Jilbab Online

– Cocok Untuk Akhowat, Perlu Untuk Ikhwan –

Oct
04

Hadiah Nabawiyah Untuk Menghapus Musibah

Kategori Ilmu, Pribadi Shalihah by Sutikno bin Tumingan

Oleh Abu Maryam Majdi Fathi As-Sayyid

Saudariku Muslimah …
Ini adalah hadiah nabawiyah kepada para wanita yang dengannya Allah menghapus musibah darimu,  mengeluarkanmu dari kesulitan-kesulitan dan menjadikan sebuah kebahagiaan untukmu dari kesedihan dan jalan keluar dari kesusahan.

Ini benar-benar hadiah.
Ini benar-benar ghanimah (harta ramapasan perang).

Sahabiyah yang mulia Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan kepada kita, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang hamba yang tertimpa musibah lalu dia berkata ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun, allohumma ‘jurni fii mushiibatii wa akhlif lii khoirom-minhaa’ (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali, ya Allah berikanlah pahala kepadaku dalam musibahku dan gantilah untukku yang lebih baik daripadanya), kecuali Allah subhanahu wa ta’ala memberikan pahala kepadanya dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.”
[Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim 918, Abu Daud 3119, Ahmad 6/313, Abdur Razzaq 5/564 dalam Al-Mushannaf, At-Tirmidzi 3578, Ibnu Majah 1598, dan Ath-Thayalisi 809]

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma berkata: Ketika Abu Salamah meninggal, saya mengucapkan: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pahala di sisi-Mu dengan musibahku tentang Abu Salamah, ya Allah berilah ganti kepadaku dengan yang lebih baik daripadanya, dan aku
mengulang-ulang dalam diriku: Yang lebih baik dari Abu Salamah, maka datanglah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melamarku dan menikahiku.”

“Tidak ada seorang hamba yang tertimpa musibah”,
musibah disini mencakup musibah yang sedikit dan banyak, yang besar maupun yang kecil, sebab lafazhnya dalam bentuk nakirah (tanpa alif dan lam) dengan di tanwin, hal itu menunjukan umum dan menyeluruh.

Inna lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali”, yakni Dzat kita dan semua yang dinisbatkan kepada kita adalah milik dan makhluk Allah, Dia berbuat kepada kita sebagaimana kehendak-Nya, semuanya adalah pinjaman yang (mesti) dikembalikan sebagaimana ditunjukkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan firman-Nya: “Dan kepada-Nya lah kami kembali.”

Maka kita wajib sabar terhadap musibah dan merenungkan hakikat perkara ini. Manfaat perkara ini bagi wanita yang tertimpa musibah tidak terletak pada pengucapan lafazh doa itu semata, hal itu tidak berguna, akan tetapi manfaatnya diperoleh dengan merenungkannya dengan sebenar-benarnya, sungguh hal itu adalah obat mujarab yang mendorong kepada kesempurnaan kesabaran bahkan itulah hakikat ridha.

Saudariku Muslimah …
Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kalimat-kalimat mulia ini sebagai pegangan bagi orang-orang yang tertimpa musibah karena terkandung di dalamnya makna-makna yang penuh berkah dan rahasia-rahasia Rabbaniyah.

allohumma ‘jurni
“Berikanlah ganjaran dan pahala kepadaku “.

fii mushiibatii
“Musibah”, adalah semua hal yang tidak diinginkan yang terjadi pada diri seseorang, yakni berikanlah pahala kepadaku, pahala yang menyertai musibah atau karenanya.

wa akhlif lii
akhlafa’ dari ‘ikhlaafu’ karena apa yang terganti dikatakan kepadanya (akhlafa alaika) dan apa yang tidak terganti seperti ayah yang meninggal dinamakan (kholafa alaika).

“Allah mengganti baginya dengan yang lebih baik”,
hal itu karena ketenangannya di bawah keputusan-keputusan Allah, kesabarannya terhadap apa yang menimpanya dan Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang baik dalam beramal.

Hadiah nabawiyah yang satu ini banyak dilupakan oleh kebanyakan manusia kecuali yang diberi rahmat oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Dan engkau wahai Saudariku muslimah membutuhkannya untuk menghapus musibah yang menimpamu siang malam. Oleh karena itu, jadikanlah doa-doa nabawiyah tersebut sebagai benteng dan perisaimu yang menjaga dan melindungimu dari musibah yang menimpamu.

Di dalam hadiah nabawiyah di atas, terdapat janji pemberian ganti yang lebih baik atas musibah, baik di dunia -dan itulah kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukminah-, maupun di akhirat, dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

==dari: Bingkisan Istimewa bagi Muslimah, Abu Maryam Majdi Fathi As-Sayid, Darul Haq, hal138-140==



  1. ummu firdauz » October 6th, 2009 » 12:32 pm berkata,

    Assalamu’alaikum, saya mepunyai anak abk, tepatnya dia hiperaktif dan ada autisnya….. Hampir selama 24 jam saya harus waspada,siaga-1, terhadapnya…selama ini. Usianya hampir 9 th. Ada2 saja polahtingkahnya yg kadang membuat saya malu, kesal ataupun marah… Bagaimana sy harus bersikap sejauh ini, dan sampai kapan…. cobaan ini saya hadapi…? bagi2 nasehatnya sbg ‘enlighting’ bagi saya. Syukron.

    [Reply]

    haryati ueno reply on November 15th, 2009:

    Assalamualaikum ummu firdauz,saya mengerti kegundahan ibu karena anak sayapun autis.kalau anak ibu hiperaktif anak saya kebalikannya,saya harus menarik perhatiannya agar mau bergerak.sulit memang menghadapi anak2 istimewa seperti ini,menerima keadaan si anak apa adanya, lebih mencintai dan mencoba memahami pemikiran si anak adalah jalan keluarnya[maaf bila saya menggurui],bergaul dengan orang tua yg memiliki anak istimewa seperti ini akan sangat membantu bagi jiwa ibu.percayalah anak ibu pasti mempunyai kelebihan yang bisa membuat ibu bahagia,jangan patah semangat yah bu ,karena anak ibu sangat mencintai ibu.wasalamualaikum.

    [Reply]

  2. wahyu » October 12th, 2009 » 9:31 am berkata,

    Semoga Allah ta’ala memberikan keberkahan dan memberi ganjaran pahala atas usaha keras yang anti usahakan untuk bersabar.

    Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala tidaklah memberikan ujian/beban diluar kemampuan anti.

    Letih dan lelah fisik anti insya Allah ta’ala akan bermanfaat di yaumil akhir kelak sebagaimana ;
    Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Khathib Al-Baghdadi dalam Iqtidha`ul ‘Ilmi wal ‘Amal, yang dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

    (( لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن أربع : عن عمره فيما أفناه، وعن علمه ماذا عمل فيه، وعن ماله من أين اكتسبه وفيما أنفقه، وعن جسمه فيما أبلاه ))

    “Tidak akan bergeser dua kaki seorang hamba pada Hari Kiamat sampai dia ditanya tentang empat hal : Tentang umurnya untuk apa ia habiskan? Tentang ilmunya, apa yang telah ia amalkan? Tentang hartanya, dari mana ia memperolehnya dan kemana ia belanjakan? Dan tentang fisiknya, untuk apa ia gunakan?”

    semoga bermanfaat

    [Reply]

  3. yani » December 15th, 2009 » 3:24 pm berkata,

    dngn membaca.artikel datas,,rasanya..pingin..penjelasan..secra.lengkap.tentang.hal2 yng dimaksud musibah.apakah bg..orang..yng..blum..dpat..jodoh..sampai..usia.yng…thl mncapai 30th..itu..dkategorikn dpt msibah..juga.?.sebab,,musibah..itu brkaitan dngan kesabaran..jd..sesorang yng.tlh cukup..dewasa..toh..msh jg blm mendaptkn jodoh,kn,,jg..hrs dsuruh..sabar,agr.kemudian dpt bertemu.jodohnya..bagaimana ini..ya?apakah..yng..kita..ucapkan..

    [Reply]

Tinggalkan komentar Anda