July 28, 2007. Dikirim dalam Uncategorized | Comments Off
1. Memperlakukan istri dengan baik merupakan perkara yang dianjurkan oleh syariat. Seorang suami wajib memperlakukan istrinya dengan baik serta banyak bersabar dan lapang dada dalam menghadapinya, apalagi jika usia si istri masih belia. Hal itu berdasarkan sebuah hadits riwayat ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha ia berkata:
“Demi Allah, saya melihat Rasulullah berdiri di depan pintu kamarku sementara orang-orang Habasyah bermain-main tombak di masjid, Rasulullah menyitariku dengan selendangnya agar aku dapat menyaksikan permainan mereka dari balik telinga dan leher pundak beliau, beliau tidak beranjak sehingga aku puas dan beranjak dari situ. Beliau memperlakukanku sebagaimana seorang gadis muda belia yang masih senang permainan.” }Hadits shahih riwayat Al-Bukhari (IX/255), Muslim (VI/183-184), An-Nasai (III/193-196), Ahmad (VI/166, 247) }
[baca selengkapnya...]
July 24, 2007. Dikirim dalam Uncategorized |
2 komentar
Metode untuk mengatasi kekuasaan nafsu ammarah atas hati seorang mukmin adalah dengan selalu mengintrospeksi dan menyelisihinya. Imam Ahmad meriwayatkan, Umar bin Khaththab berkata, "Hisablah dirimu sebelum dihisab! Sesungguhnya berintropeksi bagi kalian pada hari ini lebih ringan daripada hisab di kemudian hari. Begitu juga dengan hari 'aradl (penampakan amal) yang agung."
[baca selengkapnya...]
Oleh : Abu Abdil Ghany (Majalah Nabila)
Hati tenang, bahagia, dan hilangnya kegundahan adalah dambaan setiap insan.
Insan yang berakal menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di Rahimahullah dalam bukunya, al-Wasaailu al-Mufaidah lil Hayatatis Sa’idah mengetahui bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan yang ia jalani dengan bahagia dan tenang. Kehidupan ini pendek sekali, lanjut Syaikh AAS-Sa’di, maka tak sepantasnya memperpendek dengan kesedihan dan larut dalam kesusahan.
[baca selengkapnya...]