| Makruh |
: sesuatu yang apabila dikerjakan kurang baik, tetapi apabila ditinggalkan
akan mendapat pahala. |
| Marfu’ |
: hadits yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam;
sesuatu yang dinisbatkan kepada Rasulullah baik itu berupa ucapan, perbuatan,
sikap atau persetujuan, meskipun yang menisbatkan itu seorang sahabat atau
tabi’in. |
| Mauquf |
: sesuatu yang dinisbatkan kepada seorang sahabat, baik itu berupa ucapan,
perbuatan atau persetujuan; perkataan yang diucapkan seorang sahabat atau
perbuatan yang dilakukannya atau persetujuannya terhadap apa yang dilakukan
seorang tabi’in. |
| Mufti |
: orang yang memberikan fatwa atau petunjuk atas suatu masalah. |
| Nadzar |
: kaul. |
| Nau’ |
: bintang; arti asalnya; tenggelamnya atau terbitnya suatu bintang.
|
| Nusyrah |
: tindakan untuk menyembuhkan atau mengobati orang yang terkena sihir dengan
mantera atau jampi. |
| Qadha’ = qadar |
: ketetapan Ilahi, artinya bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta
ini diketahui, dicatat, dikehendaki dan diciptakan oleh Allah Subhanahu wa
Ta’ala. |
| Qunut |
: membaca doa dalam shalat, dilakukan sebelum ruku’ atau sesudahnya pada
raka’at terakhir, terutama pada waktu nazilah (dalam keadaan ada bahaya).
|
| Radhiyallahu ‘anha; ‘anhu; ‘anhuma |
: semoga Allah senantiasa melimpahkan keridhaan kepadanya (wanita; laki-
laki, mereka berdua). |
| Risywah |
: sogokan; uang semir; uang pelicin. |
| Riya’ |
: melakukan suatu amal dengan cara tertentu supaya diperhatikan orang lain
dan dipujinya; contohnya: seseorang melakukan shalat, lalu memperindah shalatnya
tatkala dia mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya. |
| Ruqyah |
:usaha penyembuhan suatu penyakit dengan pembacaan ayat-ayat Al- Qur’an,
doa- doa, atau mantera-mantera. |
| Sakrat al-maut |
: rasa pedih dan sakit yang dirasakan seseorang ketika dicabut nyawanya;
sekarat. |
| Sanad |
: lihat isnad. |
| Shafar |
: bulan kedua dalam tahun Hijriyah, yaitu bulan sesudah bulan Muharram.
|
| Shahih |
: hadits yang diriwayatkan secara bersinambung oleh orang-orang yang
terpercaya (perilaku, daya hafal dan kecermatannya) mulai dari awal sanad sampai
yang terakhir, bebas dari suatu keganjilan atau sebab yang menjadikan hadits
tersebut lemah. |
| Shallallahu ‘alaihi wa Sallam |
: Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam sejahtera kepada
beliau. |
| Subhanahu wa Ta’ala |
: Maha Suci Allah dan Maha Tinggi. |
| Subhanallah |
: Maha Suci Allah. |
| Syahadat |
:persaksian dengan hati dan lisan bahwa: “Tiada sesembahan yang haq selain
Allah Muhammad adalah utusan Allah”, dengan mengerti maknanya dan mengamalkan
apa yang menjadi tuntutannya, baik zhahir maupun batin. |
| Syafa’at |
: perantaraan, yaitu perantaraan yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa Sallam kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan hal itu dengan
seizin-Nya, untuk meringankan beban umat manusia ketika di padang Mahsyar (pada
hari Kiamat) dan inilah yang dinamakan syafa’at kubra (terbesar) atau disebut
juga al-Maqam al- Mahmud; untuk memasukkan surga bagi mereka yang berhak
mendapatkan surga; uk tidak memasukkan ke neraka bagi ahli tauhid dari umatnya
yang berdosa yang semestinya masuk neraka; untuk mengeluarkan dari neraka
orang-orang ahli tauhid yang berdosa yang sudah masuk neraka; untuk menambahkan
pahala dan meningkatkan derajat bagi orang-orang penghuni surga; dan perantaraan
kepada Allah untuk meringankan siksa bagi sebagian orang kafir dan ini khusus
untuk paman beliau Abu Thalib. |
| Ta’ala |
: Maha Tinggi |
| Ta’awwudz |
:meminta perlindungan kepada Allah dengan mengucapkan “A’udzubillah min…”
(aku berlindung kepada Allah dari…). |
| Tahmid |
: memuji Allah Ta’ala dengan mengucapkan “Alhamdulillah” (Segala puji hanya
milik Allah). |
| Tahrif |
: menyelewengkan suatu nash dari Al-Qur’an atau Hadits dengan merubah
lafadznya atau membelokkan maknanya dari makna yang sebenarnya. |
| Takbir |
: mengagungkan Allah dengan mengatakan “Allahu Akbar” (Allah Mahabesar).
|
| Takyif |
:mempertanyakan bagaimana sifat Allah itu; atau menentukan bahwa hakekat
sifat Allah itu begini atau begitu. |
| Tamimah |
:sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir
penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang dsb. Dan termasuk
dalam hal ini apa yang dinamakan haikal. |
| Tamtsil |
: menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya. |
| Tathayyur |
: berfirasat buruk; merasa bernasib sial; atau meramal nasib buruk karena
melihat burung, binatang lain, atau apa saja. |
| Ta’thil |
: mengingkari seluruh atau sebagian sifat-sifat Allah. Sedang perbedaannya
dengan tahrif, bahwa ta’thil tidak mengakui makna sebenarnya yang dikandung oleh
suatu nash dari Al-Qur’an atau Hadits. Adapun tahrif ialah merubah lafadznya
atau memberikan tafsiran yang menyimpang dari makna sebenarnya yang dikandung
oleh nash tersebut. Lihat tahrif. |
| Ta’wil |
: Ada tiga pengertian: 1. hakekat atau kenyataan yang sebenarnya dari
sesuatu perkataan atau berita. Seperti kata-kata ta’wil yang tersebut dalam
Al-Qur’an 7:3, 53:7, 39:10 dsb. 2. tafsiran, seperti kata-kata para ahli tafsir:
“Ta’wil dari firman Allah…”, artinya: tafsiran dari firman Allah… 3.
penyimpangan suatu kata dari makna yang sebenarnya ke makna yang lain. Dan
inilah yang dimaksud dengan ta’wil yang sering disebutkan dalam pembahasan
teologis. |
| Tiwalah |
: guna-guna;sesuatu yang dibuat untuk supaya suami mencintai isterinya atau
sebaliknya. |
| Thaghut |
: setiap yang diagungkan – selain Allah – dengan disembah, atau ditaati,
atau dipatuhi; baik yang diagungkan itu batu, manusia, atau syaitan. |
| Tharq |
: meramal dengan membuat garis di atas tanah. Caranya antara lain, seperti
yang dilakukan orang-orang Jahiliyah, yaitu: dengan membuat garis-garis yang
banyak secara acak (sembarangan), lalu dihapus dua-dua, apabila yang tersisa dua
garis itu tandanya akan sukses atau bernasib baik, tetapi apabila tinggal satu
garis saja itu tandanya akan gagal atau bernasib sial. |
| Ulama’ |
: ilmuwan; secara khusus: orang ahli dalam bidang agama. |
| Umara’ |
: pemimpin; penguasa. |
| Wada’ah |
: sesuatu yang diambil dari laut, meyerupai rumah kerang, menurut anggapan
orang- orang Jahiliyah bisa digunakan sebagai penangkal penyakit.
|