap hari.

Sumber makanan yang kaya akan kalsium seperti:

-Susu rendah lemak (skim milk) usahakan meminum susu rendah lemak ini
selain kadar kasliumnya yang agak tinggi, insya Allah tidak akan membuat ukhti
gemuk karena kadar lemaknya yang rendah dibandingkan dengan susu biasa.

-Ikan sardin dan keju baik keju tua maupun muda

sumber makanan diatas akan membantu pertumbuhan tulang dan gigi janin ukhti,
dan ukhti akan membutuhkan kalsium dua kali lipat dari biasanya. Bila ukhti
kekurangan kalsium maka sang bayi akan mengambil persediaan kalsium yang ada
dalam tubuh ukhti, bila hal ini tidak ukhti perhatikan maka akan menyebabkan
osteoroposis atau keropos tulang diusia muda, dan hal ini banyak diderita oleh
para wanita yang pada waktu hamil mengabaikan konsumsi kalsium.

Sumber makanan yang kaya akan protein:

- keju, susu, yogurt, daging berwarna merah (yang tidak berlemak),dan
ikan.

Sumber makanan yang kaya akan vitamin C:

-Cabai merah besar (paprika), strawbery dan jeruk. Sumber makanan ini
akan membantu pertumbuhan plasenta dan mencegah terjadinya infeksi.

Serat dan karbohidrat:

- sayuran kaya akan serat, begitu pula biji-bijian selain kaya akan
karbohidrat juga kaya akan serat seperti gandum, beras merah, kedelai, kacang
merah, kacang panjang , lentil dan kacang polong.
Makanan berserat ini akan
mencegah munculnya sembelit (susah buang air besar) keluhan umum yang diderita
ibu selama kehamilan.Karena itu untuk mencegah terjadinya sembelit banyaklah
mengkonsumsi makanan berserat.

Vitamin A:

-sayuran berwarna hijau dan merah atau kuning seperti brokoli dan tomat
atau paprika berwarna kuning
. Makanan yang mengandung vitamin A ini insya
Allah akan membantu perkembangan saraf pusat pada janin ukhti.

Asam folik

-terdapat pada brokoli dan bayam

Zat besi:

-terdapat pada ikan tuna dan bayam.

semoga setelah mengetahui informasi diatas ukhti semua dapat mengkombinasikan
makanan apa saja yang harus ukhti makan setiap harinya. hindari banyak mengemil
makanan yang tidak sehat (junk food) karena akan membuat berat badan ukhti
selama kehamilan bertambah banyak sehingga akan sulit menurunkannya setelah
melahirkan.Mulailah anda mengkonsumsi makanan sehat dari sekarang selain
bermanfaat bagi diri ukhti juga sangat membantu pertumbuhan janin anda, wallahu
‘alam bisshowwab.

sumber:

- 101 tips terpenting melahirkan, Dian Rakyat,Jakarta, 1999.

- pengalaman pribadi

 

[baca selengkapnya...]

Telaga Rasulullah Pada Hari Kiamat

March 17, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Telaga (haudh) adalah tempat berkumpulnya air. Bentuk jamaknya adalah hiyadh disini adalah telaga besar tempat minumnya umat Muhammad shalallahu alahi wassalam pada hari kiamat, dan terhalang bagi orang yang menyalahi petunjuknya dan menggantinya (dengan yang lain/dengan hal-hal yang baru) sesudah wafat beliau. Terdapat hadits mutawatir (hadits yang diriwayatkan oleh banyak sahabat) tentang haudh beserta sifatnya antara lain:
1. Imam Al-Bukhari dan muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas bin Malik bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda :

“Sesungguhnya ukuran haudhku(telagaku) adalah seperti jaraknya antara Aylah dan San’a dari Yaman.(1) Dan sesungguhnya didalamnya terdapat ceret-ceret sebanyak bilangan bintang-bintang dilangit”

(HR.Al-Bukhari VIII/149 dan Muslim IV/1800)

2. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dengan sanad dari Abdul Malik bin Umair,
Ia berkata, saya mendengar Jundub radhiyallahu’anhu berkata bahwa saya mendengar Nabi shalallahu’alahi wassalam bersabda :

“Aku mendahului kalian atas haudh (telaga)”

(HR.Bukhari VIII/151, Muslim IV/792)

3. Dalam Shahihain dan lainnya dijelaskan bahwa Rasulullah bersabda ditengah-tengah
Sahabatnya :

“Sesungguhnya aku berada diatas haudh(telaga), aku menunggu siapa diantara kalian yang datang kepadaku. Demi Allah sesungguhnya orang-orang pasti akan dihalangi sebelum sampai kepadaku. Kemudian aku pasti akan berkata “Ya, Rabbi (mereka) itu dari golonganku , dari umatku!” maka Dia berfirman:”Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka lakukan sesudahmu, mereka mundur dan berpaling”

(HR. Bukhari VIII/151-152, Muslim IV/1794)

Didalam hadits yang telah disebutkan tadi terdapat bukti tentang penetapan/adanya haudh Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam dan sebagian ciri-cirinya dan bahwasanya Rasulullah mendatanginya terlebih dahulu sebelum umatnya, dan sesungguhnya melakukan bid’ah serta menyalahi perintah-perintah Rasul menjadi penghalang untuk meminum ditelaga Rasul.

Sedangkan sifat telaga (haudh) Rasulullah disebutkan dalam hadits sebagai berikut . Dari Abdullah ibnu Amr ibnu Ash radhiyallahu’anhuma berkata, telah bersabda Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam:

“Telagaku sangat luas dan lebar sejauh perjalanan satu bulan, airnya lebih putih daripada susu dan lebih wangi dari pada minyak kesturi(musk), dan cangkir-cangkirnya sebanyak jumlah bintang dilangit, siapa yang meminum darinya tidak akan haus selama-lamanya”

(HR. Bukhari VIII/581,lihat dalam Mukhtashar asilatu walajwibatu ala Syarh Aqidah wasithiyah, Ibnu Taimiyah : 116)

Sedangkan sifat-sifat yang lainnya yang disebutkan didalam banyak hadits adalah ia sangat luas dan lebar , luas dan panjangnya sama, setiap sisi dari sisi-sisinya adalah sejauh perjalanan satu bulan, airnya berasal dari telaga Al-Kautsar , ditengahnya terdapat dua pancuran dari surga, airnya lebih dingin dari es, lebih manis dari madu, lebih wangi dari minyak kesturi, dan cangkir-cangkirnya sebanyak jumlah bintang-bintang dilangit, siapa yang meminumnya tidak akan haus selama-lamanya (2).

Sesungguhnya beriman kepada haudh dan sifat-sifatnya adalah wajib atas setiap muslim dan muslimah karena hal tersebut disampaikan secara benar dari rasulullah shalallahualahi wassalam tanpa ada keraguan sedikitpun yang dapat dipahami secara langsung dari maknanya (zahir lafaznya) tanpa memerlukan takwil.
Mudah-mudahan Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita agar nantinya kita adalah termasuk hamba-hamba-Nya yang diberi nikmat dapat minum ditelaganya Rasulullah shalallahu’alaihiwassalam. Amin.
Wallahu’alam bishawwab.

Footnote:
1.Aylah adalah kota terkenal diujung Syam ditepi laut merah, ditengah-tengah antara Madinah, Damaskus dan Mesir. Ada yang mengatakan ia adalah kota perbatasan antara Hijaz dan Syam
2. Kitab Tauhid, jilid 2/138, lihat pula dalam Shahih Bukhari , Kitabur Riqaq

Daftar Pustaka:
1. Pokok-Pokok Aqidah Ahlus Sunnah walJama’ah, Yazid Abdul Qadir Jawas,Pustaka
At-Taqwa :2001 M
2. Kitab Tauhid, Syaik Shalih Fauzan, Darul Haq,1998M
3. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Syaikh Shalih Utsaimin; yayasan Al-Sofwa,1995M
4. Mukhtashar Asilatu walajwibatu alaa aqidah Al-Washithiyah, Syaikh Ibnu Taimiyah, ditulis ulang oleh Abdul Aziz Muhammad as-Salman, Cetakan 11, Riyadh

[baca selengkapnya...]

Hati-hati Terhadap Kitab Tafsir Yang Dinisbatkan Kepada Ibnu Abbas

March 17, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Ukhti, ingin membeli kitab tafsir? maka perhatikanlah judulnya dengan baik berikut nama penulisnya agar ukhti tidak salah membeli dan tidak terjerumus dalam pemahaman yang bisa membelokkan aqidah kita.Sebaiknya bertanya dahulu ke kawan atau ustadz yang memang faham betul terhadap kitab-kitab tafsir yang layak untuk dibaca.Selain selamat pemahaman kita, ukhti akhirnya bisa menghindarkan dari membuang ”uang” sayang kan apabila kitab tafsir yang kita beli dengan harga yang ”agak mahal” eeh..ga tahunya bertentangan dengan aqidah salafus shalih dimana mereka adalah sebaik-baik pendahulu kita yang wajib kita ikuti. Salah satu contoh yang akan saya berikan kepada ukhti semua adalah kitab tafsir Tanwir Al-Miqbaas min Tafsir Ibnu Abbas karangan Muhammad Ya’qub Al-Fairuz Abadi, pengarang kamus Al-Muhieth (yang belajar bahasa Arab biasanya kenal dengan kamus ini )atau Kitab Tafsir yang dipetik dari perkataan Ibnu Abbas ini sangat beredar luas dikalangan kaum muslimin bahkan telah mengalami cetakan ulang beberapa kali dinegeri -negeri Arab tempat kaum muslimin menimba ilmu agama mereka. Dan, sayangnya banyak diantara mereka yang tidak tahu.Nah, mari kita selidiki lebih dalam lagi.

Doktor Ali Ahmad Salus dalam kitabnya Ensiklopedi antara Sunnah dan Syiah menjelaskan tentang kitab tafsir yang dinisbatkan kepada Ibnu Abbas ini menjelaskan bahwa kitab tafsir ini mencakup semua Al-Qur’an.Lalu apakah benar bahwa semua penafsiran Ibnu Abbas sampai kepada kita??

Untuk itu marilah kita bahas beberapa tafsir yang ada dalam buku tafsir tersebut.

Dalam Surat Al-Fatihah Ibnu Abbas-menurut kitab ini- menafsirkan (bismillahirrahmanirrahim) sebagai berikut:

Al-Baa, bahaaullah (keindahan Allah), bahjatuhu (keelokan-Nya), balauhu(cobaan-Nya) dan baraktuhu (barakah-Nya) serta awal dari nama-Nya al-baarie (Yang Menciptakan).

Siin, sanauhu (keluhuran dan keagungan-Nya), sumuwwuhu(ketinggian-Nya) dan awal mula huruf dari nama-Nya, samii’ (Yang Maha Mendengar)

.Miim, mulkuhu (kekuasaan-Nya), majduhu(keagungan-Nya) dan minanuhu(karunia-Nya) atas hamba-Nya yang Allah beri hidayah iman serta awal dari nama-Nya majiid (Yang Maha Agung)

Allah, artinya ialah bahwa makhluk menjadikan-Nya sebagai ilaah dan merendahkan diri kepada-Nya tatkala mereka membutuhkan segala sesuatu dan ketika ditimpa sebuah musibah.

Ar-rahman, Yang penuh kasih dan kelembutan yang demikian menyentuh kepada hamba-Nya, baik kepada mereka yang suka berbuat baik maupun kepada yang berbuat jahat, yaitu dengan memberikan rezki kepada mereka dan mencegah segala macam kejelekan yang menimpa akan mereka.

Ar-rahiem, ini khusus untuk kaum muslimin, yaitu Allah memberikan ampunan-Nya dan memasukkan mereka ke dalam surga.Dan, maknanya adalah bahwa Dia menutupi dosa-dosa mereka di dunia, dan memberi rahmat diakhirat, sehingga mereka damasking kedalam surga (lihat tafsir ini pada halaman kedua)

Sedangkan dalam surat Al-Baqarah, dia berkata bahwa surat ini adalah surat Madaniyah, namun dikatakan pula sebagai Makkiyah.Kemudian dia memulai tafsirnya sebagai berikut,

Aliif Laam Miim.Alif

itu Allah, Laam itu Jibril sedangkan Miim adalah Muhammad.Juga dikatakan bahwa Alif:Allauhu (nikmat-Nya), Laam:Luthfuhu (Kelembutan Allah) dan Miim;mulkuhu(kerajaan Allah).Juga disebutkan Alif adalah huruf awal dari nama Allah, Laam huruf awal dari nama-Nya Lathif (Yang Maha Lembut) sedangkan Miim adalah huruf awal dari nama-Nya Majiid(Yang Maha Mulia).Juga Aliif Laam Miim itu diartikan Ana Allah A’lam (Aku Allah Maha Tahu).Juga disebutkan
bahwa itu adalah sumpah yang Allah bersumpah dengannya.

Dzalikal Kitaab;

yakni Kitab ini yang Muhammad
bacakan atas kalian.

Laa raiba Fihi;

tidak ada keraguan bahwa ia dari sisi-Ku.Maka jika kalian beriman dengannya, niscaya kalian akin mendapat hidayah dan jika kalian tidak beriman, maka kalian akan mendapat siksa.Juga dikatakan bahwa Al-Kitab disini adalah kitab yang ada di Lauh Mahfuzh.Juga disebutkan yang dimaksud dengan Al-Kitab dalam ayat diatas adalah Kitab yang dijanjikan kepada kamu (Muhammad) pada hari perjanjian (yaum mitsaq) bahwa Al-Kitab itu akan Aku wahyukan Kepadamu.Juga dikatakan bahwa yang dimaksud dengan Al-Kitab itu adalah Taurat dan Injil, Laa raiba Fihi, tak ada keraguan
bahwa didalamnya ada sifat dan karakter Muhammad (Lihat tafsir ini pada halaman
tiga).

Kesimpulan Dari Pembahasan Diatas:

Inilah sebagian yang ada dalam kitab Tafsir yang dinisbatkan kepada Ibnu Abbas.Kita akan mendapatkan bahwa dalam pembahasannya hal-hal sebagai berikut:

Pertama,

Kita perlu tegaskan bahwa tafsir yang
berasal dari Ibnu Abbas sangatlah sedikit jumlahnya, dan bahkan tidak lebih dari
seratus hadits, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Syafii’I sedangkan pada
kitab tafsir ini kita dapatkan tafsir seluruh ayat Al-Qur’an.

Kedua,

Pada tafsir ini kita dapatkan apa yang
tidak benar dari Ibnu Abbas atau dari sahabat-sahabat yang lain Radhiyallahu
anhum,atau orang-orang yang memiliki pengetahuan dan ilmu yang sangat mendalam
dan kokoh. Bahkan pada tafsir ini kita temukan sebuah bentuk penafsiran yang
sangat dekat dengan pola penafsiran bathini dan isyari (satu bentuk tafsir yang
sama sekali tidak berdasarkan pola nash namun semata berdasarkan bisikan batin
dan isyarat-isyarat.Penafsiran dengan cara ini sama sekali tidak diakui
dikalangan mufassir yang sama sekali tidak berdasarkan ilmu yang benar.Sedangkan
yang lain memang sama sekali tidak diterima.Sebagaimana dinyatakan bahwa surat
Al-Baqarah ada kemungkinan adalah surat Makiyyah dan bahwa yang dimaksud
Al-Kitab dalam ayat itu adalah kitab selain Al-qur’an.

Ketiga,

Al-Hafizh Ibnu Katsir mengatakan tentang
keutamaan Bismillahirrahmanirrahim,Al-Hafizh Ibnu Mardawih meriwayatkan dari 2
jalan dari Ismail bin Ayyasy dan Ismail bin Yahya dari Mis’ar dari Athiyyah dan
dari Abi Said dia berkata,Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya ibu Isa (maryam) menyerahkan Isa kesebuah tempat pengajaran(seorang tukang tulis) agar dia diajari.Sang guru berkata,”Tulislah!” Isa bertanya kepada sang guru “Apa yang mesti saya tulis?” Sang guru berkata”Bismillah” Isa bertanya kepada sang guru “Apa bismillah itu?”Sang guru Menjawab“saya sama sekali tidak tahu!”Isa berkata,”Baa itu Bahaaullah, Siin, Sanaauhu sedangkan Miim adalah mamlaktuhu.Allah itu adalah Tuhannya semua tuhan (yang disembah selain Allah), Ar-Rahmaan itu adalah Yang Maha Pengasih didunia dan akhirat, sedangkan Ar-Rahiim adalah Yang Maha Penyayang diakhirat.

Ibnu Jarir juga meriwayatkan ini dari hadits Ibrahim bin Al-Alaa yang bergelar Ibnu Zabriq dari Ismail bin Ayyasy dari Ismail bin Yahya dari Ibnu Abi Mulaikah dari orang yang memberitahukan kepadanya drai Ibnu Mas’ud , mis’ar dari “Athiyah drai Abi Said dia berkata, Rasulullah bersabda kemudian dia menyebutkan hadits tersebut.

Setelah menguraikan hadits ini Ibnu Katsir berkata,Hadits ini adalah sangat gharib (hadits yang periwayatannya hanya melalui satu sanad) mungkin saja hadits ini shahih, namun bukan dari Rasulullah, dan mungkin saja ia tremasuk dalam riwayat-riwayat Israiliyyat dan bukan termasuk hadits marfu’ yang bersambung kepada Rasulullah. (lihat Tfasir Ibnu Katsir,I/17)

Dalam surat Al-baqarah Ibnu Katsir berkata, saat menafsirkan firman Allah (Dzaalika Laa Raibaa
Fihi
)

Ibnu Juraij berkata, Ibnu Abbas berkata,”Yang dimaksud dengan kitab itu adalah kitab ini (al-Qur’an). Demikian juga apa yang disebutkan oleh Mujahid, Ikrimah, Said bin Jubair dan As-Sudi Muqatil bin Hayyan,Zaid bin Aslam dan Ibnu Juraij.

Kemudian Ibnu Katsir berkata, Sebagian mufassir mengatakan sebagaimana yang dinukil oleh Al-Qurthubi dan yang lainnya, bahwa kalimat itu mengisyaratkan kepada Al-Qur’an yang Allah janjikan kepada Rasulullah bahwa ia akan diturunkan kepadanya, atau Taurat dan Injil, atau sepuluh pendapat semisal dengan itu.Hadits ini telah dilemahkan oleh sekian banyak ulama.

Yang dimaksud dengan Al-Kitab adalah Al-Qur’an dan barangsiapa yang menyatakan bahwa isyarat itu menunjukkan kepada Taurat dan Injil, sebagaimana yang dinukil Ibnu Jarir, maka ia benar-benar telah melakukan kecerobohan dan telah tenggelam dalam sebuah perselisihan serta melakukan hal yang sebenarnya tidak diketahui sama sekali (ibid hal:39)

Dalam Kitab Ad-Durr Al-Mantsur fi At-Tafsir bil Ma’tsur, As-suyuthi berkata:”Ibnu Jarir telah meriwayatkan, demikian juga Ibnu Adi dalam bukunya Al-Kamil, Ibnu Mardawih, Abu Nuaim didalam Hilyat Al-Awliya,Ibnu Asakir dalam bukunya Tarikh Dimasyq juga Ats-Tsa’labi dengan sanad yang sangat lemah dari Abu Said Al-Khudri dia berkata,Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya maryam Ibu Isa telah menyerahkan Isa kepada seorang tukang tulis agar diajari menulis”

Kemudian ia menuturkan apa yang telah disebutkan sebelumnya.(Ad-Durr Mantsur,I/18)

Khabar yang ditolakoleh Ibnu Ktasir dan juga As-Suyuthi adalah apa yang diriwayatkan oleh ‘Athiyah dari Abu Said Al-Kudri, Athiyah dalam periwayatan hadits ini adalah Athiyah bin Saad bin Janadah al-Aufa.

Imam Ahmad bin Hanbal banyak menyinggung orang ini dan riwayat haditsnya dari Abu Said.dia mengatakan bahwa orang ini adalah lemah haditsnya.Ats-Tsauri dan Hasyim juga melemahkan haditsnya.Dia juga mengatakan “Telah sampai berita kepada saya bahwa Athiyah mendatangi Al-Kalbi dan dia belajar tafsir darinya.dan dia memberi gelar Al-Kalbi dengan sebutan Abu Said”.Kemudian dia berkata, Abu Said berkata”banyak orang yang mengira bahwa yang dimaksud adalah Abu said Al-Khudri”

Ibnu Hibban berkata,”Athiyah pernah mendengar dari Abu Said Al-Khudri beberapa hadist, tatkala Abu Said Al-Khudri meninggal, maka dia belajar kepada Al-Kalbi.Ketika Al-Kalbi dipanggil Abu Said dia mengatakan, Rasulullah bersabda dan dia telah menghafal dan meriwayatkan darinya ,maka jika dikatakan kepadanya,“Siapa yang mengatakan hadits ini Kapadamu?“ Dia akan mengatakan,“Abu Said telah mengatakan hadits ini Kepadaku”.Orang-orang mengira bahwa Abu Said yang dimaksud adalah Abu Said Al-Khudri padahal yang dia maksud adalah Al-Kalbi.

Tafsir Tanwirul Miqbas ini diriwayatkan oleh Al-kalbi, untuk memberi penegasan bahwa riwayat itu tidak mungkin berasal dari Abu Said Al-khudri.Ini juga diperkuat dengan apa yang dikatakan oleh Athiyyah bahwa dia mengatakan belajar tafsir dari Al-Kalbi dan dia digelari Abu Said agar orang menyangka bahwa riwayatnya itu berasal dari Abu Said Al-Khudri.

Dalam tafsir At-Thabari yang ditahqiq dan diberi catatan oleh guru kami yang alim, Mahmud Muhammad Syakir dan hadits-haditsnya diteliti oleh kakaknya, Syaikh Ahmad Syakir kita mendapatkan tentang tafsir Basmallah yang sma dengan diatas.Dan, dalam catatan kaki yang ditulis oleh Mahmud Syakir kita dikatakan:Hadits ini palsu dan tidak memilki asal usul.Kemudian dia menyebutkan secara terinci tentang kepalsuan hadits ini serta memberikan isyarat dan catatan terhadap apa yang disebutkan oleh Ibnu Katsir dan Suyuthi (Tafsir Al-Qurthubi,I/121-122)

Dari bahasan diatas kita sampai pada sebuah kesimpulan bahwa sebagian besar tafsir yang ada dalam kitab Tanwirul Miqbas sama sekali tidak benar dan penisbatannya kepada Ibnu Abbas, “Hibrul Ummah(tinta Umat) dan turjuman Al-Qur’an (penerjemah Al-Qur’an) adalah bohong.Dan sebagian tafsir yang ada dalam kitab ini bertentangan dengan apa yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas sendiri lewat jalur periwayatan yang benar dan diterima. (EnsiklopediSunnah-Syiah, I/392-396)

Jadi berhati-hatilah sebelum membeli buku, agar tidak menyesal nantinya.

Semoga Allah memberikan pahala yang tidak terhingga kepada para ulama kita yang telah menghabiskan seluruh waktunya untuk meneliti buku-buku tafsir maupun hadits lainnya yang beredar luas dikalangan kaum muslimin, agar kaum muslimin tidak terjerumus dalam kesesatan maupun kesalahan yang fatal akibat dari membaca kitab-kitab tadi.Dan, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wassalam, para sahabatnya dan keluarganya.amiin.

Sumber rujukan:

1.Ensiklopedi Sunnah-Syiah Study Perbandingan Aqidah dan tafsir,Prof.Dr.Ali Ahmad As-Salus,Pustaka Al-Kautsar.

2.tanwirul Miqbaas min Tafsir Ibnil Abbas, Fairuz Abadi, Beirut, Lebanon

 

[baca selengkapnya...]

Ukhti Muslimah, Bagaimana Aqidahmu?

March 17, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Sengaja penulis mengambil judul diatas agar ukhti semua senantiasa
bermuhasabah(intropeksi) diri , apakah sudah benar aqidah (keyakinan) kita dalam
beragama ini? suatu pertanyaan yang mungkin agak sepele akan tetapi sangat sulit
untuk dijawab.

Sebenarnya dari sinilah segala amal akan dihisab oleh Rabb kita,..dengan
akidah yang shahih (benar) sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah dan pemahaman
pendahulu kita salafuna Shalih maka hati kita akan tunduk dan patuh kepadaNya.
Menyerahkan seluruh hidup kita dengan penuh kepasrahan dan keikhlasan. Segala
perintah yang Allah turunkan dalam kitab-Nya yang Mulia dan melalui lisan
Nabi-Nya adalah merupakan hal yang ringan …mudah sehingga jawaban kita
terhadap perintah-perintah tersebut adalah ”kami dengar dan kami
patuh”…sebuah jawaban yang indah .

Wahai ukhti muslimah,…

Cobalah simak firman-Nya:

”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
supaya mereka menyembahKu

(Adz-dzariyaat:56)

Sebuah seruan yang jelas dan pasti untuk kita,..yaitu agar kita hanya
benar-benar menyembahNya saja, mentauhidkan-Nya, tidak menyekutukan-Nya….tentu
ukhti semua menyadari kita ini adalah hamba-hamba-Nya dan suatu saat akan
kembali pada-Nya. Karena itulah tugas kita untuk selalu membersihkan akidah kita
dari noda-noda kesyirikan.

Dengan akidah yang bersih inilah kita mulai beramal untuk mencapai derajat
takwa derajat wanita shalihah yang kita idam-idamkan.

sayangnya,..banyak saudari kita yang masih terlena dan jauh dari akidah yang
benar..jauh dari syariat yang benar..sehingga apa yang mereka perbuat lebih
banyak melanggar perintah-Nya dari pada taat kepada-Nya.

Wahai ukhti muslimah saudariku….bukan maksud penulis untuk membuka aib atau
mencela dan merasa diri sendiri suci dan benar..akan tetapi hanya ingin saling
menasehati semoga Allah selalu membimbing kita semua…

Penulis hanyalah ingin membagi cerita tentang apa yang dialaminya ketika
Allah memberikan kemudahan untuk menunaikan rukun islam yang kelima pada tahun
2001 yang lalu bersama sang suami..

Dengan penuh rasa haru penulis memasuki pesawat dan duduk disebelah saya
seorang wanita keturunan Arab yang cantik jelita dengan dua orang anaknya..saya
bertanya kepadanya ”Akan pergi kemana?” karena saya melihatnya tanpa
mahram..

dia menjawab akan ke Dammam. Saya melihatnya dengan prihatin karena kasihan
melihatnya kerepotan seorang diri mengurus dua anaknya yang agak rewel
dipesawat..Saya membantunya memasukkan barang-barangnya yang sempat tercecer
keluar diantaranya adalah abaya hitam(gamis panjang) dan jilbab panjang
hitam…saya bertanya ”apakah anda memakai ini sama seperti saya? saya bertanya
heran karena beliau saat itu mengenakan setelan celana jean ketat dan kaos
ketat..

beliau menjawab:”Iya,..di Saudikan kita haram terbuka seperti ini,..setiba
saya di bandara saya akan memakainya..mbak orang Arab? saya menjawab:Bukan

beliau bertanya lagi : Oh,.tetapi kenapa pake cadar apa karena suami mbak
orang Arab jadi disuruh pake begitu? beliau bertanya sambil melirik kesuami
saya.

Sayapun menjelaskannya dengan panjang lebar mengapa saya memakai cadar
kepadanya..dan alhamdulillah dia mengerti.

Suatu kejadian yang sungguh disesalkan dimana banyak kaum kita (wanita)
memahami bahwa perintah jilbab adalah ditaati ketika suatu negara mewajibkannya
bukan karena ketaatan dan ketundukan hati…

Ketika penulis sampai di Madinahpun banyak meneteskan air mata karena
ternyata ..saudari-saudari kita yang shalat disana masih banyak yang melakukan
kemusyrikan diantaranya mencium tiang-tiang masjid Nabawi dan menyapunya
keseluruh tubuh untuk mencari berkah walaupun polisi wanita disana meneriaki
haram,..toh mereka

tak perduli..jalan terus..sungguh menyedihkan.

Hal tersebut tak jauh berbeda saya dapati di Masjidil Haram,..mereka
berdesak-desakkan mencari berkah ditempat keluarnya air zam-zam..mengorek-ngorek
dinding tersebut ..kemudian menyimpan serpihan-serpihan dari dinding disekitar
keluarnya zam-zam itu kedalam saputangan atau yang lainnya sehingga mengganggu
saudarinya yang lain yang ingin minum air zam-zam…

teriakan saudari kita yang lain melarang perbuatan itu sama sekali tidak
digubris..

Saya hanya bisa berdo’a semoga Allah memberi mereka hidayah,..

Setibanya di Bandara Jeddah untuk pulang ketanah air..saya mendapatkan
pengalaman yang sangat menarik,..karena tempat pemeriksaan antara laki-laki dan
wanita dipisah,..jadilah saya sendiri menghadapi petugas imigrasi
bandara,..mereka lama sekali melihat kesaya,..sayapun bertanya kepadanya dalam
bahasa Arab :Apakah ada masalah?

Petugas itu agak terkejut karena dia melihat paspor saya adalah paspor
indonesia . Dia menjawab:”tidak”

Salah seorang petugas imigrasi yanglain mendatangi saya dan bertanya apakah
saya benar-benar orang indonesia asli bukan keturunan Arab…saya
mengiyakan..dia pun berkata kepada saya:”Coba lihat disana itu semua kan
teman-temanmu mereka sudah melepaskan kerudung mereka semua karena sudah selesai
dari hajinya..” saya tidak sempat menjawab banyak karena saya melihat wajah
khawatir suami saya dari jauh..
dengan sangat terpaksa sayapun meninggalkan
beliau yang masih dalam kebingungan…

Ini adalah suatu kenyataan ukhti…saudariku…
Sebuah hal yang sungguh
patut di renungkan,..apabila memang hati kita benar-benar telah tunduk
kepada-Nya kita akan selalu taat dimanapun kita berada tanpa memandang situasi
dan kondisi hingga kita menghadap-Nya.

Semoga Allah senantiasa membimbing dan menjaga kita untuk istiqomah
dijalan-Nya dan menjadikan seluruh amalan kita ikhlas kepada-Nya bersih dari
riya dan kesyirikan. amin.


[baca selengkapnya...]

Bising Diwaktu Orang Sedang Shalat

March 17, 2004. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off

Banyak kita jumpai disekeliling kita, apakah itu saudara kita, teman, kerabat dan lain-lainnya yang sering berbicara dengan suara nyaring ketika seseorang sedang melaksanakan shalat.Disadari atau tidak mereka ini telah mengganggu hubungan munajat seorang hamba dengan Rabb-Nya.Bahkan terkadang diantara mereka ada pula yang mengeraskan bacaan Al-Qur’an atau pun dzikir, adapula yang tertawa, bercanda dengan temannya .Kejadian ini bukan merupakan rahasia umum lagi.Mereka seakan-akan acuh tak acuh dan menganggap biasa saja bising diwaktu orang sedang shalat.Baik apakah itu shalat dimasjid, mushalla ataupun dirumah. Apakah sikap seperti ini dibenarkan dalam islam dan apakah perbuatan bising diwaktu orang sedang melaksanakan shalat ini diridhoi oleh Rabb kita???


[baca selengkapnya...]

Arsip