Mendengarkan Murottal Sambil Beraktivitas
Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya:
”Terkadang saya menghabiskan banyak waktu di dapur untuk menyiapkan makanan suamiku. Untuk memanfaatkan waktu, aku mendengarkan al-Qur’anul karim, baik melalui siaran atau dari tape. Apakah perbuatanku ini benar, ataukah tidak sepantasnya aku melakukan hal ini? Sebab Allah berfirman:
Dan apabila dibacakan al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (QS. al-A’rof: 204)
Syaikh hafizhahullah menjawab:
“Tidak mengapa mendengarkan al-Qur’an dari radio atau dari tape sambil mengerjakan suatu kesibukan. Hal ini tidak bertentangnan dengan firman Allah:
…maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah. (QS. al-A’rof: 204)
Sebab inshat (mendengarkan dengan baik) yang diminta (pada ayat ini, Red) disesuaikan dengan kemampuan. Orang yang sibuk, ia boleh mendengarkan al-Qur’an sesuai dengan kemampuannya”.
[al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Fauzan, jilid 3, hlm. 298]
Tulisan ini disalin dari majalah adz-Dzakhiirah No; 8. No 9. Edisi 63 Th. 1431/2010
Macam – Macam Ketakutan
Macam – Macam Ketakutan Oleh Mamduh Farhan al-Buhairi
Takut adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh reaksi jiwa yang menguasai diri seseorang hingga dia kehinganan keberanian, atau timbul dari penyakit fisik yang tersembunyi. Kemudian terbentuklah seorang lemah yang dikuasai oleh perasaan was-was dan ketakutan.
[baca selengkapnya...]
Lukisan Bernyawa dan Foto Kenangan
Sumber: www.pinterest.com
Di beberapa masjid ditemukan lukisan-lukisan makhluk yang bernyawa. Pertanyaannya, (apakah) sah shalat di dalam masjid itu? Dan bagaimana hukum Islam dalam masalah ini?
[baca selengkapnya...]
Rasulullah Menekankan Membaca Bismillah Sebelum Menyantap Makanan
Sumber: www.fab.com
Demikian petunjuk Rasulullah berkaitan dalam hal etika makan yang mesti dipatuhi oleh seorang muslim. Pertama kali, beliau memerintahkan agar tidak lupa membaca bismillah di awal menyantap makanan dan mengambilnya dengan menggunakan tangan kanan.
Dari ‘Umar bin [Abi] Salamah, bahwasanya ia mendatangi Rasulullah, dan di sisinya ada makanan. Beliau bersabda:
Sebutlah nama Allah Ta’ala, makanlah apa yang ada di dekatmu. (Muttafaqun ‘alaih).
Pentingnya tasmiyah (membaca bismillah) ini kian jelas dengan petunjuk Rasulullah bagi orang yang lupa membacanya. Disebutkan dalam satu hadits dari ‘Aisyah, ia berkata: Rasulullah bersabda, yang artinya: “Jika salah seorang dari kalian akan makan, hendaklah menyebut nama Allah Ta’ala. Apabila lupa menyebut nama Allah Ta’ala, hendaklah mengucapkan: ‘Bismillah awwalahu wa akhirahu’.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani).
[baca selengkapnya...]
Nama Istri-istri Rasulullah
Sumber: www.pinterest.com
Istri-istri Rasulullah kumpulan wanita termulia. Allah memuliakan mereka untuk menemani kehidupan Rasul termulia. Sebuah keutamaan paling besar yang direngkuh kaum wanita, yang tak tertandingi oleh wanita manapun. Mereka juga menjadi istri-istri beliau di akhirat kelak. Tidak ada seorang lelaki pun yang boleh menikahi mereka sepeninggal Rasulullah.
Salah satu ayat yang menunjukkan ketinggian martabat mereka, Allah berfirman:
“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain. Jika kamu bertakwa… “ (Qs al-Ahzab/ 33:32)
[baca selengkapnya...]
Rasulullah Mentadaburi Bacaan Al-Qur’an
Sumber: www.allposters.com
Tadabbur al-Qur’an bermakna merenungi makna-maknanya, konsentrasi dalam memikirkannya, dan memahami prinsip-prinsip ajarannya dan hal-hal yang berhubungan dengannya[1]. Allah berfirman:
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapatkan pelanaran orang-orang yang mempunyai pikiran (QS. Shad/38:29)
“Inilah hikmah al-Qur’an diturunkan. Yakni, agar manusia mentadabburi ayat-ayatnya, menguak ilmu-ilmunya, dan merenungkan rahasia-rahasia dan hukum-hukumnya… Ini menunjukkan ajakan untuk mentadabbur al-Qur’an, danitu termasuk amalan paling utama. Sekaligus (juga) menunjukkan bahwa bacaan yang berisi tadabbur lebih baik daripada bacaan cepat yang tidak mendatangkan hasil (tadabbur)”. [2]
[baca selengkapnya...]





