15
Tauhid Uluhiyah, Inti Ajaran Para Rasul
Posted under Uncategorized“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al-Qor’an) dengan membawa (kebenaran). Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya”. (Az-Zumar:2)< ?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" />
Makna Tauhid
Tauhid merupakan bentuk masdhar (gerund) dari “Wahhada Yuwahhidu Tauhiidan” yang artinya “mengesakan” atau “menunggalkan”, dan secara lengkap bermakna mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya, dan meyakini bahwa Dia sendiri lah yang menciptakan, mengatur serta menguasai alam semesta dan seisinya (Rubbubiyah-Nya), Ikhlas beribadah kepada-Nya (Uluhiyah-Nya) serta menetapkan baginya nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Dengan demikian, tauhid ada tiga macam pembagiannya; tauhid rubbubiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid asma’ wa sifat. Dan seperti yang sudah masyur diketahui bahwa pembagian ini sudah disepakati oleh jumhur ulama dengan dalil-dalil yang shahih dan qoth’i. Kewajiban kita adalah meyakini dan mengimaninya.