Jilbab Online

Sahabat Rasulullah yang Dijamin Masuk Surga

Sahabat adalah orang yang pernah bertemu dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan beriman dan meninggal dunia dalam kondisi beragama Islam. Dengan demikian, yang termasuk dalam kategori Sahabat adalah mereka orang-orang yang bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan lama bergaul dengan beliau, baik dia meriwayatkan hadits ataupun tidak, pernah ikut berjihad bersama beliau ataupun tidak.

Termasuk pula di dalamnya orang-orang Islam yang pernah melihat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung, meskipun dia tidak secara intens bergaul dengan beliau. Namun, orang yang tidak melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena suatu sebab, seperti mengalami kebutaan, juga disebut sebagai Sahabat. Sebaliknya, orang yang pernah bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan kafir dan tidak bertemu lagi dengan beliau setelah dia masuk Islam tidak digolongkan dalam kategori Sahabat. 1

Baca Selengkapnya →

Nikmat Waktu

Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman:

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-‘Ashr: 1-3)” 1

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya apa yang ia lakukan dengannya, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan, dan tentang anggota tubuhnya untuk apa ia pergunakan.”2

Umur adalah karunia yang sangat berharga bagi kehidupan. Dengannya manusia diberi kesempatan untuk melakukan perdagangan dalam hidup. Dan Allah subhanallahu wa ta’ala telah membeli jiwa-jiwa orang beriman dengan surga-Nya. Oleh karena itu, seorang mukmin harus dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan hidup itu untuk ketaatan kepada Allah subhanallahu wa ta’ala. Sebab ketika mereka melalaikan waktu ibadahnya berarti mereka telah menukar surga itu dengan sedikit kesenangan dunia. Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman:

“Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (QS. Al Furqan: 62)”

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,

“Wahai Bani Adam (manusia), sesungguhnya Anda hanyalah “kumpulan hari-hari”, jika hari telah berlalu maka berlalulah sebagian dirimu”. 3

Ketahuilah bahwa tahun-tahun kehidupan laksana pohon di mana bulan demi bulan menjadi cabangnya. Hari yang dijalani ibarat ranting dan jam adalah daunnya, sementara nafas manusia adalah buahnya. Barangsiapa nafasnya dipergunakan untuk ittiba’ kepada kitabullah dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sungguh sarinya adalah kebaikan. Barangsiapa nafasnya diisi dengan kemaksiatan maka buahnya adalah kepahitan dan penderitaan. (Al Fawaid, hal 214)4

Fudhail bin ‘Iyadh bertanya kepada seseorang: “Berapa usia Anda?” Ia menjawab: “Enam puluh tahun.” Lalu Imam Fudhail berkata lagi: “Semenjak enam puluh tahun Anda telah berjalan menuju keharibaan Ilahi dan bisa jadi sudah hampir sampai.” Maka lelaki itu berkata: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Imam Fudhail rahimahullah berkata: “Tahukah Anda apa arti inna lillahi wa inna ilaihi raji’un; Barangsiapa yang menyadari bahwa ia adalah milik Allah subhanallahu wa ta’ala dan akan kembali pada-Nya. Maka hendaklah ia menyadari bahwa ia akan dimintai tanggung jawab. Dan jika ia menyadari hal tersebut maka hendaklah ia mempersiapkan jawaban setiap pertanyaan: Lelaki itu bertanya: “Bagaimana caranya?”

Baca Selengkapnya →

Beradablah kepada Allah, Jangan Hinakan atau Rendahkan Saudaramu

Mungkin ketika kita bergaul dengan manusia kita melihat berapa banyak manusia yang kedudukan dunia dan akhiratnya jauh lebih rendah dengan kita.

Hingga terkadang ketika kita melihat hamba Allah yang masih bergelimang dengan dosa dan maksiat terbersit dalam hati dan fikiran kita suatu perasaan betapa buruknya keadaan mereka dan muncul rasa bangga pada diri sendiri bahwa kita ini lebih baik darinya wal iyyadzu billah.

Terlebih para wanita muslimah ketika melihat jilbab mereka masih jauh dari tuntunan syari’at islam maka tak ayal tanpa sadar mencela mereka atau bila tidak keluar celaan muncul perasaan dalam hati bahwa diri ini sangat lebih baik dari mereka.

Beradablah kepada Allah wahai saudaraku… Jangan engkau menghina saudaramu karena kekurangan mereka.

Anda bisa lebih baik dari saudaramu itu semua karena nikmat dan karuniaNya yang telah Allah anugerahkan kepada anda.

Beradablah kepada Allah karena Allah lah yang telah memperbaki keadaanmu.

Sesungguhnya mengejek atau menghina (merasa lebih baik dari hamba Allah yang lainnya) dalam agama kita merupakan DOSA dan KEJAHATAN.

Baca Selengkapnya →

Doa-Doa Peminta Surga

Surga yang Allah sediakan di akhirat kelak tidak akan menjadi milik seorang hamba begitu saja tanpa ada usaha berupa doa dari hamba kepada Pemilik Surga, baik dengan doa bermakna permohonan atau permintaan kepada Allah, maupun doa dengan makna berbagai macam ibadah yang dilakukan yang bisa mengantarkan seorang hamba kepada surga.

Terdapat beberapa doa yang telah disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam yang bisa kita gunakan untuk meminta surga kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hal ini mengingat bahwa doa-doa yang paling baik adalah doa-doa yang berasal dari Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Selengkapnya →

Dahulukan Ibu Anda di Atas Seluruh Kesibukan Anda

Ia harus lebih didahulukan daripada pekerjaan-pekerjaan Anda dan dari seluruh rekan-rekan Anda. Bahkan ia harus lebih didahulukan daripada anak-anak dan isteri Anda. Seperti dalam kisah tiga orang umat terdahulu yang terperangkap di suatu goa, disebutkan bahwa salah seorang dari mereka berdo’a: “Ya Allah, aku mempunyai kedua orang tua yang sudah berusia lanjut. Aku tidak minum (susu) di sore hari sebelum keduanya minum. Aku pun tidak ingin memberi minum keluargaku dan hartaku (hamba sahaya) sebelum keduanya. Baca Selengkapnya →

5 Kelalaian Istri

Tidak diragukan bahwa istri shalihah adalah termasuk kenikmatan dunia yang terindah disamping sebagai tanda kebahagiaan sebuah keluarga. Keshalihan istri tidak hanya diukur dari ibadahnya kepada Allah, akan tetapi juga dipengaruhi bagaimana muamalah dia terhadap orang lain, terutama suaminya.

Dalam rangka menggapai keshalihan, seorang istri hendaknya mewaspadai berbagai kelalaian yang sering menjangkit para istri, baik kelalaian dalam hal ibadah ataupun kelalaian dalam hal muamalah pergaulannya terhadap orang lain. Berikut ini akan kami sampaikan sebagian kelalaian istri yang sering didapati di masyarakat kita, semoga para istri bisa menghindarinya, dan para suami bisa memberi nasihat yang baik kepada istrinya jika mendapati sebagian darinya.

Baca Selengkapnya →

Orang yang Namanya Disebut di Atas Awan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisahkan:

Suatu ketika, ada seseorang yang sedang berdiri di tanah lapang. Tiba-tiba ia mendengar suara di atas awan, “Wahai awan, hujanilah kebun si Fulan!”

Maka dengan cepatnya awan tersebut menjauh dan menuangkan air di bawa terik mentari. Ketika sudah terkumpul air dari lingkaran awan tersebut, turunlah hujan dengan derasnya mengguyur kebun itu.

Sedangkan di sebuah kebun, ada seorang petani yang sedang berdiri, sembari mengusap keringat yang membasahi tubuhnya. Maka orang yang mendengar suara dari awan bertanya pada petani tersebut, “Wahai hamba Allah! Siapa namamu?”

Baca Selengkapnya →

Kebaikan dan Keburukan adalah Ujian

Sebagian orang mengira bahwa ujian adalah ketika dia ditimpa musibah dan keburukan, pemahaman seperti ini adalah keyakinan yang salah dan keliru. Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa ujian itu berupa keburukan dan kebaikan, sebagaimana firman-Nya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 35) Allah juga berfiman: “Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). Baca Selengkapnya →

Ujian Pasti Menyapa

Siapa yang tidak pernah ditimpa kesedihan dan duka? Siapa yang tidak pernah ditimpa musibah? Dan siapa yang selalu hidup senang dan gembira? Sesungguhnya semua orang pernah mengalami keadaan yang tidak menyenangkan bagi dirinya. Dan tidak diragukan lagi bahwa tidak ada seorang pun yang selamat dari hal tersebut, sampai para nabi dan rasul serta orang yang shaleh pun pernah mengalaminya, bahkan ujian yang mereka terima jauh lebih berat dari yang lainnya.

Renungkanlah bagaimana Allah mengabarkan dalam Al Qur’an tentang ujian dan kepahitan hidup yang menimpa para nabi dan rasul serta oleh orang shaleh, tetapi mereka tetap dan terus bersabar serta ridha menerima ketentuan Allah tersebut. Perhatikanlah bagaimana kisah Nabi Nuh dalam firman Allah berikut:

“Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana besar.” (QS. Al-Anbiya: 76)

Nabi Ayyub ditimpa musibah sakit selama delapan belas tahun. Sungguh masa yang sangat panjang dalam menerima cobaan dan penderitaan, tetapi ia tetap sabar dan ridha menghadapinya.

Kisah Nabi Yunus juga Allah sampaikan dalam firman-Nya:

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS Al-Anbiya: 87-88)

Baca Selengkapnya →

Engkau Tidak Sanggup Berpuasa? Jangan Berkecil Hati Saudariku…

Sumber ilustrasi

Bulan Ramadhan telah menghampirimu, ingin rasanya engkau menyambut dengan berbagai ketaatan di dalamnya, ingin rasanya engkau juga berpuasa seperti yang lainnya.

Akan tetapi ternyata engkau sedang mendapati tugas yang sangat mulia, ada diantara kalian yang sedang hamil atau menyusui buah hatinya. Hingga ketika engkau mencoba untuk berpuasa dan telah berpuasa dan di tengah perjalanan belum lagi setengah harinya tubuhmu tidak kuat menanggungnya.

Ada diantara saudariku yang tak hentinya muntah hingga tak berdaya, ada yang setelah sang buah hati menghisap air susunya maka keadaan disekelilingnya berubah berwarna kuning semua hingga terkapar tidak sadarkan diri.

Maka berbuka adalah jalan keluar yang telah Allah berikan untukmu…

Terlepas dari apakah engkau akan mengqadanya di lain hari atau membayar fidyah maka saya tidak ingin membahasnya disini.

Baca Selengkapnya →