01
Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya
Kategori Biografi, Fiqih Muslimah, Jilbab by Ummu RaihanahAdakah kaum muslimin dan muslimah yang tak mengenal sosok Fathimah binti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam? Rasanya tak mungkin! Beliau radiyallahu’anha satu-satunya putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang hidup mendampingi beliau hingga wafatnya beliau ke Rafiqil a’la.1 Fathimah az-Zahra radiyallahu’anha adalah ratu bagi para wanita di surga (Sayyidah nisa ahlil jannah). Pemahaman beliau tentang arti jilbab yang sesungguhnya sangat layak untuk disimak dan direnungi oleh para muslimah yang sangat merindukan surga dan keridhaan RabbNya. Sudah sempurnakah kita menutup aurat kita seperti apa yang difahami Shahabiyah?
Wahai saudariku muslimah yang merindukan surga Firdaus al-A’la…Shahabiyah yang mulia ini memandang buruk terhadap apa yang di lakukan wanita terhadap pakaian yang mereka kenakan yang masih menampakkan gambaran bentuk tubuhnya. Apa yang beliau tidak sukai itu beliau sampaikan kepada Asma radiayallahu’anha sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ummu Ja’far bahwasanya Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:
“Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan tubuhnya.” Asma’ berkata : ‘”Wahai putri Rasulullah maukah kuperlihatkan kepadamu sesuatu yang pernah aku lihat di negeri Habasyah?” Lalu Asma’ membawakan beberapa pelepah daun kurma yang masih basah, kemudian ia bentuk menjadi pakaian lantas dipakai. Fatimah pun berkomentar: “Betapa baiknya dan betapa eloknya baju ini, sehingga wanita dapat dikenali (dibedakan) dari laki-laki dengan pakaian itu. Jika aku nanti sudah mati, maka mandikanlah aku wahai Asma’ bersama Ali (dengan pakaian penutup seperti itu ) dan jangan ada seorangpun yang menengokku!” Tatkala Fatimah meninggal dunia, maka Ali bersama Asma’ yang memandikannya sebagaimana yang dipesankan. ”2
Syaikh Albani rahimahullah berkata : Perhatikanlah sikap Fatimah radiyallahu anha yang merupakan bagian dari tulang rusuk Nabi shalallahu alaihi wassalam bagaimana ia memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat mensifati atau menggambarkan tubuh seorang wanita meskipun sudah mati, apalagi jika masih hidup, tentunya jauh lebih buruk. Oleh karena itu hendaklah kaum muslimah zaman ini merenungkan hal ini, terutama kaum muslimah yang masih mengenakan pakaian yang sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bulatnya buah dada, pinggang, betis dan anggota badan mereka yang lain. Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”3
Wahai ukhti muslimah yang dirahmati Allah,…benarlah apa yang dikatakan oleh Syaikh Albani rahimahullah. Fitnah yang melanda kaum muslimah begitu deras dan hebat.Jika Fathimah radiyallahu’ anha saja tidak rela jasadnya tergambar bentuk tubuhnya tentulah dapat kita fahami bagaimana beliau mengenakan jilbab di masa hidupnya. Karena beliau sangat memahami perintah jilbab dengan pemahaman yang benar dan sempurna. Pemahaman beliau yang sangat mendalam ini jelas tersirat dari ketidaksukaannya yang beliau pandang sebagai suatu keburukan apabila seorang wanita memakai pakaian yang dapat menggambarkan lekuk tubuhnya.
Lalu bandingkanlah dengan apa yang dikenakan oleh sebagian kaum muslimah dewasa ini sangat jauh dari apa yang disyariatkan oleh Rabb mereka. Jauh panggang dari api.Mereka menisbahkan pakaian wanita dengan kerudung ala kadarnya yang sekedar menutupi leher-leher mereka tidak sampai menutupi dada dengan nama pakaian islami atau jilbab. Dan ironisnya yang memakainyapun merasa bahwa apa yang mereka pakai itu sudah benar karena melihat para artis di TV mengenakan yang demikian itu jadilah pakaian trendy ini menyebar begitu cepat dan menjadi pakaian pilihan utama mereka. Bahkan tentu terkadang kita melihat saudari kita yang memakai busana muslimah yang justru menambah fitnah karena nampak jelasnya lekuk tubuh mereka dengan penutup kepala yang melilit di leher (sehingga jenjang atau tidaknya bentuk leher terlihat sangat jelas) dan hanya sampai di bagian pundak saja tidak sampai ke dada disambung dengan pakaian ketat yang menggambarkan bentuk payudara mereka kemudian celana ketat yang menambah jelas lekukan tubuh mereka. Ada juga yang memakai abaya (gamis/pakaian terusan) memilih ukuran yang ketat daripada ukuran besar dan lapang dengan alasan agar nampak cantik dan modis! Sebagian adapula yang memakai penutup kepala dengan menyanggul rambut-rambut mereka hingga ketika mereka berjalan dapat dilihat dengan jelas ikatan rambut tersebut, karena sangat kecilnya penutup kepala yang mereka pakai maka merekapun mengikat rambut tersebut agar tidak menyembul keluar. Bukankah apa yang mereka pakai itu semua justru yang semestinya mereka jauhi karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda :
“Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk.”4
Di dalam hadits lain terdapat tambahan :
“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian.”5
Kemudian lihatlah penjelasan dari Ibnu Abdil Barr rahimahullah ia berkata:
“Yang dimaksud Nabi shalallahu alaihi wassalam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.”6
Dari Ummu Alqamah bin Abu Alqamah bahwa ia berkata :
“Saya pernah melihat Hafshah bin Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi ‘Aisyah dengan mengenakan khimar(kerudung) tipis yang dapat menggambarkan pelipisnya, lalu ‘Aisyah pun tak berkenan melihatnya dan berkata : “Apakah kamu tidak tahu apa yang telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat An Nuur?!” Kemudian ‘Aisyah mengambilkan khimar untuk dipakaikan kepadanya.7
Syaikh Albani menjelaskan perkataan Aisyah radiyallahu anha : Apakah kamu tidak tahu tentang apa yang diturunkan oleh Allah dalam surat An-Nuur? Mengisyaratkan bahwa wanita yang menutupi tubuhnya dengan pakaian yang tipis pada hakikatnya ia belum menutupi tubuhnya dan juga belum melaksanakan firman Allah Subahnahu wa ta’ala yang ditunjukkan oleh Aisyah radiyallahu anha yaitu “Dan hendaklah kaum wanita menutupkan khimar/kerudung pada bagian dada mereka”8
Tidakkah kita melihat perbedaan yang sangat jauh antara generasi Shahabiyah dengan kita? Mereka benar-benar menjadikan jilbab sebagai penutup tubuh dan aurat sebagai bentuk ketaatan pada perintahNya sedangkan kita justru sebaliknya menjadikan jilbab sebagai pembuka fitnah kecuali wanita-wanita yang dirahmati Allah. Jilbab yang difahami shahabiyah sebagai pakaian yang lapang (lebar) yang menutupi tubuh dari atas kepala hingga ujung kaki sedangkan kaum muslimah sekarang menganggap jilbab adalah secarik kain yang digunakan untuk menutupi rambut mereka saja sedangkan bagian-bagian lainnya mereka tutupi dengan bahan yang ala kadarnya yang tidak bisa dikatakan menutupi aurat apalagi menutupi lekuk tubuh mereka. Kepada Allahlah kita memohon pertolongan semoga kaum kita mau kembali kepada Rabb mereka dan berusaha untuk menunaikan apa yang diperintahkan Allah dan rasulNya secara sempurna dan menyeluruh. Sebagaimana firmanNya:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu(Al-Baqarah :208).
Wallahu’alam bish-shawwab.
Artikel ini telah di cek oleh : Ustadz Muhammad Elvy Syam Lc.
Sumber Rujukan :
- Jilbab Wanita Muslimah menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani,Pustaka Tibyan,Solo.
- Ringkasan Shahih Muslim, Imam Al-mundziri, Pustaka Amani, Jakarta.
- Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam, Mahmud al-Istanbuli, Pustaka Tibyan, Solo.
Catatan kaki:
- Hadits yang di riwayatkan Bukhari V/137 dan Muslim no.2450 yang berbunyi :“Wahai Fatimah relakah engkau menjadi ratu bagi para wanita disurga?….”[Lihat Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam hal :127-128] [↩]
- dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab al-Hilyah 2/43, Al Bayhaqi 3/34-35 untuk lebih jelasnya bisa di lihat dalam Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Nashiruddin AlBani, hal 140-141 [↩]
- Jilbab Wanita muslimah hal: 140 [↩]
- dikeluarkan oleh at-Thabrani dalam “Al-Mu’jam As-Shaghir” hal. 232 dari hadits Ibnu Amru dengan sanad shahih lihat jilbab wanita muslimah hal :130 [↩]
- HR.Muslim dari riwayat Abu Hurairah hadits no.1388 [↩]
- dikutip oleh As-Suyuthi dalam “Tanwirul Hawalik” 3/103 lihat Jilbab Wanita Muslimah hal:131 [↩]
- Ibnu Sa’ad 8/47 lihat Jilbab Wanita Muslimah hal 131 [↩]
- idem hal 131 [↩]
assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…
Sebuah pencerahan buat Ukhti dan Akhwat., semoga mendapatkan bermanfaat untuk kita semua.. aamin
jazakallah untuk pencerahannya.
[Reply]
Subhanallah..postingan yang bagus….
[Reply]
mudah2an kembali menyadarkan qt akan pentingny jilbab,amiin
[Reply]
MasyaALLAH, ternyata hadist Rasululah mengenai wanita yang berpunuk di kepalanya betul2 telah terjadi pada saat ini.
[Reply]
Subhanallah…semoga bisa menjadi pencerahan, dan menepis subhat yang ada
[Reply]
Menepis Subhat???
bisa minta tolong ga subhat disini seperti apa?
Saya menghormati sekali orang yg berjilbab seperti saya hormati ibu saya.
[Reply]
Assalamualaikum.. Ukhti, ana minta izin copas artikelnya di fb ana krn msh bnyk tmn2 ana yg blm berjilbab syar’i..
[Reply]
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,
Ana mau buat blog Kumpulan Situs Akhwat (tholibah.co.cc), mohon ijin blog ini ana masukkin ya… mudah2an faidah yang ada di blog antunna lebih tersebar.
Baarokallohu fiik.
[Reply]
Jadi.. Krudung cukup sampai dada kan minimal? Tdk harus sampai lutut?
[Reply]
Assalamu’alaikum…Ukht ijin mo share di FB nich biar jadi pembelajaran temen2…Jazakumullah
[Reply]
Ummu Raihanah reply on September 11th, 2009:
wa alaykumussalam warahmatullah
Wa iyyak,..silahkan semoga bermanfaat
[Reply]
assalamualaikum warahmatullohi wa barakatuh…… afwan ana juga mo izin shre di fb umm… bwt ilmu ma teman2 jazakillah
[Reply]
masya allah……..
ana jadi lebih mengerti tentang arti jilbab yang sesungguhnya,,,,,,,,,,,, jazakumulak khoiron katsir,,,,,,,,,,,
[Reply]
subhanallah, benar2 suci ajaran Islam, semoga bermanfaat
[Reply]
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,
Ukhti, kalau boleh saya minta saran mengenai bagaimana saya menyampaikan keinginan saya untuk berjilbab pada kedua orang tua saya…
saya benar – benar ingin mengenakan pakaian yang indah ini secara utuh, bukan seperti sekarang ini yang seperti bungkusan permen…
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
[Reply]
Subhanallah..tulisan yang bagus, cuma ana masih belum paham mengenai ikatan rambut yang spt punuk onta… kalau rambut kita panjang kan biasanya kita ikat…kita pakai jilbab besar juga masih tampak.. bagaimana hukumnya dan apakah kita termasuk kedalam yang disabdakan Rasulullah..? Mohon penjelasannya. Jazakillah
[Reply]
Ummu Raihanah reply on November 5th, 2009:
Ikatan yang dilarang adalah ikatan yang dikuncir atau rambutnya diikat jadi satu dengan diikat keatas termasuk juga mengonde rambut apabila ikatan rambutnya dibawah (dibelakang leher) insya Allah tidak mengapa, dan hendaklah muslimah memilih ikatan rambut(karet) yang kecil/tidak besar dan tidak tebal untuk mengurangi bentuk ikatan agar tidak terlihat menonjol keluar. Wallahu ‘alam
[Reply]
assalammu’alaikum…
ukhti mohon izin untuk downld tulisannya ya…ana lagi cari ide buat skripsi…jazakilah khair…
[Reply]
assalammualaikum…
ukthi mohon izin jga untuk dowlod tulisanya…
barang kali bermanfaat buat temen2 dirumah .
[Reply]
bismillah,Subhanalloh… sesungguhnya Alloh Maha Tahu untuk apa syariat ini di tujukan untuk para muslimah…..mudah-mudahan Alloh berikan hidayah untuk saudara2 kita yang belum mengenakan pakaian scara syar,i…..afwan izin mau share di FB. jazakillah khoir…..
[Reply]
Postingan yang bagus dan berguna …
[Reply]
Subhanallah, Syukron ukhti…artikel itu sangat berguna buat saya yang selalu haus pengetahuan, tentang ajaran islam yang indah
[Reply]
Assalamualaikum.. Afwan, ana minta izin copy artikelnya di fb ana krn msh bnyk tmn2 ana yg blm berjilbab syar’i..
[Reply]
bagaimana hukumnya bagi wanita yang sudah berjilblab dan jilbabnya sudah menutupi dada mereka namun mereka tidak memakai cadar. apakah berdosa? atau apakah kurang sempurna?
[Reply]
bisakah wanita dunia memakai jilbab yang syar”i
[Reply]
nice share bos ^^
[Reply]
menjadi pedoman hidup
[Reply]
terima kasih ini sgt bermanfaat bagi saya.
[Reply]
assalamu’alaikum wrwb
bagus sekali artikelnya,
mhn ijin megcopy dan menpublisnhya di blog ya,
syukron
wassalamu’alaikum wrwb
[Reply]
Assalamu’alaykum,
Mohon ijin utk copas tulisan ini ya.. Syukron
[Reply]
izin mengkopi, untuk blog ana. terima kasih
[Reply]
mau tanya n saran….selama ini sya belum memakai jilbab…karena dari kecil saya terbiasa tidak memakai jilbab…sejujurnya…akir2 ini saya ingin sekali memakai jilbab…mmbaca artikel2 di internet betul juga tentang jilbab…..tapi sekrang ini saya sedang belajar di guangzhou cina..ini salah satu kndala saya..selain beda kebudayan..disini memakai jilbab sedikit sekali…amat sangat sedikit…terkadang dipandang aneh…klu boleh jujur..saya adalah mahasiswi yg awalnya suka sekali dengan pakaian seksi n modis…tapi akir2 ini saya sedang mencoba untuk pelan2 memakai baju panjang dan celana panjang…n sebenarnya semester awal depan ingin belajar memakai jilbab…tapi saya jujur saja blm bs seperti diartikel yg diatas…memakai jilbab yg besar n sebagainya…apakah saya termasuk salah?apakah proses seperti itu saya ga boleh lakukan?saya ibgin belajar2 pelan2….dari yg berjilbab sederhana dulu….sebenarnya ingin mulai dari sekarang memakai jilbab..tapi jilbab disini tdk ada yg jual…tunggu saya pulang liburan ke indonesia baru bisa beli jilbab..dari dalam hati….saya yakin..saya akan lebih cantik dan anggun dengan memakai jilbab…..
[Reply]
assalamu’alaikum wr wb Artikel yang sangat bagus sekali,mudah2an bisa bermanfaat bagi kita semua dan dilaksanakan dgn ikhlas.
wassalam…….
[Reply]
yang pertama kali yang harus diberi jilbab adalah hati nuraninya. maka dengan sendirinya seorang akhwat akan sadar dan akan mengenakan jilbab pada tubuhnya. walaupun tubuhnya berjilbab tapi kalau hatinya nggak diberi jilbab ya sama saja. dan akhirnya terjadilah jilbab modern yang memperlihtkan seluruh lekuk tubunya. jujur saja saya sebagai ikhwan syahwat akan lebih terasa bila melihat perempuan berjilbab yang memakai pakaian ketat daripada perempuang nggak berjilbab yang memakai pakaian ketat.
jadi menurut saya jilbabi dulu hatinya baru dia akan sadar tubuhnya juga butuh jilbab
terimakasih
matur nuwun thank you
wassalamu’alaikum
[Reply]
ASSAMUALAIKUM…IJIN SHARE,,,,SEMOGA BERMANFAAT UNTUKKU DAN SAUDARA2KU…
[Reply]
Assalamu’alaikum wrwb. Izin share di fb ya, syukron
[Reply]
syukran..
Banyak ilmu yang detail saya peroleh ttg jilbab.
Saya mmg berjilbab labuh, namun bagaimana untuk memberi kesedaran kepada ipar-ipar saya ttg wajibnya memakai jilbab menutup dada..
walaupun banyak artikel ttg jilbab diberikan masih tiada perubahan..
Wasalam
[Reply]
asalamu’alaikum wr.wb
kalo mau pake jilbab adlh Niat dari hati dan karna Allah SWT.
[Reply]
assalamualaikum,
bolehkah saya copy untuk masuk blog saya
[Reply]
moho izin copi ya u pencerahan dirumah..trims
[Reply]
sungguh…benar2 ajaran islam yg paten atas kwajuban wnita untk brjilbab
[Reply]
assalamualaikum,
bolehkah ana copy untuk fb ana.
syukron
[Reply]
Alhamdulillah………… sekarang saya sudah 5 bulanan belajar memakai jilbab,mungkin terlihat masih ala kadarnya,tapi saya masih tetep berusaha menjadi wanita serta istri yang bisa menjaga diri…. suwun…
wass….
[Reply]
ijin share untuk group kami di FB , semoga bermanfaat untuk kami. syukron
[Reply]
Merindukan istri dengan jilbab yang syar’i…
[Reply]
Assalamu’alaikum wr. wb
Artikelnya sangat menarik dengan dasr-dasr yang kuat dan digabungkan dengan keadaan kaum hawa sekarang ini. boleh bagi untuk blog ana??
Sukron
Wassalamu’alaiku wr.wb
[Reply]
Assalamualaikum, ijin share ya ukh, untuk page ana di fb,..
jazakumulloh khoir,…
[Reply]
Asalamu’alaikum wr wb
Alhamdulillah……… semoga kita semua di lindungi ALLAH.Dan semoga kami para akhwat di beri kesadaran.”Amin”
syukron ukht atas artikelnya yg membuat saya yakin untuk mempertahankan jilbab saya.insya ALLAH.
wassalamu’alaikum wr wb
[Reply]
Assalamualaikum wr,wb.
sy mw nanya jilbab yang sunah itu seperti apa ya? Syukron.
[Reply]
assaalamu’aliakum.
syukur alhamdulillah ana skg lbh mgtahui bgaimana arti menutup aurat dg hijab.
jazakillah
wasalamualaikum..
afwan
[Reply]
saya selalu ingin memakai jilbab,kalau kuliah pun saya sudah belajar pakai jilbab,sampai saat ini hati saya sudah ingin memakai jilbab,tapi sampai hari ini mengapa saya masih memilik keraguan un tuk hal yang seindah itu,tolong berikan sebuh pernyataan,atau nasihat yang bisa membuat saya yakin untuk berjilbab….mohon bantuannya,agar saya menjadi muslimah yang lebih baik lagi.
[Reply]
Tinggalkan komentar Anda