Jilbab Online

Kitab Tauhid (Bag 9-Terakhir): Rangkuman Isi Mukadimah Kitab Tauhid

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah pada bagian awal kitab ini telah membawakan ayat, atsar, dan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun ayat pertama yang beliau bawakan dari surat Adz-Dzariyat ayat 56 berisi hikmah penciptaan jin dan manusia, yaitu untuk beribadah. Ibadah tidak bisa terwujud kecuali dengan mengingkari sesembahan selain Allah. Oleh sebab itu beliau membawakan ayat berikutnya dalam surat An-Nahl ayat 36.

Baca Selengkapnya →

Kitab Tauhid (Bag 8): Hak Allah Atas Setiap Hamba

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan hadits dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu. Beliau mengisahkan : Dahulu saya pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas seekor keledai. Ketika itu beliau berkata kepadaku, “Wahai Mu’adz, apakah kamu tahu apakah hak Allah atas hamba dan apa hak hamba kepada Allah?”. Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Hak Allah atas hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Adapun hak hamba kepada Allah ialah Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya saya kabarkan berita gembira ini kepada manusia?”. Beliau menjawab, “Jangan kabarkan berita gembira ini kepada mereka karena itu akan membuat mereka bersandar.” (HR. Bukhari dan Muslim dalam kedua kitab Sahih mereka)

Baca Selengkapnya →

Kitab Tauhid (Bag 7): Larangan Terbesar

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Katakanlah; Kemarilah akan aku bacakan kepada kalian apa-apa yang diharamkan Rabb kalian kepada kalian; yaitu janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (Al-An’am : 151). Ayat ini memberikan peringatan keras dari syirik dengan segala bentuk dan variasinya (lihat Al-Jadid fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal. 30)

Baca Selengkapnya →

Kitab Tauhid (Bag 6): Perintah Paling Agung

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (An-Nisaa’ : 36). Ayat yang mulia ini menunjukkan wajibnya beribadah kepada Allah semata dan mengingkari segala sesembahan selain-Nya (lihat Al-Jadid fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal. 27)

Baca Selengkapnya →

Kitab Tauhid (Bag 5): Hakikat Tauhid

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Dan Rabbmu telah menetapkan bahwa janganlah kalian menyembah kecuali hanya kepada-Nya, dan kepada kedua orang tua hendaklah berbuat baik…” (Al-Israa’ : 23). Ayat ini menunjukkan tentang wajibnya mengesakan Allah dalam beribadah, dan inilah yang dimaksud dengan tauhid (lihat Al-Jadid fi Syarhi Kitabit Tauhid, hal. 24)

Baca Selengkapnya →

Kitab Tauhid (Bag 4): Tujuan dan Hikmah Diutusnya Para Rasul

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul, yang menyerukan; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (An-Nahl : 36). Ayat ini menunjukkan kesepakatan segenap rasul dalam mendakwahkan tauhid, dan bahwasanya mereka diutus dengan membawa misi ini; yaitu dakwah tauhid (lihat Al-Qaul-Al-Mufid oleh Syaikh Al-Utsaimin, 114)

Baca Selengkapnya →

Kitab Tauhid (Bag 3): Tujuan dan Hikmah Penciptaan

 

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56). Makna ayat ini adalah bahwasanya Allah ta’ala mengabarkan bahwa tidaklah Dia menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Inilah hikmah penciptaan mereka (lihat Fat-hul Majid, hal. 17 cet. Darul Hadits)

Ibadah biasa digunakan untuk menyebut salah satu diantara dua hal ini. Pertama;penghambaan kepada Allah -atta’abbud- yaitu dengan perendahan diri kepada-Nya dengan penuh kecintaan dan pengagungan dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Kedua; segala hal yang digunakan untuk menghamba kepada-Nya -muta’abbad bihi-, yaitu mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah berupa ucapan dan perbuatan yang tampak dan yang tersembunyi (lihat keterangan Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah dalam Al-Qaul Al-Mufid, 17 cet. Maktabah Al-‘Ilmu)

Baca Selengkapnya →

Kitab Tauhid (Bag 2): Kandungan Basmalah

Basmalah mengandung keimanan kepada uluhiyah Allah dan sifat-sifat-Nya. Di dalam nama ‘Allah’ terkandung tauhid uluhiyah yaitu kewajiban mengesakan Allah dalam beribadah. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, “Makna kata ‘Allah’adalah Dzat yang memiliki hak uluhiyah dan ibadah atas seluruh makhluk-Nya.”(lihat Fat-hul Majid, hal. 11 cet. Darul Hadits) Di dalam basmalah terdapat penetapan nama Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Nama Ar-Rahman ditafsirkan oleh para ulama sebagai dzat yang memiliki kasih sayang yang luas atas seluruh makhluk-Nya, sedangkan Ar-Rahim bermakna yang memiliki kasih sayang yang khusus bagi orang-orang beriman. Baca Selengkapnya →

Kitab Tauhid (Bag 1): Memulai dengan Basmalah

Penulis -Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memulai kitabnya dengan basmalah ‘yaitu ucapan bismillaahirrahmanirrahim’. Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah menjelaskan, bahwa ini adalah dalam rangka mengikuti Kitabullah dan juga melaksanakan kandungan hadits “Setiap perkara penting yang tidak diawali dengan bismillaahirrahmanirrahim, maka ia terputus.” Hadits ini dihasankan oleh Ibnu Sholah. Selain itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam melalui surat-suratnya dengan tulisan basmallah, sebagaimana dalam surat yang dikirim kepada Heraklius pembesar Romawi (lhat Fat-hul Majid, hal. Baca Selengkapnya →

Kebaikan dan Keburukan adalah Ujian

Sebagian orang mengira bahwa ujian adalah ketika dia ditimpa musibah dan keburukan, pemahaman seperti ini adalah keyakinan yang salah dan keliru. Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa ujian itu berupa keburukan dan kebaikan, sebagaimana firman-Nya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 35) Allah juga berfiman: “Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). Baca Selengkapnya →