Jilbab Online

Masalah Talqin

Dari Abu Said dan Abu Hurairah Radhiyallaahu Anhu keduanya berkata, “Rasulullaah Shallallaahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Talqinkanlah orang-orang yang akan meninggal dari kalian dengan kalimat La ilaha illallaah.’”(HR. Muslim dan Al-Arba’ah)1

Ibnu Hibban juga meriwayatkan dengan lafazh ini disertai tambahan, “Barangsiapa yang akhir ucapannya “La ilaha illallaah” maka ia akan masuk surga. Suatu hari dari tahun-tahun walaupun ia melakukan sesuatu yang ia lakukan sebelum ini.”2

Baca Selengkapnya →

Sahabat Rasulullah yang Dijamin Masuk Surga

Sahabat adalah orang yang pernah bertemu dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan beriman dan meninggal dunia dalam kondisi beragama Islam. Dengan demikian, yang termasuk dalam kategori Sahabat adalah mereka orang-orang yang bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan lama bergaul dengan beliau, baik dia meriwayatkan hadits ataupun tidak, pernah ikut berjihad bersama beliau ataupun tidak.

Termasuk pula di dalamnya orang-orang Islam yang pernah melihat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung, meskipun dia tidak secara intens bergaul dengan beliau. Namun, orang yang tidak melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena suatu sebab, seperti mengalami kebutaan, juga disebut sebagai Sahabat. Sebaliknya, orang yang pernah bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan kafir dan tidak bertemu lagi dengan beliau setelah dia masuk Islam tidak digolongkan dalam kategori Sahabat. 1

Baca Selengkapnya →

Nikmat Waktu

Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman:

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-‘Ashr: 1-3)” 1

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya apa yang ia lakukan dengannya, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan, dan tentang anggota tubuhnya untuk apa ia pergunakan.”2

Umur adalah karunia yang sangat berharga bagi kehidupan. Dengannya manusia diberi kesempatan untuk melakukan perdagangan dalam hidup. Dan Allah subhanallahu wa ta’ala telah membeli jiwa-jiwa orang beriman dengan surga-Nya. Oleh karena itu, seorang mukmin harus dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan hidup itu untuk ketaatan kepada Allah subhanallahu wa ta’ala. Sebab ketika mereka melalaikan waktu ibadahnya berarti mereka telah menukar surga itu dengan sedikit kesenangan dunia. Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman:

“Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (QS. Al Furqan: 62)”

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,

“Wahai Bani Adam (manusia), sesungguhnya Anda hanyalah “kumpulan hari-hari”, jika hari telah berlalu maka berlalulah sebagian dirimu”. 3

Ketahuilah bahwa tahun-tahun kehidupan laksana pohon di mana bulan demi bulan menjadi cabangnya. Hari yang dijalani ibarat ranting dan jam adalah daunnya, sementara nafas manusia adalah buahnya. Barangsiapa nafasnya dipergunakan untuk ittiba’ kepada kitabullah dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sungguh sarinya adalah kebaikan. Barangsiapa nafasnya diisi dengan kemaksiatan maka buahnya adalah kepahitan dan penderitaan. (Al Fawaid, hal 214)4

Fudhail bin ‘Iyadh bertanya kepada seseorang: “Berapa usia Anda?” Ia menjawab: “Enam puluh tahun.” Lalu Imam Fudhail berkata lagi: “Semenjak enam puluh tahun Anda telah berjalan menuju keharibaan Ilahi dan bisa jadi sudah hampir sampai.” Maka lelaki itu berkata: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Imam Fudhail rahimahullah berkata: “Tahukah Anda apa arti inna lillahi wa inna ilaihi raji’un; Barangsiapa yang menyadari bahwa ia adalah milik Allah subhanallahu wa ta’ala dan akan kembali pada-Nya. Maka hendaklah ia menyadari bahwa ia akan dimintai tanggung jawab. Dan jika ia menyadari hal tersebut maka hendaklah ia mempersiapkan jawaban setiap pertanyaan: Lelaki itu bertanya: “Bagaimana caranya?”

Baca Selengkapnya →

Ujian Pasti Menyapa

Siapa yang tidak pernah ditimpa kesedihan dan duka? Siapa yang tidak pernah ditimpa musibah? Dan siapa yang selalu hidup senang dan gembira? Sesungguhnya semua orang pernah mengalami keadaan yang tidak menyenangkan bagi dirinya. Dan tidak diragukan lagi bahwa tidak ada seorang pun yang selamat dari hal tersebut, sampai para nabi dan rasul serta orang yang shaleh pun pernah mengalaminya, bahkan ujian yang mereka terima jauh lebih berat dari yang lainnya.

Renungkanlah bagaimana Allah mengabarkan dalam Al Qur’an tentang ujian dan kepahitan hidup yang menimpa para nabi dan rasul serta oleh orang shaleh, tetapi mereka tetap dan terus bersabar serta ridha menerima ketentuan Allah tersebut. Perhatikanlah bagaimana kisah Nabi Nuh dalam firman Allah berikut:

“Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana besar.” (QS. Al-Anbiya: 76)

Nabi Ayyub ditimpa musibah sakit selama delapan belas tahun. Sungguh masa yang sangat panjang dalam menerima cobaan dan penderitaan, tetapi ia tetap sabar dan ridha menghadapinya.

Kisah Nabi Yunus juga Allah sampaikan dalam firman-Nya:

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS Al-Anbiya: 87-88)

Baca Selengkapnya →

Adab-Adab Shadaqah

Sumber ilustrasi Adab-adab shadaqah di antaranya: Hendaknya meniatkan bershadaqah semata-mata untuk mencari ridha Allah. Bershadaqah dengan harta miliknya yang paling dicintainya dari harta yang baik (halal), berdasarkan hadits yang artinya: _“Barangsiapa yang bershadaqah dengan sesuatu yang senilai dengan sebutir kurma dari usaha yang halal, sedangkan Allah tidaklah menerima kecuali yang baik, maka Allah akan menerima shadaqahnya dengan tangan kanan-Nya kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya seperti seorang diantara kalian membesarkan kuda kecilnya hingga shadaqah tersebut besar seperti gunung. Baca Selengkapnya →

Mempelajari Ilmu Dunia

  Sumber ilustrasi Oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan Tanya: Apa pendapat syaikh yang terhormat tentang muslim yang mempelajari ilmu kedokteran dan penemuan-penemuan modern lainnya dengan maksud mengurangi ketergantungan kaum muslimin kepada orang-orang kafir dan musyrik (dakam perkara-perkara tersebut)? Jawab: Hal itu tidak mengapa, dan dia akan mendapat pahala (karenanya). Hanya saja dengan syarat dia telah mempelajari masalah-masalah agama yang dia butuhkan. Jadi, pertama-tama dia harus mempelajari masalah-masalah agama yang dharuri1 yang tidak seorang muslim pun diberi udzur/alasan untuk meninggalkannya. Baca Selengkapnya →

Adab-Adab yang Berkaitan dengan Mimpi

Sumber ilustrasi   Apabila bermimpi yang baik, maka hendaknya memuji Allah dan hanya membicarakannya kepada orang yang dicintai dan terpercaya. (HR. Muslim no. 2661 (3,4) dan no. 2263) Apabila bermimpi buruk hendaklah melakukan hal-hal berikut: a. Memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpinya. (HR. Muslim no. 2262) b. Meludah ke arah kiri tiga kali. (HR. Al-Buhkari no. 5747, dan Muslim no. 2262) c. Memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan syaitan (mengucapkan a’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim) sebanyak tiga kali. Baca Selengkapnya →

Amalan Nabi Berkaitan Berangkat ke Masjid

Sumber ilustrasi

1. Bertakbir saat berangkat ke masjid. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seandainya manusia tau kebaikan dan pahala yang terdapat pada panggilan shalat dan shaf pertama, kemudian tidak ada jalan bagi mereka untuk mendapatkannya melainkan dengan diundi, sudah pasti mereka bersedia diundi (untuk mendatanginya). Seandainya mereka tau kebaikan dan pahala yang terdapat dalam tahjir (bersegera menuju shalat), tentulah mereka akan berlomba-lomba. Dan seandainya mereka tau kebaikan dan pahala yang terdapat dalam shalat ‘Isya dan shalat Subuh, pastilah mereka akan mendatangi keduanya walau dengan merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam Nawawi menerangkan bahwa yang dimaksud dengan tahjir adalah bersegera menuju shalat.

Baca Selengkapnya →

Amalan Nabi ketika Masuk-Keluar Rumah

Sumber ilustrasi Imam Nawawi mengatakan, “Disunnahkan melafalkan ‘bismillaah’ serta memperbanyak dzikrullah dan mengucapkan salam.” Sunnah-sunnah lain yang ada pada perkara ini: Dzikrullah, atau menyebut nama Allah; yakni ketika masuk ke dalam rumah, berdasarkan hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Jika seseorang masuk ke rumahnya lantas berdzikir kepada Allah ketika masuknya dan ketika ia makan, maka setan berseru (dengan penuh penyesalan kepada teman-temannya), ‘Tidak ada tempat bermalam dan tempat makan bagi kalian’. Baca Selengkapnya →

Penyebab Terbebasnya Seseorang dari Api Neraka

Sumber ilustrasi

Saat Imam Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi, dalam Syarah At-Thahawiyah, membahas salah satu poin pada _Al-Aqidah At-Thahawiyah_ karya Imam Abu Ja’far At-Thahawi, beliau menyebutkan paling tidak ada sepuluh penyebab seseorang dapat terbebas dari api neraka. Penyebab-penyebab tersebut dirangkum dari Al-Qur’an dan Sunnah.

Poin yang dimaksud adalah (yang artinya):

Kita berharap bagi para muhsinin dari kalangan mukminin agar Allah berkenan mengampuni dosa-dosa mereka dan memasukkan mereka ke Jannah karena rahmat-Nya. Kita tidak merasa aman atas ancaman Allah bagi mereka. Kita tidak memastikan mereka dengan Jannah. Kita memohonkan ampunan bagi pelaku dosa dari mereka dan kita juga takut mereka akan ditimpa siksa karena kejahatan mereka, namun kita tidak berputus asa terhadap rahmat Allah yang dengan itu mereka akan dapat diampuni.

Baca Selengkapnya →