Jilbab Online

Abu Bakar memang Ash-Shiddiq (Hikmah Perjanjian Hudaibiyah)

Sumber ilustrasi

 

Di kota Madinah pada tahun keenam Hijriyyah, Rasulullah _shallallaahu ‘alaihi wa sallam_bermimpi bahwa beliau bersama para sahabat _radliyallaahu ‘anhum _melaksanakan manasik, sebagian di antara mereka ada yang mencukur rambut dan sebagiannya ada yang mengguntingnya saja. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala:

Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. (Al Fath: 27)

Baca Selengkapnya →

Singa Betina dari Madinah

Sumber ilustrasi

Rasulullah mempunyai orang-orang yang dekat baik lelaki dan wanita (baca: para shahabat dan shahabiyah) dengan keimanan dan konsistensi tiada bandingannya. Mereka adalah orang-orang yang berani, dermawan, santun, dan mengasihani orang lain.

Tak terhitung literatur sejarah yang acapkali memuji kontribusi para sahabat Rasulullah, namun penting juga rasanya memeras tenaga untuk menelisik informasi yang ada tentang kontribusi para shahabiyah (sahabat wanita) Rasulullah. Di antara sekian banyak dari mereka, salah satunya adalah Nusaibah binti Ka’ab yang -bersama keluarganya- dikenal sebagai sosok yang humanis dan suka bederma.

Baca Selengkapnya →

ASy-Syifa’ bintu Abdullah Radhiyallaahu ‘anha

Sumber ilustrasi

Di antara wanita itu ada yang terkenal dengan hafalannya terhadap Kitabullah, ada yang meriwayatkan hadits, menjadi ahli fikih, keahliannya pandai membaca dan menulis, dan pada masa permulaan islam mereka sangat sedikit sekali.

Membaca dan menulis adalah pokok paling penting dalam kelangsungan peradaban manusia. Karena begitu penting dan berharganya ilmu membaca dan menulis, sampai-sampai Allah menamakan salah satu surat dalam al-Qur’an dengan al-Qalam (pena). Allah bersumpah demi pena yang menjadi alat untuk menulis dan juga memerintahkan kita untuk membaca, sebagaimana yang tertera dalam surat al-‘Alaq.

 

Asy-Syifa’ dari Bani Adiy

Asy-Syifa’ bintu Abdullah bin Abdu Syams bin Khalaf al-Adawiyah dari suku Quraisy. Salah satu dari sedikit wanita yang pandai membaca dan menulis pada masa Jahiliah. Dikatakan nama sebenarnya adalah Laila dan ia bergelar Ummu Sulaiman, akan tetapi ia lebih dikenal dengan nama Asy-Syifa’, mungkin juga karena banyak yang mendapatkan kesembuhan melalui tangannya.

Ia adalah seorang shahabiyah yang hidup sederhana, tetapi mempunyai semangat juang yang tinggi. Dan inilah beberapa kisah tentangnya yang mungkin tidak banyak, namun semoga dapat memberikan gambaran bagi kita tentang kehidupannya agar dapat kita jadikan teladan dalam kehidupan ini.

Baca Selengkapnya →

Durrah Binti Abu Lahab: Putri Paman Nabi (Bagian 2)

<a href="http://mandymendi.tumblr.com/post/25360634183">Sumber ilustrasi</a>

 

Sebelumnya telah diceritakan bahwa Rasulullah mendapat perintah untuk mendakwahkan agama ini dengan terang-terangan, terutama kepada kerabat-kerabat dekatnya, berikut ini kisah selanjutnya.

Kemudian, Rasulullah naik ke puncak Shafa dan berseru kepada orang banyak, “Hai bani Fihr, hai bani Adiy! Mereka semua berkumpul, dan mereka yang tidak bisa datang mengutus seseorang untuk melihat ada apa gerangan. Datanglah Abu Lahab dan orang-orang Quraisy. Rasulullah bersabda, “apa pendapat kalian jika aku sampaikan berita bahwa di balik bukit ini ada kuda, apakah kalian percaya kepadaku?” Mereka menjawab, “Kami tidak pernah melihat engkau berdusta.” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) adzab yang keras”. Abu Lahab angkat bicara, “Celaka kamu sepanjang hari ini. Apakah untuk ini kamu mengumpulkan kami? Kemudian turunlah firman Allah, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab, dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaidah kepadanya harta benda dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang dilehernya ada tali dari sabut.” (Al-Masad: 1-5). Kisah di atas diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Baca Selengkapnya →

Durrah Binti Abu Lahab: Putri Paman Nabi (Bagian 1)

<a href="http://500px.com/photo/986784?from=popular">Sumber ilustrasi</a>

 

Pada kesempatan yang baik ini akan kita telusuri shirah seorang shahabiyah yang mulia. Ia merupakan salah satu putri dari paman Rasulullah yang sangat membenci beliau, tetapi berkat hidayah dari Allah, ia masuk Islam dan menjadi salah satu wanita kebanggaan Rasulullah.

Sebelum kita mengenal lebih dekat shirah shahabiah Durrah bintu Abu Lahab bin Abdul Muththallib al Hasyimiyah al-Quraisyah, seorang putri dari paman Rasulullah, alangkah baiknya kita mengenal dulu tentang ayahnya, seorang musuh Allah dan musuh Rasulullah.

Baca Selengkapnya →

AL KHANSA : IBUNDA 4 MUJAHID SEJATI

Pengantar:

Empat putera Khansa yang gugur menyongsong syahadah…

Siapakah gerangan di balik mereka?

Ada pepatah yang tak asing di telinga kita, di belakang tokoh mulia, pasti ada wanita yang mulia.

Bagaimana Al Khansa, seorang ibu yang mulia, mengantarkan keempat puteranya menjadi seorang mujahid sejati?

Baca Selengkapnya →

Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya

Adakah kaum muslimin dan muslimah yang tak mengenal sosok Fathimah binti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam? Rasanya tak mungkin! Beliau radiyallahu ‘anha satu-satunya putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam  yang hidup mendampingi  beliau hingga wafatnya beliau ke Rafiqil a’la.1 Fathimah az-Zahra radiyallahu ‘anha adalah ratu bagi para wanita di surga (Sayyidah nisa ahlil jannah). Pemahaman beliau tentang arti jilbab yang sesungguhnya sangat layak untuk disimak dan direnungi oleh para muslimah yang sangat merindukan surga dan keridhaan RabbNya. Sudah sempurnakah kita menutup aurat kita seperti apa yang difahami Shahabiyah?

Baca Selengkapnya →

Dihyah bin Khalifah Al-Kalbi; Malaikat Jibril Menjelma dalam Rupanya

’Awwaanah bin al-Hakam berkata, “Manusia yang paling tampan rupanya, ialah seseorang yang Malaikat Jibril ’alaihis salam datang dalam bentuk rupanya. Yakni Dihyah.”1

Dihyah bin Khalifah al-Kalbi radhiyallahu ’anhu adalah salah satu di antara para sahabat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam yang telah lama masuk Islam. Beliau masuk Islam sebelum perang Badar. Akan tetapi, dalam peperangan itu, beliau belum sempat mengikutinya. Baru, setelah peperangan itu, beliau tidak pernah absen dalam jihad di medan peperangan.2

Baca Selengkapnya →

Al-Imam Abu ‘Ubaid Al-Qasim bin Sallam

(Beliau) adalah Abu ‘Ubaid Al-Qasim bin Sallam bin ‘Abdillah. Berkat keilmuannya, beliau pun mendapatkan julukan sebagai imam, hafizh dan mujtahid. Ayahnya adalah budak milik salah seorang penduduk Harah. Meskipun budak, ternyata ayahnya sangat perhatian terhadap perkembangan keilmuan anaknya. Saat Abu ‘Ubaid bersama dengan putra gurunya, diriwayatkan bahwa sang ayah keluar dari rumahnya dan berkata kepada gurunya, “Ajarilah Al-Qasim. Sesungguhnya dia anak yang cerdas.”

Baca Selengkapnya →